Langsung ke konten utama

welcome to my world

Semalam, ketika aku menulis tentang cara mengetahui hape samsung galaxy S4 yang palsu dan yang asli bagaimana di blogku yang ocehan ade anita, dari meja tempat aku mengetik di atas notebook, yaitu meja makan di depan ruang tv, aku samar-samar mendengar suamiku sedang memainkan gitarnya sambil bersenandung lagu-lagu yang easy listening. Ah. Senang mendengarnya, suaranya lembut dan terdengar amat indah di telingaku (hehehe, mungkin karena aku istrinya yang amat mencintainya. Jadi semuanya selalu menjadi yang terindah). Nah, siang ini pas aku lagi browsing tiba2 aku mendengar lagu Welcome to my world yang dahulu dinyanyiin sama Anita Kerr (asliya lagu ini dinyanyiin sama Jim Reeves). Lalu... aku jadi suka aja denger lagunya. Jadi, aku langsung cari versi gitarnya. hehehe... dah bisa ditebak sih. Aku pingin denger suamiku kapan2 nyanyi lagu ini dengan gitarnya ah. 


Ini liriknya, liriknya sederhana sih sebenarnya. Tapi aku suka aja lagunya.

Welcome to my world
Won't you come on in
Miracles I guess
Still happen now and then
Step into my heart
Leave your cares behind
Welcome to my world
Built with you in mind
Knock and the door will open
Seek and you will find
Ask and you'll be given
The key to this world of mine
I'll be waiting here
With my arms unfurled
Waiting just for you
Welcome to my world

Knock and the door will open
Seek and you will find
Ask and you'll be given
The key to this world of mine
I'll be waiting here
With my arms unfurled
Waiting just for you
Welcome to my world
Waiting just for you
Welcome to my world





Nah, ini video Anita Kerr yang aku dengar siang ini.


Komentar

  1. Bunda, saya mau memberi tahu bahwa bunda berhasil jadi pemenang giveaway saya.
    silakan cek email ya~
    Salam. :)
    http://gungrangga.blogspot.com/2014/02/pemenang-giveaway-understanding-love.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah... asyikkkkk... makasih ya

      Hapus
  2. Enak lagunya dan easy listening ya bun...
    waah selamat jadi juara ga nya rangga ya bun.

    BalasHapus
  3. aku gak tau lagunya mbak, dengerin dulu ah

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…