Langsung ke konten utama

Tumis Pindang Tongkol Cabai Hijau

Bosan dengan Pindang Ikan Tongkol yang begitu-begitu saja? Nah.. ini aku ada resep untuk mengolahnya menjadi tumis pindang tongkol cabai hijau.

RESEP TUMIS PINDANG TONGKOL CABAI HIJAU


BAHAN YANG DIBUTUHKAN:

1. Bawang putih
2. Bawang merah
3. Cabai hijau (jika tidak suka pedas, bijinya bisa dihilangkan terlebih dahulu)
4. Tomat Hijau
5. Kemiri

6. Garam, gula
7. Jagung muda (diiris serong tipis. Jagung muda ini bagus untuk menambah HB darah loh)
8. Ikan Pindang Tongkol



9. Minyak untuk menumis
10. air setengah gelas belimbing

CARA MEMBUATNYA:

1. haluskan bawang putih, bawang merah, cabai hijau, tomat, kemiri. Setelah itu beri garam dan gula.
2. Ikan pindang tongkol disuwir-suwir.

3. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, jika sudah harum, masukkan jagung muda. Aduk rata. Setelah itu tambahkan air agar jagung muda matang. Setelah air mendidih, masukkan suwir ikan pindang tongkolnya. Aduk hingga agak kering.





Selesai deh.

Nah... aku mau cerita tentang handblender MIXY yang aku gunakan sekarang. Handblender ini enakkk banget. Aku gak perlu lagi menggiling makanan dengan batu ulekan. Dibersihkannya juga mudah. Dan harganya tidak sampai jutaan. Ada 4 pilihan pisaunya lagi.

















Komentar

  1. Aku jugak males nguleg, hihiii... enak nih kayaknya mak, gak bikin pegel :)

    BalasHapus
  2. Kalau saya lebih suka di ulek mbak, lebih sedap aroma dan rasanya.

    BalasHapus
  3. resepnya enaaak...dan hand belendernya menggoda sekali maaaak...cocok buat bikin pempek #eeeh :)

    BalasHapus
  4. duh, kapan ya punya alat kayak gitu.. *ngayal
    resepnya aku simpan ya, mbak Ade..nanti kalo pas ada tongkol di warung, baru dieksekusi :)

    BalasHapus
  5. Informasi yang sangat bermanfaat nih terimakasih mbak resepnya :)

    BalasHapus
  6. Mau praktek aahh nanti sore :))

    BalasHapus
  7. terima kasih infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. perlu kasih tau sama ibu saya nih kalau masalah ginian :D
    buat alat memasak

    BalasHapus
  9. terima kasih infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…