badge

Minggu, 31 Mei 2015

Ini Pola Hidup Sehat Yang Aku dan Suamiku Jalankan sebagai #healthAgent

[Lifestyle: Kesehatan]: Siapa coba yang mau menderita sakit.
Kebetulan, aku dikelilingi oleh keluarga besar dengan riwayat penyakit yang beragam. Ayahku, punya tekanan darah rendah dan penyakit pencernaan. Sedangkan ibuku punya asma, gula darah, tekanan darah tinggi dan jantung. Kesemua penyakit ini, tentu saja bersifat herediter, alias diturunkan dari generasi ke generasi. Jadi, kami anak-anaknya membawa gen yang memiliki bakat untuk bisa terkena penyakit-penyakit tersebut.  Jadi baru bakat ya, belum pasti terkena.

Bakat penyakit itu artinya jika kami tidak hati-hati menjalankan pila hidup sehat maka bisa jadi penyakit itu muncul dan menyerang kesehatan kami.



Ketika aku menikah dan pindah ke luar kota mengikuti suami, penyakit asmaku ternyata tidak pernah kambuh. Kata orang, penyakit asma itu sembuh setelah seseorang menikah.  Tapi, ternyata saudaraku yang lain tidak demikian. Mereka tetap menderita asma meski sudah menikah.Kenapa? Mikirrrr.

Di luar kota, lingkungan di sekitar rumahku udaranya bersih dan jauh dari polusi perkotaan. Dan dulu, ayahku memelihara aneka macam burung. Aku pikir, inilah salah satu penyebab penyakit asma kami, anak-anak ayah dan ibuku bolah-balik kambuh ketika tinggal di Jakarta dulu.

Nah. Ini yang disebut dengan bakat penyakit. Jadi, jika tidak diusahakan untuk menjalankan pola hidup sehat maka bisa jadi bakat penyakit yang bersemayam di dalam tubuh akan muncul dan menjadi penyakit yang diderita oleh tubuh kita.

Ibuku, meninggal tahun 2003 karena terserang penyakit jantung. Sebelumnya, ibu pernah terserang stroke. Penyebabnya akibat pecah pembuluh darah karena ketakutan dan terlalu tegang ketika tahu dirinya harus operasi usus buntu. Jadi, saking takut dan tegangnya, ibu yang memang sudah memiliki kolesterol tinggi terkena serangan jantung yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya jika saja kolesterolnya tidak tinggi. Karena, akibat kolesterol tinggi ini, maka serangan jantung ibu menyebabkan pembuluh darahnya pecah akibat aliran darah tidak lancar.

Kalian tahu tidak. Kolesterol itu, adalah lemak yang berenang di dalam aliran darah kita. Jika kandungan kolesterol terlalu banyak, maka mereka tidak semuanya bisa berenang di aliran darah tersebut. Tapi menempel di dinding-dinding pembuluh darah. Jika lemak yang menempel di dinding pembuluh darah ini semakin tebal, maka aliran darah bisa jadi terhambat. Terkadang, dindingnya malah terus menebal dan akhirnya bikin mampet pembuluh darah. Nah, ini yang disebut dengan gumpalan pembuluh darah. Karena, si dinding yang bikin mampet ini, bikin aliran darah yang terus datang terhenti karena tersumbat di satu titik. Seperti air sungai yang terus datang lalu terhenti karena tumpukan sampah di satu titik. Air terus datang tapi tidak terhenti di satu titik.

Jika terus tersumbat, maka mulai terjadi pembengkakan. Jika tidak diusahakan untuk lancar aliran darahnya, maka pembuluh darah ini sudah tidak kuasa lagi menahan tumpukan darah yang terus berdatangan. Akhirnya.... pecah pembuluh darah.
Padahal pada penderita jantung, ketika dia mengalami ketegangan, atau situasi yang mengejutkan, atau sesuatu yang membangkitkan andrenalin, maka gerakan pompa di jantungnya semakin cepat. Gerakan pompa yang semakin cepat ini membuat semakin banyak darah yang dipompa keluar masuk jantung. Tentu saja ini butuh pembuluh darah yang bersih.

Kolesterol, karena dia sejenis lemak, bisa dihancurkan lewat pembakaran kalori.

Sedangkan ayahku meninggal di  tahun 2009 akibat penyakit pencernaannya. Tekanan darah Ayah terlalu rendah, juga terserang anemia dan transfusi darah tidak dapat lagi diolah oleh tubuhnya pasca operasi pengangkatan tumor yang sudah berkembang jadi kanker stadium 4 di usus ayah.

ini tumor ayahku yang diangkat dari ususnya. Besarnya seperti kepala bayi yang baru lahir.


Hmm... sepertinya, sakit dan kematian kedua orang tuaku ini membuatku mulai memperhatikan pola hidup sehat.  Jadilah, aku dan suamiku mulai menjadi sepasang #healthAgent bagi keluarga kecilku: menjalankan pola hidup sehat.

Dimulai dengan rajin berolah raga.

Saban pagi, aku dan suamiku jalan kaki memutari taman di daerah Tebet yang memang memiliki walk path. Suamiku mengajariku bahwa kita perlu jalan kaki dengan gerakan jalan bergegas selama 30 menit.
30 menit jalan kaki dengan langkah bergegas ini berguna untuk menyehatkan jantung (kardio). Jika ditambah lagi dengan 15 menit perpanjangan waktu, maka akan terjadi pembakaran lemak (ingat: harus dengan gerakan langkah kaki seperti orang yang bergegas. Jadi bukan cuma jalan santai).
Aku dan suamiku pun mengusahakan untuk setiap pagi berjalan kaki selama 45 menit. Harapannya, jantung sehat, lemak terbakar.

Tapi, karena tubuhku gemuk dan aku ingin langsing, maka aku menambah porsi olah ragaku dengan ikut kelas Senam Aerobik. Dari mulai seminggu tiga kali, lalu tiba-tiba addict dan akhirnya jadi setiap hari senam aerobik.

Lalu, diam-diam, tanpa setahu suamiku, aku mengambil jalan pintas melakukan diet: mencoba menjalankan pola makan Raw Food.  Jadi, aku hanya memakan sayuran dan buah-buahan mentah saja. Tidak ada lagi nasi dan karbohidrat. Produk hewani sesekali saja, tapi aku usahakan untuk menghindarinya. Dan jika minum, aku selalu memilih minuman air putih. Tidak mau yang lain. Makan yang manis-manis? NO WAY!

Hasilnya, memang tubuhku agak langsingan.
3 minggu menjalani olah raga setiap hari (jalan kaki 45 menit setiap pagi dan lanjut senam aerobik selama 1,5 jam), berat badanku turun 5 Kg. Pinggangku mulai menekuk, dan bisa pakai ikat pinggang lagi.

What? Pakai ikat pinggang? hahaha.... ini luar biasa banget loh. Sejak memiliki tubuh gemuk, aku tidak pernah lagi menggunakan ikat pinggang. Karena, panjang ikat pinggang yang dijual di toko-toko itu ternyata lingkarannya tidak ada yang bisa melilit sempurna tubuhku. Jadi, ketika harus datang ke toko dan memilih ikat pinggang lagi itu.... wuaaaaaaa..... luar biasa rasanya.

Hingga, suatu pagi di bulan november 2011. Ketika sedang asyik jogging sendirian di taman  aku pingsan di taman.

".................."

Ketika aku membuka mataku lagi, ternyata aku mendapati diriku sudah tergeletak di atas walk path: sendirian!
Hari masih pagi, pukul 06.20, di hari kamis. Hari kerja, jadi taman memang masih sepi. Jadi aku segera menghubungi suaimiku di rumah agar segera datang membantuku. Karena taman memang masih amat sepi.

Aku dibawa ke rumah sakit. Lewat serangkaian pemeriksaan ternyata aku pingsan karena kurang asupan (duh, memalukan).

Jadi, karena aku menghindari karbohidrat dan semua yang manis serta hanya mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan saja, maka bakat penyakit tekanan darah rendah yang memang ada dalam gen tubuhku muncul.  Ketika olah raga itu, kondisiku sudah dalam keadaan tekanan darah kelewat rendah; gula darah kelewat rendah, dan kurang darah pula (karena kurang zat besi). Akibat kondisi ini, asupan oksigen ke otak jadi terhambat. Padahal, otak kita adalah mesin yang menggerakkan seluruh tubuh. Ketika tidak ada lagi asupan oksigen ke otak, maka mesin itu pun memerintahkan seluruh tubuh untuk berhenti bekerja. Itu sebabnya aku pingsan.

Dari sini aku mendapat pelajaran baru: BAHWA SELAIN BEROLAH RAGA, MAKA MAKANAN PUN HARUS DIPERHATIKAN. DAN DIET ITU ADA ATURANNYA.

Ini beberapa pola makanan sehat yang harus aku jalankan sesuai dengan penyakitku (anemia, hypoglikemia, hypotensi):
- makan harus 5 kali sehari (pagi; cemilan pukul 10.00; makan siang pukul 12.00, cemilan  pukul 15.00, dan makan malam pukul 18.00).
Agar tidak gemuk, maka menunya adalah:
- Pagi, makan 2 lembar roti dan harus memakai selai yang ada gulanya. Minumnya apa saja boleh. Dan buah juga boleh.  Tapi karbohidrat tetap harus masuk ke dalam perut.
- cemilan pagi: buah.
- makan siang normal deh, tapi jangan terlalu banyak ajah dan usahakan menu seimbang. Jangan sayuran dan buah-buahan saja; harus ada karbohidrat dan hewaninya juga.
- cemilan sore buah
- makan malam setengah porsi makan siang.

Dan dokterku hanya membolehkanku olah raga seminggu maksimal 3 kali. Tidak boleh lagi setiap hari. Dan pilih salah satu: aerobik atau jogging. Tidak boleh keduanya dalam satu waktu.

Kenapa kita tetap harus mengkonsumsi karbohidrat? Bukannya karbohidrat itu bikin gemuk?

Nah. Kata dokter giziku, ternyata, ketika kita mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan itu, maka ada kandungan glukosa dalam sayuran dan buah yang akan membentuk glukosa yang membantu sistem metabolisme pekerjaan organ di dalam  tubuh kita bekerja dengan baik jika mereka sudah bertemu dengan karbohidrat. Jika tidak bertemu dengan karbohidrat maka glukosa yang terdapat dalam sayuran dan buah ini akan numpang lewat saja di tubuh kita. Sedikit sekali yang bisa diolah. Jadi, karbohidrat tuh seperti perekat glukosa tersebut. Glukosa ini bisa menghasilkan energi. Energi yang membuat kita bergerak.

Nah. Kondisiku yang minus karbohidrat akibat penerapan pola makan Raw Food yang salah, membuat bakat diabetesku bereaksi dengan cara memproduksi gula darah palsu. Akibatnya, aku terkena Hypoglikemia deh. Itu sebabnya setiap hari, dokter memberi saran agar aku tetap mengkonsumsi gula. Tapi jangan berlebihan.

Ini awal aku mulai melirik produk Nutrifood  seperti kecap manis, gula sachet, sirup, selai roti,  dan minyak goreng.

Ada banyak sekali pengetahuan baru yang aku dan suamiku dapatkan dari dokter gizi kami dan pengalaman jatuh sakit ini.

Inilah level berikut kami sebagai #healtAgent: memilah makanan yang baik dan menyehatkan bagi anggota keluarga. Serta terus mengupayakan agar keluarga gemar menjalankan pola hidup sehat. 

Dari pengetahuan sederhana yang diberikan oleh dokter gizi, aku dan suamiku belajar lagi dari berbagai sumber. Salah satu pengetahuan yang kami dapatkan adalah:





- Bahwa kacang-kacangan itu banyak mengandung Omega 6 dan 9. Ikan banyak mengandung Omega 3 dan 9. Perpaduan keduanya akan menghasilkan kebutuhan akan Omega 3-6-9 dalam tubuh kita terpenuhi. Sehingga aliran darah lancar dan pembuluh darah jadi bersih. Pembuluh darah yang bersih selain menyehatkan jantung juga membuat otak mudah untuk bekerja. Ini yang bisa meningkatkan kerja otak pada anak-anak dan orang dewasa. Jadi cepat paham dalam menerima pengetahuan baru.

- Tidur dan olahraga yang cukup (jangan berlebihan).

- Sempatkan waktu sebulan sekali deh minimal untuk mengkonsumsi kacang-kacangan dan sesuatu dari ikan (boleh ikan segar boleh juga minyak ikan).

- Mengganti nasi putih dengan nasi merah (ini tahun ke 3 kami sekeluarga hanya memakan nasi merah saja).
- Sayur dan buah harus diusahakan ada setiap hari.

- Perhatikan penggunaan minyak ketika menggoreng. Minyak itu bagus. Tapi ketika dia dipakai sudah lebih dari 2 kali proses pemanasannya, maka akan terbentuk transfat dalam minyak. Transfat ini menghasilkan kolesterol jahat dalam tubuh. Transfat ini akan menempel di makanan yang digoreng.
Artinya: makanan gorengan boleh kok. Yang gak boleh itu makanan yang digoreng menggunakan minyak yang sudah mengalami proses pemanasan berkali-kali.

- Nah... khusus minyak goreng ini nih... sejak aku keluar dari rumah sakit itu, kami mulai meninggalkan minyak goreng kelapa dan minyak sayur. Kami mulai beralih menggunakan minyak goreng yang lebih tahan jika dipanaskan sampai suhu temperatur tertentu dia tidak rusak dan tidak berubah jadi transfat. Kami menggunakan minyak canola, atau minyak soya, atau minyak sunflower atau minyak dari beras.

- Hanya memakan mie sehat dan hanya boleh makan mie 2 pekan sekali saja maksimal.
- Mengganti mayonaise pada salad dengan olive oil sebagai dressingnya.

- Tidak jajan sembarangan.

- Cukup minum air putih.

- Rekreasi. karena itu cara mudah menghindari stress.

- Menerapkan aturan untuk tidak terlalu lama menatap gadget dan layar notebook.

- Minum vitamin dan suplemen.
- Jangan lupa: makan pisang setidaknya sebulan sekali. Pisang itu kaya akan potasium.
- Konsumsi putih telur karena proteinnya bagus dan bisa membantu menghasikan sel darah merah baru (sebenarnya daging merah yang bagus. Tapi karena aku pernah punya tumor jadi aku harus menghindari daging merah. Nah, putih telur ini fungsinya sama dengan daging merah).
- Makan pepaya setidaknya seminggu dua kali. Karena pepaya itu mengandung antioksidan yang bagus untuk mengusir zat polutan yang terlanjur masuk ke dalam pencernaan kita.
- Meneteskan air perasan jeruk lemon pada makanan, atau parutan kulit jeruk lemon pada makanan. Kandungannya zat antipolutannya banyak.





Nah... ini semua pola hidup sehat yang aku dan suamiku jalankan sebagai #healthAgent. Dan kami terapkan pada keluarga kecil kami.


48 komentar:

  1. Panjang ya mba, tulisannya... ;-) aku jg udh harus mulai jaga makanan nih... Makasi, infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa... karena ada banyak pengetahuan yang aku dapatkan dari pelajaran sakit yang ingin aku share buat teman-teman

      Hapus
    2. makasih ibu, :) , jujur malah merenungi, selama ini pola hidupnya gak beraturan.

      Hapus
  2. Hahaaa panjang banget tulisannya tapi kudu dibaca semua krn akhir2 ini bobotku meledak krn capek ngantar anak2 yg banyak kegiatan, jadinya makan yg asal kenyang aja. Ya ampun semalam habis makan sate, gule & tongseng kambing. Diakhiri dg martabak istimewa. Mau jadi apa aku ini :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah... itulah. Aku ingin berbagi pengetahuan dan hikmah yang aku dapatkan dari sakit tersbeut untuk teman2 emang. Makanya panjang tulisannya. karena memperhatikan kesehatan itu penting banget sih.

      Hapus
  3. Daku jg kmren smpet diet ala2 dedy kobuset, diect ocd,gk sarapan pagi n ngurangin konsumsi kabohidrat,
    Bb turun cepet, 1 mingguan bs 2 kilo, beberpaa hari kemudian langsung tepar..hahaha..
    Dan skrg, daku pun membengkak lageee..hehehe..
    Sukses y mak ade :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kata orang harus curiga emang pada sesuatu yang mudah datang.. karena dia bisa mudah perginya.. hehehe.. termasuk langsing mendadak itu. Aku juga sekarang gemuk lagi nih... huhuhuuhu

      Hapus
  4. saya diet ngak sukses juga neh nurunin berat badan ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang penting sehat deh sekarang... cantik dan langsing kalau sakit-sakitan juga gak enak.

      Hapus
  5. Bagus banget ulasannya mbak Ade. Bisa dicontek beberapa nih, hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya silahkan Eky... emang banyak banget pelajaran yang aku dapat dari jatuh sakit kedua ortu dan diriku. Kalau ditulis jangan2 bisa jadi satu buku... hahahaha.

      Hapus
  6. Baru tau ttg perpaduan kacang dan ikan nya nih, Mah. Nice info. Btw, enaknya kacang apa yang cocok ama ikan dan dimasak apa yah? *malah sekalian nanya resep ujung2nya* hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku makan kacangnya dicemilin gitu sih... biasanya aku makan kacang almond yang dipanggang gitu. jadi gak satu waktu.

      Hapus
  7. mba ade....rekreasi aku yang kurang #noted modus biar bisa diajak jalan2 terus sama papih wekeke

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayooo.. ajak papih buat rekreasi

      Hapus
  8. mantap bange gaya hidup sehatnyaaaaa :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. maklum dah kepala empat.. sebentar lagi setengah abad nih umurku, kalo gak menjalankan pola hidup sehat... yaa... gimana? kan pingin tetap sehat dan keliling dunia di usia tua nanti

      Hapus
  9. ulasan gaya hidup sehat ala mak Ade emang joos banget. Patut ditiru kayaknya. Sukses untuk kontesnya ya :)

    BalasHapus
  10. Makanan sehat, olahraga tepat, membuat jiwa raga sehat.
    Terima kasih tips dan pengalaman hidup sehatnya
    Saya merasa berada pada track yang bear ketika menjadi taruna Akabri. Makanan tak pernah menumpuk menjadi lemak karena ada kegiatan fisik yang cukup banyak.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... terlihat kok dari fisik pakde yang meski sudah pensiunan lama tapi tetap produktif berkarya sampai sekarang

      Hapus
  11. Aku juga di keluarga ada riwayat diabetes. Jadi harus hati2 banget deh. Ayo sehaaaaat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah.. bener... karena penyakit diabetes itu bakatnya diturunkan jadi kalau tidak hati2 bisa muncul beneran

      Hapus
  12. makin sehat asupan kita, semakin baik tingkat kesehatan kita...dan olahraga penting banget ya maak..plus minum air putih yang baik :)..semoga menang yaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. benerrrr.. makasih ya mama bo

      Hapus
  13. Emang tidak enak yaa mab kalau hidup di kelilingi dengan penyakit rasanya tuh ganggu banget apalagi kalau mempunyai rutinitas yang padat terus tiba2 penyakit menyerang begitu aja langsung berantakan semua deh. Hidup ini harus benar-benar menjaga kesehatan dengan baik yaa mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. hidup itu harus benar2 menjaga kesehatan.. krn yang tadinya gratis ketika sakit malah jadi bayar

      Hapus
  14. Merinding liat foto tumornya, Mbak.. :( Semoga kita semua dijauhkan dari segala penyakit. Aamiiin..

    BalasHapus
  15. itu tumornya? kaya daging ayam
    ngeri kalau penyakit gituan -___-

    BalasHapus
  16. Hihihi, rasanya agak gmn kalau kurang asupan, ya. Padahal tubuh udah nampak sehat bgttt lho, Bu. Ternyataa, ya. :D

    BalasHapus
  17. polahidupsehat keluarganya sungguh patut ditiru, selain dapat menyehatkan dan menghilangkan gelambir lemak dimana-mana, yang terpenting pla hodup sehatnya bisa mengharmoniskan keluarga banget tuh....nyontek ah

    BalasHapus
  18. Wah.. pas baca emang intens banget olahraganya... saya rutin olahraganya minimal 45 menit, paling lama sejam lewat dikit...hehe

    Sehat terus ya mbak^^

    BalasHapus
  19. Aduh mbaaak kok sampe pingsan d taman..pas g ad org lg -.-" smg tak terulang.

    Saya hampir g pernah olahraga. Kdg2 aj klo k rmh kaka bru sepedaan soalny klo d rmh ya saya pikir ngerjain kerjaan rmh udh ky olahraga..

    BalasHapus
  20. Ade, memang kesehatan itu sangat mahal dan bahkan tak kan terbeli. Bunda di keluarga kurang memperhatikan pola makan, serabutan banget. Alhamdulillah, OR masih dilakukan melalui Yoga. Alhamdulillah ya Ade masih memiliki ibu sampai dengan taahun 2003, kalau Bunda pada usia 7 tahun sudah ditinggallkan oleh Ibu tercinta. Hehe...koq jadi curcol.

    BalasHapus
  21. Info yang bagus banget. sebagai sentilan kecil untuk memperhatikan kesehatan :)

    BalasHapus
  22. Mantap tipsnya mak....

    Kalau ngomongin kolesterol, jadi lihat lemak ditubuh neh...aduh susah banget diet. Saya juga sudah lama pake tropicana slim, supaya menjauhkan dari penyakit yang tidak diinginkan. Akhirnya memasak pun pakai gula merah. Sudah tidak ada gula pasir lagi, karena diganti tropicana slim.

    BalasHapus
  23. Tumornya bapaknya mbak ade gede banget. Kebayang gimana sakitnya. Btw, aku belum bisa menerapkan point 1 mak. Olah raga teratur itu berat buat aku huhuhu

    BalasHapus
  24. harus bener-bener mulai bergaya hidup sehat ya, Mbak

    BalasHapus
  25. Iya, sayuran dan buah memang wajib ada dalam menu makan, tapi pola diet ternyata ngga boleh sembarangan juga ya..

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...