Langsung ke konten utama

Edward Cullen KW

Pagi ini ada banyak banget notification di twitterku. Ternyata, semalam ketika kepalaku pusing dan perutku kembung dan mual, ada pengumuman bahwa aku masuk ke 50 besar calon srikandi blogger 2014.
Senang? Pasti senang. Alhamdulillah meski senangnya rasanya gimana gitu. hehehe.. ini kali kedua aku masuk jadi finalis. Tahun lalu aku mencoba untuk ikut tapi cuma nyangkut di 50 besar ini saja. Jadilah tahun ini aku ikut daftar lagi, ikut meramaikan tanpa target apa-apa. Alhamdulillah masuk lagi di 50 besar. Ke depannya gimana ya... liat saja nanti.


Tapi tak urung twitter-ku rame dengan ucapan selamat. Alhamdulillah senang lihatnya. Ada sih beberapa ucapan yang terdengar sedikit sinis (hahahahaha, gimana gak sinis kalau tahun lalu semua sudah tahu aku cuma nyangkut di 50 besar saja.. hahahaha).. Tapi gak papah, tetap semangat kok. Aku menikmati semua proses dan apapun yang terjadi tidak akan mengurangi kegemaranku nge-blog insya Allah.

Nah... setelah sibuk membalas ucapan selamat tersebut, tiba-tiba ada akun twitter dari Edward Culler yang mengaku "jadi follow aku" dan minta agar aku "foll back".

uhuk. uhuk. uhuk.
Aku agak-agak GR gimana gitu pas lihat timeline akun si EdwardCullen-ID ini. hahahaha. "Gilaa... artis kok jadi ngikutin guaa...?"... Tapi, sambil senyum-senyum semanis tebu, aku jadi baca-baca profiile dia dan akhirnya... hahahahaha.. ketawa geli sendiri.
Ternyata dia bukan Edward Cullen yang sesungguhnya.
Tapi cuma akun salah satu penggemar Edward Cullen saja.
Fiuh
hahahaha




heheheheh.... dasarrrrrrrrrrrrrrrrrr
Makanya jangan buru-buru GR sebelum cek dan ricek

Komentar

  1. Uwaaa selamat makk.....ikut senang.kpn mkn2 nih hehehe

    BalasHapus
  2. Selamat ya mbak, ternyata kita sama penggemar edward cullen juga ya. Mbak Ade maaf ya aku baru bisa mampir sekarang, nanti aku balik lagi baca-baca postingan yang tertinggal

    BalasHapus
  3. Follow akunku lebih pasti Jeng he he he
    Selamat masuk 50 Besar SB 2014
    Sukses selalu
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  4. Kalau follow aku, dijamin asli mak, bukan abal-abal atau ngaku-ngaku seleb.Cuman masalahna, aku bukan seleb. Aku cuma blogger biasa hehehe... Semangat mak. Abaikan komen-komen sinis itu. Sinis tanda tak mampu!

    BalasHapus
  5. haha... jd susah ni bedain cullen asli ama yg kw nya mba..

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…