Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Kenapa Perempuan Harus Mens?

#Edukasi Seks bagi Anak

OBROLAN "DEWASA" DENGAN ANAK "KECIL"

"Bu... kenapa sih perempuan harus mens?" Sambil mengunyah sepiring putu dan kelepon, putri bungsuku yang baru berusia 8 tahun bertanya. Aku sedang berdiri membersihkan meja dan menatap televisi. Kami memang tanpa sengaja memutar acara Kick Andy menyaksikan ibu Ni Wayan Trisnawati, perempuan yang menikah usia 17 tahun dengan tujuan untuk mengatasi masalah kehidupan. Ibu Trisnawati ini ketika hamil mengalami kelainan jantung sehingga dokter melarangnya hamil dan melahirkan. Hmm... sepertinya gara-gara tontonan ini putri bungsuku bertanya. Btw ibu Trisnawati ini adalah contoh profile perempuan tangguh yang sukses dengan kacang diskonya yang sekarang jadi oleh2 khas Bali.

"Ya.... karena, perempuan itu berbeda dengan lelaki. Ketika dia sudah dewasa nanti, dia akan menjadi ibu, ibu itu akan melahirkan anak-anaknya. Nahhh... menstruasi itu berguna bagi calon anak-anaknya."

"Iya..tapi kenapa?…

Putu Bambu

Kue Putu Bambu sepertinya menjadi salah satu cemilan pavorit keluargaku dalam dua bulan terakhir ini. Mengapa? Karena, musim hujan, malas kemana-mana. Tapi sore-sore mau nyemil sesuatu. Dan salah satu tukang keliling yang lewat depan rumah adalah penjual Kue Putu Bambu.

Bunyi denging yang melengking yang diperdengarkannya memang selalu terdengar saban lewat waktu ashar. Sekali dua, masih bisa ditahan. Tapi setiap hari mendengar denging tersebut, ditambah sisa hujan yang membuat jalanan basah dan rasa malas keluar rumah tumbuh subur, maka bunyi denging penjual Kue Putu Bambu adalah bunyi yang terdengar begitu menggoda.

Aku sempat membuat video tentang proses pembuatan kue Putu Bambu tersebut.




Kalian suka Kue Putu Bambukah? Kue ini enaknya dimakan hangat-hangat. Saat ini (maret 2015), harganya 10 buah itu Rp12.500.  Cukup mahal ya, karena dulu harganya di bawah sepuluh ribu rupiah. Karena nikmat dimakan hangat, jika membelinya jangan beli banyak-banyak. Karena jika ditaruh di kulkas aki…

Olah Raga di Depan Meja dan Komputer

Sering merasa kaku otot di pundak, leher, tengkuk dan pinggang? Jangan-jangan itu disebabkan karna terlalu lama duduk di depan komputer atau di depan meja. Ayo dong bergerak sebentar agar tidak kaku otot.  Apa? Tidak ada ruangan yang cukup karena tinggal di dalam kubikel yang sempit? Nah.. ini ada olah raga di depan meja dan komputer buat kalian. Silahkan ikuti ya. Insya Allah manfaat untuk menghilangkan kaku otot, kesemutan, atau pusing-pusing.


Ini detailnya:




Silahkan diprint out, lalu tempelkan di dinding sebelah komputer anda atau di dinding kubikel ruang kerja anda. Kertas ini ditempel suamiku di ruang kerjanya. FOto di atas adalah foto print out yang ditempel di kamarku.

Tumis Pindang Tongkol Cabai Hijau

Bosan dengan Pindang Ikan Tongkol yang begitu-begitu saja? Nah.. ini aku ada resep untuk mengolahnya menjadi tumis pindang tongkol cabai hijau.

RESEP TUMIS PINDANG TONGKOL CABAI HIJAU

Indahnya Matahari Terbit

Setiap pagi, ketika melewati jembatan penyeberangan di atas jalan raya MT Haryono, Jakarta Selatan, ini adalah pemandangan cantik yang aku dapatkan dan sekarang aku abadikan.
Selamat menikmati gambarnya.










Gosip, Fun and Give a Shoulder to Cry On

Saya punya sebuah group tempat ngobrolin macem-macem. Namanya... hmm... rahasia ah. hehehe. Anggotanya tuh bermacam-macam; lintas budaya, lintas wilayah, lintas usia dan lintas agama. Bahkan, passion kami pun amat beragam. Kesamaan kami hanya satu: senang ngeblog.

Salah satu dari sekian banyak topik pembicaraan yang sering dibincangkan dalam groupku itu adalah tentang pernikahan. Maklum, di dalam group itu ada pengantin lama, pengantin baru, dan ada juga yang belum jadi pengantin. Karuan saja beragam kan obrolannya.

Yang namanya JAIM, alias jaga image... duh... kayaknya sudah gak ada deh di group ini. Karena semua sudah saling curhat, saling ngegosip, saling berbagi macam-macam. Dan bulan Februari kemarin, tanpa terasa ternyata usia group ....(bentar ya nama groupnya ada di bagian berikutnya) ini genap 1 Tahun.

YEAAAAHHH... tralala.... trilili....
Tidak terasa deh sudah satu tahun kami semua di group itu bercengkerama selama ini. Pantas saja, mereka yang tadinya belum hamil, lalu ham…

Isi Kulkas yang Ramah Bagi Anak

[Parenting] Sering bepergian ke luar kota sehingga harus meninggalkan anak-anak di rumah?
Atau...
Sering harus berada di luar rumah sehingga harus meninggalkan anak-anak di rumah?
Atau...
Sering bolak-balik ke rumah sakit seperti aku sehingga harus sering meninggalkan anak-anak di rumah?

Nah... hal penting yang harus dipersiapkan jika salah satu dari tiga hal tersebut dialami oleh kalian, salah satunya adalah mempersiapkan isi kulkas yang ramah bagi kebutuhan anak-anak.

Oseng Tuna Asap yang Lezat

[Keluarga] Pekan lalu, aku sakit ceritanya. tapi, bukan sakit dadakan yang tiba-tiba tepar gitu. Lebih tepatnya, merencanakan untuk melakukan sebuah operasi.

Yang namanya operasi tentu saja perlu persiapan. Apalagi mengingat aku selama ini tidak punya asisten rumah tangga. Jadi semuanya dikerjain sendirian dibantu suami dan anak. Itu sebabnya ketika kontrol dokter karena kepala pusing-pusing, mual dan mau muntah, dokter menyarankan agar aku mendapatkan transfusi darah sebelum melakukan operasi. Padahal, di sisi lain, kedua putriku sedang bersiap-siap untuk menghadapi Ujian Tengah Semester.

Buanglah Sampah Pada Tempatnya

[Parenting]: Masih ingat dengan kalimat "Buanglah Sampah  Pada Tempatnya"?
Budaya buang sampah pada tempatnya itu sepertinya adalah budaya yang harus dibiasakan pada anak-anak kita sejak usia mereka masih dini. Karena, dengan pembiasaan yang terus menerus maka insya Allah akan terbentuk karakter untuk tidak buang sampah sembarangan pada anak.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka agar tidak buang sampah sembarangan. Seperti:

Apa Yang Menyebabkan Perilaku Anak Menyimpang Dari Perilaku Gendernya?

Kemarin, aku menulis tentang memanfaatkan permainan tradisional Bekel untuk perkembangan anak (silahkan baca di http://www.adeanita.com/2015/03/perkembangan-anak-lewat-permainan-bekel.html) . Beberapa teman menginboxku, bertanya apakah ada permainan yang diperuntukkan bagi gender anak lelaki? Karena, beberapa orang merasa bahwa permainan Bekel itu adalah permainan untuk anak perempuan.

Sebenarnya, kalau aku sendiri sih tidak membedakan gender jika itu untuk perkembangan anak. Yang membuat seorang anak setelah melakukan permainan lalu cenderung menjadi kewanita-wanitaan atau cenderung menjadi kecowok-cowok-an, adalah teman  bermain ketika melakukan permainan tersebut.

Jadi begini.
Karena anak-anak perempuan cenderung bermain Bekel, maka ketika ada seorang anak cowok ikut bermain bersama mereka, maka si anak cowok itu akan ngobrol-bercanda-mendengar-menyimak semua komunikasi yang terjalin selama permainan berlangsung. Dan karena situasinya adalah suasana yang amat "anak perempuan s…

Perkembangan Anak Lewat Permainan Bekel

Untuk generasi yang lahir sebelum millenium baru (tahun 2000) maka memainkan bekel mungkin sudah amat lazim mereka temui ketika mereka melalui masa kanak-kanak mereka. Tapi, di jaman generasi putri bungsuku, Hawna, yang sekarang berusia 9 tahun, ternyata permainan ini sudah tidak terlalu dikenal lagi di sekolahnya.

Dulu, ketika aku masih kanak-kanak, aku dan teman-teman menghabiskan waktu istirahat kami dengan duduk di lantai kelas lalu bermain bekel.

Apa itu permainan bekel?
Bekel adalah: Permainan dengan cara melempar sebuah bola karet ke udara sehingga mereka membal di lantai lalu kita menghamburkan biji-bijian ke lantai. Tugas kita adalah memungut semua biji-bijian tersebut selama bola karet membal di udara satu kali membal.


Cara Memainkannya:
1. Semua biji ditaruh dalam genggaman telapak tangan.
2. Bola diletakkan di atas genggaman itu.
3. Membalkan bola tersebut, dan ketika bola sedang melayang di udara, lempar biji yang sedang digenggam ke lantai.
4. Setelah bola mengetuk lantai …

Permainan Tradisional Indonesia: Bekel

Pada tulisan sebelumnya yang berjudul Perkembangan Anak Lewat Permainan Bekel aku menulis tentang manfaat permainan tradisional bola bekel terhadap perkembangan anak-anak.

Nah... ini aku buat lagi tulisan yang masih ada hubungannya dengan tulisan tersebut. Yaitu tentang:

HAL-HAL YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN KETIKA SEDANG BERMAIN BOLA BEKEL.
(tujuannya adalah sebagai panduan agar kita tidak salah memainkannya).

1. Takut pada Bola.
Coba.. gimana ceritanya kalau pemain takut disuruh menangkap bolanya?

 2. Karena khawatir berlebihan takut tidak bisa menangkap bola yang membal terlalu tinggi, maka bola dimembalkan terlalu rendah.
Waduh. Bisa refotttt banget ini. Karena dijamin bola sudah mengetuk lantai dan kita belum menyentuh bijinya.

 3. Bola ditangkap dengan cara menggendongnya dengan menggunakan lengan.
Fokus deh. Mau main bonenak atau main bola bekel nih?


4. Oke. Karena diminta untuk fokus menangkap bola, maka fokussssss banget... eh. lupa dengan tugas lain yaitu mengambil biji. hehehe…

Hawna-ku

Aku dapat peringatan dari Google.mail bahwa kuota gratisku nyaris nyentuh batas limit yang digratisin.
Wah.
Sebagai pecinta serba gratis, aku langsung dong bersih-bersih email. Karena, kuota 15 GB itu, dibagi untuk gmail, drive dan google plus. Berhubung aku nyimpen aneka file di drive, berarti aku harus bebersihan di gmail otomatis. Dan... aku menemukan foto-foto lama. Yaitu, foto yang sering aku kirim ke email dalam rangka nyelametin data yang tidak muat lagi di memory card hape ketika hape ingin dikosongkan. Entah harus dikosongkan karena hape itu akan dijual atau mungkin karena ingin direset ulang.

Nah.... ini dia foto lamanya. Dannnnn.... aku sukaaaaa banget lihatnya.




Lihatlah Segalanya Lebih Dekat: Prosesor Snapdragon

Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
Salah prasangka

Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai lebih bijaksana

Itu adalah penggalan dari lagu Sherina Munaf ketika masih kecil dahulu. Aku suka lagu ini.  Segala sesuatunya itu memang akan terasa menjadi jelas jika kita semua bisa menggunakan waktu yang ada untuk bisa melihat lebih dekat. Dengan melihat lebih dekat, kita bisa menepis dugaan yang semula muncul karena keragu-raguan.Yang buram jadi terlihat jelas. Yang samar-samar jadi terdengar jernih. Bahkan, yang tersendat-sendat bisa jadi lancar setelah kita melihat segalanya lebih dekat.

Mungkin, hal ini bisa diumpamakan seperti  ketika kita menggunakan kaca pembesar untuk melihat sesuatu yang kecil dan tersamar. Atau menggunakan headset agar bisa mendengar dengan lebih jelas. Benda-benda ini meski keberadaannya kecil, tapi pengaruhnya amat besar. Sama seperti sebuah prosesor dalam sebuah handpone.

Kalian tahu tidak, sebenarnya ba…

Kantong Doraemon dalam Tasku

Pernah gak mendapat telepon dari sekolah yang memberitahu bahwa anak kita sakit di sekolah jadi kita harus segera datang ke sekolah?

Aku pernah. Dan ini bukan telepon dari penipuan itu.
Well. Awalnya, aku memang menyangka ini telepon dari penipuan berkedok anak jatuh dari tangga atau loteng sekolah. Dulu, beberapa tahun yang lalu, aku pernah mendapat telepon seperti ini. Sempat deg-degan sih, tapi berhubung aku sering membaca bahwa kasus penipuan seperti ini marak, jadi aku bisa segera bersikap tenang.

Nah... beberapa bulan yang lalu, aku mendapat telepon dari sekolah putri bungsuku. Isinya pemberitahuan bahwa anakku sakit demam panas di sekolah dan aku diminta untuk menjemputnya agar bisa dibawa pulang. Kebetulan, saat ini aku memang sedang menunggu di kantin sekolah. Pagi harinya, sebenarnya sudah ragu dengan kondisi anakku. Kemarin malamnya dia sempat panas suhu tubuhnya memang tapi berhubung paginya wajahnya cerah ceria, jadilah dia kulepas untuk pergi bersekolah. Cuma... mungkin …
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...