badge

Sabtu, 21 September 2013

Cahaya Cinta yang Selalu Bersinar

Dear Arna putriku tersayang.
Ibu jadi teringat sewaktu Arna dilahirkan dahulu. Kamu tahu tidak Na, tubuhmu besar sekali; berat badanmu mencapai 4,78 kg dan tinggimu mencapai 58 cm. Bongsor sekali nak untuk ukuran bayi Indonesia. Entah mengapa kamu bisa lahir dengan tubuh besar seperti itu. Pasti bukan karena kamu dilahirkan di Sydney deh. Pasti karena gaya makan ibu yang aduhai selama mengandungmu. Ibu sedang tergila-gila dengan aneka macam tampilan ice cream yang dijual di Sydney kala itu, juga sajian coklat yang amat bervariasi disana. Duh. Setiap hari ibu selalu menyisihkan uang untuk membeli dua cemilan ini. Rupanya, gaya makan ibu inilah yang membuatmu cepat besar selama di dalam kandungan.

arna ketika baru belajar merangkak

Kamu tahu tidak Nak. Sebelum kamu lahir, nenekmu menitipkan beberapa pakaian bayi pada teman-teman ibu yang akan datang ke Sydney dari Jakarta. Rasa cinta Enin (*panggilan untuk nenek perempuan) terhadap cucu yang belum dia lihat sepertinya sudah tumbuh sejak kamu belum dilahirkan. Sayangnya, semua pakaian itu tidak dapat dipakai karena tubuh besarmu ketika lahir. Begitu juga dengan nappies yang sudah ibu dan ayah beli. Kamu sama sekali tidak bisa memakai nappies ukuran new born. Tapi langsung ukuran S dan dua bulan kemudian sudah harus memakai ukuran M. Padahal, saat itu ibu dan ayah bukan sedang bersenang-senang di Sydney itu. Ayahmu sedang tugas belajar dan biaya belajarnya diperoleh dari beasiswa. Sebagian tabungan sudah dibelikan juga mesin jahit canggih untuk ibu sebagai hadiah ayah untuk ibu karena sudah menghadirkan dirimu dengan selamat ke dunia. Akhirnya, terpaksa untuk memperbanyak koleksi pakaianmu yang tidak banyak itu, ibu terpaksa memotong kain gendongan yang dibawakan Enin dari Jakarta dan menyulapnya menjadi beberapa potong pakaian untukmu. Kamu lucu sekali dengan pakaian buatan ibu itu. Sampai detik ini, ibu selalu gemas melihat foto-foto ketika kamu kecil dahulu. Gemuk, mimik wajah serius dan mahal sekali senyumnya (hahahaha).
arna dan baju buatan ibu dari kain gendongannya


Nak, ingat tidak waktu kita menghadapi cobaan yang berkenaandengan kekakuan peraturan sekolahmu ketika masih SD dahulu. Waktu itu, sekolah mencoret keberadaanmu dari regu pemain suling untuk Group Paskibra dalam kejuaraan sekolah hanya karena kamu menolak untuk melepas jilbabmu. Kita sudah berusaha maksimal ya nak untuk melenturkan kekakuan peraturan sekolah itu. Ibu sudah menghadap sekolah dan membuka mata mereka agar melihat pada kemampuanmu dalam menguasai musik saja, bukan melihat pada jilbab yang kamu kenakan. Ibu bangga pada kemampuanmu membaca not balok yang amat baik; juga pada kemampuanmu bermain piano yang lumayan. Sayangnya peraturan tetap peraturan. Dia kaku dan tidak bisa dipatahkan. Tapi ibu tetap bangga karena kamu bisa ikhlas menerima peraturan tersebut dan tetap mempertahankan jilbabmu.

Nak, ibu selalu bangga pada dirimu. Pada prinsipmu untuk menerapkan akidah Islam yang kita yakini ini. Ibu harap, kamu selalu memegang prinsip itu erat-erat ya sayang (*kecup basah Arna). Tapi sayang ...  sebenarnya, ibu sedih melihat dirimu jadi 'kehilangan semangat' untuk bermain musik lagi. Ibu sebenarnya sedih kamu menolak untuk bermain piano lagi setelah kejadian itu. Padahal, sebenarnya kamu menyukai musik kan? Ibu bisa melihatnya dari kesukaanmu menyimak musik-musik korea dengan walkman dan headset di telingamu itu. Hmm... apa kita mau ganti alat musik aja ya sayang? Kita belajar main gitar bersama yuk? (hehehe, kamu tahu sendiri kan ibu pingin banget bisa main gitar. Asyik deh kayaknya kalau suatu hari nanti kita main gitar berdua; atau berlima main gitar sambil bernyanyi mengelilingi meja makan seperti yang kita sering lakukan selama ini sekeluarga... ayah dan kakakmu bermain gitar, adikmu memukul panci dan kita berdua menyanyi bersama.. seru ya, nak). Main musik lagi yuk, sayang. Musik itu bermanfaat untuk mengendurkan ritme otak kita yang terlalu tegang loh. Kelak kamu membutuhkan aktifitas positif untuk mengendurkan ketegangan otakmu setelah kamu dewasa sekarang. Jadi, tetaplah berlatih sedari kecil, nak. Agar kelak ketika kamu dewasa kamu punya sebuah keterampilan positif untuk tempatmu mencari penyegaran jiwa. 
kegiatan refreshing di rumah: karaoke unplug!


Nak, ibu harap kamu selalu memegang teguh apa perintah agama kita ya Sayang. Sama seperti ketika kamu menutup matamu ketika kita nonton drama Korea yang tiba-tiba menghadirkan adegan Kissingnya, atau ketika tiba-tiba film hollywood yang kita tonton bersama tiba-tiba menghadirkan adegan orang dewasa; semoga ketika ibu tidak ada di sampingmu, kamu juga melakukan apa yang selalu kamu lakukan ini juga ya sayang. Jaga pandanganmu agar tidak terkotori oleh tayangan yang bisa merusak akhlak muliamu ya sayang.  Ibu percaya kok sama Arna. Ibu tahu Arna anak yang bisa dipercaya. Semoga Allah selalu menjaga kemulian dirimu dan keindahan akhlakmu ya, sayang. Karena di luar sana, orang-orang semakin permisif terhadappelanggaran dan pelarangan. Semakin banyak orang jahat yang tidak lagi hanya digambarkan memiliki wajah jahat seperti di film-film anak yang kita tonton bersama waktu kamu masih kecil dahulu. Sekarang, orang jahat juga bisa berpura-pura baik dengan menampilkan wajah baik-baik. Ibu khawatir sekali melepasmu sendirian di dunia ini. Semoga, meski kelak ibu 'sudah tiada' kamu senantiasa dilindungi oleh Allah SWT dimana saja dan kapan pun. Aamiin Allahumma Aamiin.

Arna, terima kasih ya karena kebaikan hatimu selama ini. Kamu tahu tidak sayang. Semua hadiah-hadiah kecilmu pada ibu itu sungguh membuat ibu terharu dan menyuburkan rasa sayang ibu padamu. Terima kasih untuk semua origami yang kamu kirimkan untuk ibu, terima kasih untuk goretan lukisan tanganmu, juga pada bantuanmu kamu selama ini. Bantuan ketika ibu sakit, ketika ibu sedang kerepotan, ketika ibu kedatangan tamu atau ketika ibu sedang sedang ingin bermalas-malasan (hehehe). Maaf ya sayang jika semakin hari semakin banyak ibu meminta bantuanmu. Ibu semakin lama semakin tua, semakin berkurang kemampuan untuk memegang dan menyelesaikan banyak pekerjaan. Juga semakin banyak penyakitnya,  jadi bantuan darimu sungguh amat ibu harapkan. Ibu sih selalu berharap bisa mendampingi dirimu hingga kamu menikah kelak, dan menghadirkan cucu-cucu yang lucu-lucu untuk ibu dan ayah. Pinginnya sih ibu masih bisa merawat dan ikut mengasuh cucu-cucu ibu kelak. Tapi, kita tidak pernah tahu sampai usia berapa jatah umur ibu di dunia ini. Jika ternyata ibu tidak mencapai usia panjang, tolong jaga adikmu ya sayang. Jangan galak-galak sama adikmu. Sayangi dia, kasihi dia. Bimbing dia seperti ibu membimbing dirimu yang tidak pernah  dengan kekerasan. Dan kamu harus ingat, bahwa perbedaan usiamu dengan adikmu itu 6 tahun sayang... jadi, perlakukan dia sesuai dengan usianya saat itu, jangan perlakukan dia seakan-akan dia seusia dengan dirimu. Cobalah untuk mengerti posisi adikmu, sayang. Ibu selalu berbunga-bunga jika melihat kalian berdua akur dan akrab serta saling membantu satu sama lain. Nggak usah sebal dan menjuliki adikmu sebagai "miss copycat". Adikmu itu nge-fans berat dengan dirimu karena di mata adikmu kamu adalah gadis yang keren, mirip artis Korea atau Jepang (hehehe tahu sendiri kan adikmu itu suka banget sama gadis Korea dan Jepang gara-gara kebanyakan nonton drama Korea dan animasi Jepang), pintar bikin macam-macam kerajinan, menguasai bahasa Korea secara otodidak, dan punya segala hal. Sebagai seorang Idol di depan mata adikmu itu, mengertilah kekaguman adikmu itu. Jangan malah dimarahi (meski memang sering seorang penggemar itu kehadirannya malah sering mengganggu privacy kita sih... xixixi... biarin deh, namanya juga penggemar. Nanti ada masanya adikmu itu akan menemukan sendiri, sebenarnya dia mau jadi seperti apa. Tapi jujur, ibu senang jika saat ini adikmu itu meng-idolakan dirimu karena kamu memang anak yang hebat kok. Daripada dia meng-idolakan orang lain yang kita tidak tahu seperti apa karakter aslinya).

arna ketika menyuapi ibu yang sedang sakit


Nak, ibu berharap hubungan kita bisa berlangsung dengan dua cara ya. Ibu sebagai ibumu dan ibu sebagai sahabatmu. Ibu senang dan lega kok jika kamu datang untuk curhat atau berkeluh kesah. Dan ibu juga senang ketika kamu menggandeng tangan ibu untuk melakukan banyak hal seakan-akan ibu temanmu (termasuk mengobrak-abrik benda-benda kecil imut-imut yang jadi dagangan orang di mall-mall itu. Hahaha. Beruntung ya, sayang, kita berdua tidak pernah laper mata melihat benda imut-imut dan menggemaskan tersebut. Ibu senang kita berdua bisa saling mengingatkan untuk tidak perlu membeli benda-benda yang bikin emosi-jiwa dan godaan besar untuk dibeli itu. Jika tidak saling mengingatkan, pasti di rumah kita berdua akan terpekur sendiri karena baru menyadari  sebuah penyesalan "ih, buat apaan ya ini sebenarnya? Cuma menang di imut doang.")




selisih usia arna dan adiknya yang 6 tahun


gambar buatan arna waktu usia 11 tahun dengan paint brush di komputer ibu


arna yang diidolakan oleh adiknya sehingga gaya arna sering ditiru oleh sang adik
arna dan kegemarannya pada kegiatan kerajinan tangan
Nak, surat terbuka ini sepertinya akan ibu sudahi. Kamu tahu sendiri kan, saat ini uwakmu, kakak kandung ibu sedang terkena serangan Stroke kedua di rumah sakit. Ada gumpalan darah sebesar 30 CC di otak sebelah kanan uwakmu itu sehingga menyebabkan tubuh sebelah kiri uwakmu, mulai dari kepala, tangan hingga kaki lumpuh dan mati rasa semua. Ibu mengetik ini di rumah sakit. Setiap pagi ibu harus menjaga uwakmu itu hingga menjelang sore. Lelah tapi ibu ikhlas. Kasihan uwakmu karena anaknya kan juga harus sekolah dan suaminya juga harus bekerja. Ibu amat berharap kamu bisa belajar banyak hal dari kejadian serangan Stroke yang menimpa uwakmu ini. Yaitu, bahwa keluarga adalah berisi orang-orang yang saling menyayangi satu sama lain dan siap membantu dengan penuh keikhlasan satu sama lain. Kita memang tidak bisa mengandalkan orang lain selain keluarga; bahkan termasuk tetangga kita sekalipun. Karena  ketika merawat orang sakit itu, kita harus menutupi aurat dia yang tanpa sadar tersingkap agar orang lain (dokter yang datang untuk kontrol, Cleaning Service yang datang membersihkan ruangan, para pembesuk) tidak melihat aurat si pasien. Kitalah yang menjadi keluarganya membantu dia menutupi aurat tersebut karena pasien memang lemah sekali badannya. Dan kita sebagai keluarga juga harus memompa semangat pada pasien agar punya keinginan untuk sembuh.


Pelajaran lain dari kejadian sakitnya Uwakmu yang harus kamu pelajari juga adalah, berhati-hatilah dalam mengkonsumsi macam-macam makanan atau cemilan. Karena dalam aliran darahmu mengalir kombinasi penyakit yang diturunkan. Jangan sampai kamu salah makan dan memicu gen penyakit itu untuk muncul dan menyerangmu. Naudzubillah min dzaliik. Tetap sehat dan jaga kesehatan ya sayang. Sakit itu mahal pengobatannya dan merepotkan banyak orang. Menjaga kesehatan jauh lebih murah dan mudah. Jangan lupa olah raga. Tidak usah diet-dietan, apalagi sampai diet gila-gilaan. Kamu cantik kok, sayang. Tapi memang menjaga tubuh agar tidak gemuk (seperti ibu) itu jauh lebih baik sih (ini pengalaman ibu sebagai perempuan gemuk: jadi gemuk itu susah nyari pakaian yang lucu-lucu; para pembuat pakaian sering diskriminatif memang, mereka rajin banget bikin model pakaian yang lucu-lucu Cuma untuk orang kurus dan langsing saja. Begh!). Tapi, percaya diri sajalah sebagai dirimu apa adanya. Dan yang pasti sih, tetap tersenyum dan berwajah ramah ya sayang. Wajah yang memancarkan senyuman dan keramahan itu jauh lebih enak dilihat dan menyenangkan hati semua orang ketimbang wajah yang cemberut dan merajuk. Jangan lelah melawan gejolak pubertasmu yang bikin emosimu gampang mengajak dirimu untuk menampilan wajah cemberut dan merajuk.

Sudah ya nak. Semoga Arna tetap menjadi anak ibu yang sholehah, rajin dan menyenangkan hati siapa saja. Seperti arti namamu, yang berarti Inti dari Emas, yang senantiasa menjadi cahaya cinta bagi ayah dan ibu: Swarnasari Nurandita I. Ibu sayang banget sama kamu.
kartu yang amat aku sukai buatan arna di hari ultahku tahun 2012 lalu



 ----------------
Tulisan ini dalam rangka proyek #DearDaughter di KEB yang diprakarsai oleh makpuh Indah Juli. Saya terima tongkat estafetnya dari mak Matris MUGNIAR MARAKARMA dan kini saya serahkan kepada MAK WINDI TEGUH yang baru punya baby dan MAK LINA SASMITA yang punya putri yang cantik.

Sabtu, 14 September 2013

Mari Belajar Bersabar dan Belajar Bersyukur

Behind The Story "Yang Tersimpan di Sudut Hati"
Pernah tidak suatu hari kalian merasakan tidak mengetahui hakekat dari kata-kata ajaib yang kita pelajari dalam agama kalian? Dalam hal ini, agamaku: Islam. Aku pernah bertanya-tanya pada diri sendiri, "Baik, aku sudah tahu definisi ini dan definisi itu; lalu seperti apa bentuknya dalam kehidupan sehari-hari? Apakah semua definisi itu hanya ada di buku saja karena apa yang aku lihat di sekelilingku ternyata ada banyak yang melanggarnya dan ternyata para pelanggar itu baik-baik saja?"

Pertanyaan berbahaya ini bersemayam di dalam kepalaku di awal tahun 2000-an. Dan itu ternyata membuatku semakin "penasaran" dalam belajar Islam itu sendiri. Jadi, dalam setiap shalat, doaku hanya satu: "Allah, ajari aku untuk  mengerti apa itu sabar dan syukur dan masukkan aku ke dalam golongan orang yang pandai bersabar dan pandai bersyukur."

Lalu suratan takdir mempertemukanku dengan seseorang. Namanya Nelly. Aku melihat namanya di majalah Ummi, ketika dia menulis di surat pembaca bahwa dia adalah seorang gadis miskin yang saat itu amat memerlukan bantuan pakaian bagi dirinya dan keluarganya. Kebetulan, saat itu aku sedang gemar-gemarnya belajar menjahit pakaian. Berbagai macam bentuk pakaian aku coba praktekan; mulai dari ukuran besar hingga ukuran kecil. Jadi, jumlah pakaian di rumahku hasil dari praktek menjahit itu ada banyak sekali. Maka, aku langsung menyurati Nelly dan menyanggupi untuk memberikan apa yang dia butuhkan, hanya saja aku butuh ukuran tubuh anggota keluarganya. Suratku itu dibalas, dengan memberikan keterangan bahwa di rumah dia tinggal bersama dengan dua orang adik kembarnya dan ibunya. Hubungan surat-menyurat itu berlanjut dengan pengiriman paket pakaian ke rumahnya. Lalu surat Nelly berikutnya memberitahukan bahwa ternyata, pakaian yang dia terima itu amat banyak; jadi pakaian itu dia bagi-bagikan ke tetangganya yang sama kondisinya dengan dirinya; yaitu sama-sama miskin.

Wah. Aku langsung terharu. Baru kali ini aku menemukan orang yang amat membutuhkan sesuatu tapi hal itu tidak membuatnya menjadi tamak. Dia bahkan masih ingat untuk membantu orang lain. Ini sungguh luar biasa. Subhanallah. Dan inilah pelajaran pertama dari permintaan doaku selama ini. Belajar bersabar.

Hubungan surat menyuratku dengan Nelly terus berlanjut. Dan kisah-kisah yang luar biasa mencuat dari hubungan ini. Ternyata, Nelly dulunya adalah keluarga biasa (tidak miskin seperti sekarang). Dia difitnat oleh keluarganya hingga harus keluar dari rumah neneknya. Dan dia sekarang tinggal di .. KANDANG AYAM. Itu sebabnya dia butuh pakaian. Dan salah satu adik kembarnya, kakinya luka-luka karena tinggal di kandang ayam yang penuh aneka serangga itu; dan karena makan yang tidak teratur akhirnya adiknya itu dinyatakan kena Diabetes.  Tapi... Nelly tidak pernah menaruh dendam pada keluarga ayahnya. Dia mensyukuri hal-hal kecil. Dan inilah pelajaran kedua dari permintan doaku. Belajar bersyukur.

Hubunganku dan Nelly sebagai sahabat pena berlangsung sudah 10 tahun lebih sekarang. Sejak putri keduaku baru berusia satu tahun hingga sekarang putri keduaku sekarang sudah duduk di bangku SMP kelas 3. Sejak aku berusia kepala 3 hingga sekarang sudah kepala 4. Sejak adiknya Nelly masih duduk di bangku SMP hingga sekarang akhirnya adiknya sudah menjadi seorang guru.  Sejak Nelly masih duduk di bangku SMA hingga kini Nelly sudah menjadi seorang ibu dengan 2 orang anak. Dan... sejak adiknya jatuh sakit karena menderita diabetes melitus hingga akhirnya adik lelakinya itu, satu-satunya lelaki di keluarga intinya, meninggal dunia karena diabetes melitus karena luka-luka di kakinya yang tidak kunjung membaik. Dan sepanjang usia persahabatan kami, tidak pernah kami bertemu secara langsung. Semua  dilakukan lewat surat menyurat dan kirim-kiriman foto. Padahal, mungkin jaman surat-suratan seperti ini pada beberapa orang cuma jadi sebuah kenangan tempo doeloe ya.

Hingga suatu hari, aku bertanya padanya:

"Nel.. aku ingin menulis kisahmu. Bolehkah? Tapi mungkin kisah ini aku sedikit dramatisir dan ditambahi sana sini agar menarik. Boleh?"

Dia mengizinkan. Dan aku mulai menulisnya dengan tekun. Aku merasa ceritaku ini amat berharga. Karena dari cerita ini aku belajar tentang apa itu sabar dan syukur. Dan dengan mengingat kisah perjuangan Nelly aku berusaha untuk bisa menerapkan sifat bersabar dan bersyukur itu dalam kehidupanku sehari-hari. Dan Subhanallah, luar biasa sekali pelajaran demi pelajaran yang dikaruniakan Allah padaku sepanjang waktu hingga detik ini terkait dengan hakekat bersabar dan bersyukur.

 Ternyata, ada banyak sekali kejadian di atas muka bumi ini yang jika kita tarik hikmahnya maka tidak akan pernah habis rasa syukur kita pada Allah karena ternyata... kita jauh lebih beruntung dari siapapun. Dan jangan pernah meragukan semua ayat-ayat Allah; bahkan meski roda kehidupan di sekeliling kita sudah jungkir balik dan semua orang meragukan tentang keberadaan Tuhan sekalipun. Karena, jika Allah sudah berkehendak untuk menunjukkan pada kita kebesaran-Nya, maka kita sendiri tidak akan sanggup untuk melihat dan menghadapi-Nya.

Dan inilah isi novelku. Diangkat dari kisah nyata sahabat penaku sendiri (sekali lagi; tentu saja ada unsur dramatisir dan pengayaan kisah di dalamnya). Semoga berkenan.



------

Rabu, 11 September 2013

Tidak Perlu Sempurna, Yang Penting Itu Beruntung

Percaya gak bahwa yang dibutuhkan oleh seseorang untuk memperoleh banyak hal di dunia ini sebenarnya bukanlah segala sesuatu yang bersifat rumit dan complicated?

Kamis, 05 September 2013

Terpilihnya Jakarta sebagai Dipomacy city of ASEAN

Jika kita sejenak kembali menilik sejarah terbentuknya ASEAN yang resmi dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967, maka kita akan menjumpai bahwa bersamaan dengan terbentuknya ASEAN maka resmi pula ditanda tanganinya sebuah Deklarasi dari para wakil ASEAN kala itu, yaitu Deklarasi Bangkok.

Deklarasi Bangkok ditanda tangani oleh 5 Menteri Perwakilan ASEAN, yaitu Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), Nercisko Ramos (Filipina) dan Thanat Khoman (Thailand). Salah satu isi dari Deklarasi Bangkok adalah disana dicantumkan tujuan dari didirikannya ASEAN, yaitu:

Rabu, 04 September 2013

Tutorial Sederhana Cara Menikmati Es Mambo

Putri bungsuku, Hawna, punya daftar riwayat alergi yang cukup banyak. Itu sebabnya dia jarang sekali jajan sembarangan dan rada-rada "milih" makan dan minumnya. Kadang, kalau aku lagi menghayal gara-gara kepingin tapi malu ama badan yang udah terlanjur kegemukan, putriku ini rada-rada nggak nyambung ama khayalanku.

Tiga Pilar dalam Komunitas ASEAN dan Harapan bagi Indonesia

[Lifestyle] Kalau lagi puyeng-puyeng atau bete, ada satu kegiatan yang sering aku lakukan yang berkenaan dengan internet. Yaitu, melakukan window shopping. Window shopping ini benar-benar dalam arti aku menikmati barang-barang yang dijual dengan membuka layar window notebookku. Hehehe.... asyik saja jalan-jalan ke etalase dagangan orang lain dan melihat barang-barang jualan mereka. Stress hilang dalam sekejap dan bete juga enyah.
"Ih, itu hobbi yang boros banget deh mbak."
"Boros itu kalau begitu lihat lalu kita langsung membelinya."

Selasa, 03 September 2013

kebebasan berekspresi dan kebebasan informasi di Filipina : Hal-hal Yang Dilarang Di Filipina dan Alasannya


Sebelum kita membahas tentang , mungkin ada baiknya kita "ngintip" dulu apa sih yang dimaksud dengan kebebasan berekspresi dan kebebasan informasi itu. Dengan begitu insya Allah apa yang kita tulis tidak keluar dari frame yang seharusnya (hehehe, ini bentuk kebebasan berekspresi saya dalam menulis blog selama ini).

Senin, 02 September 2013

Memetik Hikmah Dari Persengketaan Pulau Antara Singapura dan Malaysia

 [Lifestyle] Seorang teman saya pernah mengatakan bahwa ada sebuah adagium, yaitu bahwa dua orang yang  selalu bersama-sama tapi tidak pernah bertengkar atau berselisih sama sekali itu menunjukkan satu hal, yaitu bahwa salah satunya pasti selalu berkata iya dan setuju saja, akibat dari keterbatasan kemampuannya untuk memikirkan kemungkinan yang lain. Jujur saja, saya langsung tertawa ketika teman saya itu mengatakan hal itu. Sambil menyindirnya dengan mengatakan sebuah pernyataan:
"Oh, pantas kamu selama ini selalu setuju-setuju saja."

Minggu, 01 September 2013

10 Rencana Investasi Politik Yang Akan Saya Lakukan JIka Saya Menjadi Pemerintah Negara Laos

Alhamdulillah, tidak terasa hari ini memasuki hari ke 6 Lomba #10DaysForAsean. Dan hari ini, pertanyaannya adalah:
  • Visi ASEAN 2015 adalah menjadi ASEAN komunitas tunggal, baik di bidang ekonomi mau pun politik. Laos, atau Republik Demokratik Laos, meski sudah bergabung dengan ASEAN sejak tahun 1997, namun baru membuka diri seluas-luasnya dengan negara lain pada tahun 2004, dan melakukan kerjasama di berbagai bidang. Peran Republik Demokratik Laos di ASEAN, bisa dikatakan belum banyak berkontribusi, tenggelam di bawah bayang-bayang negara ASEAN lainnya yang semakin maju. Dengan adanya Komunitas ASEAN, diharapkan Laos menjalin kemitraan yang baik dengan  negara ASEAN lainnya.
  • Jika posisi Anda adalah negara Laos, investasi diplomatik apa yang diharapkan dengan kemitraan yang terjalin dengan dunia internasional, khususnya negara-negara ASEAN.  Tuliskan pendapatmu di blog tentang hal tersebut. Fokus pada peran Laos sebagai anggota Komunitas ASEAN.