badge

Minggu, 24 Mei 2015

Jangan Biarkan Anak Main Gadget Terus

[Parenting] Putriku yang paling kecil, masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar saat ini. Dua pekan lalu, dia diliburkan oleh sekolah karena kakak kelasnya yang duduk di kelas 6 sedang menjalani Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.

Kebetulan, di lingungan sekitar rumahku putriku ini tidak punya banyak teman. Malah bisa dikatakan tidak ada. Karena tetangga kiri kanan kebanyakan adalah rumah-rumah yang dijadikan tempat kost-kostan. Jika pun ada rumah yang ditempati sendiri, tidak ada anak kecil yang sepantaran dia.


Akibatnya... bisa dikatakan putriku ini tidak punya di rumahnya.
Untuk mengisi waktu belajar di rumahnya (baca: libur) putriku mulai melirik gadgetnya. Kebetulan, dia memang memiliki sebuah tablet sendiri seukuran 8 inch. Tapi.... tentu saja aku tidak membiarkan dia berlama-lama dengan gadgetnya.

Pada satu kondisi, anak dan gadget pribadinya memang nyata amat membantu orang tua. Karena, anak akan asyik dengan gadgetnya sehingga orang tua bisa mengerjakan tugas-tugas mereka dengan baik dan aman tanpa gangguan. Seperti misalnya jika sedang diajak antri untuk membayar tagihan ke bank; atau diajak menemani ke dokter dan harus menunggu pemanggilan ke ruang dokter yang biasanya lama.

Tapi, meski terkesan bahwa anak tidak mengganggu orang tuanya karena sudah memiliki dunianya sendiri yaitu dunia game digital dan internet; sebaiknya, JANGAN BIARKAN ANAK MAIN GADGET TERUS. 
Kenapa?
Karena, biar bagaimana pun anak membutuhkan kesempatan untuk bergerak. Bisa berjalan, bermain, berlari, melompat, naik turun tangga, tengkurap, telentang, berguling, dan sebagainya. Ini adalah kebutuhan dari perkembangan motorik seorang anak.

APA ITU PERKEMBANGAN MOTORIK?

Motorik artinya adalah semua gerakan yang mungkin untuk dilakukan oleh seluruh anggota tubuh.
Sedangkan
Perkembangan motorik adalah proses seorang anak untuk belajar terampil menggerakkan anggota tubuh.

Proses belajar ini mutlak harus dilalui oleh tiap-tiap anak. Jika anak tidak melalui proses belajar dalam kebutuhan utuk perkembangan motoriknya maka anak bisa mengalami banyak gangguan perkembangan. Misalnya, tidak bisa berjalan normal, sulit mengerjakan tugas keseharian, dan sebagainya.

Mungkin, untuk lebih jelasnya bisa melihat pada Bayi Tarzan. Pernah kan nonton film Tarzan?
Tarzan ini ketika masih kecil diasuh oleh simpanse ceritanya. Yaitu setelah helikopter yang ditumpangi oleh dia dan keluarganya jatuh di tengah hutan belantara dan cuma Tarzan saja yang selamat. Nah... Tarzan bayi dibawa pulang oleh simpanse dan dirawat oleh keluarga simpanse. Hasilnya, Bayi Tarzan tumbuh menjadi anak yang tidak bisa berjalan tegak seperti halnya manusia; tidak bisa berbicara normal seperti manusia, dan tidak bisa duduk di bangku dengan tegak seperti manusia.
Ini yang disebut dengan gangguan perkembangan.

Nah.
Demikian juga yang terjadi jika anak tidak diijinkan atau dibiarkan bergerak dalam kesehariannya.
Melelahkan? Itu pasti.
Bikin repot? ya... namanya juga punya anak. Kalau tidak mau repot ya jangan punya anak.
Tapi tetap... jangan biarkan anak main gadget terus.
Beri kesempatan anak untuk berlari memutari ruangan... atau melompat dari kursi ke lantai... atau merangkak di bawah meja.... atau loncat-loncat dari sudut ke sudut.... atau berguling sepanjang karpet.... atau bersepeda di garasi... dan semua kegiatan dimana dia bergerak dan menggerakkan seluruh anggota tubuhnya.

Jika anak akan diajak keluar rumah; digandeng tangannya perlu. Tapi, jika jalanan tidak terlalu ramai dan ada titian di sepanjang trotoar, perlu juga bagi anak untuk mencoba meniti titian tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Putriku berikut ini.

Berjalan di titian seperti ini, amat berguna untuk melatih gerakan motorik kasar pada anak.
Dicoba saja ya ....









26 komentar:

  1. Setuju. Anak2 harus banyak bergerak.

    BalasHapus
  2. saya dulu sering tuh mak gitu, kasih anak kesempatan bereksplorasi. eh tapi anak laki tuh ya malah pd pecicilan ga karuan.akhirnya sekarang saya banyak teriak "jangan!"
    gimana tuh mak?

    BalasHapus
  3. Setuju mak!
    Oh ya, aku juga pernah baca di salah satu artikel, katanya kalo anak terlalu fokus ke layar kaca (entah itu layar gadget atau layar TV), maka atensinya terhadap lingkungan sekitarnya akan menurun. Salah satu contoh, jadi gak fokus saat dipanggil oleh orang lain. Makanya emang kudu tegas sama anak ya mak soal gadget-gadgetan ini. :D

    Anyway, salam kenal ya mak :)

    BalasHapus
  4. Iya loh, anak harus sesekali diajak bermain di luar rumah, enggak ngendon terus di depan layar gadget-nya. Tapi kalo udah abegeh kayak anak saya, udah susah ngawasi karena jam di luar rumah lebih banyak. Tapi tetap sih saya ingatkan agar ngobrol dengan teman atau tidak mantengin gadget melulu di sekolah masing-masing. untung juga sekolah si bungsu melarang siswanya membawa gadget karena udah ada telepon gratis untuk keperluan siswa.

    BalasHapus
  5. gadget memang sudah meracuni pikiran orang2 zaman sekarang.
    waktu yang seharusnya buat waktu keluarga pun, lebih sering dihabiskan dengan gadget

    BalasHapus
  6. Setuju...
    Nggak hanya buat anak kecil, org dewasa jg perlu melakukan ini.
    Gadget memang menawarkan dunia teknologi yg uwow..tp jgn smpek hal itu mmbwt lupa bahwa dunia kita lebih indah...

    BalasHapus
  7. Anakku juga sama, nggak punya teman sebaya kalau di rumah. Jadi main gadgetnya lebih lama dibandingkan anak yang punya teman bermain.

    BalasHapus
  8. Setuju mba, bermain gadget trus malah membuat anak jadi anti sosial

    BalasHapus
  9. Adekku cuma sabtu minggu aja main gadgetnya sisanya mending dia main di luar.
    Aku jd inget ada tadek kelasku yg motoriknya agak keganggu, dia gak bisa loncatin got :D

    BalasHapus
  10. aku lebih suka anak-anak main mainannya seperti mobil2an atau mainan tradisional sekarang

    BalasHapus
  11. saya pengennya kalo punya anak nanti diajak mainnya ke alam dan sebisa mungkin dijauhkan dari gadget, biar bisa menikmati masa kecil kayak saya dulu di jalam taun 90-an.

    BalasHapus
  12. Setujuuuu.. waktu jaman gue kecil sering main permainan kampung karena emak bapak ga kebeli gadget elektonik. tapi tetep seru kok


    jangan lupa mampir ke ke blog ala-ala gue di www.travellingaddict.com

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah, anakku 3, kecil-kecil. Suka main gadget juga, tapi lebih sering loncat2, lari-larian bareng, sampe emaknya puyeng :D

    BalasHapus
  14. banyak bergerak malah lebih sehat ya mbak, aku juga membatasi anak untuk main gadget, karena kalau sudah pegang gadget jadi heniiiing rumahku, hehehe

    BalasHapus
  15. bener juga anak-anak haru banyak bergerak :D

    BalasHapus
  16. saya suka sama kata mba "Kalau tidak mau repot ya jangan punya anak"
    Gadget memang menawarkan dunia teknologi yang wow

    BalasHapus
  17. Kalau anak terlalu larut sama gadget, selain bisa mengganggu perkembangan motoriknya kalau ortu ngak aware, hub sosialnya juga bisa terganggu Mbak. Gadget memang menarik banget sih ya, ada gambar bergerak dan suara, permainannya sudah macam-macam. Saya pernah melihat anak-anak yang kalau rebutan mainan biasa (ya macam boneka, mobil-mobilan dsb) biasanya masih saling mau mengalah. Tapi kalau rebutan gadget bisa bentak2an, dorong2an.

    BalasHapus
  18. obi seneng bangeet tuh mba jalan di pinggir trotoar or platform di sini...memang bagus untuk melatih keseimbangan dan motoriknya ya..dan no gadgets kecuali weekend, itu pun terbatas :)

    BalasHapus
  19. Cara ini akan saya terapkan untuk adik-adik saya ... terima kasih ya :)

    BalasHapus
  20. Betul gan .. main sih boleh .. tp harus di batasi juga penggunaan gadgetnya

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...