Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Mencegah lebih murah daripada mengobati

[Keluarga] Setiap hari, tugas utamaku adalah mengantar dan menjemput anak pergi dan pulang sekolah. Jalan kaki dan naik turun tangga penyeberangan untuk melewati jalan tol dalam kota sepertinya menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Meski melakukannya setiap pagi dan siang (yaitu ketika mengantar dan menjemput anak sekolah), setiap kali melewati tangga penyeberangan  tersebut, napasku selalu tersengal-sengal. Satu-satunya cara agar aktifitas bisa terus berjalan meski nafas tersengal-sengal adalah dengan cara mengatur keluar masuk udara dari mulut dan hidung sedemikian rupa. Tapi, tetap saja ini amat menggangguku. Lagipula, penasaran juga aku. "Ada apa sebenarnya? Kenapa aku selalu tersengal-sengal?"

Liburanku: Think Big?

Ada sebuah nasehat dari seorang teman padaku. Katanya: "Diet itu cuma memerlukan satu hal saja sebenarnya: disiplin. Dimana saja, kapan saja, tetap harus disiplin dengan menu diet yang sedang kita jalani. Maka, kesuksesan diet itu pun akan bekerja dengan baik."

Disiplin.
Cuma satu kata padahal.
Terdengar sederhana ya. Tapi sumpah deh: susaaaaaahh dikerjakannya.
Apalagi ketika musim liburan tiba.
Waduh.

Berbeda dengan porsi makanan ketika kita berlibur ke seluruh wilayah Indonesia. Porsi makanannya kan mini-mini tuh. Jadi sepertinya para pedagang makanan sepakat untuk memberikan sajian dimana porsi sajian tersebut akan membuat pembeli memesan porsi makanan tambahan lagi agar perutnya benar-benar terganjal. Orang-orang Indonesia memang terkenal menyukai aneka kuliner. Tempat-tempat membeli makanan dipenuhi oleh orang yang membeli sajian kuliner tidak mengenal waktu. Di luar waktu makan tempat makan kursi-kursinya dipenuhi oleh orang-orang. Tepat di waktu makan maka tidak jara…

Liburanku: Kesempatan Kedua

[Lifestyle] Dimana-mana yang namanya kesempatan kedua itu seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pada cerita sebelumnya, aku menulis bahwa dalam koper-koper yang aku bawa untuk berlibur ke Sydney itu, terselip pakaian-pakaian yang jelek-jelek, handuk yang sudah lusuh, sendal yang sudah tipis, dan sebagainya yang sedianya memang ingin aku buang untuk diganti dengan yang baru. Semua benda ini masuk dalam tong sampah.

Liburanku: Bandara Kingsford Smith

Berbeda dengan bumi sebelah utara yang sedang merasakan musim panas alias Summer, maka negara tempatku menghabiskan liburan kali ini sedang mengalami musim dingin. Artinya, salah satu hal yang harus dipersiapkan dalam keberangkatan kali ini adalah baju-baju hangat.

Kebetulan, aku termasuk seorang yang punya riwayat alergi dengan dingin.
Dulu, selama 4 tahun lebih tinggal di Sydney, setiap winter datang, jika keluar dari rumah aku pasti mengenakan thermal pant dan juga thermal shirt. Yaitu, baju dalaman yang terbuat dari wool tipis dan halus. Meski helai bahannya terlihat amat tipis (layaknya sebuah stocking atau baju singlet atau celana legging tipis transparant) tapi karena terbuat dari pure wool maka dia bisa memberi kehangatan yang amat pas. Itu sebabnya kita tidak perlu lagi mengenakan pakaian berlapis-lapis guna mengusir rasa dingin yang menusuk.
50
Khusus untukku, dulu sih karena tinggal di Sydney bukan sebagai turis jadi kan tetap tuh harus melakukan pekerjaan rumah tangga yang…

Liburanku: Mudik ke Sydney

Pada tulisan sebelumnya, aku menulis tentang berlibur di hari raya (bisa baca tulisannya di sini: Liburanku: Mau Kemana di Cuti Hari Raya?). Di tahun 2014 ini liburan hari raya plus liburanku terasa istimewa karena satu hal: ini sekaligus perjalanan napak tilas kembali ke tempat dimana aku pernah menghabiskan waktu beberapa saat disana: Sydney.

Lima bulan setelah menikah, suamiku berangkat ke Sydney dalam rangka meneruskan study Pasca Sarjananya. Dia berangkat sendiria karena aku sedang hamil waktu itu. Ada peraturan untuk mahasiswa penerima beasiswa bahwa jika mereka belum mencapai satu tahun berada di Sydney maka biaya melahirkan ditanggung sendiri. Wah. Biaya melahirkan di negeri sendiri saja mahal apalagi di negeri orang. Itulah sebabnya suamiku berangkat sendiri dan aku menyusul setelah melahirkan rencananya.

Tepat setelah bayiku berusia 3 bulan 2 minggu (karena perjalanan ke Sydney memakan waktu 7 jam di atas pesawat maka dokter memberi saran untuk membawa bayi jika sudah berusi…

Liburanku: Mau Kemana di Cuti Hari Raya?

Hai..hai... sudah lama tidak ngeblog. Tepatnya... sejak pekan balik kampung dimulai menjelang hari Raya Idul Fitri kemarin.
Kalian semua pada kembali ke kampung halamankah? Seru dong ya.
Hmm.... aku, karena lahir dan besar lalu berkeluarga dan menetap di Jakarta, maka bisa dibilang tidak punya kampung halaman. Karena, kampung halamanku ya kota Jakarta ini.

Itu sebabnya setiap kali liburan alias cuti bersama dalam rangka hari raya Idul Fitri, aku sekeluarga cuma bisa tersenyum saja melihat kesibukan teman-teman yang bersiap-siap akan berangkat Balik Kampung alias mudik. Sejak orang tuaku meninggal, praktis bisa dikatakan kebiasaan untuk mengunjungi sanak saudara di hari raya pun berakhir.

Di tahun pertama ayah meninggal dunia, yaitu tahun 2010, aku dan saudara-saudaraku masih berupaya meneruskan tradisi berkumpul bersama keluarga besar di hari pertama sesaat setelah Shalat Idul Fitri dan ziarah ke makam orang tuaku selesai dilakukan. Saling bersalaman, maaf memaafkan, lalu makan ketupa…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...