Langsung ke konten utama

To Run My Own Playlist

Ini totally masalah selera. Aku sering deh, pingin nyanyi sebuah lagu tapi nggak tahu gimana caranya. Lagian, nggak semua orang di rumah yang suka dengan selera musikku. Itu sebabnya, sejak 4 (baca: empat, bukan emprat) tahun yang lalu, aku selalu menambahkan satu point dalam resolusi yang ingin aku wujudkan di tahun depan: pingin belajar main gitar.

Apa hebatnya bisa main gitar?
Untuk orang yang tidak terlalu suka musik, ini pasti sebuah keinginan yang rada-rada lebay. Tapi, aku suka. Bahkan meski kesukaanku pada musik juga masih dalam taraf biasa-biasa saja sebenarnya. Tapi, asyik saja rasanya kalau lagi BETE, kita ambil gitar, duduk silang kaki dan meletakkan gitar di atas paha lalu memetiknya dengan lembut sambil bersenandung.

Atau.. jika sedang mengalami "sumbat ide" waktu menulis, aku bisa ambil gitar, memetiknya sambil bersenandung, sepertinya bisa membawa pikiran sedikit segar dan sekaligus memancing ide agar segera keluar.
xixixixi.. ini gambarku sendiri loh

Sepertinya mantap kan. Cool hah?

Sebenarnya, bulan November ini aku dan putri keduaku sudah mulai dilatih untuk bermain gitar oleh suamiku. Kami disuruh menghafal 2 kunci dulu, yaitu kunci C dan G. Lagunya juga masih lagu sederhana. Judulnya.. hmm.. lupa.. hehehe.
Tapi akunya nggak ada waktu untuk berlatih karena dikejar deadline nulis. Sedangkan putriku masih lebih rajin, dia suka diem-diem masuk ke kamarnya untuk berlatih sendiri.  Jadi, sepertinya dia duluan nih yang bakalan bisa ketimbang aku. Makanya aku masukkan kembali deh resolusiku untuk belajar main gitar di tahun 2014. Semoga sih bisa meluangkan waktu untuk belajarnya. Karena, aku juga pingin belajar main piano euy (*waduh si ade ini, banyak maunya ya)

Nah.. sambil nunggu ada waktu untuk belajar main gitar dan main piano itu, aku bahkan sudah berkhayal dengan membuat Playlist lagu-lagu yang ingin aku mainkan dengan iringan gitar.


Ugh. I want to run my own playlist. And here they are:

1. A Thousand Years - Christina Perri
2. Michael BublĂ© - It's A Beautiful Day
3. When I Was Your Man - Bruno Mars
4. Coldplay - Fix You
5. Don't Give Up Peter Gabriel
6. The Fray - How to save a life
7. Dave Koz - You Make Me Smile
8. Maliq & D'essential - Pilihanku
9. Rod Steward - For The First Time
10. The Corrs - What can I do
11. Green Day - Wake Me Up When September Ends
12. Green Day - Good Riddance (Time Of Your Life) 
13. The Corrs - Radio
14. ronan keating if tomorrow never comes
15. Ronan Keating - This I Promise You
Dah segitu dulu deh playlist yang sudah aku persiapkan. (hahahaha, bisa juga belum mesennya dah macem-macem... jitak aja nih si ade).

Dan ini contoh salah satu lagu di atas yang menurutku keren banget.






-------------------------
Tulisan ini diikut sertakan dalam GIve Awat Resolusi 2014

Creative Wring

Komentar

  1. Mengapa bukan mbuat lagu Indonesia sendiri Jeng he he he he
    Semoga berjaya dalam GA
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  2. Gak bisa ngarang lagu aku pakde..xixixi..

    BalasHapus
  3. Wah, ada lagu favorit saya juga ternyata..

    You Make Me Smile Lagu ini biasa saya putar pas berasama bidadari kecil.. :)

    Salam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebentar lagi semoga aku akan memainkan lagu itu untuk putri bungsuku juga

      Hapus
  4. Playlistnya keren bgt Mbak.. Selera musik kita sama tyt. Ayo Mbak semangat blj gitar nya ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa.. harus diusahakan tahun depan pokoknya. Tahun ini nyelesein novel dulu

      Hapus
  5. ada beberapa lagu kesukaanku mak.
    Sukses ya GA nya

    BalasHapus
  6. lagu-lagunya itu inget jaman abg saya mbak :D

    BalasHapus
  7. Wah, saya juga lagi belajar main gitar, mbak.
    Sukses ya. Sukses juga buat kontesnya :D

    Kalau lagi senggang, main ke lapakku yuk mbak : http://goresanpemenang.blogspot.com/2013/12/resolusi-2014-menulis-ulang-kehidupan.html ^^

    BalasHapus
  8. Saya suka lagu dari Michale Buble dan Green day dalam playlist mbak, semoga bisa dibuat video saat mbak memainkannya, sehingga Saya bisa melihatnya, meskipun jauh dari Makassar.
    :-D

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…