badge

Kamis, 28 November 2013

Kala Diam Tak Selamanya Emas

(catatan ketika sakit): Ketika akhirnya asuransi kesehatan diganti dengan asuransi kesehatan yang lain dimana standar berobatnya lebih ribet dan banyak merogoh duit dari dompet pribadi, aku kian merasa bahwa biaya berobat itu mahal sekali. Dan tanggapan dokter keluargaku adalah:

"Yaaa... protes dong ke kantor suamimu. Jangan mau lagi pake sistem asuransi kesehatan seperti ini."

Lalu dokterku cerita bhw pihak dokter sendiri, sebenarnya diperah dengan adanya kebijakan layanan kesehatan utk orang miskin. Dengan bayaran yang sangat kecil, 1 orang dokter bisa melayani hingga lebih dari 50 orang dalam sehari. Benar-benar pekerjaan pengabdian. Dan itu masih dituntut dengan keinginan pasien yang bermacam-macam.

Seorang saudara saya, dia seharusnya pensiun tahun ini. Tapi, ternyata rekan sejawatnya tidak ada yang bersedia menggantikan posisi dia sebagai dokter di rumah sakit pemerintah karena tidak tahan dengan  tekanan yang harus diterima: gaji kecil, waktu kerja yang membelit, tuntutan pasien yang banyak, minim fasilitas.

Tapi, tentu saja kita tidak menutup mata dari kenyataan adanya dokter yang memasang tarif amat tinggi pada pasien. Tapi... hei... biar bagaimanapun dalam hal ini pasien bisa memilih kok. Jadi kasus yang ini tidak akan aku bahas. Aku lebih menitik beratkan pada pengabdian para dokter yang tidak ada pilihan lain selain: mengabdi atas nama kemanusiaan.
Aku menaruh simpati pada mereka.
Itu sebabnya aku mendukung jika mereka ingin demo dengan cara mogok kerja kemarin. Toh cuma sehari dan tidak seluruh dokter ikut demo. Ada yang tetap berjaga di rumah sakit kok. Dan menurutku, dokter yang berjaga di rumah sakit itu memang menerima pasien yang tidak bisa ditunda kedatangannya dan harus segera ditangani. Sedangkan pasien yang datang dengan perjanjian atau kontrol biasa, aku pikir sih bukan kasus emergency jika digeser satu hari berobatnya.

Itu pendapatku. Pendapatku tentu saja berbeda dengan pendapat orang lain. Dan berikut ini, adalah sebuah diskusi yang seruuuuu... tentang protes dokter yang ternyata menimbulkan kecemburuan dari profesi lain. Kebetulan, di facebook kemarin ketika berlangsung hari dimana dokter seluruh Indonesia mogok tidak memberikan pelayanan pada pasien selama 1 hari (mogok para dokter), ternyata cukup ramai tanggapan banyak orang. Nah... aku merekamnya, karena kebetulan ada yang seru, mancing emosi tapi juga ada yang mancing rasa tawa.




Tanggapan untuk mogok ini adalah sbb (untuk alasan menghargai privacy orang lain maka semua nama aku hilangkan pada komen2 ini):

- Tetap semangat .....aku dukung usaha kalian.
 - Selamat berjuang sahabat....
 - Makanya jadi dokter jangan kelewat komersil kali........gak ada duit sorrylah gak kita obati....
- Apapun itu permasalahannya, semua butuh kebijaksanaan dan kedewasaan penyelesaian. Pasti harus ada bedanya antara tindakan, tuntutan, ketidak puasan dan penyelesaian. Semua ada jalur hukumnya. sayang bila Para Dokter sampai demo, meski hanya sehari saja. Bagaimana bila orang sakit yg harus segera ditangani itu meninggal karna Dokternya lagi demo? Siapa yang salah? entahlah... Kemanusiaan memang sering tersakiti... Tapi itu adalah nilai perjuangan... Kenapa selalu ada sumpah jabatan atau bahkan nilai profesionalisme yang harus kita junjung tinggi... Entahlah....
  - Mxxxx saya rasa kalau anda jualan permen aja ada org gak bayar..anda kejar pake golok..makanya jng mw jd org miskin.
 - tanggapannya si Mxxxx: AxxxYxxx  : buka praktek pake judul " hanya menerima pasien kaya dan berduit" .....gitu aza lho kok repot....wkwkwkwkwkwk
Siapa sih orang di dunia ini mau miskin, anda nyadar lho kalo masih hidup di dunia, kalo anda sakit baru kena batunya
 - Bxxx apakah Dokter itu kebal hukum to dok??? Banyak kasus juga dokter nyambi sana nyambi sini dan waktu dengan pasiesn sangat amat terbatas, makanya banyak pasien yang terlantar atau kurang tertangani dengan baik bukan???
 - Mxxxx dan Bxxxx: hak dokter utk menerima jaminan hukum saat bekerja, jika sdh sesuai dgn standart operasional, dan pasien meninggal, apa dokter harus dituntut? .Dokter bukan Tuhan toh?
Sbg contoh saja, bisakah menuntut pengacara yg membuat kalian kalah di pengadilan?
Semoga seluruh keluarga besar kalian sehat semua, dan tak perlu berurusan dg dokter di Indonesia
 - Bxxx: tahukah kenapa dokter berputar2 tempat kerja spt gasing? Tdk seperti di luar negeri bukan ?
Ya, krn di luar negeri, dgn jadi dpkter pegawai negeri saja, sdh terjamin seluruh kesejahteraan hidupnya.
Yg perlu dituntut itu adalah, pemerintah, yg mengalokasikan dana utk kesehatan yg kurang dr 2,5 % dr APBN, padahal utk mendapat layanan kesehatan yg layak, seharusnya dana kesehatan sebesar minimal 5 % dr APBN.
Apa yg mau diharapkan, dr dana kesehatan yg sedemikian kecil?
Kita tunggu kelanjutannya di BPJS 2014 yg belum jelas juntrungannya!
 - anda tidak bisa mengatakan dokter kebal hukum dengan berdalih urusan tuhan, kalu anda salah dalam bekerja anda harus siap menanggung resiko hukum.itu juga berlaku untuk semua profesi.saya juga insinyur kalau salah mendesain dan mengakibatkan orang celaka saya tak bisa berdalih nyawa kan urusan tuhan, maka sayapun siap dipenjara.anda harus gentle dong, jangan cengeng.kalau anda memang profesional siaplah menanggung resiko hukum.
 - Beda pendapat itu wajar dan sehat tp komentar2 yg emotip dan tanpa kemauan memahami duduk persoalan yg sebenar hanya mengkusutkan persoalan.Sinyalemen2 tanpa didukung data dan faktaitu serba atau cenderung "bias".
 - Siapa yg cengeng? Coba ikuti dulu kasus dr Ayu SpOG, sdh dibebaskan murni dr Pengadilan Negeri Menado, kenapa masih bisa dihukum bersalah ?
Kalo kasus sdh ditangani sesuai standard operasi, dan hasil tdk sesuai spt yg diharapkan, dlm hal ini dokter tdk bisa dituntut.
Siapa yg minta kebal hukum ? Apa ada orang yg kebal hukum? Selain pejabat-pejabat politik?
 - Kalau menurut saya, membuat aksi solidaritas boleh-boleh saja. Tapi tetap jangan meninggalkan pekerjaan dong ... kalau lantas pekerjaan ini dijadikan semacam bargaining position untuk memenangkan sebuah tuntutan ... waaaa .. sudah menjadi rezeki dan resikonya, sebuah profesi itu dijalani .. namun hendaknya menghadapi resiko yang ada janganlah memperbesar lagi perspektif resiko lainnya ... persoalan hukum jika ini dianggap pelik, mestinya dilakukan dengan pembelaan hukum ... dan boleh saja berdemo seperti demo buruh atau demo mahasiswa , tapi mohon jangan meninggalkan pos pekerjaan yang vital menurut saya sebagai elemen atau tiang kehidupan ... dokter itu penyembuh, semestinya punya jiwa yang teduh .. dan boleh tooh .. karena memang besar jasanya kepada kehidupan, maka para dokter pun memiliki status sosial dan kemapanan yang di atas rata-rata ..
 - Masih juga anda mengelak hukum berpegangan pada standar operasi biar tahu ya, saya misalkan desainnya sudah standar operasi tetapi tetap juga orang celaka maka saya pun harus siap dipenjara dan dipecat.jadi kenapa anda masih ngotot nina karmila?
 - Tidak semua tindakan Dokter itu bisa menyelamatkan nyawa orang ( walaupun sudah mengikuti prosedur yg benar ), tapi jangan " kriminalisasi Dokter "...sy. setuju tindakan para Dokter,....semangat..!!!!!!
 - Rakyat ini sudah terlalu manja dng smua pelayanan gratis..murah yg di janjikan pemerintah..citranya manis tp memeras tenaga kesehatan dng gaji murah..jng salah kan nakes memberi pelayanan tak paripurna dng gaji 2000 perak..pasien tdak selamat lnsung di penjara..kalau takut celaka berobat aja keluar negri..apa situ mampu? Kalau sy sakit..ya pasti teman2 sy yg obati..kalau mati jg..ya sdah waktu saya menghadapnya..gt aja gak pke repot..
 - dokter, insinyur ataupun siapapun selama masih manusia, bisanya cuma berusaha sebaikmingkin, hasilnya hanya Alloh yang menentukan,....... Setuju??????
 - Buat kawan-kawan Dokter....Khan sudah ditangani secara hukum dan hukum ada aturan mainnya, coba bermainlah di ranah hukum, kalo meninggalkan pasien artinya tidak bertanggung jawab...
 - Berdebat wajar tp stick to the issue
 - Mmg debat kusir bicara sma org gak ngerti masalah..cape deeh..
 - Ya makanya jangan pake emosi...lihat permasalahannya, karena yang banyak dikomplain masyarakat adalah para dokter menelantarkan pasien karena demo seharian...khan IDI punya kuasa hukum jadi gak perlu takut para dokter untuk bekerja....kalo bener khan gak mungkin dikomplain...
 - Kalau memang itu saya rasa benar dan bisa saya cerna dengan baik dengan nalar saya, ya, dengan senang hati saya ikut demo .. sebagaimana dulu ikut membela Prita, ibu yang lemah dan dipenjarakan ... karena demi kebaikan, bukankah semuanya ingin demi kebaikan ..
 - Setiap orang yang terikat pada hubungan kerja sebagai sumber penghasilan apapun tingkat status sosialnya pada hakekatnya adalah BURUH. Dan buruh dimanapun punya kebebasan untuk protes bahkan mogok.
 Keputusan untuk protes oleh kelompok apapun pasti sudah lewat pertimbangan yg tidak sembarangan. Dan lepas kita setuju atau tidak pada protes2 mereka, kita harus menghormati hak mereka untuk protes maupun mogok. Sebab tanpa hak ini BURUH tak akan ada bedanya dengan budak. Dan budak adalah mereka yg menjadi korban perampasan hak dan kemerdekaan
 - Hak juga bagi masyarakat untuk memberi penilaian dan saran, mas Waluya Dimas ... hanya karena masyarakat percaya kepada dokter sebagai agen penyembuhnya, maka janganlah lantas dokter juga egois menempatkan dirinya ... kalau saja kebaikan yang menjadi tujuan bersama, kalaulah memang proses hukum macet misalnya, maka biar pula masyarakat ikut memberi penilaian dan lalu ikut berjuang membela para dokter ... bukankah hidup yang baik saling tolong-menolong ... jika ada yang susah dan terkena dilema penindasan, bukankah dengan gotong royong bisa saja menjadi harapan ... tapi dengan konsep SEHARI TANPA DOKTER nurani saya kok jadi ikut TERLUKA ...
 - Saya tidak mau menggurui siapa saja. Dan ini menyimpang dari ISSUE pokok Status Bu Dokter Nina Karmila. Sejauh pengalam saya sebagai demostran, Demonstasi adalah menamilkan HIGH LIGHT persoalan untuk membuat siapa terofokus pada masaalah, Dan tentu saja dalam menjalankan protes Dokter2 tidak akan menterlatarkan pasien yang "CRITICAL" atau dalam situasi " EMERGENCY". Untuk ini pasti ada plan untuk menolong pasien, Sedang hal2 yang elektip tidak ada pengaruh fatal bila ditunda. 
 - Numpang lewat. ^ ^)v
 Yang saya heran, kok komentarnya mbak Dedet Erawati dan mas Dwi Klik Santosa juga mas joko prayitno yang memberikan solusi elegan kok gak ditanggapi yah.?
 .
 Btw, sebagai penghangat suasana.
 Demi Allah, saya bersumpah bahwa :
 Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan;
Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya;
Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang berhormat dan bermoral tinggi, sesuai dengan martabat pekerjaan saya;
 Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan;
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter;
Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran;
Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin diperlakukan;
Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian, atau kedudukan sosial;
Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan;
Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;
 Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.
 *lanjuuttt...
 - Di bawah ini adalah kronologi hukum medis yg membuat saya tak habis pikir melihat para dokter membabi buta demo membela temannya yg jelas2 bersalah :
Kronologi singkat
Peristiwa berawal ketika dokter Ayu cs melakukan operasi sesar terhadap Julia Faransiska Makatey (Siska) di
RS Prof. Dr. RD Kandou Manado. Siska saat itu dibius total. Dokter Ayu kemudian mengiris dinding perut lapis
demi lapis sampai rahimnya, untuk kemudian mengangkat bayi yang dikandungnya.
Setelah bayi diangkat, rahim Siska kemudian dijahit sampai tidak ada pendarahan. Selanjutnya, dilakukan
penjahitan terhadap dinding perut. Dalam operasi itu, dokter Ayu dibantu dokter Hendry sebagai asisten
operator I dan dokter Hendy sebagai asisten operator II. Mereka berdua bertugas membantu memperjelas area
pembedahan yang dilakukan dokter Ayu.
Sebelum operasi dilakukan, dalam catatan MA, ketiga dokter itu tidak pernah menyampaikan kepada keluarga
Siska tentang berbagai kemungkinan terburuk, termasuk kematian. Dokter Ayu cs juga disebut melakukan
pemeriksaan penunjang – pemeriksaan jantung dan foto rontgen dada – setelah dilakukan pembedahan. MA
menyatakan, seharusnya prosedur itu dilakukan sebelum proses pembedahan.
Usai memeriksa jantung Siska, dokter Ayu kemudian melaporkan kepada konsultan jaga bagian kebidanan di
RS tersebut, Najoan, bahwa nadi korban 180 kali per menit. Dokter Ayu juga mengatakan hasil pemeriksaan
denyut jantung sangat cepat. Namun Najoan menyatakan bukan denyut jantung yang cepat, melainkan
kelainan irama jantung atau fibrilasi.
Dokter lain yang menjadi saksi, dokter Hermanus, mengatakan tekanan darah Siska sebelum dibius agak tinggi,
yakni 160/70. Dalam kondisi tersebut, pada prinsipnya pembedahan dapat dilakukan, namun dengan anestesi
risiko tinggi.
Sementara berdasarkan hasil rekam medis yang dibacakan saksi Dokter Erwin Gidion Kristanto SH Sp F, saat
Siska masuk RS, kondisinya lemah dan punya penyakit berat. Berdasarkan uraian para saksi itulah MA
memutuskan dokter Ayu cs “lalai dalam menangani korban saat masih hidup dan ketika pelaksanaan operasi,
sehingga korban mengalami emboli udara yang masuk ke dalam bilik kanan jantung.”
Emboli udara itu menghambat darah masuk ke paru-paru hingga mengakibatkan kegagalan fungsi paru dan
jantung. Akibatnya, Siska pun menunggal dunia. (umi)
 - Di mna pak insinyur gak habis pikirnya pak? Orang yg lagi asik korek kuping aja bisa mati..apa lg yg lagi operasi..atau pasca operasi..bapak tau gak emboli itu apa? Penyebab emboli pd kasus ini dr mna? Kalau sy jd bpak..sy akan pikir2 dlu berkomentar di ranah yg tidak sy kuasai..dp sy terkihat bodoh dan mempermalukan diri saya sendiri..tks oyaa..ini kasus darurat yah..buktinya bayi korban masih hidup..itu artinya dokter sdh bekerja dbg benar..
 - jangan emosionil, tulisan itu saya copas dari pemberitaan Mahkamah Agung yg jelas merupakan pengadilan tertinggi dinegara ini.Mahkamah Agung tentu saja mempekerjakan orang yg jauh lebih ahli dari anda sebagai penyidik medis.Jadi kesimpulannya kalau anda tidak setuju dengan vonis MA berarti anda turut menghina kecerdasan hakim2 MA .semoga anda sadar dan memperbaiki cara berpikir anda
 - Bapak copas ngerti gak apa yg bapak copas..? Sy perdebatkan pun bapak gak akan nyambung..yg tdk setuju dng keputusan MA itu semua dokter..justru krn kami pintar makanya kami tau ada yg janggal..capee dee
 - ini perdebatan yang baik setelah semua unek2 dikeluarkan, maka yang mengendap yang baik2, yang tersisa yang senyatanya, inilah hidup, bagi mereka yang berfikir
 - Yg salah sistem yg menaungi kita kan bun tapi gak jarang kita yg kena imbasnya, n org lain gak tahu itu.
Anggaran APBN utk kesehatan ini kecil, itupun tak terpenuhi tapi kita smw dituntut memberikan sesuatu yg maksimal.
Tuhan lah itu yang tahu bun..
 - takkan ada yg berubah, selama kita tak berjuang untuk adanya perubahan. Keep spirit boy. Diam, tak selamanya emas.
 - Mempertanyakan keputusan Pengadilan tidaklah berarti "menghina". Apalagi dengan adanya pandangan2 dan kejadian bahwa keputusan pengadilan bisa mengundang keraguan. Salah satu contoh adalah kasus M. Akil yang dikomentari "pejabat" bhw Akil sedang APES tertangkap, karena banyak orang lain yang "melakukan"
 Pengadilan sadalah tempat mencari"KEADILAN", tak sekedar menentukan " salah/benar " secara hitam putih, dengan pendekatan secara "humane". Dan karena itulah nama BUI atau PENJARA diganti menjadi LEMBAGA RAHABILITASI KEMASYARATAN (seingat saya). Mereka yang kena dan menjalani sanksi hukum, melalui proses Rehabilitasi ini diharapkan akan bisa kembali berpartisipasi secara aktip lagi dalam kehidupan bermasyarakat.
 Dalam menemukan salah/benar, ada kadar tingkat yang berbeda dari yang tegas tingkat kejahatan yang sengaja untuk mengeruk keuntungan dan ada yang terjadi bukan karena sengajaan atau "profitable" untuk pelanggar.
 Dalam hal ini ada sanksi2 yang berbeda atas tindak kejahatan (KRIMINAL) dan untuk yang bukan karena unsur kejahatan. Dalam kasus "non criminal" mungkin saja menyangkut keteledoran yang tak sengaja harus dipertimbangan factor2 ketidak sengajaan mungkin saja terjadi karena keadaan itu petugas sudah capai karena jadwal kerja, harus cepat mengambil keputusan dalam keadaan kritis. atau sedang menghadapi persoalan yang bisa dilematik., sehingga terjadi " over sight"
 Untuk masaalah non kriminal ini biasanya yang menyangkut segi2 praktek profesional yang tak mendapatkan "keuntungan" dengan "pelangaran atau kesalahan" yang dilakukan ada banyak sanksi yang cocok dan efektip seperti antara lain: 1. Dapat peringatan keras agar tak melakukan keteledoran lagi. 2"Good behavior bond" ini ditentukan bila dalam jangka waktu tertentu melakukan kesalahan lagi akan mendapatkan"hukuman". 3. Untuk sementara waktu hanya boleh tetap menjalankan tugas dibawah "supervision" untuk meningkatkan kompetensi. 4. Dicabut ijin kerja dalam bidangnya.
 Bukankanlah tidak mustahil dibalik keputusan Hakim ada pesan yang tersimpan seperti dalam kasus Angie yang dihukum 12 tahun sebagai peringatan agar jangan ada yang berani berbuat seperti Angie. Mungkin juga bisa sebagai usaha membangun citra bahwa keputusan pengadilan memang adil dan masyarakat harus percaya.
 Lepas dari hal2 yang di atas Protes Dokter untuk solidaritas decriminalization Dokter Ayu adalah legitimate protes dan tak pantas untuk dicibirkan. Kenapa ? Bila saja Dokter2 dalam menjalankan tugas selalu dibayangi trauma ancaman menjadi kriminal, maka dampak dalam kehidupan masyarakat akan sangat merugikan buat kita semua.
 - Buat kita orng awam yg tdk berprofesi kedokteran hidup dn matinya bukan ditangan mereka ttp bila kita lihat dr pokok permasalahannya emboli udara yg masuk kejantung itu adalah bukan perbuatan yg disengaja sehingga pasiennya meninggal dn setiap operasi kan ada rekam medik nya itu yg menjadi bukti selama berlangsungnya operasi. Jika para dokter melakukan aksi demon sehari adalah sah2aja dn itu hak mereka dn jgnlah diskriminalisasi profesi mereka. Km mendukung....
 - Terima kasih atas dukungannya dan pemahaman akan persoalan yg dihadapi dokter-dokter dlm menjalankan tugasnya mbak Fransiska Dachi, mas Waluya Dimas.
Dan salah satu butir sumpah Hipocrates, adalah, memperlakukan sejawatmu seperti saudara kandungmu.
 - tu insinyur ngotot biaren ajee, emang dipikirin...kt jg ngotot dgn pendirian kt krn kt yg memahami lebih mendalam realitas medis d lapangan.
G tau dia bahwa dapat dilakukan operasi emeregensi dengan TD sesaat mau operasi hampir 200 mmhg ,tp operasi tetap dilakukan dan tekanan darah diturunkan saat operasi dipersiapkan sampai berjalannya proses operasi..
emboli paru itu munculnya bisa kapan saja dan tiba2, tidak terduga ,bisa saja saat operasi sedang dilakukan atau setelah operasi...
Ni insinyur hebat banget mgkin..bisa ngeramal gempa bumi kapan datangnya.
 - Mereka g paham kk yg mana efek samping, komplikasi dan unpreventable death..foto, EKG, tes darah dapat berubah cepat dalam kasus perburukan yg tiba2 dan dapat diulang dalam interval waktu yg singkat sehingga post operasi bs lg dilakukan..
dasar sableng...tp opini dari orang yg jg merasa uda tau banyak (pikirnya), biarin ajeee.



Panjang ya diskusinya....ternyata, di tempat lain mogok para dokter ini memicu tanggapan dari profesi lain:



Jomblo terus menerus di-bully kenthirpedia. Ayo jomblo, mogoklah biar kenthirpedia kehabisan bahan...
-  banyak profesi di Indonesia yg kurang dihargai.. termasuk salah satunya jg Apoteker... padahal sekolahnya mati2an 5 tahun.. tp kurang dihargai dan hanya dikenal sbg "dodolan obat"
guru juga human, kak. ingin punya rumah yang didesain arsitek dan tidak membayarnya dengan pecel lele. 

hahahha.... lucu deh, jadi melebar dan keluar dari konteks tujuan demo yang elegan.



Minggu, 24 November 2013

Cara Menghubungkan Facebook Dengan Twitter

Seorang teman semalam mengirimkan sebuah pertanyaan di timeline facebook, yaitu bagaimana caranya mengatur ulang hubungan yang sudah dia buat antara twitter dan facebook. Kebetulan aku sedang di jalan waktu itu jadi aku hanya menjawabnya dengan singkat: cari di seting. Jawaban ini sebenarnya jawaban yang menyebalkan. Aku tahu, pasti temanku itu sebal karna aku sendiri gak suka kalau sudah tanya serius tapi cuma dijawab dengan jawaban "cari di settingannya".

Nah. Untuk mengobati rasa bersalahku, aku akhirnya bikin tulisan ini. Semoga bukan cuma temanku itu saja yang bisa terbantu tapi juga teman-teman lain yang barangkali punya masalah yang sama.

Cara menghubungkan akun Facebook dengan Twitter itu adalah sebagai berikut:

1. Dimulai dengan membuka timeline facebook kita tentunya. Nah, di pojokan atas kan ada tanda seperti " * " disana, nah, coba diklik. Nanti kan turun tuh pilihan, pilih deh Privacy Setting.



2. Setelah itu, pilih Followers. Setelah pilih Followers, maka akan muncul piihan berikutnya, pilih yang twitter.

3. Jika sudah dipilih twitter, maka akan muncul pilihan berikutnya. yaitu pengaturan apa saja yang ingin dipublish di twitter. Nah, jika punya fans page, itu juga bisa dihubungin dengan Twitter loh.




Nah... demikianlah. Semoga bisa membantu ya. Maaf kemarin asli aku lagi di jalan jadi nggak bisa bantu banyak.

Sabtu, 23 November 2013

Bagaimana Cara Mengetahui JIka Kita Hamil?

Coba ingat-ingat, kapan pertama kali kita mau tahu sebenarnya gimana sih seorang perempuan itu tahu bahwa dirinya sedang hamil?

Segera setelah dia menikah? Itu sih karena memang mengharapkan diri sendiri segera hamil setelah menikah. Atau pada mereka yang belum mau punya anak, maka pasti deg degan untuk mengetahui apakah kita hamil atau tidak jika tiba-tiba si tamu bulanan yang rutin datang tiba-tiba tidak datang.
Hmm.
Jika begitu, lebih baik kemungkinan di atas dicoret saja. Karena itu pasti ya rasa mau taunya muncul.

Di usia yang lebih muda deh. Kapan rasa ingin tahu itu muncul?
Aku sendiri sebenarnya nggak ingat.
Hingga tiba-tiba anak bungsuku yang baru berusia 7 tahun tiba-tiba menanyakan hal itu ketika kami sedang duduk bersama mengelilingi meja makan bundar.

"Bu, gimana kita caranya perempuan tahu bahwa dia lagi hamil?"

Agak kaget juga sebenarnya dengan pertanyaan ajaib ini. Mau dijawab serius, dia baru berusia 7 tahun. Nggak dijawab serius, nanti dia penasaran dan malah dapat informasi yang salah dari pihak lain. Jadilah aku ngobrol sama putri bungsuku ini.

"Perempuan hamil itu, bisa tahu kalau dia hamil biasanya... dia ngerasa mual dan mau muntah melulu bawaannya. Nih... kamu pernah nggak udah makan kenyang nih, terus perut kamu kan terasa penuh tuh. Pernah nggak?"

Putriku mengangguk (dan percaya padaku, wajahnya amat serius menyimak)
"Nah, kalau perut sudah kenyang dan terasa penuh, terus kamu disuruh makan lagi, minum lagi, apa yang kamu rasain?"

"Ihh,, aku pasti mual dan mau muntah. Malahan, aku muntah kali karena udah nggak muat lagi perutku."

"Nah.. begitu juga kondisi perut orang yang lagi hamil. Jadi, perut kita kan cuma segini, terus tiba-tiba ada tambahan bayi di sana, dan bayinya itu butuh tempat kan... jadilah dia harus berbagi tempat dengan makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut kita. Akhirnya, jadi terasa mual dan mau muntah terus deh bawaannya."

diambil dari sini gambarnya
"Oh... pantasan orang yang lagi hamil suka mau muntah gitu ya."
"Iya... tapi, bukan berarti karena dia mual dan muntah melulu jadi nggak makan. Dia harus terus makan. Karena makanan pertama yang masuk ke mulutnya itu, pasti diserap sama bayi di perutnya. Terus buat dia sendiri  apa? Kalau dia makannya sedikit atau diet gitu, maka dia nggak kebagian makanan. Jadilah, orang hamil itu suka pusing dan lemes mau tidur mulu bawaannya. Karena dia kurang asupan sebenanrya. Makanya biar nggak pusing dan lemes dan ngantuk dia harus tetap makan dan juga minum vitamin."

"Oh.. pantas banyak ibu-ibu hamil yang suka pusing dan lemes."

"Iya.. yang terakhir, bisa dicek pipisnya. Kandungan air pipis itu kan macam-macam. Nah, salah satunya itu ada yang ngasih tahu bahwa ada kehidupan lain di perut kita ya lewat air pipis itu. Makanya untuk mastiin dia hamil apa nggak biasanya perempuan suka ngecek air pipisnya pake alat tertentu."

"Oh... iya, aku pernah lihat perempuan yang nampung air pipisnya terus dicelupin alat. Itu buat tahu dia hamil atau tidak ternyata."

"Iya... bener. Sudah jelas, atau masih ada yang mau ditanyain lagi?"
"Udah, cukup. Aku ngerti sekarang."



(alhamdulillah... ternyata nggak terlalu sulit menjawab pertanyaan anak kecil yang satu ini).

Minggu, 17 November 2013

6 Model Atasan Wanita Yang Melangsingkan

[Lifestyle] Berat badanku itu sebenarnya sama sekali tidak bisa dimasukkan ke dalam kelompok perempuan berbadan langsing. Jadi, bukan kepala 5 apalagi kepala 4. Pokoknya, kelas berat deh. Dulu sempat minder sebenarnya. Dan berusaha keras untuk menurunkan berat badan dengan olahraga dan diet makanan. Tapi akunya malah jadi jatuh sakit karenanya. Jadi, suamiku hanya berpesan:

Model Meja Mesin Jahit Idamanku

[Lilfestyle] Pagi ini, aku kembali menyelesaikan tulisan calon novelku yang belum juga selesai-selesai. Fiuh (ngelap keringat). Hari masih pagi ketika aku bingung sebenarnya nama kepala tempat tidur di bagian kaki tempat tidur apa ya? Jadilah aku buka google. Ketemu sih, ternyata disebut juga papan bawah tempat tidur. Rasa nggak sreg dengan namanya sebenarnya. Tapi, sementara itu yang aku dapat dari hasil mencari di google.

Kamis, 14 November 2013

Nama-Nama Orang Yang Terpanjang di Dunia

Tadi siang, sambil menunggu putri bungsuku pulang dari sekolah, aku bertemu dengan temanku, kita sebut saja namanya Mawar. Seorang ibu-ibu yang masih memiliki tubuh yang indah sekali. Seksi, sintal, dengan dua buah kebanggaannya yang selalu dia busung-busungkan jika sedang berjalan. Pinggulnya selalu berputar megal-megol.

Oh ya. Aku pernah menceritakan perihal beliau dalam tulisanku beberapa waktu yang dulu sekali (lihat: jangan main-main dengan keluguan).
Nah, kali ini, dia bercerita bahwa ada seorang teman prianya yang sering mengiriminya pesan lewat Black Berrynya. Soal itu, lebih baik kita tidak usah bercerita dulu ya. Karena bisa panjang ceritanya nanti.
Nah, (loh, kok nulis "nah" lagi?) tadi siang dia memperlihatkan padaku salah satu isi bercandaan dia dengan si pria tersebut. Isinya tentang tebak-tebakan. Karna si Mawar ini orangnya kenes banget, sambil menggigit bibir bawahnya dan memasang wajah memelas (yang sumpah deh: gemesin banget karena asli manja campur genit), dia bertanya padaku,

"Jeng... nama yang tepanjang di dunia siapa? Tahu nggak?"
Spontan aku pun menjawab,
"Siapa ya? Ini nanya serius kan?"
"Hmm.. nggak tau." (Mawar menggeleng dengan pandangan yang manja)
"Kalau bercanda tulis saja hurufnya yang panjangggg."

Dia pun langsung menulis jawabanku. Tapi ternyata si pria teman chat BB nya malah menulis kata salahhhh disertai tulisan tawa yang meledeknya. Kontan temanku Mawar kembali cemberut dan merenggut. Ngambek. Aku jadi ikut mikirin, siapa ya orang yang punya nama terpanjang di dunia? Sayangnya sinyal hapeku lemot jadi nggak bisa buka google. Kalau nama kota terpanjang di dunia aku tahu, yaitu ibukota Thailand,
Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Yuthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit
("Nama ini terdiri atas kombinasi dua bahasa kuno India, Pali dan Sanskerta. Setelah peromanisasian bahasa ini, nama tersebut ternyata seharusnya ditulis sebagai Krung-dēvamahānagara amararatanakosindra mahindrayudhyā mahātilakabhava navaratanarājadhānī purīrāmasya utamarājanivēsana mahāsthāna amaravimāna avatārasthitya shakrasdattiya vishnukarmaprasiddhi, yang artinya "Kota malaikat, kota besar, kota intan abadi, kota Dewa Indra yang tidak tergoyahkan, ibu kota agung dunia yang dikaruniai sembilan batu permata berharga, kota kebahagiaan, penuh dengan Istana Kerajaan yang sangat besar yang menyerupai surga dimana pemerintahan adalah reinkarnasi dewa-dewa, sebuah kota yang diberikan oleh Indra dan dibangun oleh Wisnu").

Hasilnya, sore ini, sambil menonton On The Spot di Trans7, aku mulai memasukkan kata kunci "nama terpanjang di dunia" dan hasilnya... Haiyaaaaa.... ternyata ada manusia yang memberi nama anaknya lebih panjang dari nama raja Thailand tersebut dan manusia itu sama sekali bukan seorang keturunan raja. Tapi seorang penggemar olah raga tinju.
Fiuh.

Ini dia namanya:
Autumn Sullivan Corbett Fitzsimmons Jeffries Hart Burns Johnson Willard Dempsey Tunney Schme ling Sharkey Carnera Baer Braddock Louis Charles Walcott Marciano Patterson Johansson Liston Clay Frazier Foreman Brown"
(nama ini terdiri dari 27 suku kata yang diambil dari 25 nama petinju kenamaan seluruh dunia (nama tengah), serta nama depan keluarga dan nama depannya. Total 182 huruf

credit

Wahh... ternyata saya ketinggalan berita ya. hehehe... 
Tapi... selain nama anak manis di atas, ada lagi juga orang tua yang ngasih nama anaknya panjang juga. Yaitu di Jerman sana. Namanya terdiri dari 746 huruf!!! hahahaha, kebayang kan gimana ribetnya ini orang kalau mau ngiri passpor,  KTP, dan bayangkan dasyatnya guru-guru dia jika sedang mengabsen murid-muridnya setiap hari.
Namanya adalah:

Adolph Blaine Charles David Earl Frederick Gerald Hubert Irvin John Kenneth Lloyd Martin Nero Oliver Paul Quincy Randolph Sherman Thomas Uncas Victor William Xerxes Yancy Zeus Wolfe schlegelstein hausenberger­dorffvoraltern waren gewissenhaft schaferswessen schafewaren wohlgepflege und sorgfaltigkeit beschutzen von angreifen durch ihrraubgierigfeinde welche voraltern­zwolftausend jahres vorandieerscheinen wander ersteer dem enschderraumschiff gebrauchlicht als sein ursprung von kraftgestart sein lange fahrt hinzwischen sternartigraum auf­der suchenach diestern welche gehabt bewohnbar planeten kreise drehen sich und wohin der neurasse von verstandigmen schlichkeit konnte fortplanzen und sicher freuen anlebens­langlich freude und ruhe mit nicht ein furcht vor angreifen von anderer intelligent geschopfs von hinzwischen sternartigraum, Senior
Wuihhh.. tuh kan. Pas ditulis mirip kayak lagi nulis bait-bait puisi panjang ya. Nah, ini ada visualisasi jika seseorang harus menuliskan namanya di papan tulis:

diambil dari sini

hahahahha.
Kebayang jika saya jadi pacarnya dan harus menulis surat cinta padanya. Aduhhh... Udah keburu hilang mood kangennya kali ya gara-gara kelamaan nulis nama sepanjang itu. 
Nah, ini ada pengucapan nama lengkap Mr. Blaine di atas di You Tube.




Nah... ini ada film lucu-lucuan di India tentang seseorang yang punya nama panjang juga dan mereka berkenalan di dalam mobil. Nama panjangnya adalah:

Prabhakarna SriPalaWardhana Atapattu JayaSuriya LaxmanSivramKrishna ShivaVenkata RajShekhara Sriniwasana Trichipalli YekyaParampeel Parambatur ChinnaSwami MutuSwami VenuGopala Iyer



hahahahahhaha.
Ampyunnn deh.
----------------
Penulis: Ade Anita

Solusi untuk masalahku cuma satu: mendapatkan notebook yang tipis

Semalam, suami saya membantu saya membersihkan notebook yang sering saya pakai sehari-hari saat ini. Suami saya memang seorang yang apik dan resik untuk urusan perawatan benda-benda elektronika. Bisa jadi karena dia memang seorang penggemar benda-benda tersebut. Termasuk untuk urusan komputer atau notebook atau gadget. Jadi, dia sering secara berkala memeriksa komputer yang ada di rumah saya. Memantaunya jika saja kemasukan virus, atau membersihkan layar, keyboard dan permukaan notebook/komputer tersebut secara keseluruhan (sayangnya istrinya keenakan..xixixi... :p  jadi akhirnya malah jarang banget memperhatikan hal-hal tersebut. Sudah.. sstt, ini rahasia kita. Tidak usah memberitahu suami saya :d ).

 Nah, ketika sedang asyik membersihkan notebook saya itulah suami saya mendapati sesuatu yang "mencengangkan" dia (catat: dia seorang penggemar gadget, jadi kejadian ini sebenarnya bukan hanya mencengangkan tapi bisa jadi juga sedikit mengecewakan hatinya mungkin). Yaitu, ketika dia menemukan sebuah goresan di pinggir notebook saya.

tuh, kelihatan nggak scratchnya?


"De, notebook kamu tergores lagi?"

Oke. Saya ngaku deh. Ini memang sudah kedua kalinya saya membuat sebuah "goresan" scratch gitu di notebook yang saya pakai. Sebelumnya, goresan itu juga ada. Dan sekarang ada lagi. Bentuknya kayak gitu tuh.

Hmm... kenapa ya?
Akhirnya, kami berdua memikirkannya. Ada rasa bersalah juga sih sebenarnya di dalam hati saya. Tapi, ya, asli nggak nemu dimana letak kesalahan yang sudah saya lakukan hingga bisa menyebabkan jatuh dua korban notebook seperti ini.

Nih. Sehari-hari nih, notebook itu saya taruh di atas meja makan. Dengan begitu, sementara saya mengetik, saya bisa menemani anak saya yang belajar, atau anak saya yang sedang makan, atau menemani anak saya yang sedang menonton televisi.


Artinya, notebook itu tidak kemana-mana kan. Terus... kenapa bisa bocel-bocel ya? Misteri ini tidak terjawab. Hingga ketika pagi menjelang dan saya bersiap-siap mengetik karena seluruh anak-anak saya sudah berangkat ke sekolah semua, suami saya menemukan jawaban atas misteri tersebut. Yaitu... GELANG.
Gelang di tangan sayalah yang menyebabkan bocel-bocel tersebut.

"Gelang kamu, De. Lihat saja, scratchnya selalu di tempat yang sama dan tempat yang sama itu adalah posisi gelang emas kamu. Dicopot gelangnya aja 'de, kalau ngetik." Suami saya memberi saran dan saya hanya bisa menatapnya dengan wajah "heh" alias bengong.

Jujur saja, keberadaan gelang yang satu ini amat penting bagi saya. Saya memang sulit mengingat arah kiri dan kanan dalam keseharian saya. Itu sebabnya saya memerlukan keberadaan gelang tersebut karena  untuk mengingat bahwa itulah tangan kanan saya yang artinya itu sebelah kanan.

"Jangan mas. Sejak memakai gelang ini, aku jadi lancar menyebutkan arah kiri dan kanan kalau lagi nunjukin jalan atau arah." (hehehe, FYI, dulu, pulang dari pasar yang jaraknya cuma 2,5km saja, saya pulang naik bajaj. Itu sebenarnya pasar biasa yang sering saya datangi. Ongkosnya biasanya naik bajaj Rp15.000. Tapi, suatu hari saya lupa mengingat dengan cepat arah kiri kanan dan akibatnya, saya salah memberi arah pada tukang bajajnya. Lalu... BRAG! Tukang bajaj yang kalau belok memang tidak pernah pakai lampu sen, serta merta banting setir setelah saya buru-buru memperbaiki petunjuk arah yang semula salah dan... bajajnya nabrak sepeda motor. Sepeda motornya penyok. Jadilah, saya dan tukang bajaj patungan ke bengkel untuk memperbaiki sepeda motor yang penyok tersebut. Yang semula seharusnya cukup bayar bajaj Rp15.000 akhirnya malah jadi bayar Rp50.000)

Nah... sejak memakai gelang di tangan kanan dan tidak pernah melepasnya, saya jadi otomatis hafal arah kiri dan kanan. Itu kabar baik banget kan. Tapi... kabar buruknya, sudah jatuh dua korban notebook jadinya.

"Jadi... gimana dong? Aku nggak mau ah melepas gelangku."
"Hmm, tapi gelang emas kamu bisa menggores cat di body notebook, De. Ini sudah dua kali loh."
"Iya sih. Hmm, gimana ya?"

Akhirnya, suami saya memberi ide. Tutup saja dengan sesuatu bagian pinggirnya. Wah. Boleh juga. Jadi, ketika suami saya pergi, saya pun menutupi bagian pinggir notebook dengan sesuatu. Yaitu, potongan kain tipis tapi tebal dan ditempel dengan lakban. Ketika suami saya pulang, dia lebih terkejut lagi.

Oke
hehehe, ini baru namanya menyelesaikan masalah dengan masalah. Sstt, jangan ditiru ide buruk ini


"Aduh, kesannya kumuh, De."
Bener sih. Asli kesannya kumuh banget.
Entahlah. Mungkin karena notebook yang saya pakai kurang tipis kali ya makanya gelang yang selalu bertengger di pergelangan tangan saya selalu menggores pinggiran notebook. Jika saja notebook yang saya pakai lebih tipis saja, bisa jadi gelang yang saya pakai ini tidak akan menggores body notebook karena gelang tersebut masih berada di atas permukaan meja. Tidak sampai menggantung di pinggir body notebooknya.  Mungkin seperti notebook Acer Slim E Series atau Acer Aspire E2 Series misalnya. Notebook seri Acer Slim ini memang lebih tipis 30% ketimbang notebook konvensional lain di kelasnya. Sudah tipis, performanya juga oke lagi. Karena, notebook ini “didukung performa Intel® Processor di dalamnya". Salah satu notebook Acer Slim E Series tersebut, adalah Acer Aspire E1-432. Gambarnya seperti ini nih:

Aspire E1-432 yang 30% lebih tipis dari notebook konvensional (kebayang kan, gelang saya tidak akan membentur pinggiran notebooknya karena ketipisannya tersebut)


Aspire E1-432 tersedia dalam dua pilihan warna: Piano Black dan Silky Silver. Desain pattern bintang-bintang yang dinamakan Starry Swirls pada casing dan keyboardnya menambah kesan elegan pada notebook ini. Jadi, sudah pasti siapapun yang memakainya akan menjelma tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya ini. Jadi bisa saya katakan bahwa Acer Slim Aspire E1 cocok buat Emak yang aktif! Yaitu saya...hehehe


Oke. Kembali ke cerita saya tentang notebookku yang tergores dan nasib gelang di tangan saya. Rasanya, saya tetap berat jika setiap hari harus melepas dan memakai gelang tersebut hanya karena ingin mengetik saja. Saya takut kunci pengait gelangnya putus jika setiap hari aku lepas-pasang terus. Padahal, keberadaan saya di depan notebook itu tidak bisa diprediksikan dalam seharinya. Jika sedang menunggu masakan mendidih, saya segera jalan ke meja makan dan menyalakan notebook. Ya, lumayan deh mengetik satu atau dua paragraf. Atau setelah memutar mesin cuci, saya segera melakukan "kencan" dengan notebook saya. Lumayan bisa ngedit satu dua tulisan. Tapi yang terbanyak tentu saja ketika anak-anak sedang pergi ke sekolah. Eh tapi, saya kan tetap harus antar jemput mereka dari dan ke sekolah. Nah, masa iya harus bongkar-pasang terus itu gelang? Belum lagi jika saya mau main game di notebook guna mengusir rasa jenuh dan lelah karena mengerjakan banyak tugas sehari-hari. Duh, nggak mungkin banget saya harus lepas-pasang gelang saya.

Eh... bahkan (kenapa nulis "bahkan"? "Malahan" sepertinya lebih cocok).
Nah, malahan, kebayang jika saya harus pergi ke luar rumah dan membawa notebook saya tersebut agar bisa tetap aktif menggunakan notebook di luar rumah. Tahu sendiri kan, jika kita memakai notebook produk Acer E Series, kita bisa tetap aktif beraktifitas di luar rumah karena

notebook Acer E series dilengkapi oleh baterai dengan kapasitas 2500 mAh yang dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game. Masa iya saya harus melepas gelang saya? Duh, kan eike tetap mau tampil fashionable loh.


Itu sebabnya, saya pikir, solusi untuk masalah saya dan notebook hanya satu: mendapatkan notebook yang tipis tapi performanya tetap oke. Apalagi jika bukan mendapatkan notebook Acer Slim Series. Ini notebook yang sepertinya memang diperuntukkan untuk saya.

---------------------------------
“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”




Be a Writer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...