badge

Sabtu, 07 Juni 2014

Bikin Pempek A La Ade Anita (part 2)

Nah... setelah sebelumnya menyimpan resep-resep tentang cara membuat Pempek, akhirnya aku dan kedua putriku memutuskan hari yang tepat untuk membuat Pempek Palembang. Ada latar belakangnya sebenarnya kenapa pada akhirnya aku dan kedua putriku ingin membuat Pempek.



Jadi, selama ini kami sebenarnya selalu memiliki stok Pempek di frezer. Aku memesannya langsung dari Palembang lewat online shop. Paforitku adalah pempek Candy dan Vico. Tapi, saudaraku dari Palembang baru-baru ini memberitahu sebuah rumour. Katanya, dari SIDAK (Inspeksi Mendadak) yang dilakukan oleh instansi terkait pada toko-toko Pempek yang ada di Palembang dan sekitarnya didapati bahwa ternyata Pempek Candy, Vico, pak Raden, dan ada banyak pempek lain,  ternyata mengandung Boraks (pengawet buatan yang bersifat kimia dan tidak boleh ada di makanan. Biasanya digunakan untuk membalsem mayat agar tidak cepat membusuk).

Wah. Kaget juga. Itu kan pempek kesukaanku. Jika dia tidak ada, lalu... aku pesan pempek apa dong? Aku sih berharap setelah SIDAK Pempek Berformalin ini dilakukan maka seterusnya ada pembenahan dan perubahan. Sama seperti penemuan tahu dan tempe berformalin beberapa waktu lalu yang membuat tahu dan tempe saat ini jadi aman semua untuk digunakan.

Sementara itu, aku aku belajar bikin pempek deh. hehehe.
Resepnya dah pada tahu kan? lihat di tulisan Pempek Palembang A la Ade Anita.
Nah... ini langkah-langkahnya.

1. Siapkan blender.
2. Blender ikan tenggiri yang sudah dicincang sebelumnya dan dibuang tulang-tulangnya.
3. Beri garam dan merica (PENTING: jangan ikuti langkahku yang memakai merica hitam. Karena bikin ikan jadi terlihat dekil nantinya).
4. Haluskan.


TIPS: Beri koran di bawah blender karena ikan-ikan yang dihaluskan itu suka meloncat keluar ketika diblender dan itu bau ya amis banget jika terkena meja atau lantai.

Nah, jika sudah halus, maka kita teruskan ke langkah berikutnya.

1. Buat adonan dasar. Yaitu, siapkan tepung terigu yang telah diberi air panas semangkuk kecil saja (mangkuk kobokan; karena ikanku 1 kg).
2. Taruh adonan ikan di dalam mangkuk, lalu siram dengan adonan tepung kental tapi cair, lalu beri tepung sagu, uleni sampai kalis.
3. Ambil segenggam lalu bentuk bulat. Tusuk tengah-tengahnya dengan telunjuk, tekan lalu buat lubang di tengah-tengahnya.
4. Telur, dipisahin dulu antara kuning dan putih telurnya. Masing-masing beri sagu satu sendok teh dan air putih 5 sendok makan. Aduk. Nah, masukkan satu sendok makan adonan putih telur ke dalam lubang lalu timpa dengan satu sendok teh adonan kuning telur. lalu tutup lubang seperti membentuk pastel
5. Kukus adonan. (eh tapi temanku yang lain bilang, direbus sebenarnya lebih enak, gak repot. Setelah dicoba ternyata memang lebih enak direbus loh, nggak banyakin cucian). Masukkannya setelah air rebusannya mendidih ya)


Nah... selesai deh Bikin Pempek A La Ade Anita.
Sekarang, kita simpan ya pempeknya. Bagaimana caranya?

1. Ambil sagu, taruh di dalam sebuah kantong plastik besar. Masukkan pempek yang sudah diangkat dan dikeringkan tersebut, lalu bedaki dengan tepung sagu dengan cara setelah memasukkannya diguncang-guncang kantong plastik yang berisi tepung sagunya. Jika sudah selesai maka siap ditaruh di frezer.
2. Jika ada yang bertamu, tinggal dibersihkan bedak tepung sagunya lalu kukus sebentar. Pempek bisa dihidangakan dengan begitu saja atau dengan cara digoreng. Tapi digoreng lebih nikmat sih, cuma kolesterolnya lebih tinggi saja. hehehe.


Selamat mencoba.

12 komentar:

  1. Sebentarrr, itu aku lagi sering banget makan pempek yang berbranded daaah, tapi klo bikin baca tulisannya Mak Ade mah gampang bgt, kalau ngejalanin sendiri piye yaaa? coba deeh

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung saya sekeluarga nggak pernah beli pempek di semua tempat yg disebutin diatas mbak :D, klo toko favorit saya utk urusan pempek biasanya beli di Wawa (kulitnya manteb), Akiun sm Nony, nah klo cuka nya di Selendang Mayang tuh mbak. "berdasarkan survey sampai hari ini sih" :D

      Hapus
  3. Wah, pengen nyoba ah jadi blender biasa aja ya mbk?

    BalasHapus
  4. jadi teringat mama mertua-ku yang hobby membuat pempek....,
    keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  5. ah yang bener mbak suka loncat-loncat ikannya? :O
    btw, saya gak doyan merica apalagi lada... :(

    saya minta jadinya aja yaaa :D kayakya lebih nikmat qeqe...

    salam miaw!

    BalasHapus
  6. aku mampir ke rumah ya mbak ,mau nyicpin pempekna :)

    BalasHapus
  7. Oooo, jdi kusamnya empek2 kmrn itu krn mrica hitam ya, Bu. Baru tahu.

    Yg penting, rasanya udah okeee, ya.

    BalasHapus
  8. Ya Allah, megapa sih pedagang kok begitu
    Carilah rezeki dengan cara yang baik dan halal
    Entar kalau Tuhan murka kan nggak enak akibatnya
    Saya beberapa kali makan empek2 di Pak Raden lho dulu
    Terima kasih info dan resepnya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  9. Pernah coba bikin tapi gagal, hehe. Kapan-kapan pengen praktikin tips Mak Ade ini.Soalnya seram juga makan sesuatu yang gaje gitu, berformalin. Di Limbangan pernah beli pempek, tapi sayang rasa ikannya kurang terasa. :(

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...