Langsung ke konten utama

Gambar Kartun yang Cantik

[Pernikahan] Alhamdulillah, hari ini aku dapat berita baik yaitu bahwa aku terpilih jadi salah satu pemenang di GA-nya Agung Rangga. Kalau ada yang mau tahu kenapa aku ikut GA ini, karna aku suka dengan iming-iming hadiahnya yang unik.

Yupe. Aguung Rangga ngasih tahu bahwa hadiahnya adalah dia akan membuatkan sebuah kartun "kita dan pasangan kita" yang sesuai dnegan karakter tulisan kita. Waaaa... aku langsung semangat ikut GA ini.


Aku naksir dengan tarikan garis kartunnya Agung Rangga. manis, lucu dan cantik aja.
Ini nih hadiah yang aku dapatkan dari kemenangan kali ini:

ini nih hasil pertimbangan kenapa aku menang: ...bagaimana caranya merawat tanaman cinta? Dengan selalu menghidupkan hal-hal kecil agar bisa terasa sesuatu yang luar biasa. Everything and everyday is Falling in Love time..."

Tips dari bunda Anita ini memang keren! Dan, oh my god! Ada banyak ilustrasi gambar yang dipajang di tulisan ini! Waaa, senang sekali saya melihat gambar-gambarnya bun~

Aku suka gambarnya.
Suka lihat tatapan mata penuh cinta si lelaki di sebelahku sementara aku lagi terpesona dengan tanaman cinta yang ada di hadapanku. Waaaaa..... bikin GR asli. Berarti suamiku cintrong berat ke aku ya (*norak emang pernyataan ini tapi... hehehe... aku suka aja).

Kata Anik Nuraeni, suamiku itu dari cerita-ceritaku terlihat sekali kalau dia ngemong aku banget. Padahal kalo kata aku sih: EMANG BENERRRRRR.

Akhirnya, aku langsung majang kartun yang aku menangkan ini sebagai timeline cover facebookku deh. Asyik kan.

Komentar

  1. unyu bangettt kartunnya :)
    semoga langgeng n berkah ya mba keluarganya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..bener banget kartunnya unyu banget ya

      Hapus
  2. Walahhh.. Adanamaku nih.hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa... aku suka aja baca komenmu yang itu. Jadi aku abadikan disini

      Hapus
  3. resep merawat cinta sama ya dgn resep yg saya pakai selama ini 23thn perkawinan.
    Selamat ya , mbak

    BalasHapus
  4. kartunnya cantik, aslinya juga cantik mbak. Selamat ya atas hadiahnya

    BalasHapus
  5. duh, baru baca nih bun... :'))
    hehe, senang bisa berbagi kebahagiaan lewat kartunnya~ :D

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…