Langsung ke konten utama

Bikin Kaligrafi China untuk Namamu

Pagi ini iseng aku melihat facebook seorang teman (kita sebut saja namanya Marissa, yang merupakan penulis novel anak yang tahun ini memenangkan penghargaan IKAPI untuk kategori buku anak terbaik). Di sana dia memamerkan hasil kaligrafi china untuk namanya. Ada bunga-bunga cherry di latar belakanga namanya.
Ih.
Asli bikin mupeng.
Lalu ketika aku baca komentar di bawah statusnya, dia menulis bahwa sudah 3 kali dia mencoba menulis namanya selalu muncul gambar bunga. Selain latar belakang gambar bunga cherry juga ada gambar bunga teratai.

Wahh... sebagai perempuan yang suka mengindentikkan diri dengan keindahan bunga (ehem) tentu saja aku jadi mupeng berat (muka pengen).

Jadi... aku langsung dong meng-klik aplikasi di facebook tersebut.

Ini nih aplikasinya:
http://howyouare.com/calligraphy



Caranya gampang sih. Tinggal masukin nama, nanti bakalan muncul hasilnya secara otomatis. Dan yang aku dapatkan adalah:



Hmm... kenapa tidak muncul gambar bunga?

Penasaran dong. Jadi aku coba lagi, dan hasilnya adalah:









Hei.. .. aku kan pingin yang latar belakangnya ada gambar bunganya.
BUNGA
B
U
N
G
A
B-U-N-G-A

AKU PINGIN LATAR BELAKANG BUNGAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Ish..
penasaran banget deh aku. Kenapa orang lain bisa tapi pas namaku nggak bisa?
Bukan mengecilkan gambar latar perahu, gunung, nelayan, awan.. tapi. Aku pingin aja latar belakang gambar bunga. Manis banget soalnya menurutku.

Penasaran.
Aku coba terus..
Lalu aku diskusi dengan teman-teman di facebook.



 Okeh.. sebagai usaha terakhir sebelum nutup facebook, aku coba menambahkan nama lain di belakang namaku.
Yaitu nama suamiku.
Hasilnya:


HOREEEEEEEEEEEEEEEE
Akhirnya ada latar belakang gambar bunga di belakang kaligrafi china namaku.
Tapi... itu kan dalam Islam tidak boleh ya menulis nama suami di belakang nama kita.
Kenapa?
Karena, nama kita itu dinasabkan pada nama ayah kandung kita.

Jadi, jika ada nama suami di belakang nama kita, Islam memandangnya menjadi: kita itu anak suami kita. 
Alias: ade anita anaknya isbandi
atau
ade anita anaknya adi

Wahhhh... jadi jatuhnya mahram yang tidak boleh dinikahi dong. Dan kegiatan lainnya menjadi dipertanyakan kehalalannya.

Dalam Islam, yang benar penulisan nama untuk seorang perempuan, baik yang sudah menikah atau yang belum menikah adalah: NAMAMU - BIN - NAMA AYAHMU

Jadi.. kalau namaku tuh menjadi: Ade Anita Zaibi

kecuali jika dirimu lahir terlebih dahulu sebelum pernikahan dengan ayah biologismu maka namamu tertulis: NAMAMU - BINTI - NAMA IBUMU (cuma ya kayak pengumuman saja ya ke semua orang bahwa dirimu itu anak diluar pernikahan jika melakukan hal ini?)

Okeh.
Jadi, aku pun mengubah taktik dalam rangka untuk mendapatkan latar belakang bunga di belakang kaligrafi china namaku. hasilnya:


atau dipanggil: 


YESSSS
HAPPY ENDING

Komentar

  1. Wahaha... sebut saja namanya marisa :D :D
    What a sweet epic story, mbak ;)

    BalasHapus
  2. Aku langsung bunga, padahal pengen yg ada airnya... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa ya? Ini ada rumus nya pasti... apa karena huruf hidupnya I dan A ya depannya jadi dapat bunga?

      Hapus
  3. Wahahaha... keren bgt usahany mb

    BalasHapus
  4. Sepertinya pencantuman nama suami di belakang nama istri hanya soal perbedaan budaya saja :)

    BalasHapus
  5. Mbak ade yang lembut cocok sekali ternyata pecinta bunga

    BalasHapus
  6. mirip tulisan di avatar avatar gitu yaa :D .. hahaha

    BalasHapus
  7. aku jadi ngebayangin tulisan itu warnanya merah...horor...hahahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…