badge

Rabu, 31 Desember 2014

Evaluasi Resolusi 2014 : GUE NGGAK SEMPURNA, MAS"

[Catatan Akhir Tahun] Selama beberapa tahun belakangan ini, aku selalu menulis dalam daftar resolusi awal tahunku bahwa aku ingin belajar memetik gitar. Bahkan, saking pinginnya bisa main gitar aku sampai-sampai mengkhayal udah jago beneran. Nah... karena udah jago main gitar, gak salah kan kalau nulis daftar lagu yang mau dimainkan. Daftarnya bisa dilihat di tulisanku yang berjudul To run my own playlist.Terus, khayalanku bahkan sampai jauhhhhh.... yaitu sampai mengkhayal jika saja bisa mengisi sebuah acara di atas panggung.

"Hmm... aku nanti duduknya gimana ya biar meluk gitarnya enak?"
"Enaknya pake rok atau celana panjang ya?"

hahahaha.... khayalannya mah dah gak tanggung-tanggung deh. Tapi kenyataannya.... tetep... belum bisa main gitar.
huhuhuhu

Aku pingin bisa main gitarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr....
Tapi gimana caranya?
Nah.. buat memacu semangat, maka tulisan "belajar main gitar" selalu aku masukkkan dalam daftar resolusi yang ingin aku lakukan di awal tahun. Termasuk di tahun 2014 ini.
Hasilnya, akhirnya, aku berhasil "MEMAKSA" diriku untuk bergabung dengan kursus privat gitar di Yamaha School of Music. Tentu saja berdua putri bungsuku: Hawna.

hehehe... tahu nggak... awalnya, karena malu takut diledekin sama keluarga besar karena "ihh.. udah tua masih aja belajar main gitar kayak anak kecil aja." awalnya, aku merahasiakan kegiatan baruku ini dari orang-orang. Jadi cuma putri bungsuku saja yang tahu tapi dia kan bukan tipe anak yang ember. Jadi kalau nggak ada yang nanya dia nggak bakal ngasi pengumuman. Bahkan, suamiku saja tidak tahu saking aku takut malunya.

Hmm... iya bener. Ini untuk pertama kalinya aku merahasiakan sesuatu dari suamiku (*sungkem).
Tapi... ternyata kursus memetik gitar diam-diam itu luar biasa susahnya. Lahhh.. belajar terang-terangan aja susah apalagi diam-diam kan? Mau latihan di rumah, nanti orang-orang pada curiga. Nggak latihan aku ngerasa kian hari kian OON.

Belajar memetik gitar itu asli bikin aku frustasi berat, sodara-sodara!
Aku kan punya kelemahan; yaitu sulit mengingat arah kiri dan kanan (kita sebut saja disorientasi arah; yaitu kondisi dimana aku sendiri lupa tangan kiri dan tangan kanan lalu terus bergulir menjadi sulit mengingat arah kiri dan arah kanan dannnn semua yang bersinggungan dengan arah kiri dan arah kanan). Nah.... ternyata untuk bisa memetik gitar itu dibutuhkan koordinasi yang kompak antara tangan kiri dan tangan kanan. Dan disinilah muncul kesulitanku untuk memenuhi hal tersebut.

Astagaaaahhhhh....
Bayangkan. Ketika aku konsentrasi untuk memegang senar dengan jari-jari tangan kiriku, maka si tangan kanan bengong. Dia diam tidak bergerak. Jadi, terpaksa aku menoleh ke tangan kanan dan mulai gonjreng-gonjreng agar dia bergerak mengocok senar ehhhh... si jari-jari di tangan kiri yang gantian diam tidak berkutik.

Aduhhh... tangan kanan dan tangan kiriku benar-benar minta perhatian yang berimbang padahal pandangan wajahku kan hanya bisa menatap ke salah satu di antara mereka saja.

Belum lagi ingatanku yang luar biasa menguji kesabaran. Memori jangka pendekku cepat sekali melupakan semua pelajaran memetik gitar yang aku dapatkan. Mungkin ini akibat disorientasi arah yang aku miliki ya.

Semua yang aku pelajari hari ini, besok pagi sudah lupa.
Lalu aku latih lagi, dan besoknya sudah lupa lagi.
ARRGHHHHH...
Aku tidak tahan.
Aku benar-benar merasa "cacat" karena ketidak-mampuan ini.
Dan inilah awal aku akhirnya memutuskan untuk berterus terang pada suamiku untuk pertama kalinya. Tidak jadi berahasia lagi, dan tidak jadi ingin membuat surprise "tiba-tiba bisa main gitar".

"Mas... ada yang mau ade omongin."
"Apa?"
"Tapi janji ya jangan ngetawain?"
"Iya."
"Janji juga jangan marah?" Suamiku awalnya mulai bingung dan tidak langsung menjawab. Dia mungkin jadi menebak-nebak ya dalam hati, "istri gue mau ngomong apaan sih banyak amat syaratnya?". Tapi, berhubung aku keukeuh minta dia untuk berjanji, jadi dia akhirnya mengiyakan.
"Sama... jangan ngeledekin ade kalau ade udah selese ngomong?" Yang ini suamiku udah gak mau komen lagi. Dia mau nunggu aku mau ngomong apa. Hasilnya.... aku pun mulai siap-siap untuk cerita tentang kegiatan baruku ini. Tapi... baru juga ngomong:

"Mas... ade kan ikut kursus gitar bareng sama Hawna." Suamiku masih nunggu dan mendengar.
"Udah jalan beberapa kali mas... tapi.... hiks..." Ehhhh... boro-boro cerita... akunya malah nangis sesenggukan. Akhirnya, suamiku merengkuh tubuhku dan menenangkanku dulu deh. Sampai sesenggukannya hilang. Lalu ngasih kesempatan buatku untuk meneruskan ceritaku. Aku berusaha keras untuk meneruskan cerita terus terangku padanya. Tapi.. baru juga ngomong...

"Ade... ade... ade ternyata nggak bisa mas... susahhhh... ade susah ngo-ordinasi tangan kiri sama tangan kanan biar kompak...huhuhu..." Aku nangis lagi.

Arrrghhh... rasanya inilah obrolan yang penuh dengan isak tangis dan air mata antara aku dan suamiku.
Bener deh.
Mengakui semua kelemahan kita di hadapan suami itu beraatttttt banget.
Selama ini, aku tuh selalu berusaha untuk tampil sebagai seorang teman yang asyik buat suamiku, istri yang bisa dibanggakan, ibu yang disayang oleh anak-anaknya dan ... ahhh... pokoknya pingin jadi ideal gitu deh. Nah... ketika tiba saatnya untuk mengakui bahwa "GUE NGGAK SEMPURNA, MAS".... wuaaaaaaaa.... rasanya dada ini mau meledak.

Padahal, suami tahu pasti semua kelemahanku itu. Itu sebabnya dia mengusahakan untuk membelikan sebuah cincin sederhana yang selalu setia melingkar di jari manis tangan kananku. Cincin ini untuk mengingatkanku bahwa itulah tangan kananku. Jadi, jika aku ingin menentukan arah kanan, aku cukup melirik cincin tersebut dan langsung tahu itu tangan kananku berarti arah kanan adalah arah yang searah dengan tangan tersebut.

Padahal suamiku selama ini maklum banget kalau aku tuh emang dari dulu punya disorientasi arah. Makanya dia suka nggak ngijinin aku pergi jauh-jauh karena beberapa kali aku pergi eh... ujungnya aku nyasar karena kehilangan arah dan lupa jalan lalu tersesat.

Nah... setelah semua padahal-padahal itu.. tetap saja aku menangis hebat ketika mengakui bahwa ternyata aku sepertinya GAGAL DEH MEWUJUDKAN RESOLUSIKU BUAT MAIN GITAR.

"Aku... aku kayaknya nggak bakalan bisa deh mas main gitar. Susah.. susah banget-banget. Aku selalu lupa dengan semua notasi yang sudah diajarkan. Main gitar itu menghendaki kita untuk bisa main dengan dua tangan dan kedua tanganku susah diajak kompak."
Aku terus menghamburkan semua keluhanku sambil terus saja menangis. Sementara suamiku dengan sabar hanya menjadi pendengar dan penenang. Setelah semua curahan hati tertumpah, akhirnya barulah suamiku bicara.

"Menurut aku.. kamu bisa kok De belajar main gitar. Tapi.. karena kamu sulit koordinasi kiri kanan, gimana kalau belajar main gitarnya jangan belajar main gitar klasik. Tapi gitar pop saja."
"Gitar pop?"
"Iya... kamu nggak berniat untuk jadi pemain gitar profesional kan? Atau mau nyiptain lagu. Kamu cuma mau bersenang-senang saja dengan gitar kan? Pilih yang mudah saja, sayang. Belajar Gitar Klasik jauh lebih sulit memang. Aku saja belum tentu bisa."

TRING.
Nasehatnya ini sedikit mencerahkan hatiku yang mendung.
Tapi, berhubung rasa gengsiku masih bersemayam dalam dada jadi, aku menolak untuk mundur.
"Aku coba lagi deh beberapa minggu lagi. Kalau benar-benar gak ada kemajuan... aku ganti jadi gitar pop."

Lalu.... karena aku sudah terus terang pada suamiku dan suamiku sekarang malah mendukung usahaku ini 1000%.... maka aku pun mulai bersemangat. Nah... aku punya cerita yang mengharukan dari cerita latihanku ini. Kebetulan cerita ini aku share di status facebookku.


 Ini status facebookku tertanggal 24 oktober 2014:
 Ini sahabat kecilku, yang paling aku sayangi.

3 Bulan lalu kami berdua mendaftarkan diri di sebuah tempat kursus gitar. Awalnya, sahabat kecilku ini ragu dan pesimis.
"Aku gak bisa bu."
"Sama..ibu juga gak bisa. Makanya kita berdua belajar. Kalau kita udah jago, kita ikut konser bukan ikut kursus les gitar."

Awalnya, aku yang selalu meraih tangan mungil sahabat kecilku ini lalu menepuk-nepuknya agar dia tetap semangat dan berani. Memberinya hadiah kecupan ketika dia berhasil mengalahkan rasa tidak percaya dirinya. Dan kadang hadiah kecil ketika dia berhasil menyelesaikan tugas melatih dan mengingat cord gitar. Seperti membelikannya cemilan yang dia suka atau memasak masakan kegemarannya.
Waktu berlalu.
Hari berganti minggu.
Minggu berganti bulan.
Sudah 3 bulan tak terasa. Sahabat kecilku ini sudah melewati sepertiga halaman buku pegangan. Dia juga sudah hafal cord sederhana.
Sayangnya... hal tersebut tidak terjadi pada diriku.

Sebagai seorang yang punya kelemahan berupa "disorientasi arah" aku menghadapi kesulitan untuk belajar main gitar klasik.

Semua pelajaran yang diberikan oleh guru musikku, susah payah untuk bisa kuingat. Jika aku konsentrasi pada tangan kanan, tangan kiriku menjadi kaku. Dan ketika aku fokus pada petikan jari di tangan kiri, tangan kananku diam mematung.

Semua cord tidak ada yang nempel di ingatanku. Jangankan cord, nama guru lesku saja susah aku mengingatnya. Jika hari ini aku menghafal cord maka besok pasti sudah lupa. Ketidak mampuan untuk mensikronkan tangan kiri dan kanan benar-benar menggangguku. Sulit ternyata untuk fokus pada keduanya. Harus salah satu mengalah tapi gak mungkinnnnn....

Maka... Ketika sahabat kecilku sudah masuk bab 2 sementara aku masih tersendat-sendat di halaman 2, aku mulai merasa putus asa. Kesal sendiri kenapa aku harus punya kelemahan ini.

Dan ketika sahabat kecilku masuk bab 3 sementara aku baru masuk halaman 3 setelah 3 bulan kami kursus, aku pun menangis di depan suamiku. Dan curhat padanya.

"De...mungkin kamu memang tidak harus belajar gitar. "
"Tapi aku sudah lama tidak pernah melatih otakku mas dengan pelajaran baru. Dengan belajar main gitar klasik, aku tadinya mau maksa otakku agar latihan lagi untuk ingat kiri kanan."

Setelah air mataku dihapus oleh suamiku, aku kembali memberi semangat pada diri sendiri.
"Bisa....bisa... kamu pasti bisa ade." Self-reminder.

Tapi tetap saja kesulitan. Mau curhat ke suami lagi malu (*hehehe curhat-nangis-tapi kok ngotot mau ikut terus.)

Jadi, diam-diam aku berlatih siang-siang ketika di rumah hanya berdua dengan sahabat kecilku ini.
"Susah ya bu?"
"Iyaa.... soalnya ibu susah nyamain kiri kanan. Jadi ibu gak bisaaaaaa....."
Tanpa sadar, aku pun menangis di pelukan sahabatku ini. Dan yang dia lakukan adalah menepuk pundakku hangat dan melontarkan kalimat memberi semangat.

Lalu... sudah dua pekan ini, dalam perjalanan menuju kelas, sahabat kecilku ini sepanjang jalan di koridor menuju kelas membisikkanku sebuah bocoran:
"Bu... ingat. . C itu dua lima, G7 satu enam. "
"Sip..sip."
"Do di grid satu... re di tiga."
"Okeh."

Bisikan kecilnya di menit terakhir sebelum kami masuk ke dalam ruangan ternyata efektif loh. Aku berhasil mengingatnya dan mulai bisa melepaskan pandangan dari senar dan fokus melihat pada buku musik. Masih banyak salahnya tapi kiri kanan sudah bisa diajak kerja sama.

Akhirnya.... alhamdulillah kemarin aku berhasil menyelesaikan bab 1.

"Ibu hebat... ibu pinter. Gitu dong."
"Minggu depan ingetin ibu lagi ya sebelum masuk kelas."
"Iya..tenang aja nanti aku ajarin kok."
sahabat kecilku ini meraih jemari tanganku lalu menepuk-nepuknya dengan hangat. Serta mendaratkan sebuah kecupan kecil di pipiku.
Pluk.
Basah.
Hangat.
Benar-benar perlakuan sahabat yang hangat. Yang sadar bahwa dia punya seorang ibu yang jauh dari kata sempurna. Tapi tidak melunturkan respek dan sayangnya sedikitpun pada si ibu.

*alhamdulillah (makasih ya nak)


============
Nah... itulah salah satu status facebook yang paling berkesan di hatiku sepanjang tahun 2014.



Selasa, 30 Desember 2014

Pelangi Setelah Hujan

Ternyata... tidak semua hujan membuat orang merasa nyaman. Ada kalanya hujan membawa kecemasan. Yaitu ketika hujan turun menderas dan air pun tergenang dimana-mana. Lalu, banjir datang melanda. Jika sudah begini, doa yang hadir adalah doa agar hujan berhenti sejenak.

Hujan yang menurunkan bulir air yang indah pun; akhirnya menjadi sesuatu yang tidak lagi diinginkan.

Tapi aku termasuk orang yang tetap setia menyukai hujan.
Aku percaya, bahwa ketika hujan turun ke bumi, itu adalah kesempatan untuk memanjatkan doa. Karena janji Allah akan doa yang akan dikabulkan di saat hujan turun membasahi bumi.
Itu sebabnya aku tetap setia mencintai hujan.
Dan merindukannya ketika cuaca panas datang menerjang.
Tanah merekah.
Daun kering kian bertumpuk dan ranting banyak yang rapuh karena kekurangan air.

Ya. Hujan... tetap sesuatu yang senantiasa membawa keberkahan.
Setiap bulir air yang membasahi tanah, bisa terserap dan terkumpul menjadi sumber penghidupan banyak makhluk hidup. Apa jadinya sebuah denyar kehidupan tanpa tetesan air yang dihadiahkan oleh langit? Dan besarnya semua jasa air yang tumpah dari langit tersebutlah yang aku ceritakan pada anakku ketika suatu sore sepulang dari dokter, hujan datang mencegat perjalana pulang kami.

Sejauh mata memandang, nyaris semua taksi menolak untuk mengangkut kami.
"Macet bu... di bawah terowongan ada banjir soalnya. Takut terendam."

Penolakan yang bisa diterima alasannya. Akhirnya, aku dan putriku hanya bisa menatap setiap bulir air yang memercik di genangan sepanjang pinggir jalan raya. Berharap hujan berhenti sejenak saja.

Ya. Hujan yang turun telah mampu mengikis semua debu yang menempel di atas batu. Tapi hujan yang turun terus menerus terus meninggi terkumpul di sudut-sudut. Tinggi air yang terkumpul telah menenggelamkan lubang dan menipu orang yang melintas di atasnya. Hujan yang berhenti, adalah kesempatan untuk menghalau genangan agar kembali masuk ke dalam saluran air yang penuh. Aku dan putriku menunggu.

Sementara waktu terus beranjak pergi. Mobil-mobil yang tumpah ke jalanan semakin padat.  Merayap dalam macet yang panjang. Dan semakin tertolaklah lambaian tangan kami oleh semua taksi yang ingin kami berhentikan. Bahkan meski hujan sudah tidak lagi deras curahnya. Semua curiga bahwa jauh di depan sana, entah dimana tepatnya, telah terjadi banjir. Aku memandangi putriku yang tampak berdiri mungil memandangi langit yang mendung.

"Dik.... kamu capek tidak jika kita harus berjalan kaki ke rumah?" Ragu, aku bertanya. Tapi putriku malah menatapku dengan wajah ceria.
"Nggak. Aku nggak capek." Itu jawaban spontan yang diberikan oleh putriku yang kala itu baru berusia 4 1/2 tahun. Senyumnya cerah dan penuh semangat.
"Jadi nggak papah ya kita jalan kaki meski gerimis? Soalnya jika menunggu hujan benar-benar berhenti, ibu takut kita akan terus disini sampai malam. Semua taksi yang ibu berhentikan tidak ada yang mau berhenti."
"Iya, ibu. Aku nggak papah kok jalan kaki meski masih ada hujan kecil-kecil." Hujan kecil-kecil adalah istilah putriku untuk menyebut gerimis.
"Baiklah dik. Ayo kita jalan kaki."

Lalu kami pun berjalan kaki menerjang gerimis. Tubuhku masih lemah karena baru saja selesai berobat ke dokter. Untuk menggendong tubuh mungil putri bungsuku ini tentu saja tidak cukup kuat.  Jadi, yang kami lakukan dalam perjalanan adalah saling bergandengan tangan dengan erat.

skrinshot dari google map untuk menggambarkan jauhnya perjalanan yang harus kami tempuh

Jarak yang harus kami tempuh dalam perjalanan ini bukan jarak yang pendek untuk ditempuh sebenarnya. Terlebih oleh anak yang baru berusia 4 1/2 tahun. Kaki mungilnya, bahkan  beberapa kali  tidak cukup jauh untuk melompati genangan air yang ada di pinggir jalan. Kecipak-kecipuk beberapa kali kakinya terperosok masuk ke dalam genangan. Tapi senyumnya tidak pernah luntur sedetikpun.
Mulutnya terus berceloteh tentang berbagai macam hal.
Tentang ibu gurunya yang mengajarkannya lagu-lagu yang dia suka. Atau tentang teman-temannya yang lucu-lucu dan menyenangkan hati di sekolah tadi pagi. Perlahan, rambut tipis putriku mulai kelimis karena terus menerus ditetesi oleh gerimis.

Tanpa terasa, akhirnya kami tiba di pinggir jalan besar. Langit tampak benderang karena gerimis sudah berhenti. Senja yang merah telah mulai mengintip.
Aku melirik putriku. Poninya sudah bergerombol karena basah. Dan Masya Allah senyumnya, sama sekali tidak luntur meski hanya sedikit.

"Capek dik? Kita sudah sepertiga jalan. Tinggal naik jembatan penyeberangan, lalu berjalan sedikit lagi untuk sampai di rumah."
"Nggak bu. Aku nggak capek sama sekali. Ibu sendiri gimana? Ibu capek nggak? Sakit nggak? Mau istirahat dulu?" ("Ya Allah. Terima kasih karena sudah Kau tanamkan rasa pengertian yang amat dalam di hati putriku")

Mendengar jawaban pemberi semangat dari mulut mungilnya, aku mempererat genggamanku di jemari kecilnya. Mengecup punggung tangannya yang hangat meski telah terguyur oleh gerimis.

"Ayo dik... kita lanjutkan perjalanan kita."
Lalu kami melangkah dengan senyum di bibir. Tapi baru saja kaki kami melangkah 5 langkah, tiba-tiba sebuah pemandangan terhampar di hadapan kami.

"Subhanallah... dik.. lihat... itu... ada pelangi."
"Pelangi?"
"Iya.. pelangi. Pelangi selalu muncul setelah hujan berhenti." Mata putriku langsung berbinar takjub.
"Dik... pelangi itu adalah hadiah dari langit karena semangatmu melawan gerimis; dan juga hadiah dari Allah karena kamu sabar banget menemani ibu di sepanjang perjalanan tadi."

Senyum putriku semakin berbinar mendengar jawabanku. Perlahan dari mulutnya keluar ucapan hamdallah.

"Foto aku dengan pelangi bu. Aku belum pernah punya foto dengan pelangi."
"Iya... sini ibu foto. Kan pelangi itu hadiah dari Allah untuk kamu. Terima kasih ya nak."

foto bersama pelangi meski rambut kelimis

Ahh.... selalu ada keindahan dari cerita hujan. Bahkan ketika hujan berhentipun, ada harapan muncul. Bahwa ada keindahan yang akan kita saksikan ketika hujan sudah berhenti. Jadi... tetaplah semangat. Pelangi setelah hujan adalah gambaran keindahan setelah sesuatu yang tidak menyenangkan datang menghadang.
(kenangan foto bersama pelangi senja di bulan oktober 2010)
---------------------
''Tulisan ini diikutsertakan dalam A Story of Cantigi's First Giveaway''


Kenangan Blue Moon

Apakah orang tua harus sempurna? Tidak juga. Justru orang tua yang terlalu sempurna malah membuat hubungan antara anak dan orang tua menjadi berjarak.

Orang tua kan juga manusia biasa. Bisa lupa, bisa lalai. Yang penting adalah, bagaimana caranya kita sebagai orang tua mencari jalan agar semua kekurangan dan kelemahan bisa terus diperbaiki. Dengan begitu, secara otomatis anak juga belajar bagaimana caranya mengatasi kekurangan dan kelemahan yang mereka miliki.
Lah... orang tuanya aja mau berusaha masa yang muda-muda tidak mau? setuju nggak.

Seperti ini nih... ketika aku memasang alarm agar bisa terjaga tengah malam guna menyaksikan sebuah peristiwa alam yang indah.





Bulan penuh yang tertutup awan
(dari status facebookku tempo dulu: tahun 2012)

Senin, 22 Desember 2014

Ayo Basmi Bahasa Alay Sekarang Juga


Dua hari yang lalu, ketika sedang jalan-jalan berdua suamiku tiba-tiba hapeku berbunyi tanda ada sms yang masuk. Karena saat itu aku sedang tidak menunggu sms dari siapapun, maka aku membukanya dengan santai. Benar saja ada sebuah sms masuk, tapi dari nomor yang tidak aku kenal.
Aku langsung menebaknya, mungkin dari KTA (Kredit Tanpa Agunan) yang biasa dikirim oleh para kredit hunter. Nyaris saja aku ingin menghapus sms itu, tapi iseng aku buka dulu sms-nya. Dan membacanya, dan spontan aku tertawa.
Begini nih bunyi tawaran KTA yang aku terima:



Astaga.... apa-apaan sih?
Jika ada mesin "alay detektor" pasti mesin itu akan berbunyi nyaring. Itu bahasa penawarannya kenapa memakai bahasa alay sih?
Hahahahahah
Sama sekali tidak profesional deh

Nah, bulan lalu, pas lagi nyari alamat lewat Google Map di Hape, kembali mesin alay detektorku berbunyi lagi. Yaitu ketika seorang alay meninggalkan jejak di Google Map dengan tidak bertanggung jawab.
Ini alamat si alay tersebut:

tuh... liat deh alamat yang ada gambar sejoli itu? Ihhh... ngerusak google map aja deh bahasa nama tempatnya
 Anak Alay itu menyebalkan sekali. Mereka merusak kesusastraan dengan cita rasa lebay mereka dalam menyisipkan isi perasaan ketika berbahasa.
Pernah lihat gak nama-nama akun media sosial seperti ini:

- Aku akan sayang kamu selamanya
- Percayalah hatiku hanya untukmu
- Cuma ada kamu di diriku

Iyaaaaakkkkk
Jika tiba giliranku bebersihan daftar  teman di facebook, nama-nama yang mendayu-dayu seperti itu biasanya langsung aku remove. Sebel aja bacanya. Lagian, mereka mikir gak sih gimana coba kita manggil mereka jika nama mereka seperti itu

Belum lagi isi statusnya yang kebanyakan lebay-lebay dalam mengumbar isi hati mereka.

"q tau k4mu rindu pada Q, t4pi m4n4 teleponmu?"

OMG. Sudah kita sulit membacanya, isinya tuh.. cengeng banget lagi.
Aku tidak suka baca status facebook yang cengeng.
Jadi, biasanya sih suka aku remove tuh mereka yang suka masang status cengeng.

Tapi terkadang, aku sendiri tidak bisa menolak jika ada anak alay yang curhat lewat email. Dan... hmm.... bahasa mereka ... bahasa alay.
Gak ngerti kenapa bisa begitu tapi sepertinya setelah sekian lama menggunakan bahasa alay maka anak-anak alay sudah terbentuk dalam memori kepala mereka dan terpatri dalam darah daging mereka bahwa bahasa alay-lah bahasa yang baku yang berlaku di Indonesia.
Jadi, aku tuh pernah ya ngobrol lewat chat dengan    mereka dan ketika mereka itu cepat dan lancar dan bahasanya ya seperti itu....

ini dikirimin sama teman

diambil dari sini nih







Jadi.... aku gak ngerti lagi deh... tapi rasanya sudah amat urgent perbaikan bahasa mereka tersebut.
Coba lihat gambar paling atas.
Sms KTA yang ditulis dengan bahasa alay itu... artinya, mereka yang dulunya anak alay sekarang sudah mulai bekerja dan mulai mempraktekkan bahasa alay mereka dalam pekerjaan mereka.

Nah... gimana ceritanya coba jika anak alay duduk di Pemerintahan atau jabatan strategis? Aduhhhh.... bisa-bisa bahasa Indonesia dirombak oleh mereka
Oh Noooooo.....

Nikmat Sebagai Ibu Yang Tidak Tergantikan

Hari ini hari ibu
Di televisi, aku melihat peringatan hari ibu yang diperingati dengan membuat perlombaan dimana pesertanya adalah para ibu.
Mereka  bermain bola di atas lahan sawah yang kosong dan becek.
Terjatuh
Pakaiannya kotor terkena lumpur dan air kotor dari sawah
Terjiplaklah lekuk tubuh mereka
Tergelaklah tawa para penonton yang melihat kekonyolan para ibu tersebut
Tapi... apa iya seperti ini peringatan hari ibu?

Hari ini hari ibu
Ketika aku masih kecil dahulu, har ibu identik dengan hari harus mengenakan pakaian kebaya ke sekolah.
Beruntung aku berasal dari Sumatra, jadi ibu tidak pernah mengenakan kebaya padaku
Tapi pakaian adat Melayu berupa baju kurung
Bukankah kebaya versi daerah Sumatra adalah baju kurung?
Jadi, kami tidak pernah antri pagi-pagi di salon
Lalu terseok-seok berjalan karena kain kebaya yang sempit jika dipakai berjalan

Pada hari ibu, ayahku biasanya langsung memerintahkan anak-anaknya untuk mengambil alih tugas ibu sehari-hari
Baik memasak, mencuci, mengerjakan pekerjaan rumah, termasuk berbelanja ke pasar
Tapi, hari-hari lain ibu memang amat memanjakan kami jadi kami kurang mahir mengerjakan pekerjaan itu karena keseharian kami yang terbiasa berleha-leha serta bermain bersama teman
Aku ingat, pada hari ibu, kakak membuat sayur asem yang terlalu asam karena memang tidak pernah memasak sayur asam sebelumnya
Atau gorengan yang gosong karena tidak terbiasa menggoreng
Jika sudah begitu, ayah akan turun tangan masuk ke dapur
Lalu seperti biasa, ayah akan membuat masakan andalannya: kue tepung manis
Serta mengaron nasi yang sengaja dikeringkan dasar aronanya hingga menyerupai kerupuk
Nanti kami memakannya setelah disiram gula merah cair
Masakan khas Jawa Tengah karena ayah dulu memang sempat KKN cukup lama di wilayah Solo
Atau... ayah akan membuat kolak durian yang nanti dimakan dengan ketan pulut

Hari ini hari ibu
dan aku mendapat banyak sekali ucapan selamat hari ibu dari teman-teman lintas group media sosial
Tapi,.... anak-anakku biasa-biasa saja tuh... hehehe
Kami terbiasa tidak mengistimewakan hari ini memang

Tidak mengapa
Aku ikhlas kok
nikmat menjadi ibu sendiri adalah rezeki dan nikmat yang tiada tara buatku
Diperingati atau tidak diperingati, tetap tidak ada yang bisa menggantikan kenikmatan menjadi seorang ibu
Alhamdulillah
Selamat Hari Ibu Semuanya


Sabtu, 20 Desember 2014

Perceraian dalam Pernikahan Sirri

Masih dalam rangkaian tulisan KATAKAN TIDAK PADA NIKAH SIRRI, kebetulan temanku yang lain secara tiba-tiba memberitahu bahwa pernikahannya sudah berakhir. Permasalahannya adalah, dahulu dia menikah sirri.

Aku jadi kepo, seperti apa sih model perceraian dalam  di Pernikahan Sirri itu.

Jasa Nikah Sirri

Di postingan sebelumnya aku menulis tentang KATAKAN TIDAK PADA PERNIKAHAN SIRRI.
Alasan aku mengatakan tidak pada pernikahan sirri karena pada dasarnya sebuah pernikahan sirri itu banyak merugikan perempuan. Padahal, dalam sebuah pernikahan, pihak perempuanlah pihak yang paling lemah dan harus dilindungi. Tapi karena si perempuan menjalankan pernikahan sirri maka perempuan secara tidak langsung menjadi kehilangan beberapa haknya sebagai seorang istri. Di antaranya adalah:
_ Sulit menuntut tunjangan dari kantor tempat suaminya bekerja.
_ Sulit Mencatat kelahiran anaknya secara resmi dalam dokumen negara.
_ Sulit mendapatkan warisan jika suaminya tiba-tiba meninggal dunia dan dia tidak punya saksi yang mau bersaksi bahwa dia dan suami sudah menikah. (kalau di sinetron emang bakalan seru sih, pas acara takziah tiba-tiba datang perempuan lain yang juga meraung sedih dan mengaku sebagai istri simpanan si suami yang sudah terbujur kaku. Tapi... jaman sekarang kan banyak penipu. Apa buktinya bahwa dia benaran istri yang sudah dinikahi oleh suami jika tidak ada dokumentasi resmi dari negara?
_ Sulit juga untuk mendapatkan warisan. Sekali lagi, jaman sekarang tuh banyak penipu. Gak ada buku nikah berarti hoax aja deh judulnya. Bahkan biarpun si perempuan sudah menangis darah dan bersimpuh di samping mayat lelaki yang diakui suaminya.

Nah.... pas lagi blog walking ke blognya Nia Haryanto, aku malah bertemu postingan mbak NIa tentang Jasa Nikah Sirri.  Jadi ceritanya mak Nia Haryanto ini mendapat email tentang jasa nikah sirri.

Wahhh... aku langsung kepo dan masukin clue jasa nikah sirri di google dan hasilnya.... OMG, ternyata benaran ada loh. Sudah gitu yang menyelenggarakannya adalah seorang pria yang mengaku seorang Ustad.
Aduh.
Sudah gitu, dia juga memberikan penguatan alasan-alasan yang sekiranya dibenarkan oleh Agama akan kebolehan melakukan Nikah Sirri sekaligus kebolehan untuk memakai jasa Wali Nikah. Dan semuanya itu dibandrol dengan harga Rp2000.000 (yup... dua juta rupiah dan bisa menikah dimana saja).

Astaghfirullah al Aziim.



Dan belum selesai   aku terkaget-kaget dengan murahnya melakukan Nikah Sirri, eh... aku ketemu lagi iklan seperti ini nih:





Duh. OMG.
Kenapa sih banyak banget perempuan bodoh yang mau saja melakukan Nikah Sirri? Apakah mereka tidak memikirkan lebih jauh resiko-resikonya dan hanya memikirkan kondisi sekarang saja ya?

Yang parahnya, ada juga ustadz yang memberikan layanan untuk memberikan kemudahan jika ingin menikah sirri dengan dalih daripada melakukan zina. Hmm.. iya sih, dalihnya benar. Lebih baik menikah daripada berzina. Tapi.... kenapa harus nikah sirri? Nikah sirri itu... sebuah tindakan pengecut.





Oh ya, ini ada tinjauan hukum dari pernikahan Sirri siapa tahu berguna silahkan kunjungi tulisan ini ya: RAGAM PUTUSAN PIDANA NIKAH SIRRI.. Dalam Ragam putusan pidana nikah sirri ini, kalian para perempuan akan tahu betapa lemahnya kedudukan hukum sebuah pernikahan sirri itu.

Jadi, benar deh. KATAKAN TIDAK PADA NIKAH SIRRI.


KATAKAN TIDAK PADA PERNIKAHAN SIRRI

Seorang teman bercerita padaku bahwa dia terpaksa harus menjalani pernikahan Sirri karena masih terikat dengan peraturan kontrak di sekolah yang dia tempuh.

Awalnya,  dia meminta pendapat. Dan pendapatku pasti: AKU MENENTANG PERNIKAHAN SIRRI.

Dalam Islam, jika seorang muslim dan muslimah ingin menikah, maka agar pernikahan itu sah di mata Allah ada rukun Nikah yang wajib untuk dijalankan.

Rukun Nikah:
1. Ada mempelainya
2. Ada wali hakim yang menikahkan mereka.
3. Ada saksi
4. Ada ijab kabul
5. Ada wali nikah (orang tua calon mempelai perempuan atau walinya jika orang tua tidak ada)

Jika terpenuhi semua syarat dari rukun nikah ini, maka pernikahan sudah dianggap sah di mata agama Islam. Di hadapan Allah.


Tapi... sebenarnya,  ada lagi anjuran yang sifatnya wajib untuk dikerjakan. Yaitu hendaknya sebuah pernikahan itu disiarkan agar tidak menimbulkan fitnah. Karena Islam memiliki prinsip Amar Ma'rruh Nahi Munkar: tegakkan kebajikan dan jauhkan kemunkaran. Sehuah kebajikan tidak akan pernah ada artinya selama kemunkaran masih meraja lela dimana-mana. Dengan demikian, maka menjauhi kemunkaran itu sifatnya hatus didahulukan jika kedua hal ini terjadi dalam satu waktu.

Karena mensiarkan (memberitahu banyak orang) tentang sedang atau sudah terjadinya sebuah pernikahan inilah mulai muncul istilah resepsi pernikahan atau walihan.

Sayangnya, tidak semua orang sanggup mensiarkan pernikahan mereka. Temanku di atas adalah salah satunya. Pernikahan yang terjadi tapi kemudian diam-diam saja gaungnya disebut dengan pernikahan Sirri (Sirri itu artinya bisik-bisik).

"Kenapa harus nikah Sirri sih?"
"Karena gak mungkin mbak kami menikah terang-terangan. Aku masih terikat kontrak untuk tidak boleh menikah sampai lulus sekolah. Dan itu artinya masih ada 4 tahun lagi."
"Lah.. terus kenapa sudah tahu belum boleh menikah 4 tahun lagi malah nyari pasangan?"
"Terjadi begitu saja. Dan sekarang kami takut jika sampai berzina. Makanya lebih baik nikah sirri dulu."
"Jika takut berzina ya jangan dekat-dekat. Jangan membina hubungan. Mending konsentrasi belajar... berprestasi dulu."
"Tapi aku takut kehilangan dia."

Okeh. Kalau sudah yang terakhir ini alasannya, mau kata apa coba?
Akhirnya, karena aku tidak pernah setuju dengan sebuah pernikahan sirri maka aku dan suami memutuskan untuk tidak mau mendengarkan kabar mereka lagi. Bukan apa-apa. tapi ribetnya minta ampun.

"Kamu dan suami hidup terpisah?"
"Iya mbak, karena takut ketahuan jika kami sudah menikah sirri."
"Terus... kalian belum melakukan hubungan suami istri dong?"
"Belum mbak. Aku takut hamil."
"Terus... bukannya dulu niat nikah sirri biar tidak melakukan zina? lah... ternyata kalian nggak ngelakuin itu juga setelah menikah. Padahal setelah menikah bukannya yang tadinya haram jadi halal dan yang tadinya terlarang malah jadi ibadah ?"
"Nggak bisa mbak. Harus hati-hati. Nanti orang lain tahu gimana? Gimana kalau gosip menyebar lalu sampai ke sekolah? Nanti aku dikeluarkan dan harus mengembalikan uang saku selama ini. Gimana kalau sampai hamil?"

Ahhh...ribet super ribet.
Jadi, aku pun terpaksa mengatakan pada mereka: "Gak usah menghubungi aku untuk membicarakan apa saja, atau mengabarkan apa saja kecuali jika itu berupa pemberitahuan Siar Walimah kalian yang sebenarnya."

Sebenarnya, alasan utama aku menentang pernikahan sirri itu karena: SELAMANYA, PERNIKAHAN SIRRI ITU AKAN SELALU MERUGIKAN PIHAK PEREMPUAN.
Percaya deh. Ini beneran.

Karena, pernikahan sirri yang diam-diam itu, membuat tidak ada orang yang tahu bahwa suami kita adalah suami kita. Akibatnya, kita tidak bisa meng-klaim jika ada pihak-pihak yang "menginginkan" suami kita tersebut. hehehehhe

Lalu, karena pernikahan sirri ini juga tidak tercatat di dokumentasi negara. Alias tidak ada buku nikah. Nah.. akibatnya, istri sirri itu jadi kehilangan hak untuk memperoleh tunjangan, juga warisan.

Coba saja, jika suami meninggal mendadak, bakalan susah deh istri sirri mengklaim bahwa dia adalah istri si suami dan menuntut warisan dari pihak keluarga suaminya (atau pihak keluarga istri suaminya dari pernikahan yang resmi). Siapa saksinya? Mana bukti dokumentasinya?
Akhirnya, cuma bisa gigit jari.

Masalah kian ribet ketika sampai terjadi kehamilan dalam pernikahan tersebut. Anak jadi tidak bisa membuat akte kelahiran karena tidak ada buku nikah dan kartu keluarga. Akhirnya jalan keluarnya anak memakai BINTI alias nama keluarga ibunya dan kedudukannya disejajarkan dengan kedudukan anak diluar nikah.
Waduh!

Makanya... KATAKAN TIDAK  PADA PERNIKAHAN SIRRI.
Apapun alasannya.



Dikejar Anjing

Jalan-jalan ke blognya mak HM Zwan aku jadi inget bahwa dulu aku punya pengalaman serupa: dikejar anjing.

Jadi ceritanya, waktu kecil, ketika pulang sekolah aku dan kakak pulang jalan kaki. Untuk mencapai rumah, rute yang harus kami lewati itu ada dua, memotong jalan lewat kompleks tentara Zeni atau jalan memutat lewat jalan besar yang ada di tepi sebelah perkebunan karet.

Sabtu, 13 Desember 2014

Kerajinan Dari Kain Perca Darurat

Yang namanya mendadak itu memang selalu bikin gemas.
 Bayangkan.  Putri bungsuku, yang pulang sekolah langsung tidur siang, lalu bangun tidur langsung nonton televisi sambil menekuni semua peliharaannya di game-game andeois sama sekali lupa bahwa dia punya pekerjaan rumah dari sekolah. 

Setelah makan malam dan "selesai monton mahabarata"  yaitu pukul 21.30 barulah dengan santai putriku bertanya:

"Bu... punya kain perca gak?"
"Kain perca? Buat apa?"
"Aku ada tugas bikin prakarya dari kain perca."
"Kain perca?"
"Iya.. kain perca."
"Bikinnya kayak gimana?"

Tanpa berkata apa-apa, putriku langsung membuka tas sekolahnya dan mengeluarkan sebuah kertas yang berisi bahan-bahan yang diperlukan untuk kerajinan dari kain perca.

1. Kertas karton.
2. Lem UHU.
3. Kain perca.
4. Gunting.

"Hah? Kenapa baru bilang sekarang kamu ada PR ini?" Mulai panik. Lalu mulai mengumpulkan semua bahan yang diperlukan tersebut.

"Ibu ada semua nih bahannya kecuali kain perca. Kain perca kayak gimana sih nak?Seberapa banyak?"

Anakku kembali mengeluarkan tas sekolahnya dan mengeluarkan contoh kerajinan tangan bunga yang sudah dibuatnya di sekolah. Aku bengong. Lalu menatap curiga ke arah tas sekolahnya. Kenapa anakku mengatakan segala sesuatunya satu demi satu sih? Harusnya dia sekalian saja mengeluarkan semuanya. Sepertinya, anakku mengerti arti tatapan mataku.. jadi dia hanya nyengir dan santai mengatakan:

"Udah kok bu... udah gak ada lagi PR ku.. itu yang terakhir."
Aku segera meraih bunga mirip teratai yang belum selesai. Dibuat dari kain perca. Duh... kain perca apa yang aku miliki malam ini... lalu melirik jam... HAH? Sudah pukul 22.00!!

"Hmm... Apa ya nak, kain buat bikin bunga.... hmm.... " Mulai berpikir keras. Anak bungsuku ini berusaha untuk memberikan jalan keluar yang brilian.
"Emangnya ibu nggak punya baju yang udah kekecilan gitu? Siapa tahu baju pas ibu masih kurus.... itu aja dipake."
(ih, serius. Ini mau dibantu apa nggak sih nih anak? Ih, untung anak sendiri, kalau anak orang pasti dah dijedotin deh kepalanya. Lalu aku berusaha mengabaikan solusi yang Hawna tawarkan tersebut. Sambil terus berpikir.... berpikir... berpikir....)

TRING!
"Eh... ibu inget ibu punya kain perca di dapur."
"Di dapur? Emang ada?"
"Ada dong... udah tenang aja."

Lalu aku berjalan menuju kompor.  Di kaki kompor, ada lap dari daster butek dan lecek dan uhh.. rada bau dikit. Inilah kain perca yang aku maksud. hehehe.. iya sih, dulu emang kain perca ini punya tugas sebagai lap untuk bersih-bersih kompor, atau bersih-bersih lantai yang kecipratan minyak pas lagi goreng. Tapi.. itu kan masa lalu si kain perca ya. Buat apa diingat-ingat lagi. Justru ini aku lagi mau mengangkat derajat si kain perca....

Lalu aku memotong polanya dan mengajarkan anakku cara membuat bunga teratai.... selanjutnya mengawasi anakku hingga selesailah kerajinan bunga teratai dari kain perca.
VOILA!

ini dia kerajinan dari kain perca yang dibuat oleh Hawna. 



dan ini masa lalu si kain perca.. ah, sudahlah. LUpakan masa yang telah lalu. Kita harus move on kan? Kain gombal ini sekarang sudah menghiasi sudut kerajinan tangan para siswa di sekolah. Dipajang.. dikagumi. hahahaha.

Apa Itu Romantis

Aku pikir, aku sudah amat ter-drama korea deh.
Mungkin akibat terlalu sering nonton drama korea, jadi ada beberapa standard untuk "apa yang disebut romantis" itu, aku karang berdasarkan tontonan drama korea yang pernah (ralat: lebih tepatnya : SERING) aku tonton.

Tapi... nggak sih. Nggak selalu ter-drama korea juga sih. Karna aku kan suka nonton drama korea baru 3 tahun belakangan ini saja. Yaitu sejak Boys Before Flower.... hmm.. okeh, aku ralat.. sudah lebih dari 3 tahun ternyata... hahahaha.

Nah... waktu kapan tuh, pernah ada yang bertanya padaku apa rahasiaku hingga bisa tetap mesra dan "selalu merasa seperti pengantin baru" bersama suami. Nah... aku mau bagi-bagi rahasia nih. Rahasianya, yaitu dengan menganggap berbagai hal sebagai hal yang Romantis dan so sweet.
Jadi... apa itu romantis? Jika nggak tahu apa itu romantis gimana mau menganggap segala sesuatu sebagai hal yang romantis coba?

Menurutku nih, Apa itu Romantis, adalah:

1. Romantis itu... Jika cowoknya menggandeng tangan ceweknya. Gara-gara ini, jika sedang berjalan dengan suamiku, aku selalu berusaha menyelipkan tanganku ke dalam "rengkuhan" tangan suamiku.
Lalu mulai berharap... "ayo mas, genggam tanganku erat-erat."
Dan ketika suamiku spontan menggenggam jemariku erat-erat maka romantisnya udah: SAH!

2. Romantis itu... ketika si cowok melindungi ceweknya lebih utama dari apapun.
Ahhh.... aku selalu kelepek-kelepek jika suamiku meraih pinggangku agar aku pindah ke sisi jalan yang lebih aman jika kami sedang berjalan berdua. Karena buatku itu: romantis pake banget.

3. Romantis itu... ketika si cowok menggoda ceweknya yang lagi marah atau ngambek dengan banyolan yang super duper garing atau bahkan tidak lucu sama sekali. Yang bikin kesel dan bikin ngunyel-ngunyel.... hahahahaha.

4. Romantis itu...  ketika bawaan si cewek berat maka si cowok langsung berusaha mengambil alih bawaan tersebut. Lalu membiarkan ceweknya lenggang kangkung dan bisa berceloteh ceria menceritakan hal-hal mulai dari yang tidak penting sampai dengan tidak penting sama sekali. Meski si cowok membawa banyak barang, eh, si cowok masih sempat tertawa mentertawakan cerita si cewek dan bikin si cewek kembali menceritakan hal-hal tidak penting lainnya.

5. Romantis itu... ngirim sms ketika si cowok sedang berada jauh dari jangkauan ceweknya ngasih tahu buat keluar sebentar dan pas kita buka pintu... ternyata cowoknya udah ada di depan pintu rumah.

6. Romantis itu .... bikin janjian buat ketemuan berdua aja tanpa diganggu anak-anak. Ngumpet-ngumpet bertemu seperti layaknya orang yang lagi pacaran diam-diam alias back street. Uhuyyy.

7. Romantis itu.... ketika suatu malam yang gelap, dan kita terbangun lalu kita menangkap basah ternyata pasangan kita sedang menatap mesra wajah kita (*hehehe, tadinya aku mau nulis: tapi kalau di film horor, ada lanjutannya, sambil menatap mesra tangannya diam-diam menyembunyikan belati...hahahha... ihh... naudzubillah min dzaliik.... itu mah horor banget... eh... kayaknya omongan gak pentingku ini malah ngerusak suasana romantis yang aku sedang bangun deh... sorryyy).

8. Romantis itu.... ketika tiba-tiba ada dua tangan yang menggelung di pinggang kita ketika kita sedang mengerjakan pekerjaan rumah (catat: kecuali jika pekerjaan rumahnya sedang menyembelih ayam ya.. ini mah bahaya).

9. Romantis itu.... ketika diam-diam kedua tangan kita bertemu di belakang punggung anak-anak yang memisahkan keberadaan kita dan pasangan kita. Mulut boleh ikut ramai bercerita dan membaur dengan keramaian celoteh para bocah tapi dua jemari tetap saling bertaut satu sama lain dan saling mengirim sinyal "I Love YOu".

10. Romantis itu.... ini yang terakhir (sebenarnya masih banyak, ada 100 tepatnya, tapi... rahasia ah.. masa aku harus cerita semua rahasia dapur perkawinanku yang Januari nanti genap 21 tahun insya Allah). Romantis itu, yaitu ketika bergandengan tangan maka yang jemari yang saling bertautan itu adalah jemari kelingking.

ini gandengan spesial a la drama korea yang menurutku romantis banget

Kisah nyata di balik penulisan postingan ini:

Masku: "Duh, apa sih De. Kenapa kita harus gandengan kayak gini?"
Aku: "Ihh.. ini romantis banget lagi mas."
Masku: "Tapi sakit kelingkingku."
Aku: "Ugh... protes terus nih... udah diem aja dulu, dinikmati aja dulu."
Masku: "Gimana bisa dinikmati sih De. Ini gandengan paling aneh yang pernah aku rasain. Kelingking jadi tegang... pegel tau."
Aku: "Ahh.. mas nih. Kita coba dulu sampai pintu pagar gandengan gini. Okeh?" (berusaha membujuk)

Lalu kami berjalan menelusuri jalanan yang tidak rata. Terseok-seok berusaha mempertahankan gandengan model kelingking ini. Belum sampai pintu pagar, kelingkingku berasa mau keram....

Aku: "Ya sudah deh mas... kita gandengan biasa aja."
Masku: "Alhamdulillah."
Aku: "Hmm, tapi kenapa di drama korea gandengan kelingking itu selalu terlihat romantis ya?"
Masku: "Itu kan cuma drama De. Aslinya nggak ada enaknya kan ternyata."
Aku: "Tapi kan cerita drama atau film sering diangkat dari kisah nyata... eh.. mas.. coba yuk.. kita gandengan jempol ama jempol." (lalu praktek... baru beberapa langkah, kok berasa tolol?)
Aku: "Mas.. ganti deh.. telunjuk sama telunjuk aja, jangan jempol sama jempol." (astagah! Ini sama gak enaknya..Suamiku sudah mentapku bete..)
Aku: "Mas... terakhir, jari tengah sama jari tengah...."
Masku: "Sudahlah De."
Aku: "Terakhir... coba ya... sekali aja. Biar nggak penasaran. Please..." (akhirnya suamiku memberikan jari tengahnya dan aku meraih dengan jari tengahku... dan...  Eyuu... malah jadi aneh.)

Masku: "Sudah ah... gandengan biasa aja." Dia lalu meraih kelima jariku dan merengkuhnya erat-erat.
Masku: "Nah... yang normal lebih enak, kenapa harus coba-coba yang aneh-aneh."

Lalu kami kembali melanjutkan perjalanan berdua....
Sampai di rumah, aku cerita pada anak-anak hasil penemuanku atas percobaan gandengan tangan. Anak-anakku langsung berebut meraih tangan suamiku dan praktek hal yang sama.
hahahahahaha...
Tetaaaapppp.... gandengan tangan konvensional lebih unggul ternyata.




Tuh... romantis gak?

Jumat, 12 Desember 2014

Ayo Budayakan Antri

Aku mendapat copasan artikel yang menarik di group whats app. Aku tulis di sini saja ya biar semuanya bisa membacanya.

Seorang guru di Australia pernah berkata, “Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai Matematika. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

Sewaktu ditanya, “Mengapa dan kok bisa begitu ? Karena yang terjadi di negara kami justru sebaliknya.”

Inilah jawabannya :

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 tahun atau lebih untuk bisa mengantri, dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG dan BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis, dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

“Memang ada pelajaran berharga apa di balik MENGANTRI ?”

“Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya :

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal, dan tidak saling serobot merasa diri penting.

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri).

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur, dan kerapihan.

10. Anak belajar memiliki RASA MALU jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang-2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

Dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya. Silahkan Anda temukan sendiri sisanya.

Selamat mengantri..


Ngomong-ngomong soal antri, ini ada beberapa etika dalam mengantri:
1. Antrilah sesuai dengan nomor urutan
2.  Janganberebut apalagi sampai melakukan tipu daya untuk merebut tempat orang lain di depan kita
3. Eits... jangan memotong antrian ya (ini amat menyebalkan)
4. Jangan mengantri sambil bawa barang yang mengganggu orang lain (anjing galak misalnya; atau ayam hidup atau ember isi kotoran).
5. Jangan mengantri sambil memakai pakaian yang mengganggu orang lain (seronok; dekil, bau, terlalu seksi, terlalu bahenol... jangan deh)
6. Jangan dorong-dorongan ah. Sabar ya.
7. Jika sudah tahu berada dalam antrian panjang, jangan memancing keonaran (misalnya membunyikan klakson mobil dalam antrian kendaraan. Atau berteriak nyuruh cepat padahal ya emang lagi antri juga kali orang lain).

oke... yuk belajar antri

Kamis, 11 Desember 2014

Abon Jambrong

Alhamdulillah,  tulisanku yang bertema toko online mendapat apresiasi hadiah berupa Abon Jambrong (baca: Belanja di toko online? Aku banget tuh).
Begitu membaca jenis makanan "abon jambrong" berhubung aku belum pernah tahu seperti apa Abon Jambrong jadi aku bayanginnya Abon yang berbentuk Flosh alias suwir-suwir halus dari ikan jambrong. Aku pernah nyoba abon ikan khas Riau yang berbentuk serbuk mirip serundeng ikan. Rasanya enakkk. Jadi..aku mulai menanti kedatangan hadiahku.
Dan taraaaaa..... hari ini hadiah itu datang.

Sabtu, 06 Desember 2014

Pembasmi Nyamuk

Alkisah Nasrudin Hoja suatu hari tampak sedang berjongkok di halaman rumahnya. Bukan hanya berjongkok, tapi sebenarnya dia berjalan meski dalam posisi jongkok. Matanya terus menerus melihat ke atas permukaan tanah. Sementara tangannya tampak meraba-raba seakan-akan mencari sesuatu. Kelakuannya ini terus berlangsung hingga matahari beranjak naik hingga di atas kepala. Tentu saja tetangganya keheranan melihat hal ini. Maka, dengan penuh rasa ingin tahu, tetangga Nasrudin mendatangi Nasrudin.

"Nasrudin... kamu lagi ngapain sih? Kok daritadi kayak lagi mencari-cari sesuatu?"

Mendengar sapaan tetangganya tersebut, Nasrudin mengangguk mengiyakan.

"Benar sekali dugaanmu tetanggaku. Aku memang sedang mencari-cari sesuatu."
"Oh... apakah yang sedang kamu cari itu Nasrudin?"
"Aku sedang mencari cincin istriku yang hilang."
"Hah? Cincin? Cincin seperti apa?"

Lalu, Nasrudin pun menceritakan seperti apa ciri-ciri cincin yang dia sedang cari tersebut.
"Kapan hilangnya cincin itu?" tetangganya mulai tergerak untuk membantu dan mulai ikut berjongkok. Bayangan ciri-ciri cincin seperti yang diceritakan oleh Nasrudin telah diingatnya baik-baik dan menjadi patokannya dalam niatnya untuk membantu Nasrudin.

"Hilangnya semalam."
"Oh, hilangnya semalam. Baiklah... aku akan membantumu mencarinya."

Akhirnya, berdua dnegan tetangganya, Nasrudin kembali menelusuri halaman rumahnya. Jengkal demi jengkal mereka susuri tapi hingga sampai di ujung halaman, cincin itu tidak dapat ditemukan. Maka, mereka pun kembali mencarinya dari awal lagi. Barangkali saja ada jengkal tanah yang terlewatkan. Sementara matahari semakin terik memanggang punggung mereka. Dalam kelelahan akibat panas yang terik, tetangganya kembali bertanya pada Nasrudin.

"Nasrudin... kamu yakin nih cincin itu hilang di halaman sini? Kok sudah kita susuri tidak ketemu juga ya? Apa ada bagian dari halaman ini yang terlewat ya?" mendengar pertanyaan tetangganya tersebut, Nasrudin menjawab kalem.

"Oh, hilangnya memang bukan disini sih sebenarnya." kontan tetangganya langsung berhenti mencari. Matanya memicing, fokus tertuju pada Nasrudin.
 "Dimana hilangnya?" tetangganya mulai mencurigai sesuatu.
"Hilangnya di dalam rumah."
HAH! Benar saja. Geraham tetangganya mulai mengeras. Kesal. Sudah dari tadi terpanggang terik matahari ternyata sia-sia bantuan yang diberikan.
"Duh... jika hilangnya di dalam rumah, kenapa nyarinya di sini sih?" Nasrudin hanya tersenyum ke arah tetangganya tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Maaf.. bukan apa-apa. Tapi, minyak untuk menyalakan lampu di dalam rumah saya habis. Jadi, rumah saya gelap gulita meski hari sudah siang. Susah nyari cincin yang kecil itu di dalam rumah yang gelap. Lebih mudah mencarinya di halaman ini, yang terang benderang di siang hari."
"Hah! Konyol ah." dengan kesal, tetangga Nasrudin pun pergi meninggalkan Nasrudin dengan kesal.

gambar diambil dari republika


Jika kita membaca kisah-kisah penuh hikmah dari Nasrudin Hoja (seorang Sufi Humoris), maka kita akan menemukan berbagai kisah kelucuan-kelucuan yang terdengar nyeleneh sekaligus mengandung sarkasme yang unik. Uniknya karena tersaji lucu.

Nah... kebetulan beberapa waktu yang lalu, ketika aku baru saja menuju jalan pulang ke rumah aku menemukan sesuatu yang lucu. Dan kejadian ini membuatku asli ingat kisah Nasrudin ketika mencari cincin di halaman rumahnya. Kejadian apa itu?
Yaitu kejadian ketika tetanggaku, sore-sore tampak asyik membunuh nyamuk yang berkembang biak di dalam got di depan rumahnya dengan raket nyamuk. Eh.. lebih tepatnya di dalam got (selokan) tetangga di samping rumahnya.
ini yang dimaksud dengan raket nyamuuk

"Eh.... pak, rajin nih bunuh nyamuk." ujarku basa-basi.
"Iya... soalnya di rumah saya banyak banget nyamuknya." Glek. Aku langsung tercenung mendengar alasan dia membunuh nyamuk di dalam got tersebut.
"Oh... eh.. kenapa nggak bunuh nyamuk yang ada di dalam rumah saja pak?"
"Oh... nggak bu.. nyamuk yang disini lebih banyak. Dari tadi bunyi terus nih raket saya."
(what?)

lalu hening.....
kenapa aku gagal paham dengan pemikiran si tetanggaku ini ya?


Rok Mini, Bulan Madu, Dude Herlino dan Anak SD

Alhamdulillah, kita sudah memasuki bulan Desember.
Seperti yang biasa aku lakukan di tahun-tahun sebelumnya, maka aku selalu menulis kilas balik apa saja yang terjadi dalam satu tahun ini. Semua dengan tujuan agar bisa menjadi refleksi buatku sendiri.

Dalam setahun ini, kalau aku tengok-tengok lagi postingan di blogku, maka ada banyak hal yang menarik loh. Kebetulan, lagi ada lomba Tengok-Tengok Blog Sendiri alias Self Refleksion yang diadakan oleh om Her (ini panggilan untuk beliau yang diberikan oleh para Blogger karena beliau memang blogger senior; jadi bukan berarti karena beliau om-om ya).



 Hmm, postinganku dalam selama tahun 2014 ini yang paling banyak kunjungannya itu ternyata ada beberapa loh.
Postingan terbanyak kunjungan tentu saja dipegang oleh: postingan tentang Rok Mini di Eskalator. Postingan ini bercerita tentang pengalamanku ketika sedang naik eskalator di sebuah Mall yang ada di wilayah Jakarta Selatan eh nggak tahunya tepat di hadapanku ada cewek yang memakai rok mini super mini. Bukan cuma mini, tapi roknya juga model rok megar gitu (jadi kalau ada angin berhembus dah pasti terbangnya). Dah gitu ini cewek nggak pakai celana pendek lagi. Jadi, pas dia naik eskalator.... hmmm.... kebayang kan pemandangan apa yang tersaji untuk pengunjung mall yang ada di anak tangga yang lebih rendah dari dia? hahahaha. Nah.... postingan ini mendapat kunjungan yang banyak ternyata di tahun ini. Lebih banyak daripada postingan resep masakan (entah kenapa setiap kali aku membuat postiingan tentang resep masakan, maka jumlah pengunjungnya selalu puluhan ribu).

tuh, jumlah pengunjung postingan rok mini di eskalatorku mencapai dua puluh tujuh ribu lebih!
sedangkan ini jumlah pengunjung untuk resep masak somay
 Hmm... kenapa ya bisa begitu? Apakah berarti banyak orang yang berharap banyak dari judul "rok mini" ini? Jadi inget lagu..."buka dikit... joss." hhahahaha.

Terus, posisi kedua yanga juga banyak kunjungannya itu adalah postingan tentang pelajaran anak sekolah dasar. Yaitu ketika aku membuat postingan tentang tugas pelajaran tentang pakaian daerah-senjata tradisional dan kesenian daerah yang ada di Indonesia dengan judul: Pakaian nasional, Rumah adat dan Senjata Tradisional. Serta postingan tentang penerapan praktek sains tematik anak kelas 4 SD  yang berjudul Perpindahan Kalor. Keduanya mendapat kunjungan hingga 5000 pengunjung. Aku pikir, sepertinya banyak orang tua yang membutuhkan informasi ini. Karena tulisan ini memang benar-benar makalah putriku yang aku upload seluruhnya di internet. Jadi, insya Allah banyak orang tua yang membutuhkan informasi ini untuk anak mereka yang duduk di kelas 3 atau kelas 4 SD.

Hal lain yang juga menarik jika melihat tren kunjungan yang banyak ke postingan di blogku adalah, banyaknya kunjungan pada tulisan yang bertema Bulan Madu (judul postingan: Bulan madu Yang Tak Terlupakan).

rating postingan tentang bulan madu yang tak terlupakan

Postingan Bulan Madu yang  Tak Terlupakan itu berisi tentang pengalamanku ketika melakukan bulan madu segera setelah menikah dengan suami tercinta ke Yogyakarta. Dimana ketika kami menumpang bis antar kota antar propinsi ternyata eh ternyata lagu yang diputar adalah lagunya Endang Estorina dan Ratih Purwasih yang lagu "Yang... hujan turun lagi.. di bawah payung hitam kuberlindung.... Yang... ingatkah kau padaku... " wahahahahaa.... sampai berasa kayak dicuci otak rasanya. Dan dilalahnya, naik bis bolah balik Solo-Yogyakarta lalu balik lagi Yogyakarta-Solo, ketemu bis yang sama dengan lagu yang sama pula. Waaaaaaa.....
Sampai eneg dengar lagu itu.
Tuh... cakep banget kan bulan maduku? hahahaha

Lalu, postingan yang juga menghebohkan adalah tulisan tentang Dude Herlino. Yaitu ketika berita tentang Dude Herlino yang menikahi Alissa Soebandono ramai diberitakan, aku tiba-tiba ingat bahwa aku sebenarnya dulu pernah ngefans sama Artis cowok yang sholeh, sopan, santun, baik dan lembut ini. Hanya saja, sejak bertemu dengan tukang parkir yang mirip banget sama Dude Herlino dan si Tukang Parkir ini over acting banget; entah mengapa kok aku jadi lebih inget wajah si tukang parkir ini ketimbang si Dude Herlino setiap kali melihat sinetron Dude Herlino? Akhirnya, kadar ngefansku padanya semakin berkurang... berkurang.. menipis.. terus menipis... dan akhirnya... STOP. Aku sudah berhenti ngefans sama Dude Herlino.

Eh tapi.... yang bikin aku senang pernah menulis tentang postingan ini yang berjudul Dude Herlino dan Alissa Soebandono akhirnya lamaran adalah, aku jadi dipertemukan dengan para fans-fans Dude Herlino yang lain. hahahaha... sebelum-sebelumnya aku mana tahu bahwa ternyata yang ngefans sama Artis baik hati ini ternyata banyak. Kami sering saling menyapa loh di Twitter... kirim-kiriman foto tentang berbagai macam penampakan dari Alissa Soebandono setelah jadi istrinya Dude dan juga foto-foto dari Dude Herlino dari berbagai sudut pengambilan gambar. Kami juga sering tukar-tukaran cerita tentang semua hal positif yang dimiliki oleh seorang Dude Herlino dan hasil obrolan ini membuahkan sebuah kenyataan yang menohok: "KENAPA DUDE GAK DIPERTEMUKAN DENGAN KAMIIIII....".

Aish.
Nasib memang terkadang kejam ya.
Dan hal yang paling kejam di dunia ini selalu satu: CINTA YANG BERTEPUK SEBELAH TANGAN.
hahahahahha *peace ah buat para fans Dude, termasuk yang sekarang berbalik jadi para hatersnya karena tidak kuat melihat betapa seorang Alissa Soebandono kian lama kian baik setelah jadi istri Dude Herlino.
ehem.. ehem (kayaknya lebih baik aku stop berbicara tentang ini jika tidak mau dibully...xixixixi)

ngumpet ah
Itu semua adalah postingan yang pengunjungnya banyak. Sekarang, mari kita lihat postingan dengan komentator terbanyak.

Ada beberapa postingan yang punya komentator lumayan banyak. Banyak dalam arti, aku kan orangnya jarang blogwalking (bukan karena malas tapi karena keterbatasan waktu yang aku miliki. Belakangan, kegiatan blogwalking ini juga terhambat karena kesulitanku mendapatkan fasilitas internet dengan mudah. Duh, blogwalking dan jika kebetulan bertemu dengan blog yang berat, nyetel musik. dan tulisannya panjang-panjang banget itu asli ngabisin pulsa euy. Jadi ya... demikianlah.. Mohon maaf ya jika aku terlambar melakukan kunjungan balik ke blog kalian).

Nah, jika kita buang postingan Give Away dan postingan lomba yang aku ikuti (hehehe, dua kategori ini rata-rata pengunjungnya ada pamrihnya biasanya; karena memang salah satu kriteria juri salah satunya adalah banyaknya komentar. Makanya aku nggak masukin meski untuk dua kategori ini komentator tulisannya sering bejibun).
Setelah aku buang semua tulisan yang masuk kategori G-A dan ikut Lomba Blog, maka tersisa tulisan yang aku buat memang karena aku ingin mengabadikan peristiwa saja.  Ada beberapa tulisan ternyata yang komentatornya lumayan banyak. Nggak usah disebutin satu-satu ya. hehehe. 

Nah.... dari semua postingan di blogku sepanjang tahun 2014 yang paling aku suka dan kebetulan juga banyak komennya (sebenarnya ada juga postingan yang aku suka tapi komennya sedikit... hiks) adalah  postingan yang berjudul dua bola mata.Postingan ini komentar yang datang bukan hanya diberikan di akhir tulisan saja, tapi juga ketika aku mensharenya di Facebook dan tempat lain, komentar yang datang tetap banyak. Dan yang lebih menyenangkan adalah, dishare oleh lebih dari satu orang.
Kenapa senang? Karna aku menulisnya dengan niat untuk menyebarkan kebaikan. Jadi, berharap banget tulisan ini bisa menyebarkan kebaikan yang banyak pada orang lain.

Ini dia tulisan berjudul Dua Bola Mata

Dua bola mata adalah tulisan yang menceritakan tentang pengalamanku ketika bertemu dengan seorang buta yang memilih untuk menjadi peminta-minta. Dia hanya duduk di tepi sudut jembatan penyeberangan dan berharap dari belas kasihan orang-orang yang lewat dihadapannya agar mau memberikan sedekah padanya.

Padahal, di saat yang sama, aku punya saudara yang juga buta kedua belah matanya tapi saudaraku ini memilih untuk tidak menjadi peminta-minta. Dia melatih otaknya yang tidak cacat untuk menghafal ayat-ayat Al Quran. Hasilnya, dia bisa terpilih untuk ikut MTQ tingkat nasional mewakili Propinsi Sumatra Selatan. Bahkan, berkat keahliannya ini dia mendapat bantuan untuk menjalankan ibadah Haji ke tanah suci.
Subhanallah.
Luar biasa kan cara kita memilih jalan hidup?
Nah... tulisan ini alhamdulillah diapresiasi dengan positif.

Demikianlah evaluasi jelang akhir tahuun dengan cara  tengok-tengok blog sendiriku sepanjang tahun 2014.
=======================

“Postingan ini diikut sertakan dalam lomba tengok-tengok blog sendiri berhadiah, yang diselenggarakan oleh blog The Ordinary Trainer”

Jumat, 05 Desember 2014

Cuaca yang Berubah

Apa yang terjadi dalam kurun waktu satu jam ke depan?
Tidak ada yang tahu. Ini adalah bagian dari takdir dimana pengetahuan tentang hal ini hanya Allah saja yang tahu.
Betul sekali manusia dengan pengetahuannya yang amat sedikit bisa membuat prediksi. Tapi tetap saja, takdir tentang waktu yang akan datang murni berada di tangan Allah.

Dulu, aku pernah diajarkan bahwa semua prediksi keburukan bisa diubah lewat doa. Dan penguat dilabilkannya sebuah doa adalah lewat perbuatan baik yang kita lakukan. Jadi, jika ada yang berharap atau memprediksikan keburukan akan menimpa kita... jangan pernah takut. Karena tetap... kuasa takdir tentang terjadinya takdir di masa yang akan datang itu masih hak prerogatif Allah subhanahu wa ta'ala.
Allahu Akbar.

Dan pemandangan perubahan cuaca berikut ini adalah contoh nyata dari apa yang aku tulis di atas

.
foto ini diambil pukul 14.00... mendungnya tebal dan berat di langit. Dan rerata di semua bidang langit yang luas.

Lalu aku ambil lagi foto ini pukul 14.10. Jalanan mulai gelap meski ini masih siang. Mendung semakin berat

Pukul 14.38, mulai ada kabut yang tebal yang menutupi udara Jakarta. Bahkan, sebelum foto ini diambil, gedung tinggi di tengah itu sudah tidak terlihat karena tertutup kabut tebal yang berawarna kelabu

Akhirnya, pukul 14.39 hujan pun turun dengan deras. Kabut pun terusir karena curah hujan tersebut. Subhanallah... luar biasa perubahannya.

Rabu, 03 Desember 2014

Ternyata Hello Kitty itu Punya Keluarga

Bulan lalu, seorang temanku di group Whats App "Emak Ceria" mengadakan syukuran karna dia terpilih masuk nominasi pemenang Aqua tahun ini. Yupe, dialah mak Grace Melia.  Nah, ceritanya khusus di group w-a ini, mak Ges (yang sering disebut sebagai anak ketemu gede sama aku karena kami punya wajah yang mirip... xixixixi jadi serasa kayak ibu dan anak), ngadain kuis. Bunyi kuisnya kocak.... dan berhubung waktu itu aku lagi gak ada kerjaan jadi aku ikutan deh... nyaris semua anggota emak ceria bisa jawab, jadi pemenangnya dengan sistem undian kayak arisan gitu. Hasilnya: aku menang...  YEAAAHHH.... aku dapat pulsa gratis deh dari mak Ges (makasihhh)

Ini bunyi kuis kocaknya:

Nah... itu yang pertama kali jawab aku loh... hehehehe...

Gara-gara kuis ini aku jadi tahu bahwa ternyata Hello Kitty itu Punya Keluarga.
Ya Ampun.... aku gak pernah merhatiin... aku pikir selama ini itu cuma ada satu Hello Kitty tapi gonta-ganti kostum doang... hahahaha...ternyata emang mereka satu keluarga. Ini nih keluarga Hello Kitty:


Siapa saja mereka itu? Ini dia silsilah keluarga White (White ini nama family keluarga Hello Kitty. Nama asli Hello KItty itu: Kitty White)



Nah.... Jadi, hello Kitty itu punya saudara kembar namanya Mimmy.





Nah....keluarga mereka ternyata masih lengkap; jadi ada ayah ibu kakek dan nenek segala.

ini kakeknya

ini neneknya


Dan... karena si Kitty sekarang sudah besar.. jadi dia sudah punya pacar loh. Namanya Daniel Star.


Bahkan, ternyata Keluarga Hello KItty punya binatang peliharaan juga loh. Benar-benar keluarga sempurna.

ini hamster peliharaan Kitty, namanya sugar, dikasih sama Daniel.

ini adiknya kucing pelihraan kitty, namanya Honey

dan ini peliharaannya Kitty, namanya Charmmy, Dia kucing persia
Waaaahhh... gara-gara ikut kuisnya mak Ges, aku jadi tahu tentang Hello KItty. hahahahaha....