Langsung ke konten utama

Nikmat Sebagai Ibu Yang Tidak Tergantikan

Hari ini hari ibu
Di televisi, aku melihat peringatan hari ibu yang diperingati dengan membuat perlombaan dimana pesertanya adalah para ibu.
Mereka  bermain bola di atas lahan sawah yang kosong dan becek.
Terjatuh
Pakaiannya kotor terkena lumpur dan air kotor dari sawah
Terjiplaklah lekuk tubuh mereka
Tergelaklah tawa para penonton yang melihat kekonyolan para ibu tersebut
Tapi... apa iya seperti ini peringatan hari ibu?

Hari ini hari ibu
Ketika aku masih kecil dahulu, har ibu identik dengan hari harus mengenakan pakaian kebaya ke sekolah.
Beruntung aku berasal dari Sumatra, jadi ibu tidak pernah mengenakan kebaya padaku
Tapi pakaian adat Melayu berupa baju kurung
Bukankah kebaya versi daerah Sumatra adalah baju kurung?
Jadi, kami tidak pernah antri pagi-pagi di salon
Lalu terseok-seok berjalan karena kain kebaya yang sempit jika dipakai berjalan

Pada hari ibu, ayahku biasanya langsung memerintahkan anak-anaknya untuk mengambil alih tugas ibu sehari-hari
Baik memasak, mencuci, mengerjakan pekerjaan rumah, termasuk berbelanja ke pasar
Tapi, hari-hari lain ibu memang amat memanjakan kami jadi kami kurang mahir mengerjakan pekerjaan itu karena keseharian kami yang terbiasa berleha-leha serta bermain bersama teman
Aku ingat, pada hari ibu, kakak membuat sayur asem yang terlalu asam karena memang tidak pernah memasak sayur asam sebelumnya
Atau gorengan yang gosong karena tidak terbiasa menggoreng
Jika sudah begitu, ayah akan turun tangan masuk ke dapur
Lalu seperti biasa, ayah akan membuat masakan andalannya: kue tepung manis
Serta mengaron nasi yang sengaja dikeringkan dasar aronanya hingga menyerupai kerupuk
Nanti kami memakannya setelah disiram gula merah cair
Masakan khas Jawa Tengah karena ayah dulu memang sempat KKN cukup lama di wilayah Solo
Atau... ayah akan membuat kolak durian yang nanti dimakan dengan ketan pulut

Hari ini hari ibu
dan aku mendapat banyak sekali ucapan selamat hari ibu dari teman-teman lintas group media sosial
Tapi,.... anak-anakku biasa-biasa saja tuh... hehehe
Kami terbiasa tidak mengistimewakan hari ini memang

Tidak mengapa
Aku ikhlas kok
nikmat menjadi ibu sendiri adalah rezeki dan nikmat yang tiada tara buatku
Diperingati atau tidak diperingati, tetap tidak ada yang bisa menggantikan kenikmatan menjadi seorang ibu
Alhamdulillah
Selamat Hari Ibu Semuanya


Komentar

  1. selamat hari ibu mak...anak-anakku pun biasa aja tapi tetap bilang I love you setiap mau sekolah karena memang sudah terbiasa setiap hari...rasanya lebih indah ya mak :)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…