badge

Sabtu, 13 Juni 2015

Takut Gemuk dan Takut Sakit jika Makan Mie?

[Lifestyle: Kesehatan] Aku punya sedikit trauma jika harus sering-sering makan mie. Di keluarga besarku, ada beberapa kejadian yang kurang enak untuk dikenang tentang kebiasaan makan mie soalnya.

Yang pertama, yang menimpa saudara sepupu jauhku beberapa tahun yang silam.
Jadi, ceritanya saudara sepupuku ini diterima di Universitas Negeri yang terletak di luar Jakarta. Yang namanya dapat universitas negeri, pastilah senang dong. Masalah harus tinggal berjauhan dengan keluarga, padahal selama ini dia anak mama, sepertinya urusan nomor dua.

Jadi, berangkatlah sepupuku itu keluar kota. Ibunya, karena tahu anaknya tidak bisa memasak sama sekali, membekali anaknya dengan beberapa kardus mie. Aneka rasa, ada mie goreng, juga ada mie rebus. Si anak memang ditempatkan di kost-kostan yang ada dapurnya. Jadi, jika lapas bisa memasak sendiri.


Ternyata, setelah memasak mie jika lapar, si anak ketagihan (*huff.. siapa yang tidak sih?). Jadi, pagi, siang, malam dia hanya makan mie saja. Tidak ada yang lain. Hingga setahun kemudian, tiba-tiba anak ini pingsan mendadak di kost-kostannya.
Segera dibawa ke rumah sakit oleh teman-teman satu kostan.
Ternyata, pingsannya lama. Diduga karena tekanan darah tingginya meningkat dan terjadi pecah pembuluh darah. Komplikasi dengan gula darah tinggi. Jadi... koma.

Langsung orang tua dan keluarga besar datang. Lalu anak ini dibawa ke Jakarta lagi. Berlanjut berobat di Jakarta dan akhirnya bisa siuman. Tapi.... dia lumpuh seluruh badan dan kedua matanya buta. Meski otaknya masih berfungsi dengan baik, dan demikian juga dengan panca indra selain penglihatannya. Anak ini tetap tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi tubuh lumpuh seluruh badan dan kedua mata buta tersebut.

Keluarga tentu saja penasaran kenapa anak yang sehat ketika berangkat dari Jakarta kok bisa pulang dalam kondisi sakit parah seperti itu? Usut punya usut, karena kebiasaan si anak yang makan mie terlalu banyaklah yang menyebabkan tekanan darah dan kadar gula darahnya meningkat tidak wajar.

Mie instan itu, mengandung konsentrat garam yang tinggi (makanya terasa gurih dan enak). Dan karbohidrat yang dikandungnya, bila tertimbun di dalam tubuh tanpa bertemu dengan kandungan makanan lain, akan menumpuk menjadi lemak yang bisa mempengaruhi kadar gula darah dalam tubuh kita.

Itu kejadian pertama, yang membuat aku berpikir seratus kali untuk sering-sering mengkonsumsi mie instan.

Kejadian kedua adalah, ketika aku bertemu dengan sepupu jauhku. Perempuan, tubuhnya (maaf) gemukkkkk sekali. Beratnya di atas 120 kg. Jika datang bertamu, dia tidak berani mengambil duduk di tengah bangku. Karena pernah kejadian bangkunya jebol ke bawah. Jadi, jika duduk dia selalu duduk di pinggir bangku, tepat di atas tulang kayu kontruksi bangku. Itu adalah tempat paling kuat dari sebuah bangku ketimbang tengah-tengah jok yang biasanya tidak memiliki alas yang kuat untuk menyanggah.

Kami sempat berbincang-bincang dengan dia, kenapa dia bisa bertubuh gemuk seperti itu. Sepupu jauhku ini berkata bahwa sejak kecil dia penyuka kelas berat produk mie instan. Memang tidak dikunyah setiap saat, tapi kalau bisa sehari sebungkus deh. Untuk pelengkap makanan. Syukurnya, dia selalu mengudapnya dengan sayuran dan buah.

"Rasanya, meski sudah makan tiga kali sehari, tetap saja tengah malam tuh lapar. Jadi, untuk ganjal perut di malam hari itu, aku pasti masak mie instan."

Kebiasaan lapar makan dan makan mie instan tengah malam inilah yang membuat tubuhnya gemuk sekali.

Ugh.... kejadian ini membuatku .... jadi takut gemuk. Karena, keluargaku memang banyak yang bertubuh besar tinggi. Jadi, jika aku tidak hati-hati, bisa-bisa aku bisa s
egemuk itu. Itu sebabnya.... aku mengurangi makan mie instan sering-sering.

Kehati-hatianku ini aku tularkan pada keluarga kecilku.  Tujuannya jelas: karena aku ingin kami sekeluarga tetap sehat dan bahagia unlimited time.
Sehat itu adalah kunci segala kesenangan dan kegembiraan.




Aku membuat sebuah aturan pada keluarga kecilku: hanya boleh makan mie instan sebulan sekali saja.
Maksudku baik, yaitu menjaga agar keluargaku tidak gemuk-gemuk tidak sehat dan juga agar tidak jatuh sakit.
Tapi yang terjadi adalah: ketika satu bulan hampir berlalu, yang ditunggu dan dirindukan oleh anak-anakku adalah: waktunya makan mie instan telah tiba.
(*loh? kenapa malah jadi dirindukan sih saat-saat boleh makan mie itu?)

Jadi, jangan heran jika datang ke rumahku lalu ada ucapan seperti ini?

"Eh... sekarang tanggal berapa? Bentar... hari ini.... minggu lalu... minggu lalunya lagi... jadi... HOREEE.... minggu ini kita boleh makan mie instan."

[Lifestyle: Kuliner] : Alhamdulillah sekarang, Tropicana Slim memproduksi Mie Tropicana Slim.
Mie Tropicana Slim, didaulat sebagai mie kering instan yang  Rendah Lemak.
Mie Tropicana Slim tersedia dalam kemasan Mie Goreng Instan  Rasa Ayam Bakar. Dan Mie Tropicana Slim ini merupakan pilihan sehat dan nikmat karena 3x lebih rendah lemak, 2x lebih rendah garam dan kalori.

Kalau tidak percaya, coba deh perhatikan kandungan gizi yang terdapat di semua merek mie yang ada lalu bandingkan dengan kandungan gizi yang dimiliki oleh Mie Tropicana Slim (kebetulan keluargaku selalu mengintip daftar kandungan gizi ini jika membeli makanan karena dari daftar kandungan makanan ini kita bisa tahu berbagai hal yang terkait dengan makanan yang akan kita konsumsi).

Mie tropicana Slim memiliki kadar lemak tran 0 %., dan kadar kolesterol 0 % juga. Dan dia juga tanpa MSG. Bahkan kandungan gula yang dimilikinya hanya 2 gr.

Sekarang jika dibandingkan dengan mie lain, maka yang terlihat adalah:

Mie Tropicana Slim unggul sehatnya karena terbukti memiliki  kandungan lemak trans dan kolesterol yang 0 %. Mie lain masih memiliki kandungan tersebut dan bahkan ada yang kandungan gulanya 13 gr dan kandungan kolesterolnya 69% atau lemak jenuhnya mencapai 43%.
Memangnya kenapa dengan lemak jenuh atau lemak trans yang tinggi?
Nah.
Karena sepupu jauhku sakit itulah aku jadi belajar banyak bahwa ternyata tidak semua lemak yang terkandung di dalam makanan itu membawa dampak positif bagi tubuh kita. Karena lemak itu punya dua sisi, ada lemak tidak jenuh dan lemak jenuh. Nah, lemah jenuh alias lemak trans ini, dapat meningkatkan kadar LDL alias kadar kolesterol dalam darah dan inilah lemak yang bisa memicu berbagai macam penyakit (termasuk yang diderita oleh saudaraku itu).

Demikian juga dengan kadar gula yang tinggi. Bisa memicu munculnya kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh kita.

Jadi, meski hanya sebungkus mie instan yang nikmat, tapi jika terlalu sering dikonsumsi ya... bisa berabe juga akibatnya kan. Padahal, hidup sehat itu seharusnya diusahakan oleh siapa saja. Dan hidup sehat itu murni adalah pilihan.

Itu sebabnya pilihan untuk mengkonsumsi mie sehat juga adalah pilihan yang tepat.

Beberapa Variasi Mie Tropicana Slim Untuk Keluargaku:

Aku punya dua variasi cara mengkonsumsi mie tropicana slim.
Yang pertama, mie goreng tropicana slim yang dikonsumsi sebagai menu utama dalam hidangan makan siang. Yaitu, disajikan lengkap dengan sayuran dan lauk pauk lainnya.

Dokter Giziku pernah menasehatiku agar selalu mengkonsumsi karbohidrat dengan sayuran dan telur (khususnya putih telur) karena kebetulan aku punya anemia.





Dan, variasi lainnya adalah mie kering tropicana slim yang diolah menjadi cemilan. Yaitu, sosis balut mie yang digoreng. Ini kudapan yang nikmat (percaya deh). Resep bisa diintip disini : http://www.adeanita.com/2015/06/takut-gemuk-dan-takut-sakit-jika-makan.html


Kedua variasi makanan ini. serasa lengkap disantap oleh keluargaku tercinta. Mereka menyukainya (ish, siapa sih yang gak suka mie instan?) dan lahap menghabiskannya, hingga tandas.




Jadi, tidak ada lagi keraguan untuk menyantap mie instan. Meski demikian, tetap saja sih, tidak boleh berlebihan. Karena, variasi menu makanan itu harus terus diupayakan agar kebutuhan gizi dalam keluarga terpenuhi.



Jadi, takut gemuk dan takut sakit jika makan mie? Sekarang Gak Masalah Dong!

24 komentar:

  1. Sebaiknya tetap terkendali, apapun merknya, masih ada efeknya
    Namanya juga iklan
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  2. Nyam...nyamm....enaknyaaa, anak-anak saya sukanya udang gulung mie mak Ade..

    BalasHapus
  3. Mau coba aaaaah kapan-kapan
    Thanks for sharing mbak ade atas kisah saudara sepupunya. memang makan mie intan memang tidak boleh berlebihan ya :D

    BalasHapus
  4. mauuu cobaaaa kreatif banget mie dibikin kayak gitu sukses ya mak

    BalasHapus
  5. Makan mie kalau di rumahku udah pada bosan mak Ade... Mungkin karena keseringan juga kali ya hehe.. tidak baik memang, tapi ya sudahlah, sekarang dirumah sukanya makan sayuran melulu

    BalasHapus
  6. uwaaa..ini mah komplit bangettt..gelar tikarrr,mau semangkuk mak^^

    BalasHapus
  7. kayaknya enak nih. Jadi pengen bikin kayak gitu

    BalasHapus
  8. mak ade kok aku mbrebes mili ya baca quote nya itu....

    BalasHapus
  9. Wah platingnya menarik, mbak. Aku juga jarang-jarang makan mie. Dulu suka kembung, sekarang sih udah nggak setelah banyak-banyak minum air yang mengandung alkali (pH tinggi). Sukses buat ngontesnya ya, mbak.

    BalasHapus
  10. Makan mie instan bisa sampai sekujur badan lumpuh dan buta? Wah, mengerikan sekali, ya.

    BalasHapus
  11. Ya ampuuun itu aksesoris mienya kok banyak amat. mau dooong

    BalasHapus
  12. serem amat ya efeknya kalau terlalu banyak...lahap banget nih si cantik makan mie

    BalasHapus
  13. wah, mie Tropicana aman yah berarti. Besok aku mau coba nyicpi ah.

    BalasHapus
  14. Anakku paling sukaaa itu sosis gulung mie, blm coba si klo mi tropicana slim.. Beli dulu aah

    BalasHapus
  15. aku tetep suka mie mbak

    BalasHapus
  16. Saya belum pernah nyobain mie tropi, Bu. Pingin nyobain deh.

    BalasHapus
  17. makanan "mie" sehat bergizi kreasi Bunda selalu bikin hati tertarik, apalagi liat telor ceploknya berbentuk heart, sukses untuk kontesnya ya Bunda cantik :)

    BalasHapus
  18. Yg sosis dibalut mie itu kesukaan anak2ku mba, sekali bikin pasti langsung licin tandas ;)
    Itu ceploknya bisa cantik banget kayak aku sih...eh kayak yg bikin postingan ini maksudku :)

    BalasHapus
  19. Wah, mie instant ini perlu saya coba nih mbak...
    Saya penyuka mie juga, jadi hidangan yg pas terutama saat "kelaparan" malam hari.

    Salam,

    BalasHapus
  20. buat yang suka fc ini solusinya ya..biar g a gemuk makan mie yang sehat

    BalasHapus
  21. Aku malah pengen gemuk mak, sampe pernah kubela2in tengah malem makan mie hihihi, tapi emang sih kalo takut sakitnya, mie tropicana bisa jadi solusi yaa

    BalasHapus
  22. wuih.. ak juga suka mie..
    serem juga ya mbakk denger cerita ttg sepupunya itu.. hiks..
    untung skg ad Tropicana Slim.. itu bikinny bisa menarik bgt mbbakkk

    BalasHapus
  23. waduh sukses langsung bikin ngiler, komplit bener mie nya. Mau dong mienya mb Ade *glek

    BalasHapus
  24. waaa, komplit pelengkap mie instannya, Mak :)

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...