badge

Senin, 27 Oktober 2014

Berkah Ngeblog

[Lifestyle] Hari ini aku diberitahu sebagai hari blogger nasional. 
Alhamdulillah,  jika menilik dari kegiatanku ngeblog maka rasanya sudah banyak sekali berkah manfaat yang aku dapatkan dari kegiatan ngeblog.

Memang sih tidak sedasyat hadiah yang diperoleh oleh para senior blogger tapi buatku apa yang aku peroleh sungguh luar biasa.
Kenapa? Karena aku ngeblog pada dasarnya karena hobbi menulis.  Di Blog aku bisa menulis apa saja. Apa yang aku lihat atau pikirkan bisa aku tulis sesuka hatiku di blog ini. Itu sebabnya blog ku kuberi nama OCEHAN ADE ANITA.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Model Meja untuk Mesin Jahit

Selain menyimak facebook, aku juga keranjingan memperhatikan semua gambar yang ada di Pinterest. Nah... kemarin iseng-iseng aku bertemu dengan model meja mesih jahit untuk ruangan sempit.

Aku nggak tahu di Indonesia ini siapa yang menjualnya. Karena ini model, orang luar yang bikin. Tapi... siapa tahu kelak aku bertemu dengan tukang yang bisa dimintai tolong untuk membuatkan model serupa, jadi aku sava saja model ini di blogku.

ini model mejanya ketika dalam keadaan tertutup. Jadi untuk diingat, jangan diisi barang apapun di kiri kanan depan lemari ini ya.

nah.. ini ketika sudah dibuka maksimal. Lumayan besar kan. Ada tempat benangnya. Dan ada tempat buat naru bahan yang belum selesai djahit. Mesin jahitnya jika tidak digunakan bisa ditaruh di tengah. Ah... benar-benar meja mesin jahit impian ini mah.

Rabu, 22 Oktober 2014

Mari Bantu Masyarakat Kecil Yang Jujur

Seorang temanku, adalah salah satu korban PHK di tahun 2008. Perusahaannya bangkrut, sehingga seluruh karyawannya terpaksa dirumahkan tanpa mendapat pesangon sedikitpun.

Jangankan pesangon. Gaji karyawan saja, sudah dua bulan sebelumnya belum dibayar oleh perusahaan. Akhirnya, bersama dengan puluhan karyawan lain, temanku itu pun menjadi pengangguran mendadak setelah sebelumnya menjadi karyawan selama 15 tahun.

Temanku itu tahu bahwa dia harus bekerja. Suaminya sudah tiada, anak masih kecil-kecil, rumah masih ngontrak. Tapi, keinginan untuk bekerja saja ternyata tidak cukup. Mau mencari pekerjaan baru di perusahaan baru, dia terbentur usia yang sudah melewati kepala empat. Mau berwiraswasta tidak punya modal. Setelah luntang-lantung kesana kemari, dia pun mencoba berdagang daster batik yang dia jajakan ke tempat-tempat dimana banyak ibu-ibu sedang berkumpul atau bergerombol. Ibu-ibu kan senang mengenakan daster batik. Dan lebih senang lagi jika harganya murah, dan bisa dibayar dengan cara mencicil. Jadilah temanku itu pedagang daster cicilan. Penghasilan yang dia dapat lumayan untuk menutupi kebutuhan dapur agar bisa terus berasap.

Setelah lima tahun menjadi pedagang daster dengan keuntungan yang tidak seberapa banyak, anak-anaknya pun tumbuh menjadi besar dan beberapa bahkan sudah ada yang  tamat sekolah dan bekerja. Berarti, beban sebagai orang tua tunggal yang harus mencari penghasilan sendiri sedikit berkurang. Ketika itulah baru muncul keinginan untuk coba-coba beralih profesi. Sebelumnya, beberapa kali dia ingin beralih profesi tapi tidak berani dijalankan karena setiap hari harus ada uang yang bisa dia kumpulkan dan "coba-coba beralih profesi" itu identik dengan "kehilangan dulu di awal, dapat gantinya kemudian. Dengan catatan: mungkin loh ya." Nah... efek kehilangan di awal dulu ini yang ingin dia hindari.

Lalu apa profesi yang ingin dia jalankan? Tentu saja yang terkait dengan hobbi masak-memasak. Temanku ini memang hobbi memasak. Sayangnya, hobbi ini identik dengan "harus ada modal" terlebih dahulu. Akhirnya, setelah satu dua orang bersedia memberi modal dengan mempercayakannya untuk menangani masakan di beberapa acara, nama temanku ini mulai direkomendasikan untuk jadi rujukan jika ingin memesan makanan enak-murah. Dari mulut ke mulut, akhirnya, datanglah kesempatan yang tidak disangkanya. Yaitu, ajakan untuk bergabung dengan ibu-ibu manula lain yang sama-sama orang tua tunggal, sama-sama miskin, tapi sama-sama suka memasak, untuk membuat sebuah usaha pengolahan makanan.
Lalu....
TRADAAAAA.
Terbentuklah UKM (usaha kecil menengah) pengolahan ikan duri lunak.

Modalnya didapat dari Bank Dunia.
Bagaimana cara kerjanya?
Ikan Bandeng, didatangkan dari UKM yang bergerak khusus di bidang penyediaan ikan bandeng segar yang ada di daerah Jawa Barat ----->> ikan bandeng itu lalu dikirim ke Citayem untuk diolah oleh UKM dimana temanku dan ibu-ibu lain akan mengolahnya menjadi ikan bandeng presto dan ikan pepes presto.
Untuk packing, kertasnya didatangkan dari UKM daerah lain di Jawa Barat juga ----->> plastiknya pun demikian.
Jadi, masing-masing daerah saling terkait dan saling membantu. Dengan demikian, ada beberapa tempat dimana angka penganggurannya bisa sedikit dikurangi lewat kegiatan masyarakat ini.

NAHHHHH... ini sebabnya ketika temanku ini datang padaku untuk menawarkan ikan hasil olahan UKM-nya, aku dengan senang hati membelinya. Aku niatkan untuk membantu keberlangsungan usaha jujur mereka dan usaha untuk melawan keterpapaan dengan tetap berusaha mereka.

Bayangkan. JIka kita semua membantu usaha mereka, maka insya Allah kita sudah membantu geliat masyarakat untuk bangkit berusaha dengan cara yang lebih mandiri.
Jika bukan kita yang membantu usaha-usaha tersebut, siapa lagi coba?


wordless Wednesday: Tidur di Dalam Bajaj

Rabu ya ini? Aku mau majang foto anak yang ketiduran di dalam bajaj pulang dari sekolah aja deh.. hehehehe.











Be a Writer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...