badge

Kamis, 14 November 2013

Solusi untuk masalahku cuma satu: mendapatkan notebook yang tipis

Semalam, suami saya membantu saya membersihkan notebook yang sering saya pakai sehari-hari saat ini. Suami saya memang seorang yang apik dan resik untuk urusan perawatan benda-benda elektronika. Bisa jadi karena dia memang seorang penggemar benda-benda tersebut. Termasuk untuk urusan komputer atau notebook atau gadget. Jadi, dia sering secara berkala memeriksa komputer yang ada di rumah saya. Memantaunya jika saja kemasukan virus, atau membersihkan layar, keyboard dan permukaan notebook/komputer tersebut secara keseluruhan (sayangnya istrinya keenakan..xixixi... :p  jadi akhirnya malah jarang banget memperhatikan hal-hal tersebut. Sudah.. sstt, ini rahasia kita. Tidak usah memberitahu suami saya :d ).

 Nah, ketika sedang asyik membersihkan notebook saya itulah suami saya mendapati sesuatu yang "mencengangkan" dia (catat: dia seorang penggemar gadget, jadi kejadian ini sebenarnya bukan hanya mencengangkan tapi bisa jadi juga sedikit mengecewakan hatinya mungkin). Yaitu, ketika dia menemukan sebuah goresan di pinggir notebook saya.

tuh, kelihatan nggak scratchnya?


"De, notebook kamu tergores lagi?"

Oke. Saya ngaku deh. Ini memang sudah kedua kalinya saya membuat sebuah "goresan" scratch gitu di notebook yang saya pakai. Sebelumnya, goresan itu juga ada. Dan sekarang ada lagi. Bentuknya kayak gitu tuh.

Hmm... kenapa ya?
Akhirnya, kami berdua memikirkannya. Ada rasa bersalah juga sih sebenarnya di dalam hati saya. Tapi, ya, asli nggak nemu dimana letak kesalahan yang sudah saya lakukan hingga bisa menyebabkan jatuh dua korban notebook seperti ini.

Nih. Sehari-hari nih, notebook itu saya taruh di atas meja makan. Dengan begitu, sementara saya mengetik, saya bisa menemani anak saya yang belajar, atau anak saya yang sedang makan, atau menemani anak saya yang sedang menonton televisi.


Artinya, notebook itu tidak kemana-mana kan. Terus... kenapa bisa bocel-bocel ya? Misteri ini tidak terjawab. Hingga ketika pagi menjelang dan saya bersiap-siap mengetik karena seluruh anak-anak saya sudah berangkat ke sekolah semua, suami saya menemukan jawaban atas misteri tersebut. Yaitu... GELANG.
Gelang di tangan sayalah yang menyebabkan bocel-bocel tersebut.

"Gelang kamu, De. Lihat saja, scratchnya selalu di tempat yang sama dan tempat yang sama itu adalah posisi gelang emas kamu. Dicopot gelangnya aja 'de, kalau ngetik." Suami saya memberi saran dan saya hanya bisa menatapnya dengan wajah "heh" alias bengong.

Jujur saja, keberadaan gelang yang satu ini amat penting bagi saya. Saya memang sulit mengingat arah kiri dan kanan dalam keseharian saya. Itu sebabnya saya memerlukan keberadaan gelang tersebut karena  untuk mengingat bahwa itulah tangan kanan saya yang artinya itu sebelah kanan.

"Jangan mas. Sejak memakai gelang ini, aku jadi lancar menyebutkan arah kiri dan kanan kalau lagi nunjukin jalan atau arah." (hehehe, FYI, dulu, pulang dari pasar yang jaraknya cuma 2,5km saja, saya pulang naik bajaj. Itu sebenarnya pasar biasa yang sering saya datangi. Ongkosnya biasanya naik bajaj Rp15.000. Tapi, suatu hari saya lupa mengingat dengan cepat arah kiri kanan dan akibatnya, saya salah memberi arah pada tukang bajajnya. Lalu... BRAG! Tukang bajaj yang kalau belok memang tidak pernah pakai lampu sen, serta merta banting setir setelah saya buru-buru memperbaiki petunjuk arah yang semula salah dan... bajajnya nabrak sepeda motor. Sepeda motornya penyok. Jadilah, saya dan tukang bajaj patungan ke bengkel untuk memperbaiki sepeda motor yang penyok tersebut. Yang semula seharusnya cukup bayar bajaj Rp15.000 akhirnya malah jadi bayar Rp50.000)

Nah... sejak memakai gelang di tangan kanan dan tidak pernah melepasnya, saya jadi otomatis hafal arah kiri dan kanan. Itu kabar baik banget kan. Tapi... kabar buruknya, sudah jatuh dua korban notebook jadinya.

"Jadi... gimana dong? Aku nggak mau ah melepas gelangku."
"Hmm, tapi gelang emas kamu bisa menggores cat di body notebook, De. Ini sudah dua kali loh."
"Iya sih. Hmm, gimana ya?"

Akhirnya, suami saya memberi ide. Tutup saja dengan sesuatu bagian pinggirnya. Wah. Boleh juga. Jadi, ketika suami saya pergi, saya pun menutupi bagian pinggir notebook dengan sesuatu. Yaitu, potongan kain tipis tapi tebal dan ditempel dengan lakban. Ketika suami saya pulang, dia lebih terkejut lagi.

Oke
hehehe, ini baru namanya menyelesaikan masalah dengan masalah. Sstt, jangan ditiru ide buruk ini


"Aduh, kesannya kumuh, De."
Bener sih. Asli kesannya kumuh banget.
Entahlah. Mungkin karena notebook yang saya pakai kurang tipis kali ya makanya gelang yang selalu bertengger di pergelangan tangan saya selalu menggores pinggiran notebook. Jika saja notebook yang saya pakai lebih tipis saja, bisa jadi gelang yang saya pakai ini tidak akan menggores body notebook karena gelang tersebut masih berada di atas permukaan meja. Tidak sampai menggantung di pinggir body notebooknya.  Mungkin seperti notebook Acer Slim E Series atau Acer Aspire E2 Series misalnya. Notebook seri Acer Slim ini memang lebih tipis 30% ketimbang notebook konvensional lain di kelasnya. Sudah tipis, performanya juga oke lagi. Karena, notebook ini “didukung performa Intel® Processor di dalamnya". Salah satu notebook Acer Slim E Series tersebut, adalah Acer Aspire E1-432. Gambarnya seperti ini nih:

Aspire E1-432 yang 30% lebih tipis dari notebook konvensional (kebayang kan, gelang saya tidak akan membentur pinggiran notebooknya karena ketipisannya tersebut)


Aspire E1-432 tersedia dalam dua pilihan warna: Piano Black dan Silky Silver. Desain pattern bintang-bintang yang dinamakan Starry Swirls pada casing dan keyboardnya menambah kesan elegan pada notebook ini. Jadi, sudah pasti siapapun yang memakainya akan menjelma tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya ini. Jadi bisa saya katakan bahwa Acer Slim Aspire E1 cocok buat Emak yang aktif! Yaitu saya...hehehe


Oke. Kembali ke cerita saya tentang notebookku yang tergores dan nasib gelang di tangan saya. Rasanya, saya tetap berat jika setiap hari harus melepas dan memakai gelang tersebut hanya karena ingin mengetik saja. Saya takut kunci pengait gelangnya putus jika setiap hari aku lepas-pasang terus. Padahal, keberadaan saya di depan notebook itu tidak bisa diprediksikan dalam seharinya. Jika sedang menunggu masakan mendidih, saya segera jalan ke meja makan dan menyalakan notebook. Ya, lumayan deh mengetik satu atau dua paragraf. Atau setelah memutar mesin cuci, saya segera melakukan "kencan" dengan notebook saya. Lumayan bisa ngedit satu dua tulisan. Tapi yang terbanyak tentu saja ketika anak-anak sedang pergi ke sekolah. Eh tapi, saya kan tetap harus antar jemput mereka dari dan ke sekolah. Nah, masa iya harus bongkar-pasang terus itu gelang? Belum lagi jika saya mau main game di notebook guna mengusir rasa jenuh dan lelah karena mengerjakan banyak tugas sehari-hari. Duh, nggak mungkin banget saya harus lepas-pasang gelang saya.

Eh... bahkan (kenapa nulis "bahkan"? "Malahan" sepertinya lebih cocok).
Nah, malahan, kebayang jika saya harus pergi ke luar rumah dan membawa notebook saya tersebut agar bisa tetap aktif menggunakan notebook di luar rumah. Tahu sendiri kan, jika kita memakai notebook produk Acer E Series, kita bisa tetap aktif beraktifitas di luar rumah karena

notebook Acer E series dilengkapi oleh baterai dengan kapasitas 2500 mAh yang dapat bertahan hingga 6 jam (359 menit) untuk memutar konten multimedia (film HD), dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game. Masa iya saya harus melepas gelang saya? Duh, kan eike tetap mau tampil fashionable loh.


Itu sebabnya, saya pikir, solusi untuk masalah saya dan notebook hanya satu: mendapatkan notebook yang tipis tapi performanya tetap oke. Apalagi jika bukan mendapatkan notebook Acer Slim Series. Ini notebook yang sepertinya memang diperuntukkan untuk saya.

---------------------------------
“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”




10 komentar:

  1. Saya dulu juga masih suka bingung nunjukin arah kanan- kiri mba hehehe

    BalasHapus
  2. sama donk kita saya agak lama mikir kiri dan kanan dulu. sekarang seh dah lumayan cepat mikirnya

    BalasHapus
  3. memang si tipis ini impian semua emak deh...:-)

    BalasHapus
  4. Tadinya enggak merhatiin foto, tapi melihat si gelang disebut-sebut dalam tulisan lumayan sering, langsung kepo deh, balik lagi lihat foto hihihi. Ternyata memang kece sekali :D. Soal goresan, notebook saya juga lumayan nih 'sembrono'nya hihihi. Suami saya malah udah kapok ngingetin :P :P :P. Btw, OOT dikit. Mak Ade, buku kita barengan lho terbitnya di Quanta hihihihi ;). Semoga beruntung ya Mak. Kalau dapat si tipis, bolehlah itu gelangnya buat saya hahahahahaha *ngakakNgarep* :P

    BalasHapus
  5. Sip deh.... ingin penampilan yang fashionable jugakk... heehee...semoga sukses yah mak ....dan selamat kita sudah sukses menyelesaikan challenge ini...semoga semuanya sukses yah mak . Salam dari Jakarta

    BalasHapus
  6. Saya kalau kanan kiri paling cepet mak,suami yg suka bingung kanan kiri,dan suami memakai jam tangan solusinya.sukses ya mak buat si slimnya

    BalasHapus
  7. hehehe gelangnya buat saya saja mak...semoga sukses ya dan tidak tergores lagi dengan satu-satunya solusi tipis...

    BalasHapus
  8. Solusi buat kita semua kayaknya si Acer ini Mak :) sukses

    BalasHapus
  9. betuuulll mak....si tipis ini memang notebook favorit eMaks keren dan hebat

    Sukses ngontes nya ya mak....:)

    BalasHapus
  10. Berarti laptopnya musti yang tipis mak kayak si Acer nih biar ngga kegores :)

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...