Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Tips Menanamkan Gemar Membaca Pada Anak

Kemarin aku ceritanya ikutanGIVE AWAY SEMUA TENTANG DONGENG ANAK (bisa baca di [Ikut Give Away] Pengalaman Mendongeng dan datang beberapa komen yang kalau aku balas satu-satu, lalu dikumpulkan bisa jadi sebuah tulisan baru. Jadi, aku tulis saja dalam postingan khusus disini.

1. Pertanyaan dariMugniar: Mmm ini nih kesulitan saya. Pada dasarnya saya orang yang tidak suka fiksi (tapi sesekali bisa baca fiksi) dan tenggorokan saya suka sakit kalo banyak ngomong (saya sering kena faringitis, tapi amandel saya sudah gak ada, sudah operas. Eh ini kenapa bahas amandel yak?) ... jadi utk urusan dongeng, saya pas.
Suami saya sebenarnya yang bisa mendongeng tapi anak2 malas dengarnya soalnya intonasinya flat hahaha.
Nah... buat Mugniar atau semua emak-emak sekalian (ini saya memberi jawaban bukan karena saya tahu; tapi kebetulan karena saya sudah melewati masa pengasuhan anak kecil. Anak saya sudah ada yang sudah besar, usianya bulan beberapa bulan lagi insya Allah 20 tahun).

Anak yang masih keci…

[Ikut Give Away] Pengalaman Mendongeng

Waktu masih kecil aku tuh penyakitan orangnya. Tubuhku memang ringkih. Banyak alerginya sehingga penyakit Asma bolak balik kumat. Sepanjang duduk di Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, nyaris setiap tahun ada saja bulan dimana aku pasti dirawat di rumah sakit. Jadi, para dokter dan suster di rumah sakit waktu itu sudah seperti saudara. Nyaris semuanya sudah hafal denganku.

"Eh... Ade. Datang lagi. Mau kamar yang biasa ya?"

hahahaha. Aku memang punya kamar kesukaan, yaitu kamar dengan tempat tidur yang menghadap jendela. Tempat tidurku berbentuk boks dengan jeruji besi di sekelilingnya. Jadi, jika sedang tidak ada yang besuk, aku hanya berdiri di pinggir pagar tempat tidur sambil menikmati pemandangan langit biru dan keramaian lalu lintas di luar rumah sakit (dulu selalu dirawat di RSPP, Jl. Kyai Maja Jakarta). Hanya beberapa kali aku harus masuk ruang isolasi, yaitu ketika Bronchitisnya kumat. Dan karena Bronchitis itu menular, maka aku ditempatkan di ruang isolasi. Yaitu r…

Satinah dan Hukuman Mati

Dulu, waktu aku ikut mendampingi suamiku belaar di Sydney, Australia selama beberapa kurun waktu, aku sempat mendengar beberapa selentingan kabar tentang kebijakan Pemerintah Australia terhadap warga pendatang mereka. Australia memang terbagi dua sikap masyarakatnya terhadap warga pendatang. Ada yang menyambut semua warga pendatang dengan tangan terbuka dan ada yang tidak begitu menyukai warga pendatangnya. Perbedaan sikap ini juga terlihat di Parlemen mereka. Itu sebabnya ada yang terlihat sedikit rasis ada juga yang kebalikannya.

Tapi, dalam pemahamanku sih sikap "unwelcome" masyarakat Australia itu lebih karena kekhawatiran bahwa lahan pekerjaan mereka cepat atau lambat akan ditempati oleh para warga pendatang. Maklum, ada standar gaji yang harus diterapkan dan standar itu cukup tinggi bagi pengusaha. Cara cepat untuk mengatasi hal ini yaitu dengan menerima warga pendatang untuk dipekerjakan karena hanya warga pendatang yang mau menerima diberi upah di bawah standar dan m…

Bingung Milih Pemilu 2014 nanti (part 2) : Jangan Golput

Kemarin pas naik taksi aku dengar tanya jawab di radio Am yang disiarkan di taksi tersebut. "Pak.. gedein dikit dong." (ujarku pada pengemudi taksi. Si supir taksi langsung gedein dan kami pun mendengarkan bersama siaran radio tersebut).
Ada beberapa point yang aku setuju dengan tanya jawab tersebut. Yaitu:
1. JANGAN GOLPUT.
Hmm, aku tuh termasuk orang yang selalu mengatakan pada banyak orang bahwa aku bukan orang partai. Posisiku netral. Itu sebabnya selama beberapa waktu, sesudah dan sebelum Pemilu atau Pilkada, aku selalu menolak untuk mengatakan AKU MILIH APA atau SIAPA.
Makanya beberapa kali ada teman yang memasukkan aku ke dalam group-group yang berafiliasi ke partai tertentu, aku selalu menolak untuk dimasukkan ke sana. Dan itu tegas aku katakan alasanku: yaitu bahwa aku ingin berdiri di luar saja. Tidak ingin masuk ke dalam lingkaran partai tertentu.
Ada beberapa keuntungan posisi netral yang aku jalani tersebut. Yaitu: a. Aku tidak terikat kewajiban untuk mendukung c…

Bingung MIlih Pemilu 2014 Nanti? (part 1)

[Lifestyle] Hayoo ngaku siapa yang masih bingung mau milih siapa tanggal 9 April 2014 nanti? Tulisanku ini tidak iklan atau kampanye atau review titipan dari partai manapun nih. Aku menulis karena aku merasa pingin menulis sesuatu jelang Pemilu 2014 ini.

Nah, kali ini aku mau ngasih tahu biar kalian tidak bingung menentukan siapa yang harus dicoblos tanggal 9 April 2014 nanti.
Ingat ya, yang kita pilih tanggal 9 April itu adalah calon Anggota DPR, DPRD dan DPD. Mereka yang akan jadi wakil kita ceritanya untuk duduk di gedung MPR/DPR sana. Dan konon, akan membawa suara aspirasi kita (tentu saja suara yang ditampung lewat  suara Partai yang mereka wakili ya).

Perempuan Emas bernama Srikandi Merah Putih

[Lifestyle] Pernah gak suatu hari kalian membenci sesuatu dan mengajukuan protes? Aku pernah. Pernah gak suatu hari kalian membenci sesuatu dan ingin menjauhinya saja sejauh mungkin? Aku pernah.
Aku pernah membenci orang-orang Indonesia. Persoalannya sepele saja, karena aku rajin mengikuti berita di media cetak dan televisi yang terus-menerus mengangkat sisi negatif dari rakyat di negara kita ini. Bapak yang memperkosa anak kandungnya sendiri, ustad yang mencabuli anak didiknya, ibu yang membunuh anak kandungnya, nenek-nenek yang sudah tua diperkosa secara brutal oleh gerombolan pemuda pengangguran, penipuan disana sini, kejahatan disana sini, pertengkaran dimana-mana, perkelahian yang terjadi di banyak tempat, perseteruan yang menjadi hal yang amat biasa terjadi, WUAAA.... semua bertumpuk, menggumpal dan akhirnya:

Tidak Berguna Yang Berguna: Teman

Manusia itu makhluk sosial kata Aristoteles. Artinya, dia tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Bahkan meski untuk sesuatu hal yang tidak berarti sekalipun, tetap saja keberadaan orang lain di sisinya dibutuhkan. Itu sebabnya jika ada orang yang menyendiri, lalu menolak kehadiran orang lain di dekatnya, dan benar-benar menolak keterlibatan siapapun di sisinya, bisa dikatakan bahwa orang tersebut sedang mengalami kondisi "tidak sehat" jiwanya.

Karena kebutuhan akan kehadiran orang lainlah maka sebuah pertemanan pun dijalin dengan berbagai macam niat dan alasan. Kehadiran seorang teman itu lebih berarti bahkan ketimbang harta yang berlimpah. Bersama teman, kita sebagai manusia bisa membagi beban hidup yang berupa beban pikiran.  Kehadiran disini, tidak mesti harus berupa wujud harus dalam sebuah pertemuan fisik bahkan (meski kehadiran fisik tentu selalu memberi nilai tambah yang positif). Dan ini adalah ceritaku tentang seorang teman yang hanya bisa aku jumpai d…

Masa Kecil yang Bahagia

Masa kecil itu.... selalu luar biasa ya. Aku alhamdulillah memiliki masa kecil yang bahagia. Berbagai macam permainan sudah pernah aku coba, meski semua permainan sederhana. Bukan permainan yang mahal-mahal seperti yang dimiliki oleh anak-anak keluarga berada di perkotaan (penekanannya perkotaan karena aku memang lahir dan besar di kota Jakarta).

Orang tuaku dulu memang memberi kebebasan pada anak-anaknya untuk bermain dengan siapa saja dan dengan apa saja (bahkan). Pada prinsipnya, ada sebuah nasehat yang ayah sering utarakan padaku ketika aku masih kecil dahulu, "boleh main apa saja, dengan siapa saja, asal jangan sampai merugikan dirimu dan merugikan keluargamu. Titik." Karena pengalaman bermain yang luas tersebut maka alhamdulillah aku merasa sudah melalui masa kecil yang bahagia.

Sekarang, aku sudah ibu-ibu. Dan anak-anakku ada yang masih kecil, ada yang remaja dan ada yang sudah besar. Tentu saja aku ingin mereka pun bisa melalui masa kecil yang bahagia. Itu sebabnya k…

Dua Bola Mata

Seorang saudaraku, menderita kebutaan sejak lahir.
Dia hafal Al Quran. Beberapa kali terpilih untuk mewakili MTQ bagi Tuna Netra untuk daerahnya.

Ketika masih kecil dahulu, aku sering main ke rumahnya dan tidur-tiduran di kamarnya yang selalu temaram. Tidak pernah ada lampu disana. Sehingga, kita yang bisa melihat harus hati-hati berjalan disana. Tapi, bagi saudaraku, dia hafal seluruh jengkal isi kamarnya dengan amat baik.

"Kenapa sih tidak dipasang lampu saja?"
"Untuk apa? Toh aku tidak bisa melihat. Sama saja bagiku, Ade."

Aku hanya bersungut-sungut. Bagi dia memang sama, tapi tidak bagiku. Bagiku kamarnya itu terlalu temaram dan aku bahkan kesulitan untuk menemukan ujung dipan tempat tidurnya sehingga tulang kering kakiku sering menabrak ujung dipan tempat tidurnya yang keras. Meski demikian, semangat dia untuk belajar dan bergaul tidak pernah ada bedanya denganku. Dia bisa berceloteh tentang apa saja. Juga hafal lagu-lagu banyak sekali. Dan spesialnya adalah:

Model Rumah Panggung Untuk Mengatasi Banjir di Perkotaan

[Lifestyle] Masih ngomongin seputar model rumah nih ceritanya dakuh. Setelah sebelumnya aku ngomongin tentang bentuk rumah Limas Palembang yang diabadikan di  duit kertas Rp10.000, maka aku mau cerita bahwa sekarang ada sebuah trend yang memang belum naik daun saat ini, yaitu trend mendirikan model rumah Limas Palembang di perkotaan.

Rumah Palembang di Duit Rp10.000

[Lifestyle] Dari pagi, aku ngutak-ngatik video maker karena memanga berniat untuk membuat video trailer untuk keperluan promo novelku "Yang Tersimpan Di Sudut Hati" (eh, jangan lupa ya teman-teman, hari sabtu besok tanggal 15 maret 2014 pukul 14.00, ada acara bedah novelku di TM Bookstore, Depok Town Square). Nah... ketika keasyikan ngutak ngatik runut jalan ceritanya, aku bertemu dengan gambar rumah limas asli yang lukisannya ada di uang atau duit kertas cebanan atau Rp10.000.

Bedah Novelku kelak tanggal 15 maret 2014

Alhamdulillah.. akhirnya, aku dapat juga kesempatan insya Allah untuk membedah novelku di hadapan publik. Sekalian promo lagi.
Datang ya.. datang ya...


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...