Langsung ke konten utama

Ruang Kosong dan Ruang Penuh

Sudah pernah melihat sebuah ruangan yang kosong tanpa sebuah barang pun di dalamnya? Aku pernah.

Sudah pernah melihat sebuah ruangan yang penuh sekali sehingga melihatnya jadi ikut sesak napas? Aku pernah.

Inilah kedua foto ruangan yang aku ceritakan tersebut.




dua buah ruangan yang saling bertolak belakang. Yang satunya penuh banget, yang satu kosong banget.
Foto ini diikut sertakan di

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 48 : Chamber


Komentar

  1. mak Adeee....ini resiko pindah sana sini hehehehe....makasiiih ya sudah ikutan TFP r-48...salam kangeeeeen...mmuuuaaah..

    BalasHapus
  2. Aku juga pernah mak.... sejak nikah udah pindah 4 kali hehehe... eh blom keitung sama masa kos dulu... :D

    tapi bener2 deh.. liat ruangan penuh itu hati rasanya juga penuh gimanaaa gitu ... jadi ikut sumpek ya mak :D

    BalasHapus
  3. Aku teringat rumahku dulu juga gak ada barang2...karena aku tipe orang yang sangat simpel...sampai2 aku enggan menaruh kursi tamu di ruang tamu... Lalu lam2 aku berfikir koq punya rumah dan sudah berumah tangga malah rumahnya gak ada isinya? Dulu aku berprinsip lebih baik uang utk beli perabotan ditabung saja mengingat rumahku itu jarang sekali aku tinggali dan tempati... Rumahku itu agak di pinggiran kota sementara aku dan suami adalah orang2 yang bekerja dengan mobilitas tinggi... Lalu utk mengatasinya kami masih nebeng tinggal di rumah ortu...hehe.... Kini berangsur2 mulai ngisi perabotan...biar lebih semarak pertanda memang rumahnya berpenghuni....

    BalasHapus


  4. Ruang kosong juga ngga enak ya Mbak, tapi kepenuhan juga ngga enak, yang enak bila ada barang seperlunya, simple, minimalis .Pertinyiinyi.... itu ruangan di rumah siapa Mbak Ade? :)

    BalasHapus
  5. ruangan kosong keliatan begitu sepi seakan gak ada kehidupan,,he tapi ruangan yang terlalu banyak barang juga gak enak di pandang dan pastinya agak sumpek

    BalasHapus
  6. ahahaa.... pindahan ya mak ^_^ met ngatur isi kardus yaa

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…