Rabu, 30 April 2014

[Wordless Wednesday]: Pemakaman

[Lifestyle] Apa yang menarik dari sebuah pemakaman?
Tidak ada.
Selain sebuah pelajaran, bahwa itulah akhir dari sebuah kehidupan yang dilalui oleh manusia.
Semua yang hidup, pasti akan mati.

shalatlah kamu sebelum kamu dishalatkan

Selasa, 29 April 2014

Tujuh Rizki Terbesar

Hari ini aku periksa kondisi mataku. Bulan lalu ceritanya mataku dicek karena aku sering merasa seperti ada tirai yang menggantung di hadapanku jika sedang memandang sesuatu. 
Mengganggu. 
Terlebih karena aku sedang menghadapi tugas penyelesaian beberapa tulisan.
Kata dokter mata sih katanya ada pendarahan kecil di dalam syaraf bola mata dan ada tanda2 katarak dini.
TAKUT? 
Masa iya aku gak takut dengan fakta yang dikatakan oleh dokter. 
Duh... boong kalo aku gak takut.  Bisa melihat itu adalah segalanya. Tapiiiiii...............
.. aku tetap optimis.
Semangat.
Dan juga ceria seperti biasa.
Dan tentu saja memakai obat yang diberikan dokter dengam teratur.
Lepas dari 1 bulan, yaitu hari ini aku kontrol ulang lagi. Kali ini aku ingin sebuah second opinion. Jadi pindah dokter. Alhamdulillah pendarahanya sudah bersih. Hanya saja... dokter mendapati bahwa syaraf mataku sedikit terganggu karena penyakit anemia yang aku derita. Namanya anemia retino....apa gitu. Jadi yang diobati itu tentu saja anemianya.
Sedangkan kataraknya, alhamdulillah juga ternyata bukan. Hanya saja memang ada ketidak jernihan di bola mataku. Tapi itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Diduga mungkin akibat anemia itu tadi. Jadi pasokan aliran darah ke bola mata tidak terlalu lancar. Jadi memang ada selaput yang mengotori. Belum jelas itu apa. Diduga akibat dari anemia retino.. apa gitu (namanya sulit. Sesulit aku tiap kali disuruh nulis nama mantan gubernur California yang artis berbadan besar yang istrinya masih keturunan keluarga John. F. Kennedy itu. Yang depannya Arnold. Aku gak pernah ingat.. yang benar itu.. swazenerger atau szawazeneger atau... huff.. lupakan).
Jadi?
Ahh. Aku senang dengan berita baik yagn dikabarkan oleh dokter mataku ini. Alhamdulillah.
Syukurlah. 
Aku bersyukurnya luar biasa. Lalu tiba2 ingat cerita tentang 7 keajaiban di dunia.
Cari-cari lagi.
Baca-baca lagi.
Dan... terharu lagi.
Ini tulisannya.
Sudah ada yang pernah membacanya?
=============================
Assalamu'alaikum......
Semangaaattttt Pagiiii
TUJUH KEAJAIBAN DUNIA

Seorang guru memberikan tugas kepada siswa-siswanya untuk menuliskan Tujuh Keajaiban Dunia. Tepat sebelum kelas usai, siang itu semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka masing-masing.
Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu. Tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu. Malamnya sang guru memeriksa tugas siswa-siswanya itu
Sebagian besar siswa menulis demikian:
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Candi Borobudur
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut, Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir. Tetapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam…
Isinya seperti ini:
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa disayangi
5. Bisa merasakan
6. Bisa tertawa, dan
7. Bisa mencintai…
Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswa-siswanya.Kemudian menundukkan kepalanya berdoa. Mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam di kelasnya, yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat.
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban. Keajaiban itu ada di sekeliling kita untuk miliki.
Bersyukurlah atas semua yang kita sudah miliki.
Dengan syukur, maka akan Allah tambahkan nikmat bagi kita..😊🙏
ini foto matahari yang aku ambil ketika pagi menjelang dari atas jembatan penyeberangan pas aku antar anak sekolah. Subhanallah indahnya. Alhamdulillah masih dikaruniai sehat dan rezeki bisa menikmati keindahan ini.
alhamdulillah. 

Selasa, 22 April 2014

Trailler novel Yang Tersimpan di Sudut Hati

Aku bikin trailler ini dulu buat iseng. Tujuannya, biar penulisan novel LUKISAN HATI bisa lancar karena aku jadi berasa diingatkan lagi jalan ceritanya. Maklum, menulis novel Dwilogi itu seninya spesial. Dan ini caraku untuk menulis novel dwilogi tersebut.



ABG ngambek

Sudah dua bulan terakhir ini, pekerjaan yang selalu aku lakukan jika ada waktu senggang adalah "mengkarduskan perabotan di rumah". hehe.. ini dalam rangka rencana mau pindah rumah karena rumah yang aku tempati sekarang ingin direnovasi.

Jadi, jangan heran jika ada yang datang ke rumah, maka akan menemukan lemari-lemari yang kosong melompong tak terisi tapi di sudut lain ada tumpukan kardus yang tinggi-tinggi dan b esar-besar. Sebagian sudah diangkut ke rumah kontrakan sih sekarang.

Pekan lalu, giliran kamar menjahit yang aku benahi. Mesin jahit dan semua buku-buku tentang menjahit aku masukkan ke dalam kardus. Lalu aku beri tulisan peringatan di atasnya agar kardus itu tidak ditumpuk dengan kardus buku yang berat-berat. Ugh.. bisa-bisa mesin jahitku rusak jika ditumpuk dengan buku.

Agar tidak ditumpuk, maka aku pun membuat sebuah tanda spesial di kardus itu. Yaitu, kardus mesin jahitnya aku beri tali rafia. Lalu diberi juga tulisan dengan pulpen. Tapi... ugh.. putriku yang sudah jadi ABG remaja, malah ngambek karena semua pertanda itu. Mau tahu kenapa? Ini nih gara-garanya:





Nah... sudah aku tulis kan kata-kata peringatannya.
MESIN JAHIT
JANGAN DITIMPUK... EH
TUMPUK

Iya, ngaku deh. Karena terburu-buru jadi aku salah tulis. Nyari penghapus gak ada jadi ya aku tulis saja ralatnya di bawahnya. Nggak salah kan aku?

Tapi remaja ABG-ku langsung berkomentar.

"Ibuuu... kenapa sih ditulisnya pake pulpen?"
"Ih, ibu nyari-nyari spidol gak ketemu kemarin."
"Ah... ada kok. Pake spidol dong bu, jadi terbaca oleh orang lain. Kalau pake pulpen, terlalu samar."
"Iya.. iya... "

Lantas aku mulai mencari-cari spidol. Tapi, bertemunya dengan stabilo. Warnanya sih orange. Cukup ngejreng kan ya?
Dengan gembira aku pun mulai menulis di kardus, persis seperti yang diingatkan oleh putri remajaku itu.
Setelah selesai menulis, tulisan itu aku pamerkan pada dia.
"Nak.. tuh. Sudah ibu tulis."



Putri remajaku langsung melotot. Sedikit ngambek.
"Ibuuuuuuuuu... aaaahhh.. tau ahhhh."
xixixixixi
Senang aku menggoda remaja ABG yang suka ngambek ini.

Sabtu, 19 April 2014

Obat Gratis Untuk Para Penderita TBC

[Lifestyle] Ada banyak hal yang gratis di dunia ini. Dan aku yakin, semua orang pasti menyukai segala sesuatu yang bersifat gratis.
Udara yang jumlahnya tidak terhingga.
Pemandangan langit yang indah bak lukisan indah dan menawan.
Juga kesehatan yang dijaga dan diperhatikan.

Jumat, 18 April 2014

Wayang Princess

Salah satu tempat shalat jumat yang nyaman (krn ada ac, karpetnya empuk, suasananya tenang) dan perempuan yang ikut serta bisa punya tempat menunggu yang enak juga adalah di Plaza Indonesia, jakarta lantai 6.
Jadi sementara para lelaki shalat Jumat para perempuan bisa cuci mata di etalase toko (*hahhaha gaya hidup hedon banget yaks?... biarin)
Nah.. ketika sedang jalan2 itu aku dan putriku bertemu dengan stand boneka. Dan mereka ternyata menjual figurine Princess Sofia sekeluarga.
Wahhh..
Putriku yang merupakan penggemar Princess Sofia langsung riang ketika kutawari untuk membelinya.
Sekejap kemudian, dia sudah memainkan salah satu scene film Sofia The First.
"Aku hafal semua adegan film itu bu."
Gayanya mirip sekali dengan gaya dalang. Mungkin, cerita yang dia mainkan dengan figurine tersebut bisa dikatakan sebagai wayang modern. Senang saja melihatnya.

Rabu, 16 April 2014

[Wordless Wednesday]: Fall to Sleep

[Parenting
Maybe, she's too tired.
8 hours in school
From 6.30 am to 03.00 pm
No need air conditioning on board
just wind and fresh air
and she's fall to sleep


Pesan Pengunjung di Wall Facebook

Dua hari yang lalu, tanpa sengaja aku membaca berita bahwa temannya temanku meninggal dunia.
Innalillahi wa innailaihi rajiun.
Mendengar berita duka tersebut, segera aku meluncur ke wall facebook milik temanku itu untuk mengucapkan ucapan ikut berduka cita. Setelah menulis ucapan ikut berduka cita, iseng, aku ingin mengetahui seperti apa temannya yang meninggal dunia tersebut. Jadi, aku klik nama temannya temanku tersebut. Aku pun terbawa ke wall almarhumah. Dan termenung disana. Lama sekali.

Wall-nya, sudah disetting hanya bisa ditelusuri oleh teman saja foto-fotonya. Itu sebabnya aku tidak bisa melihat seperti apa temannya temanku itu. Tapi, seluruh postingan yang ada di wallnya terbuka untuk umum. Jadi aku bisa leluasa membaca apa saja yang ada di wall alhmarhumah. Ternyata... isinya adalah kumpulan ucapan dan ucapan.

Mulai dari ketika dia berulang tahun, lalu menikah, lalu berulang tahun lagi, lalu melahirkan dan punya anak, lalu berulang tahun lagi, dan akhirnya... ucapan ikut berduka cita dan merasa kehilangan atas kematiannya.

Itu saja berita yang tampil di wallnya.
Bisa jadi, almarhumah semasa hidupnya tidak banyak melewatkan waktu bercengkerama dengan teman-teman di dunia mayanya, khususnya di facebook. Itu sebabnya tidak banyak berita yang dibaginya. Tapi, meski demikian, teman-temannya tetap setia mengirimkan doa dan ucapan ikut merasakan kebahagiaan yang dia dapatkan. Bahkan, meski tidak dibalas sekalipun semua ucapan tersebut tapi teman-temannya tetap setia mengirimkan ucapan-ucapan untuk dirinya setiap kali ada momen yang memang perlu diberi ucapan selamat.

Teman-teman itu.... mungkin memang bukan bagian dari keluarga kita. Tapi, kehadiran mereka tetap menghangatkan. Dan tanpa sadar, kehadiran teman-teman di sekeliling kita itu membuat hidup terasa lebih hidup.

Entahlah. Aku terharu dengan kehadiran teman-teman almarhumah yang tetap setia berkunjung meski sapaannya tidak dibalas. Mereka luar biasa sekali. Tetap setia dan ikhlas dalam menjalin hubungan pertemanan.
Almarhumah sungguh beruntung.

Ini dia screen shoot wall facebook temannya temanku itu.





Minggu, 06 April 2014

Tentang Rindu

[Keluarga] Tidak perlu sebuah rasa cinta yang begitu besar untuk menghadirkan rasa rindu. Cukup beberapa kali pertemuan, dimana mata bertemu dengan mata dan seulas senyum saling dipertukarkan, maka rindu bisa menjelma dalam dada ketika perjumpaan tidak terwujud.

Tidak perlu juga sebuah rasa sayang. Karena sesungguhnya, ketika kita membenci seseorang dan menginginkannya untuk pergi dari hadapan kita karena kehadirannya setiap hari yang terus saja menyusahkan diri kita; suatu hari ketika dia tidak datang mengganggu, sebuah rasa kehilangan tumbuh mungil di dalam hati.

Jumat, 04 April 2014

Tanda-Tanda Anak Yang Dibully (part 2): Gosipkah?

Kalian termasuk orang yang percaya pada gosip yang mampir di telingakah? Kebetulan, aku termasuk orang yang tidak langsung percaya.
Jadi, jika ada yang datang padaku membawa sebuah berita yang aku sama sekali tidak tahu, reaksi pertamaku biasanya adalah diam dulu. Dalam hati sih alarm "kepo" ku mulai menyala. hahaha. Tapi, aku berusaha untuk jaim biasanya. Jadi, berita itu aku terima utuh dulu, tapi aku belum bereaksi. Paling mencoba untuk menjadi pendengar yang baik. Setelah itu duduk diam tidak sabar menunggu suami pulang dari kantor. Nah, malamnya baru deh heboh di depan suamiku.

"Mas.. mas... masa nih... " hahahaha, ini dialog awal sebuah gosip banget ya biasanya. Tapi ya begitulah. Mulutku ember jika sudah di depan suami. Nyaris semua rahasia yang aku ketahui, suamiku mengetahuinya. Setelah aku cerita panjang lebar, barulah akhirnya kami berdiskusi. hasil diskusinya gimana? Nah... itu yang unik. Karena hasilnya belum tentu juga aku sepakat dengan suamiku. hahahaha...... biasanya aku punya pendapat sendiri dan suamiku juga demikian dan irisan perndapat itu yang menjadi kesamaan pendapat kami berdua. Jadi pendapatku yang keluar itu ada pengaruh dari hasi diskusi kami. 

Nah, di sekolah-sekolah atau daerah di mana anak-anak kita sering bermain, biasanya juga berseliweran yang namanya gosip-gosip. Tahu gak, gosip itu mirip dengan asap. Terlihat membesar, disaksikan oleh banyak orang, melingkupi daerah yang luas padahal sebenarnya asal muasal dari asap itu adalah titik api yang bisa jadi kecil saja. Kita bisa menghilangkan asap dengan menghalau asap itu agar pergi tapi jika titik api masih menyala maka asap itu akan tetap hadir. 

JIKA GOSIP SAMA SEPERTI ASAP YANG BERASAL DARI API, jadi, apakah itu berarti gosip itu mengandung sebuah kebenaran? Hal ini lain lagi ceritanya. 

Mari kita lihat kronologi terbentuknya sebuah asap. 
dari sebuah titik api, asap pun terbentuk. membumbung tinggi menuju langit lepas
(btw, kenapa aku salah nulis tahun pembuatan gambar ini ya? aih.. siwer)

setelah tiba di langit yang luas, asap tersebut bertemu dengan asap-asap yang lain, terkontaminasi dan berbaurlah dia
(nah, ini baru bener nulis tahun pembuatan gambarnya. eh.. malah dibahas .. hehe)
Dan demikianlah pula gosip. Bisa jadi, asal muasal dari gosip itu adalah sebuah fakta. Tapi, karena dia bergerak dari mulut ke mulut maka ada penambahan versi ketika fakta itu berpindah dari mulut seseorang ke telinga orang lain dan orang lain itu menyampaikannya lagi telinga orang yang lain lagi. Hasilnya: fakta itu menjadi sesuatu yang berbeda. Ada sisi faktanya tapi sudah berubah bentuknya. Disinilah semua orang hendaknya bijak ketika mendengar sebuah gosip yang mampir di telinganya.

Bijak dalam arti, tidak menolaknya sama sekali tapi juga jangan percaya bulat-bulat kebenarannya. Selalu Tabayyun alias cek dan ricek.

Lalu, bagaimana jika sebagai orang tua tiba-tiba mampir sebuah gosip ke telinga kita bahwa anak kita dibully di sekolahnya?
"Jeng.. jeng... memangnya anakmu itu ...."
Nah... jika mendengar gosip tentang anak kita, semenyebalkan apapun gosip itu,  jangan cepat-cepat marah-marah dulu. Mari kita cek kebenarannya.

Ada beberapa pihak yang harus kita hubungi dalam hal ini:
1. Anak kita sendiri.
Selalu tanya baik-baik ke anak kita, Benar gak dia seperti yang digosipkan itu.
2. Tanya ke teman-teman dekat anak kita.
3. Tanya ke kalangan ibu-ibu yang menyebarkan gosip itu, itu gosipnya awalnya dari mana.
4. Tanya ke guru.

Kebetulan anakku sempat dibully oleh temannya.
Suatu hari, anakku tiba-tiba bertanya padaku:

"Bu, aku ganti tas ya."
"Loh? Kenapa ganti tas? Kan.. masih baru tasnya."
"Gak papah. Pingin ganti ajah."

Tapi, karena anakku itu alhamdulillah-nya adalah anak yang tidak mau menyusahkan orang tua, jadi setelah aku katakan bahwa tasnya masih bagus jadi pakai tas itu saja dia pun menurut. Hanya saja, beberapa hari kemudian, tiba-tiba seorang ibu-ibu di sekolah anakku menghubungiku.

"Jeng.. jeng, jeng tahu tidak bahwa anak jeng itu tidak punya teman di kelasnya."
"Hah? Nggak punya teman?" (padahal selama ini aku selalu merasa yakin bahwa anakku adalah anak yang amat supel dan cukup disayang oleh teman-temannya)
"Iya. Dia dimusuhi oleh teman-temannya."
"Kenapa?"
"Nggak tahu. Tapi ibu-ibu lain pada ngomongin tuh. Kata mereka kasihan ya si xxx sekarang jadi anak yang dikucilkan di kelasnya."

Oke. Belum boleh panik dan belum boleh khawatir dulu. Itu reaksi pertamaku ketika pertama kali mendengar gosip perihal anakku. Selanjutnya, aku pun mengajak anakku ngobrol.

"Eh, di sekolah tadi, kamu main apa aja?"
"Banyak bu. Aku main kejar-kejaran sama z, b, a, c."
"Oh ya? Seru nggak?'
"Seruuu..."  Lalu meluncurlah cerita keseruan permainan yang dialami oleh anakku. Sepanjang dia bercerita aku memperhatikan perilakunya. Tidak ada yang berubah. Dia tetap lincah seperti biasanya, tetap menyenangkan hatiku juga, tidak terlihat murung, tetap bersemangat dan ceria. Hmm... jadi gosip yang mampir ke telingaku itu benar atau tidak sih?

Besok-besoknya, mulailah aku lebih intensif datang ke sekolah. Duduk-duduk bersama para ibu dan terlibat dalam obrolan dengan mereka. Dan mulai mencari tahu perihal gosip yang aku dengar. Para ibu tetap berkeyakinan bahwa anakku dikucilkan di kelasnya.
Berarti ada dua fakta yang aku terima:
1. Anakku dikucilkan di kelasnya (ini fakta yang aku dengar dari gosip ibu-ibu di sekolah).
2. Anakku tidak ada masalah apapun dengan teman-temannya (ini fakta yang aku dengar dari anakku sendiri)
Keduanya saling bertolak belakang.
Jadi.. mana yang benar?

Langkah berikutnya, aku pun mulai melakukan pengamatan di sekolah. Agak sulit karena akses untuk masuk ke dalam lingkungan sekolah itu tidak mudah. Sekolah steril dari lingkungan luar ketika jam pelajaran dimulai. Tapi, ketika saat makan siang dan shalat dhuhur tiba, gerbang sekolah dibuka untuk mereka yang ingin membawakan makanan untuk anaknya. Hanya ada waktu setengah jam tapi lumayanlah. Dari hasil pengamatan itu aku mendapat fakta baru. Yaitu:
1. Ternyata benar anakku tidak ada masalah apapun dengan teman-temannya. Dia tetap bermain dengan riang gembira dengan teman-temannya. Teman-temannya masih banyak.
2. Teman-teman anakku itu berasal dari luar kelasnya. Jadi dari kelas lain. Loh? Kemana teman-teman kelasnya? Ternyata, di kelas, anakku hanya punya dua orang teman.
Berarti dua fakta yang aku terima di atas ada benarnya.

Oh. Tidak. Itu berarti anakku benar dong dikucilkan di kelasnya. Kenapa? Kenapa?

Aku kembali mengajak anakku berbicara empat mata. Berbagai macam cara aku gunakan untuk mendekatinya agar dia mau bercerita tanpa merasa sedang diinterogasi. Level rasa ingin tahu dalam hatiku benar-benar melonjak tinggi tapi aku berusaha keras untuk terlihat tenang dan santai. Karena sekali saja aku terlihat "mau tahu banget" aku takut anakku malah jadi berusaha untuk menutupi keadaan yang sebenarnya.

Dari hasil obrolan ibu dan anak itu aku jadi tahu bahwa semua masalah ini bermula dari permintaan anakku yang ingin berganti tas.
OMG.Dulu kenapa aku gak curiga ya?

Jadi, ada sekelompok anak di dalam kelas, yang kebetulan memiliki kemampuan untuk memobilisasi pendapat orang lain (ini kayaknya emang bakat-bakatan dan kebetulan anak itu dikaruniai bakat itu) dan kebetulan sekelompok anak itu adalah anak-anak yang TIDAK SUKA DENGAN FIGUR PRINCESS. Padahal, anakku itu amat sukaaaa (pake banget) dengan figur Princess. Itu sebabnya tas yang dia pakai ke sekolah gambarnya adalah gambar Princess.
Karena kesukaan yang bertolak belakang ini maka sekelompok anak-anak itu mengancam anakku jika tidak menuruti kemauan mereka maka anakku tidak akan ditemani oleh teman-teman sekelas.
NAH. Itu sebabnya di kelas anakku hanya punya 2 orang teman (setianya).

"Terus... kamunya kasihan dong jadi nggak punya teman."
"Nggap papah bu, kan aku masih bisa berteman dengan teman-teman dari kelas lain."

Ah. Syukurlah (aku langsung mengecup pipi anakku ketika dia mengatakan hal ini).

Tapi.. tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan bukan? Lalu bagaimana cara penyelesaiannya? Bersambung ke bagian ke tiga saja ya. Soalnya kepalaku pusing nih.  Sekalian nati aku cerita solusi untuk menghadapi Bullying di sekolah insya Allah. 

Kamis, 03 April 2014

Tanda-Tanda Anak Yang Dibully (part 1)

Pagi ini aku menyimak berita tentang anak SD di Pontianak yang diduga tewas setelah dikeroyok oleh tiga orang temannya di Sekolah Dasar. Tentu saja ini masih sebuah dugaan belum pasti penyebabnya karena keroyokan. Karena hasil visum dari dokter dikatakan bahwa AW itu di perutnya memang terdapat gumpalan darah, dan kerusakan di bagian lambung dan ginjalnya yang kemungkinan karena dua hal,  bisa karena hantaman benda tumpul atau penyakit Types yang tidak disembuhkan secara tuntas dan dibiarkan sakit selama beberapa kurun waktu.

Ini nih beritanya yang aku kutip dari liputan6.com:


foto rontgen korban. Gambar ini aku ambil dari sini

Prihatin banget aku dengan kasus ini. Jika benar terbukti penyebab tewasnya benar karena keroyokan, itu kan berarti anak kecil itu sudah menerima perlakuan bullying di sekolahnya. Ohya.. kalian tahu tidak apa itu perilaku Bullying? Berikut ini aku kutip apa artinya dan apa saja perilaku yang bisa dikatakan sebagai kategori bullying dari website Psikologi berikut ini:

Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya. Victorian Departement of Education and Early Chilhood Development mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psokologis, mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus menerus.
Bentuk-bentuk bullying antara lain seperti berikut :
Bullying fisik, contohnya memukul, menjegal, mendorong, meninju, menghancurkan barang orang lain, mengancam secara fisik, memelototi, dan mencuri barang.
Bullying psikologis, contohnya menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang mengolok-olok, secara sengaja mengisolasi seseorang, mendorong orang lain untuk mengasingkan seseorang secara soial, dan menghancurkan reputasi seseorang.
Bullying verbal, contohnya menghina, menyindir, meneriaki dengan kasar, memanggil dengan julukan, keluarga, kecacatan, dan ketidakmampuan (exampel : "Eh ada sih pincang lewat").
Bullying bisa terjadi di tempat-tempat berikut ini :
Terjadi pada pada situasi di mana pengawasan yang kurang dari orang dewasa, seperti di kamar mandi sekolah, jalan masuk kelas, dan tempat bermain.
Sering terjadi di tempat bermain daripada di kelas.
Interaksi agresif (baik secara fisik maupun verbal) muncul setiap 24 menit di tempat bermain, sedangkan di dalam kelas kemunculannya sekali setiap 37 menit.
Tempat bermain yang biasanya tidak diawasi oleh guru atau orang dewasa, juga sulit dideteksi karena tingginya aktivitas bermain anak-anak di lapangan dan sering dikira sebagai salah satu bentuk permainan anak-anak misalnya permainan gulat.
Di dalam kelas.
Sebenarnya, kita nih sebagai orang tua bisa nggak sih mengetahui apakah anak kita dibully atau tidak di sekolahnya? Insya Allah bisa. Yaitu dengan cara:

1. Jalin komunikasi dengan anak sejak usia mereka masih dini. Jangan pernah jadi orang tua yang terlalu sibuk sehingga lupa untuk menjalin komunikasi dengan anak. Karena, komunikasi yang dijalin ketika si anak sudah berusia remaja atau dewasa, itu sudah amat sulit untuk dilakukan. Biasanya jika pun bisa dilakukan maka bentuk komunikasinya bersifat formalitas saja. Anak hanya akan menjawab jika ditanya saja tapi jawaban yang diberikan pun tidak dijawab sepenuhnya. Hanya sekedarnya saja. 

2. Selalu proaktif untuk rajin bertanya pada guru di sekolah tentang perkembangan anak. Nggak usah setiap hari datang ke sekolah jika memang punya karir, tapi ketika ada kesempatan datang ke sekolah, cobalah untuk datang dan menghadap ke guru kelasnya apa saja kemajuan anak, masalah apa yang dihadapi anak, bagaimana pergaulan anak di sekolah, apa yang menurut guru tersebut menjadi kesulitan anak, dll. 

3. Jangan pernah abaikan perubahan fisik yang terjadi pada anak anda. Jika dia pulang sekolah jalannya pincang, perhatikan itu pura-pura pincang atau pincang beneran. Tanya kenapa? Bahkan jika ada tahi lalat tumbuh di pipinya pun tetap harus kita tanya ke anak itu, kenapa bisa begitu? Jadi orang tua jaman sekarang nggak boleh terlalu cuek. 

4. Kenali satu dua nama teman anak anda. Setidaknya kita bisa mencari jawaban lain dari pada jawaban yang keluar dari mulut anak kita.

5. Lihat apakah ada perubahan sifat dan perilaku pada anak. Seperti jika dia tiba-tiba jadi pemurung, tidak mau sekolah, ngotot minta dibelikan sesuatu jika tidak lebih baik tidak udah sekolah saja, ngotot ingin memiliki sesuatu dan ternyata usia keberadaan barang yang diinginkannya itu tidak panjang di tangannya. Tiba-tiba saja sudah raib. Nah.. ini juga perlu diwaspadai nih. Ada apa sebenarnya?

Aku punya cerita tentang kasus bully. Tapi, aku harus jemput anak sekolah dulu sekarang. Nanti aku sambung lagi ya. 

Ex High Quality Jomblo: Dude Herlino

Di Handphoneku itu, yang paling aktif belakangan ini sepertinya adalah aplikasi What's App di banding aplikasi lainnya. Notifikasi jika ada pesan yang masuk yang berasal dari W-A selalu teratas dari segi jumlah. Bahkan lebih banyak dari notifikasi Facebook. Aku memang memiliki beberapa group WA di handphoneku. Beruntungnya lagi, semua pesan yang masuk sudah aku seting untuk disimpan di aplikasi eksternal 'Cloud", jadi handphoneku tidak "hang" atau terpending karena memorinya habis.

Nah, salah satu obrolan pekan lalu yang bikin aku senyam-senyum itu adalah, ketika ada yang memberitahuku bahwa Dude Herlino sudah menikah tanggal 22 Maret 2014 lalu. 
hahahaha... padahal aku sudah tulis di postingan sebelumnya bahwa dulu aku ngefans sama Dude tapi sekarang sudah tidak lagiiiiiiiiiiiiiii.... tapi... sepertinya yang diingat oleh teman-teman adalah aku penggemar Dude Herlino. 

Ternyata eh ternyata sodara-sodara, banyak cewek-cewek yang diam-diam menyukai Dude Herlino karena Dude dianggap mewakili Jomblo dengan kualitas nyaris sempurna alias High Quality Jomblo. 

Coba saja deh ditanya cewek-cewek, tipe suami apa yang mereka inginkan jadi suamiku kelak. Jawabannya rata-rata adalah: "cakep, sholeh, baik, pintar, mapan." Nah... sepertinya Dude dianggap punya itu semua.

ini petikan obrolan di salah satu group WA di hapeku
Hmm... hmm... 
Makanya banyak yang bergembira ketika Dude Herlino akhirnya menikah dengan Alisa Soebandono dan mendoakan mereka berdua bisa mendirikan rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah... tapi ada juga yang tidak senang. 
Loh? 
Loh?
Kenapa tidak senang?
Karena mereka berharap suatu hari bisa bertemu Dude dan eh.. siapa tahu gitu ... jodoh.... kan.. jodoh pasti bertemu... halah!
Sudahlah. Mari cari jomblo berkualitas tinggi lainnya. Insya Allah banyak kok. Sebab yang di bawah ini:



Rabu, 02 April 2014

Anakku Belum Imunisasi BCG

[Parenting] Ketika aku dan suamiku akhirnya memutuskan untuk memberi adik pada putra sulungku dahulu, aku sebenarnya tidak terlalu merisaukan tentang serba serbi imunisasi. Di Indonesia, pemberian imunisasi pada bayi itu sudah merupakan hal yang rutin dan banyak dilakukan oleh banyak orang. Karena sudah amat lumrah maka rangkaian jadwal imunisasi untuk bayi sudah bukan sesuatu yang harus ditulis dan dicatat khusus. Kita tinggal datang ke dokter dan dokter sendiri yang akan melihat catatan medis anak kita. Karena semua kemudahan ini maka aku sama sekali tidak merisaukan dan memikirkan apa-apa. Ikut saja demi memberikan yang terbaik bagi bayiku.

[Wordless Wednesday]: I Always with You

[Parenting] This is for the first time I joining Wordless wednesday. This is my husband and my daughter.

 rainy day

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...