Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari November, 2014

Belanja di Toko Online? Aku banget tuh

[Lifestyle] Kegiatan jual beli dimana pembeli dan penjual saling melakukan tatap muka dan berlanjut pada terjadinya transaksi jual beli, adalah kegiatan pasar yang umum terjadi. Seiring dengan perkembangan yang melesat di dunia telekomunikasi, kegiatan jual beli tatap muka ini mulai mengalami perkembangan juga. Kesibukan pembeli untuk melakukan transaksi langsung membuat penjual melakukan inovasi dalam menjual barang atau jasa mereka. Salah satu inovasi yang dilakukan oleh para penjual adalah menghadirkan barang atau jasa tersebut di hadapan pembeli tanpa si pembeli harus beranjak dari bangkunya. Dengan demikian, pembeli tidak perlu berlelah-lelah meluangkan waktu dan tenaga untuk datang ke toko atau pasar. Tapi, penjuallah yang akan menyajikan barang dagangan atau jasa yang dibutuhkan di hadapan mereka. 

Black and White Photo

Dua pekan lalu, secara tidak sengaja aku melihat status dari temanku Ria Rochma yang menampilkan foto hitam putih. Sebenarnya, status Ria Rochma itu adalah relay dari status Instagramnya. Diberi hashtag #BWChallenge, selama 5 hari berikutnya aku jadi penasaran sebenarnya itu challenge apa?
Akhirnya, setelah 5 hari barulah Ria Rochma memberitahuku bahwa itu adalah sebuah event tanpa hadiah kecuali kesenangan saja untuk mengisi alias meng-update akun instagram dengan parade foto hitam putih.

Wah.... Aku tertarik dong.
Kebetulan akun instagramku juga mulai megap-megap minta di-update .. hehehehe.
Jadi... dengan suka cita aku pun ikut challenge ini. Bahwasanya event ini tidak memberikan hadiah... ahhh.... ada banyak kesenangan dalam hidup ini yang muncul tidak disertai dengan hadiah kan?

Nah... ini dia beberapa hasil foto hitam putih alias Black and White Photo-ku.








Teratai Putih

Kelebihan kita sebagai orang tua dari anak-anak kita itu sebenarnya cuma satu: kita sudah terlebih dahulu menemukan dan mengalami sebuah pengalaman hidup. Itu sebabnya ada ungkapan yang mengatakan bahwa orang tua itu sudah terlebih dahulu merasakan asam-garam kehidupan.

Aku rasa, disinilah betapa Allah begitu sayang pada makhluk ciptaanNya. Pada tiap-tiap makhluk, Allah memberi pengetahuan secara perlahan-lahan. Pengetahuan inilah yang kelak akan diwariskan pada generasi berikutnya. Yaitu pada anak-anak kita yang lahir kemudian. Tidak terkecuali putra-putriku.

Aku dan suami setiap pagi rajin olahraga mengitari sebuah taman di daerah Tebet. Taman ini memang diperuntukkan untuk jalur hijau dan paru-paru kota Jakarta. Pohon-pohonnya rindang dan ada sebuah kolam yang cukup panjang disana. Di atas kolam tersebut tumbuh tanaman teratai.

Bagiku dan suamiku semua keberadaan yang ada di taman Bibit Tebet ini biasa saja. Pemandangan yang sudah amat biasa aku lihat dalam keseharian. Begitu biasa…

Penampilan Lusuh Penghasilan Jutawan

Berapa penghasilan kalian semua setiap bulannya?
Ah. Pertanyaan ini kasar dan terlalu frontal ya.
Baiklah. Aku akan mengubah redaksionalnya.

Setiap pagi, pada mereka yang mengenakan celana panjang pantalon, kemeja licin dan berdasi... berapa kira-kira penghasilan mereka setiap bulannya? Ada yang bisa memberi rincian kisarannya? Aku pernah iseng-iseng bertanya pada beberapa orang dan ternyata kisaran penghasilan mereka yang mengenakan celana pantalon rapi, kemeja licin, berdasi, dan pakai minyak wangi itu, setiap bulannya memiliki penghasilan berkisar antara Rp3.000.000 (tiga juta rupiah) hingga Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Angka terbesar ini juga jarang sih sebenarnya. Yang terbanyak itu kisarannya di pertengahan.

Nah.... waktu salah satu anakku masih duduk di bangku Sekolah Dasar, seorang ibu yang menjadi salah satu orang tua murid teman anakku datang ke sekolah dengan tangan yang dipenuhi gelang emas hingga bunyinya bergemerincing dan kalung dengan rantai besar hingga nyaris …

Persembahan Sederhana

[Keluarga] Aku punya cerita.
Waktu hamil anak ke 6 (kalo jadi semua anakku sudah 6 orang, tapi yang hidup alhamdulillah hanya 3 pada akhirnya), aku terus menerus muntah muntah. Apa saja yang aku masukkan ke dalam mulut langsung dimuntahkan lagi. Masuk sesendok makanan keluar lima sendok. Bahkan ketika tidak makan apa2 tetap saja aku muntah2. Kepala sampai pusing, badan sampai lemas. Hingga suatu hari, di rumah seorang diri dan aku terus saja muntah2. Hingga pusing, dan gemetar lapar. Tapi ketika buka kulkas, kulkasku kosong. Tidak ada makanan apa2, jangankan yang matang, yang mentah saja tidak ada. Semua orang pada pergi. Suami kerja, anak2 sekolah dan aku tidak punya pembantu memang. Akhirnya aku menangis sendirian krn utk jalan ke warung benar2 sudah tidak ada tenaga lagi. Ketika itulah tiba2 pintu rumahku diketuk orang. Ketika dibuka ternyata ada temanku disana. Dia membawakan semangkuk makanan, tempe oseng cabe hijau dengan sedikit nasi.

Senam Agar Perut Rata

Aku seorang penggemar melihat gambar orang lagi olahraga.
Hahahaha... olahraganya sih belum sampai setingkat penggemar olahraga (*baru sampai taraf senang mengumpulkan baju olah raganya dan melihat aneka gerakan olahraga saja hahaha).
Tentu saja hal ini tidak bisa membuat tubuhku bak olahragawati.... bahkan meski sudah mimpi sambil ngelindur san koprol sekalipun. 
"Gak apa-apa. Kumpulin aja dulu gambar langkah-langkahnya...siapa tahu niatnya jadi makin kuat buat ngelakuin itu."
Nahh... ini beberapa gambar gerakan olahraga ringan (*kata siapa??) Yang bisa dilakukan di rumah (*jika sudah niat banget). Dengan begitu bisa hemat tidak perlu pergi ke GYM. Semua gambar ini aku ambil dari Pinterest. 

Hal Kecil yang Menjadi Rumit

Kemarin sore, sepulang dari mengantar anakku yang kurang sehat ke dokter,  aku segera memasak makan malam. Aku memang terbiasa memasak setelah pukul 5 sore alias 17.00 setiap harinya. Semata karena perhitungan orang'orang penting di rumah ini (*yaitu suami dan anak-anak) baru pada pulang ke rumah sore hari. Jadi pasukan lengkap kami berkumpul ketika makan malam.

Karena putraku kurang sehat (kata dokter kena maag akut plus ada bakteri yang masuk ke perutnya) maka aku membuat sop. Kuahnya bening dan minim rempah. Jadi perkiraanku tidak akan membuaat eneg (*karena putraku itu muntah, mual dan sering buang air besar serta demam). Setelah memasukkan kentang dan makaroni, aku pun mendirikan shalat maghrib.

Selesai mengucap salam? Tiba-tiba hidungku mencium aroma harum sop yang mulai mendidih. Maka segera setelah berdoa, aku berdiri dan mulai melipat mukenah. Malas berjongkok aku membungkuk miring untuk memungut mukenah. Ketika itulah tiba2...CELEKIT..
. Pinggang belakangku rasanya seper…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...