Langsung ke konten utama

Obrolan Remaja ABG

Ada dua hal sepertinya yang dimiliki oleh keluarga kecilku sebagai keluarga yang mengaku modern ini (prikitiw..hehehe; klaim ini kami akui karena:
1. Kami tinggal di perkotaan dan berusaha untuk menjadi keluarga yang mandiri. Yaitu tidak memakai jasa pembantu rumah tangga atau ART tapi berusaha untuk mengerjakan segala sesuatunya secara mandiri, berbagi tugas dan berusaha untuk bertanggung jawab atas tugas tersebut.
2. Memanfaatkan kemajuan teknologi untuk sesuatu yang tepat guna.
3. Rajin menabung dan sadar terhadap keinginan di masa depan.
4. Menjalankan pola hubungan yang terbuka satu sama lain dan berusaha untuk demokratis.).


Nah.. dua hal yang tampaknya harus kami miliki itu adalah:
1. Kunci serep rumah (masing2 orang kecuali yang masih di bawah usia 10 tahun harus memegang kunci sendiri2. Dan itu artinya ada tanggung jawab. Juga menghindari kondisi satu dengan yang lain jadi saling tergantung lalu merasa terbebani).
2. Handphone. (Nah.. yang satu ini lebih untuk komunikasi.  Harga dan fiturnya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan serta keamanan masing2 tentu saja).
Ngomong 2 soal handphone sebagai alat komunikasi, kami membuat sebuah group keluarga di whats app. Ini sekali lagi dalam rangka memanfaatkan teknologi tepat guna. Whats app itu bisa memanfaatkan wifi. Jadi tidak tergantung pada pulsa. Dengan begitu jika salah satu kehabisa pulsa tetap bisa kontak insya Allah karena ada aplikasi ini. Tinggal nyari spot wifi gratis yang biasanya terdapat di mall2 atau kantor atau sekolah.
Kemarin, ketika putriku selesai les dan minta dijemput, aku minta tolong putra sulungku untuk menjemput adiknya. Dulu waktu mereka berdua masih kecil-kecil, hubungan keduanya sering seperti anjing ketemu kucing. Rame dengan ledekan dan bercanda dan kadang candaannya bikin salah satu nangis. Hehehehe... namanya juga anak2 ya. Putraku itu beda usianya dengan putriku 5 tahun jadi putraku suka jailin adiknya. Dan adiknya kebetulan agak manja. Mungkin karena yang satu cowok yang lain cewek ya. Hahahaha... nah.. setelah mereka sama2 remaja gini (kakaknya 19 tahun, adiknya 14 tahun) eh.. mereka akrab sendiri (adiknya malah suka cerita bahwa teman2nya ada yang naksir sama kakaknya itu...hahaha...dasar remaja).

Nah.. ini salah satu obrolan selama adegan penjemputan si adik di whats app. Lucu deh. Aku senyum senyum sendiri membacanya.

Komentar

  1. saya jg punya group wa 'familia', tp kami memang jauhan semua sih tinggalnya. ternyata lucu juga ya baca chat wa group keluarga ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.... iyaaa... lucu-lucu... bahkan meski kami serumah sekalipun

      Hapus
  2. Bener banget mbak, aku kepengen nyontoh konsep keluarganya Mbak Ade. Kalau anak2u udah gede sebisa mungkin gak pake jasa pembantu. Anak2 harus dilatih mandiri sejak dini. Gak boleh kayak emaknya ini, mbak... sampe kelas 6 masih disuapin si embak (malu banget kalau inget ini sekarang). Sekarang senang banget, anakku 2,5 tahun udah luwes makan sendiri (kecuali klo makannya lagi susah, haha)

    BalasHapus
  3. Good for you mom. Iya... di masa depan sepertinya kita akan mengalami juga gaji art yg kelewat mahal jadi rumah tangga tanpa art itu gal yg lumrah. Siap2 sedari sekarang gak salah kok.

    BalasHapus
  4. hihihi lucu. anakku baru yg paling gede (kls 2 SMP) dikasih hp, adek2nya ntar2 dulu. Kebayang nnti kl udh punya grup WA keluarga, lucu juga gak ya ...hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. lucuuuuu.... karena bahasa tulisan itu ajaib banget

      Hapus
  5. Petingnya komunikasi ya Jeng,ap[alagi jaman sekarang yang serba sibuk
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…