Langsung ke konten utama

Road To Srikandi Blogger 2014 (part 1)

[Lifestyle] Ini adalah tulisan saya dalam rangka promosi diri sebagai salah satu finalis calon Srikandi Blogger 2014 di komunitas Kumpulan Emak2 Blogger
ini dia banner waktu tahun lalu saya terpilih jadi 50 finalis srikandi blogger 2013
Jujur saja mak, ini tahun kedua saya ikut ajang Srikandi Blogger. Tahun lalu (2013) saya juga mendaftar ajang pemilihan Srikandi Blogger 2013 dan juga masuk dalam finalis 50 besar Srikandi Blogger 2013. Tapi ya itu deh, hanya nyangkut di 50 besar saja. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan langkah saya untuk ikut mendaftar lagi tahun ini dan Alhamdulillah kembali ke posisi semula (*berharap ada peningkatan status kali ini... hehehe. Jika ternyata masih sama dengan tahun lalu, jangan bosan ya Mak jika tahun depan saya ikutan lagi. Saya memang tidak jera untuk berusaha mencoba meski tahu kapasitas saya tidak sehebat finalis yang lain).


Saya sendiri saat ini adalah seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang anak yang usianya terpaut cukup jauh satu sama lain. Anak sulung saya sudah berusia 19 tahun, dan anak kedua saya masih berusia 14 tahun. Sementara si bungsu hari ini tepat sedang berulang tahun yang ke 8 tahun (anak bungsu saya ini sering sekali saya ceritakan di status-status facebook saya sehingga kadang saya merasa dia lebih ngetop dan dirindukan orang2 ketimbang saya si pemilik akun facebook itu. Ini karena saya banyak belajar dari keceriaan dan ketulusan dia dalam berbagai hal. Eh... ralat deh mak, saya memang seorang ibu yang banyak belajar dari anak-anak saya dalam banyak hal. Dulu, sebelum ada facebook, saya begitu sering menulis tentang pergaulan saya dan anak-anak saya ini  hingga akhirnya tulisan saya itu dibukukan di buku berjudul "Cinta Bintang Kejora: Mengasah Nurani bersama Buah Hati" di tahun 2004 silam).
ini buku pertama yang aku tulis berdua dengan suamiku tahun 2004 silam

Suami saya seorang dosen, tepatnya seorang  Profesor di fakultas FISIP UI. Sejak menikah, saya dan suami sudah memiliki cita-cita untuk berbagi tugas dimana suami berkarir di pekerjaannya sedangkan saya mengurus anak-anak dan rumah tangga. Sejak menikah suami saya senang belajar di negeri orang dan saya mendampinginya dengan setia-ceria-sabar dan ikhlas. Itu sebabnya selama 20 tahun berumah tangga saya terbiasa untuk tidak menggunakan tenaga asisten rumah tangga. Karena mobilitas keluarga yang tinggi ini,  tanpa terasa telah mendidik saya untuk menjadi seorang perempuan yang mandiri dan serba bisa. Padahal, sebelum menikah saya terbiasa dilayani oleh pembantu di rumah loh mak; jangankan bekerja bebersihan rumah, memasak air saja saya tidak pernah di rumah orang tua saya dahulu. Keluarga kecil saya inilah yang pada akhirnya menjadi sumber dari inspirasi saya dalam menulis dan berpikir serta berpendapat dan bertindak.

Saya punya hobi mengumpulkan miniatur perahu mak. Koleksi miniatur perahu saya ada banyak sekali. Sudah satu rak sendiri di rumah. Mulai dari yang harganya murah hingga yang harganya tidak murah. Selain itu saya juga seorang ibu2 yang gemar bermain game, nonton drama korea, menjahit, menulis dan senang menemukan dan mengerjakan sesuatu yang baru. Yang terakhir ini yang membuat saya doyan ikut aneka lomba menulis-give away-kuis-kuis dan kompetisi menulis lainnya. Nah, itu sebabnya meski tahun lalu saya gugur di babak 50 besar,Srikandi Blogger 2013,  tahun ini saya tetap mencoba untuk kembali maju bertandiing. Semua karena: saya menikmati sebuah tantangan karena saya menganggap itu sebagai bagian dari proses belajar. (info gak penting: gara2 suka tantangan, maka saya juga ibu2 yang hobi main game digital).

Saya memang termasuk orang yang tidak malu untuk belajar. Sekaligus gemar belajar.  Di tahun 2012, saya pernah ikut kursus menggambar di sebuah tempat kursus. Waktu melakukan pendaftaran,  mbak2 di bagian pendaftarannya sempat bingung mak. Dikiranya saya ingin mendaftar untuk anak saya karena memang kelas  menggambar  itu ditujukan untuk anak usia 6 s.d 8 tahun. Emak pernah nonton film Kindergarten Cop dimana ada adegan Arnold Swazeneger duduk di bangku kecil dan dikelilingi oleh anak2 kecil?  Nah... Saya pernah mengalaminya. Saya duduk di bangku kecil dan mendapat meja kecil dan dikelilingi oleh teman-teman sekelas yang juga masih kecil-kecil. Semua karena saya ingin bisa  menggambar dengan benar (yang artinya harus belajar dari dasar sekali kan).  Alhamdulillah setelah 6 bulan belajar, akhirnya saya bisa menggambar.  Tidak sehebat Pelukis Maestro memang tapi lumayan deh.  Sekedar Little Little I Can deh.  Nah, jika mak2 mampir ke blog saya dan menjumpai ada goresan gambar, gambar itu  saya buat sendiri mak (*hehehe ini satu hal yang saya sesali di usia tua ini, 43 tahun, kenapa tidak melakukannya waktu usia muda dulu ya. Sungguh deh mak, belajar di usia segini itu bukan hal mudah). Tapi semangat saya tetap tinggi insya Allah. Bagi saya, menulis adalah ajang untuk menyebarkan kebaikan, membaca adalah tempat untuk memetik manfaat,  belajar adalah proses yang berlaku selamanya sedangkan  ngeblog serta nyetatus adalah kegiatan bersenang-senang yang tiada tara nikmatnya. 
ini contoh gambar hasil belajar gambar: potret diri



dan ini adalah contoh gambar kartun hasil belajar di kursus menggambar tersebut
Karena senang membaca, menulis, menemukan dan mengerjakan tantangan serta belajar inilah maka saat ini saya punya 4 buah blog. Ada blog yang merupakan personal blog yaitu www.adeanita.com.  lalu ada blog khusus berisi review yaitu catatanadeanita.blogspot.com, lalu blog khusus fashion yaitu suitforme.blogspot.com dan blog khusus fiksi yaitu fiksinyaadeanita.blogspot.com.  Alhamdulillah ke 4 blog ini saat ini aktif semua. Dulu, saya memang seorang kontributor sekaligus salah satu admin di website www.kafemuslimah.com, sejak tahun 2002 s.d 2012.  Ini sebuah website yang khusus diperuntukkan untuk perempuan, khususnya muslimah (meski tidak menolak yang non muslimah dan non perempuan), dengan pertimbangan bahwa internet bisa digunakan secara maksimal oleh banyak perempuan yang memerlukan teman atau wadah untuk berkomunikasi tanpa harus meninggalkan rumah dan pekerjaan mereka yang bejibun.  Sekarang, websitenya sudah ditutup mak, tapi hobi saya menulis tidak berhenti dengan ditutupnya website ini. Itu sebabnya saya aktif di 4 blog sekaligus eksis banget di facebook ("heheheh..peace ah, jadi malu. Eksis dan narsis itu beda-beda tipis ya mak.. hehehe).

Saya senang berada di dalam group KEB ini. Ada transfer ilmu dan berbagi pengalaman yang terasa hangat, ikhlas dan akrab. Dan saya senang bisa belajar banyak hal dari semua emak2 hebat yang ada di sini. Ketika awal bergabung dengan KEB bulan maret 2013, saya tuh asli gaptek parah banget untuk mengutak atik Blog. Jadi, mainnya Cuma di notes facebook aja. Tapi setelah bergabung dengan KEB, sedikit demi sedikit sindrom gapteknya terobati. Dan malah, si gaptek parah ini mulai menularkan kegemaran ngeblognya pada orang-orang di sekitarnya. Khususnya perempuan. Karena saya merasa, BLOG itu bisa memberi manfaat amat besar bagi kaum perempuan.  Pada perempuan-perempuan ini lalu saya pun merekomendasikan KEB sebagai salah satu  wadah komunitas mereka sebagai sesama Blogger.




KEB itu bahkan bukan hanya sebuah wadah untuk menampung emak-emak yang kreatif dan melek internet, tapi KEB juga menjadi penyalur bagi emak-emak untuk mengembangkan potensi yang emak-emak miliki seluas-luasnya. Jadi, tidak hanya sebatas internetan, kopi darat lalu kumpul-kumpul sambil ngopi-ngopi dan foto-foto saja. KEB juga punya program kepedulian.  Tahun ini, KEB Peduli juga punya perhatian terhadap para korban banjir mak. Ayo kita menyisihkan waktu, tenaga dan  sedikit harta untuk membantu sesama.


Komentar

  1. Blognya bagus warnanya mak....apa kr sy suka ungu ya...sy jg gaptek mak...jd blog sypun msh acak adul...tp gpp asal buatan sdri & bs menulis...dibangga2in sdri..hehe...selamat ya dah masuk 50 finalis....sy br ngeblog msh stgh tahunan mak....Semangat mak Ade...Semoga sukses!!

    BalasHapus
  2. Blognya bagus warnanya mak....apa kr sy suka ungu ya...sy jg gaptek mak...jd blog sypun msh acak adul...tp gpp asal buatan sdri & bs menulis...dibangga2in sdri..hehe...selamat ya dah masuk 50 finalis....sy br ngeblog msh stgh tahunan mak....Semangat mak Ade...Semoga sukses!!

    BalasHapus
  3. tahun lalu saya tahu ada SBI stelah publish 50 finalis,
    Alhamdulillah tahun ini bisa ikutan mendaftar walaupun lolos dengan sukses alias gak nyangkut dalam 50 finalis.

    Semoga sukses melaju ke babak final ya mbak:)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…