Langsung ke konten utama

Pempek Palembang A La Ade Anita (bag.1)

[Keluarga] Hari ini, rencananya mau mulai belajar bikin Pempek Palembang.
Hehehe.. meski aku orang Palembang tapi aku gak bisa bikin Pempek Palembang, padahal setiap kali ngobrol sama orang:

"Asalnya dari mana mbak?"
"Palembang."
"O... pantas kayak orang China. Eh.. berarti bisa bikin Empek-empek dong?"


heehhehe... itu sebuah kesimpulan yang terburu-buru banget. Karena, aku gak pernah bisa bikin pempek. Susyaaaaah. Apalagi yang ada telor di dalamnya itu.
Nah.... mumpung anak perempuanku libur jadi aku mau buat pempek nih ceritanya. Tapi, tentu saja pempek palembang a la ade anita (heheheh, jadi kalau gagal gak ada yang merasa dipermalukan karena resepnya aku pakai tapi ternyata tetap gagal)... Aslinya sih, ada dua buah resep yang mau aku pakai disini. Tapi, yaitu deh. Belum yakin mana yang berhasil. Sepintas sih resepnya mirip-mirip gitu deh.

Nah, aku  taro di sini bukan karena aku sudah membuatnya tapi agar resep ini bisa dibuka lewat tablet pcku di dapur sana dengan cara hanya membuka satu blog saja: blog aku sendiri dong... hehehe...



Resep I Empek-empek 

(diambil dari blognya dini moelyadi di blogspot)

Bahan Biang
- 75gr tepung terigu
- 3 siung bawang putih haluskan
- 1,5 sdt garam
- Bumbu penyedap (bila suka)
- 450ml air
- 4 sdm minyak goreng

Bahan
- 1 kg ikan tengiri, buang kulit dan tulang, haluskan
- 1 kg tepung kanji/tapioka

Cara Membuat :

Bahan Biang : Taruh semua bahan dalam mangkuk kecuali minyak. Aduk rata, kemudian masak sampai mendidih dan kental. Angkat bahan biang, tambahkan minyak goreng, aduk rata, sisihkan.
Taruh ikan tengiri yang sudah halus didalam mangkuk, tambahkan adonan biang, aduk rata.
Setelah itu masukkan tepung kanji, aduk rata sampai bisa di bentuk.
Bentuk empek-empek sesuai selera, bisa bulat lonjong (lenjeran), bulat pipih ataupun berisi telur (empek-empek kapal selam), atau juga diberi isi atau divariasikan dengan tahu.
Masak air yang banyak dalam panci sampai mendidih
Masukkan empek-empek yang sudah dibentuk, tunggu sampai mengambang, angkat.
Goreng empek2 yang sudah matang sampai coklat keemasan.
Siap dihidangkan.


Resep II Empek-empek


Bahan :
- 500gr daging tengiri, haluskan
- 350 gr tepung kanji
- 2 btr putih telur
- 1 sdt garam
- 3 siung bawang putih
- Penyedap (bila suka)

Cara membuat :

Taruh semua bahan dalam mangkuk. Aduk rata sampai bisa dibentuk.
Bentuk sesuai selera.
Didihkan air dalam panci sampai mendidih, masak empek-empek yang sudah dibentuk.
Angkat bila sudah terapung.
Goreng empek-empek dalam minyak banyak yang panas sampai kecoklatan.
Siap dihidangkan.


Resep Cuko (Saus empek-empek)


Bahan :
- 350gr gula merah, sisir halua
- 650ml air
- 3sdm asam (saya pakai 4 mata asam)
- 2sdm cuka
- 2sdm lobak parut

Haluskan :
- 7 siung bawang putih (jangan dikupas)
- 15 cabe rawit merah (tergantung selera pedasnya)
- 3 sdm ebi halus
- 1 sdm tongcai (bisa dihilangkan)

Cara membuat :

Masak gula merah dengan air dan asam sampai mendidih, angkat dan saring.
Masak kembali larutan gula dan masukkan semua bahan lainnya kecuali lobak.
Masak terus sampai harum, masukkan lobak parut. Didihkan lalu angkat.


Cara menghidangkan : Tata empek-empek didalam mangkuk, hidangkan beserta cuko,mie kuning rebus, potongan timun dan taburan ebi.

Catatan :

Pada saat mengaduk adonan ikan dan tepung kanji jangan terlalu lama, asal rata saja, supaya empek-empek tidak keras.
Untuk empek-empek kapal selam, agar mudah memasukkan telurnya maka buat contong runcing dulu baru masukkan telur dan tutup adonan seperti membuat bentuk kue pastel.
Empek-empek tidak harus direbus tetapi bisa juga dikukus sampai matang.
Menghidangkan empek-empek di Palembang aslinya tidak digoreng jadi tergantung selera kalau suka bisa dihidangkan tanpa digoreng terlebih dahulu atau bisa juga dipanggang diatas arang/dioven.

Dan ini resep yang lain : 

    Bahan Dasar Ikan Pempek :

    1 kg Ikan Gabus atau ikan tengiri
    1/2 kg tepung sagu atau tepung kanji
    Air dan garam secukupnyaCara Membuat Bahan Baku Ikan Pempek :

    Bersihkan ikan terlebih dahulu dengan cara mengeluarkan seluruh isi perut ikan
    Buang kulit ikan
    Buang juga tulang ikan
    Potong ikan kecil-kecil untuk di giling
    Giling ikan dengan menggunakan blender kemudian setelah halus tambahkan tepung, air dan garam secukupnya dan giling kembali agar merata.
    Adonan siap untuk digunakan pada adonan dasar.
    Bahan Adonan Dasar Pempek :

    500 gr daging ikan adonan dasar di atas
    10 sendok makan air es
    150 gr tepung sagu atau tepung kanji / tapioka
    2 sendok teh garam
    1/2 sendok teh vetsinCara Membuat Adonan Dasar :

    Ambil ikan dan masukkan air es garam dan vetsin, aduk rata dengan tangan
    Masukkan tepung sedikit demi sedikit sampai tidak menempel di tangan atau kalis.
    Pempek siap untuk dimasak, anda bisa menggorengnya atau di buat aneka macam pempek lainnya
  1. .


Komentar

  1. Aku kalo bikin empek2 gagal melulu :'(
    Nanti kapan2 mau coba resep yg ada di blog mak Ade. Tengkiyuu mak :)

    BalasHapus
  2. Saya sudah lihat penampakannya. :D
    Emang susah buatnya ya, Ibu. Elap keringat. :D

    BalasHapus
  3. teman saya di sini yang dari Palembang juga bisa bikin empek-empek.

    BalasHapus
  4. foto pempekny agak dipajang disini mbak hehehe, dijamin enak pasti deh pempeknya

    BalasHapus
  5. Makanan kesukaan saya karena 6 tahun dinas di Palembang
    Terima kasih resepnya Jeng
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  6. mbaaa...kerasa ngg sih bedanya pempek yang adonannya pakai telur dengan ngg? aku pernah buat jaman di Jenewa tanpa telur enak juga...belum pernah coba kalau adonannya pakai telur...pas coba buat yang isi telur, pempeknya jadi besaaar hehehehe

    BalasHapus
  7. Numpang lewat ya om / tante
    Walau uda tau terima kasih infonya tante
    jual daging tenggiri giling berkualitas sangat cocok untuk bahan baku pempek , siomay, bakso, tekwan , dll
    Kunjungi:
    http://www.tenggirigiling.com/

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…