badge

Kamis, 05 September 2013

Terpilihnya Jakarta sebagai Dipomacy city of ASEAN

Jika kita sejenak kembali menilik sejarah terbentuknya ASEAN yang resmi dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967, maka kita akan menjumpai bahwa bersamaan dengan terbentuknya ASEAN maka resmi pula ditanda tanganinya sebuah Deklarasi dari para wakil ASEAN kala itu, yaitu Deklarasi Bangkok.

Deklarasi Bangkok ditanda tangani oleh 5 Menteri Perwakilan ASEAN, yaitu Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), Nercisko Ramos (Filipina) dan Thanat Khoman (Thailand). Salah satu isi dari Deklarasi Bangkok adalah disana dicantumkan tujuan dari didirikannya ASEAN, yaitu:


1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan negara-negara Asia Teggara melalui usaha bersana dalam senangat persamaan dan persahabatan bagi suatu masyarakat yang makmur dan damai.
2. Memelihara keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara tanpa ikut campur terhadap masalah dalam negeri anggota.
3. Mewujudkan kerjasama aktif dan saling membantu dalam masalah kepentingan bersama dibidang ekonomi, sosial, budaya, tehnik, ilmu pengetahuan, Administrasi.
4. Menyediakan bantuan terhadap satu dengan yang lainnya dalam bentuk latihan dan fasilitas penelitian dalam bidang pendidikan, propesi, tehnik, dan administrasi.
5. Melakukan kerjasama yang lebih efektif untuk memanfaatkan industri dan pertanian, perluasan perdagangan termasuk studi tentang masalah yang menyangkut komoditas perdagangan international, perbaikan fasilitas transfort dan komunikasi, serta peningkatan standar kehidupan masyarakat.
6. Memajukan studi tentang bangsa Asia Tenggara.
7. Mempertahankan kerjasama yang erat dan menguntungkan dengan organisasi regional dan international yang mempunyai tujuan berupa dan meneliti semua cara untuk mengadakan kerjasama yang lebih diantara diadakan konferensi Tingkat Tinggi Asean (KTT ASEAN). (sumber dari sini )

Dalam perkembangannya, KTT ASEAN pun selanjutnya diselenggarakan guna mengevaluasi pencapaian demi pencapaian dari tujuan didirikannya ASEAN tersebut. Dan ternyata, dari 5 ke-anggotaan ASEAN tersebut, keanggotaan ini juga mengalami penambahan. Yaitu dengan masuknya negara-negara lain yang memang berada dalam satu lingkup kawasan Asia Tenggara hingga jumlah anggota ASEAN seperti sekarang ini, yaitu berjumlah 10 negara seperti sekarang ini (yaitu dengan masuknya  Brunei Darussalam, Vietnam, Laos PDR, Myanmar dan Terakhir Kamboja). Ke 10 negara ini ternyata terbukti memang mengalami perkembangan perekonomian yang luar biasa sejak mereka bergabung dalam ASEAN.
gambar diambil dari sini

30 tahun setelah ASEAN terbentuk, diselenggarakanlah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-2 ASEAN tanggal 15 Desember 1997, di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam KTT ke 2 ASEAN ini,  para pemimpin ASEAN mengesahkan Visi ASEAN 2020. Dengan tujuan antara lain sebagai berikut : Menciptakan Kawasan Ekonomi ASEAN yang stabil, makmur, dan memiliki daya saing tinggi yang ditandai dengan arus lalu lintas barang, jasa-jasa dan investasi yang bebas, pembangunan ekonomi yang merata serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi. Mempercepat liberalisasi perdagangan di bidang jasa. Meningkatkan pergerakan tenaga professional jasa dan lainnya secara bebas di kawasan.

Lalu, menindaklanjuti KTT Ke-2 ASEAN, maka pada KTT ke-6 ASEAN tanggal 16 Desember 1998 di Ha Noi, Vietnam, para pemimpin ASEAN mengesahkan Ha Noi Plan of Action (Rencana Aksi Ha noi) yang merupakan langkah awal untuk merealisasikan tujuan dari visi 2020 ASEAN. Pada KTT ini, para pemimpin juga mengeluarkan Statement on Bold Measure dengan tujuan untuk mengembalikan kepercayaan pelaku usaha, mempercepat pemulihan ekonomi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi setelah krisis ekonomi dan financial.

Pada KTT selanjutnya tanggal 5 November 2001 di Bandar Seri Begawan – Brunei Darussalam disepakati perlunya dibentuk Roadmap of Integration of ASEAN (RIA) guna memetakan tonggak penting yang harus dicapai berikut langkah-langkah spesifik dan jadwal pencapaiannya.

Pada KTT ke-9 yang di adakan di Bali tahun 2003 disetujui pembentukan Komunitas ASEAN. Pembentukan komunitas ini merupakan bagian dari upaya ASEAN untuk lebih mempererat integrasi. Juga merupakan upaya ASEAN untuk menyesuaikan cara pandang agar lebih terbuka dalam membahas permasalahan domestic yang berdampak pada kawasan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip utama ASEAN yaitu saling menghormati (mutual respect), tidak mencampuri urusan dalam negeri (non-interference), consensus, dialog dan konsultasi.
gambar diambil dari sini

KTT selanjutnya yang diadakan di Vientiane, Laos tahun 2004 disetujui Vientiane Action Program (VAP) 2004-2010 yang merupakan strategi dan program kerja untuk mewujudkan ASEAN Vision.
Tanggal 13 Januari 2007 di Cebu, Filipina ditandatangani Cebu Declaration on the Accelaration of the Establishment of an ASEAN Community by 2015. Para pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan ASEAN Economic Community (AEC) dari tahun 2020 menjadi tahun 2015.
Ada beberapa alasan mengapa pada Cebu Declaration 2007, Komunitas ini dipercepat menjadi 2015 antara lain : Untuk memperkuat daya saing ASEAN dalam menghadapi kompetisi global seperti dengan India dan China.  Adanya Potensi penurunan biaya produksi di ASEAN sebesar 10-20% sebagai dampak integrasi Untuk meningkatkan kemampuan kawasan dengan implementasi standard dan praktik internasional. Diselaraskan dengan komitmen pencapaian MDGs 2015.

Akhirnya, Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya, disela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-21 ASEAN di Phnom Penh, Kamboja (2011), Menlu RI Marty M. Natalegawa secara resmi menyerahkan Piagam Pengesahan (Instrument of Ratification) Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan ASEAN mengenai Ketuanrumahan dan Pemberian Keistimewaan dan Kekebalan kepada Sekretariat ASEAN (Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and ASEAN on Hosting and Granting Privileges and Immunities to the ASEAN Secretariat/Host Country Agreement) kepada Sekretaris Jenderal ASEAN.

Perjanjian Host Country Agreement yang mengatur mengenai pemberian fasilitas dan keistimewaan kepada Sekretariat ASEAN ini, akan memastikan Sekretariat ASEAN dapat beroperasi sebagai nerve centre Komunitas ASEAN dan mempromosikan Jakarta sebagai Ibu Kota Diplomatik ASEAN. (sumber dari sini)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan tiga hal prioritas yang telah dicapai ASEAN di bawah keketuaan Indonesia dalam pidatonya ketika penutupan KTT ASEAN di Bali tahun 2011, yaitu ketika beliau  menyerahkan secara simbolis palu Keketuaan ASEAN periode 2012 kepada PM Kamboja, Hun Sen, disaksikan para Kepala Negara/pemerintahan serta delegasi negara-negara anggota ASEAN

Pertama, terpeliharanya perdamaian, stabilitas, dan keamanan di wilayah ASEAN, antara lain, melalui pengembangan resolusi konflik secara damai, penguatan kerja sama penanganan bencana salah satunya dengan pembentukan AHA center di Jakarta, dan penguatan komitmen terhadap kemajuan dan perlindungan HAM. ASEAN juga makin menunjukkan sentralitasnya di kawasan yang lebih luas melalui Declaration of East Asia Summit on the principal for mutually beneficial relations.

Kedua, memastikan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat ASEAN dengan terciptanya kawasan yang kondusif untuk pembangunan nasional melalui ASEAN connectivity, serta pembangunan yang merata, termasuk kerja sama dengan negara-negara mitra wicara. Selain itu, penguatan ketahanan pangan termasuk dalam masa krisis melalui ASEAN plus 3 juga dilaksanakan.

Ketiga, meningkatkan keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan-kegiatan ASEAN selaku organisasi yang people oriented dan people centered melalui dialog-dialog dengan masyarakat madani dan generasi muda untuk mendengarkan pandangan mereka terhadap kemajuan ASEAN.(sumber dari sini )

Apa yang dikatakan oleh Presiden RI ini benar adanya. Sejak didirikannya ASEAN tahun 1967, ada banyak sekali kemajuan demi kemajuan yang telah dicapai oleh ASEAN. Sekarang, kekuatan ekonomi ASEAN tidak bisa lagi dipandang sebelah mata oleh seluruh negara di dunia ini. Pertumbuhan ekonomi negara-negara yang tergabung dalam ASEAN ini, bahkan nyaris menyamai macan Asia: China dan India. 

gambar diambil dari sini 

Ada banyak alasan mengapa ASEAN menjadi sebuah komunitas yang patut diperhitungkan dalam perkembangan global dunia, yaitu:
1. Jumlah penduduk yang ada di kawasan ASEAN, ada banyak. Artinya, ini merupakan potensi pasar yang baik bagi perdagangan, baik permintaan maupun penawaran.

gambar diambil dari sini

2. Jumlah sumber daya alam yang ada di kawasan ASEAN yang bersatu, juga merupakan jumlah yang tidak sedikit. Dengan demikian, komunitas ASEAN bersatu memiliki posisi penawaran yang tidak bisa dianggap sepele.
gambar diambil dari sini

3. Kebersamaan negara-negara dalam komunitas ASEAN, membuat mereka tidak lagi terlalu bergantung pada raksasa dunia selama ini. 
4. Kebersamaan negara-negara dalam komunitas ASEAN, membuat mereka menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi arus tekanan global yang dikendalikan oleh negara-negara maju selama ini. 

Melihat dari perkembangan pesat Komunitas ASEAN di atas, maka peran strategis Kantor Sekretariat ASEAN menjadi begitu strategis. Karena, ke depannya, komunitas ASEAN akan semakin sibuk melakukan berbagai pembenahan dan persiapan-persiapan. Lalu lintas semua kegiatan ini tentu saja akan lebih terarah jika berada di satu tempat yang pasti. Itulah Kantor Sekretariat ASEAN. Dan, kantor Sekretariat ASEAN alhamdulillah berada di Jakarta. Maka, kepercayaan seluruh negara-negara ASEAN pun sepakat untuk memilih Jakarta sebagai tempat kantor mereka berada. Saya kira, inilah alasan-alasan utama mengapa Jakarta terpilih sebagai kota yang mewakili ASEAN, dan menyandang gelar Diplomacy City of ASEAN

1. Karena Jakarta adalah ibukota dari Indonesia.
2. Di Jakartalah selama ini terdapat kantor Sekretariat ASEAN; jadi ada letak historisnya di sana.
gedung sekretariat ASEAN di jl Sisingamangaraja, jakarta. Gambar diambil dari sini

3. Jakarta juga kota yang memiliki tempat strategis; yaitu menjadi kota tempat singgah atau persilangan dari jalur-jalur sibuk di seluruh dunia. 
4. Di bawah kepemimpinan Indonesia, ASEAN mengalami kemajuan-kemajuan yang signifikan (ket: seperti terurai di atas)
5. Indonesia dianggap negara yang paling netral dan tidak memiliki masalah dengan negara-negara yang menjadi tujuan kerjasama tingkat lanjut dengan negara-negara ASEAN plus-plus (yaitu China, India, Amerika, Rusia, Jepang, Korea Selatan, Australia, New Zealand).

Lalu, apa pengaruhnya terpilihnya Jakarta sebagai Diplomacy city of ASEAN? Tentu saja banyak sekali keuntungannya bagi Indonesia. Seperti adanya kegiatan yang beragam yang akan dilakukan di Jakarta kelak, maka itu berarti akan mendatangkan perhatian dan kunjungan wisatawan dan sorotan media ke Indonesia secara otomatis, khususnya ke kota Jakarta. Semua perhatian ini insya Allah akan mendatangkan pemasukan dan meningkatkan pamor Indonesia di mata dunia. 

Yang harus dilakukan oleh Jakarta sekarang adalah, melakukan kembali pembenahan-pembenahan karena dia sekarang menjadi otomatis menjadi duta kota yang merepresentasikan ASEAN itu sendiri. Insya Allah Jakarta dan Indonesia biasa. Saya optimis kok. 
---------------------

Bahan bacaan:

4 komentar:

  1. Mbak Ade, sebagian besar bisa dibenahi di Jakarta, dalam kepemimpinan Jokowi. Satu hal yang sulit dibenahi : membirukan kembali langit Jakarta :)

    Sy ke Jakarta terakhir tahun 2002. Sy lihat langitnya abu2, menandakan asap polusi yang naik ke sana. Langit Jakarta waktu itu tidak pernah kelihatan biru seperti langit2 di daerah lain, seperti langit di Makassar yang masih biru.

    Tapi mudah2an selalu ada solusi untuk polusi itu ya mbak ;)

    BalasHapus
  2. itu pun sepertinya sedang dibenahi oleh jokowi ahok dengan memperbanyak jadwal sehari tanpa kendaraan bermotor dan membangun banyak taman kota..

    BalasHapus
  3. Setelah ratusan tahun lulus sekolah, gue diingetin belajar sejarah ASEAN lagi! Cherio ... ;-)

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...