Langsung ke konten utama

Pindah Rumah (3) : Persiapkan Rumah Baru

[Lifestyle] Sebagian barang sudah dipindahkan ke rumah baru? Nah... apakah kita siap pindah ke rumah baru sekarang? Nanti dulu. Ada beberapa hal yang harus disiapkan sebelum kita benar-benar pindah ke rumah baru meski sebagian barang sudah dipindahkan.


HAL-HAL YANG HARUS DIKERJAKAN DI RUMAH BARU.


1. Cek meteran listriknya. 


Rumah baru itu menggunakan meteran listrik Prabayar atau pasca bayar. Jika prabayar maka catat nomor PLN-nya dan lihat sudah tinggal berapa lagi pulsa yang ada. Jangan sampai hari pertama pindah, tiba-tiba shubuh-shubuh alarm listrik prabayarnya bunyi lagi. Maklum. Biasanya, sisa pulsa yang disisakan oleh penghuni sebelumnya hanya sedikit saja; jatah untuk menghidupkan lampu teras depan. Begitu kita pindah, kita akan menyalakan kulkas, televisi, komputer, lampu semua ruangan, mesin air dan... sudah pasti sisa pulsa listrik prabayar akan langsung tersedot sempurna dengan cepat.

2. Cek mesin airnya. 

Itu yang sistem harus dimatikan secara manual jika air di toren penuh atau otomatis mati. Dan dimana letak tombol mematikan dan menghidupkannya. Jaman sekarang sudah tidak digunakan sistem sakelar cabut dan pasang lagi. Tapi sudah memakai sistem tombol otomatis (hehehe, ini mah saya aja yang kuper ya.. hahahha... jadi kemarin pas saya pindahan, saya muter-muter nyari dimana colokan buat menyalakan mesin airnya. Eh.. gak taunya colokannya sudah berbentuk sakelar ditanam di dalam dinding. hahahahhaa).  Tidak tahunya, oleh pemilik rumah kontrakan, semua colokan listrik dan air dijadikan satu dalam sakelar MCB.

Punya saya yang warna orange itu tuh. 
Jadi, tidak ada pemisahan, semua listrik dijadikan satu sakelar, dan sebelahnya diisi untuk sakelar mesin air. Jadi cuma ada dua sakelar. Sebelah kanan mesin air, sebelah kiri listrik. Pantas saja saya cari-cari mesin airnya dimana tidak bertemu. hahahaha.

3. Benahi dulu tamannya.

Nah... karena di depan rumah saya lalu lalang kendaraan cukup ramai, jadi keberadaan taman itu penting untuk menjadi filter bagi debu-debu yang beterbangan. Tapi, karena rumah lama saya sedang direnovasi dan sudah pasti taman di rumah lama saya akan rusak, maka taman di rumah baru juga merupakan tempat penitipan untuk tanaman saya di rumah lama. Beberapa tanamana yang tingginya kurang dari 1 meter, pasti akan tertimbun batu dan pasir. Kasihan kan. Jadi, saya cabut-cabutin saja tanaman tersebut lalu saya tanam lagi di rumah baru. Setidaknya saya sudah menyelamatkan pahlawan udara bersih bagi lingkungan: tanaman.


4. Panggil tukang untuk bongkar pasang AC di hari yang sama dengan kita pindah. 

Tukang AC itu kan punya alat bor, jadi kita bisa meminjam bor-nya jika ingin memaku sesuatu... hehehehe. Nggak sih, bukan itu alasannya. Tapi agar AC sudah terpasang ketika malamnya kita akan tertidur karena kelelahan pindah rumah seharian.

5. Jangan lupa juga: catat kapan kedatangan tukang sampah di rumah baru dan berapa yang harus dibayar untuk retirbusinya.


6. Mulai hafalkan alamat barumu apa. 

heheheh (soalnya saya pernah bingung alamat rumah baru apa ya, pas mau memesan sesuatu... hahahahahha.. konyol emang).

Komentar

  1. aku catet mbak persipaannya, kayanya dalam waktu dekat harus pindah sementara

    BalasHapus
  2. Sekarang udah menempati rumah baru ya, Bu? Saya enggak update, sih. Hahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…