Langsung ke konten utama

Ekspresi Sayang Anak pada Ibunya

Rasa sayang seorang anak itu sering bagi seorang ibu seperti aku, sering terasa begitu manis dan mampu menggelontorkan segala macam rasa kesal dan lelah.
Mungkin, itu sebabnya meski kehadiran mereka membuatku tidak pernah memiliki waktu untuk diri sendiri, tapi aku tetap merasa amat menikmatinya.
Semua kepolosan mereka dalam mengungkapkan rasa sayang itu benar-benar menjadi air sejuk yang membasuh hatiku
hingga selalu tampil segar dan penuh semangat setiap harinya

Terima kasih ya Allah
Telah Engkau hadirkan anak-anak yang menjadi penyejuk hati
dan penyenang mata


ini gambar Hawna tentang ibu yang sedang menggendong dia. Dia tertawa lebar.  Waktu itu usia Hawna baru 5 tahun

ini gambar Hawna yang sedang didorong ibu ketika naik ayunan. Hawna senang sekali, liat ekspresi muka anak kecil yang merupakan dirinya sendiri. "Ibu dorong ayunan aku di taman." (ini gambar Hawna waktu duduk di TK dan ayunannya ayunan di TK Anak Bangsa)
ini gambar Hawna yang melukiskan tentang ibu yang lagi bisik-bisik ke dia. Liat ekspresi Hawna yang menyimak dengan seksama ibu yang lagi bisik2 di telinganya. 

Komentar

  1. iyaa... aku juga suka gambarnya

    BalasHapus
  2. Coretan ditembok atau di kertas adalah ekspresi anak.Oleh karena itu tak prlu ditegur apalagi dimarahi. Salurkan pada tempat yang benar
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  3. ternyata Hawna jago gambar ya..... senangnya bisa melihat ekspresi ketulusan dari Hawnah yang menyayangi bundanya

    BalasHapus
  4. semoga hawna senantiasa sehat bahagia selalu dalam lindungan Allah, dan makin pintar menggambar, serta makin sayang kepada kedua orangtua.... salam :-)

    BalasHapus
  5. anak yg kreatif pasti nurun dari emaknya ya mbak :D

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…