Langsung ke konten utama

Tips Untuk Mendapatkan Penampilang Peringkat Blog Yang Baik

Kemarin, diskusi dengan beberapa teman di group BAW alias Be A Writers tentang bagaimana performa blog yang baik. Ini gara-gara ada blog yang sudah lama wara wiri di social media tapi rangking atau peringkatnya di Alexa atau Google Rank belum juga naik-naik. Tapi sebaliknya ada juga yang baru sebentar aktif di social media tapi peringkat atau rangking di alexa dan google rank sudah mengalami peningkatan yang signifikan.



Apa pentingnya peringkat itu? Katanya sih peringkat ini berguna untuk kesempatan kita jika suatu hari ingin mendulang uang dari blog yang kita miliki tersebut. Hanya pada mereka yang peringkatnya baik sajalah maka banyak tangan ketiga yang ingin meletakkan iklan baik yang langsung maupun terselubung di blog kita. Dampaknya, tentu saja hal itu bisa mendatangkan uang ke blog kita.

Jujur, aku tertarik juga mengenai kesempatan ini. Saat ini, blogku ada tiga, yaitu blog yang ini, lalu blog khusus review, dan blog khusus tulisan fiksi. Hanya di blog ini sajalah peringkatnya sudah lumayan baik. Untuk meningkatkan peringkat, maka aku terlibat pembicaraan dalam diskusi kemarin.

Ada beberapa tips yang diberikan, seperti:
1. Usahakan gunakan warna dasar yang tidak mengganggu kenyamanan mata.
2. Usahakan untuk menggunakan judul-judul yang SEO friendly.
3. Jangan terlalu banyak memasang widget karena itu bisa membuat loading terlalu berat kelak.
4. Selalu berusaha untuk memberi tautan atau link baik link ke luar maupun link ke dalam dalam tulisan kita.
5. Harus rajin diup date tentu saja. Tapi jangan terlalu rajin karena nanti Google menyangka kita sedang menspam mereka. Tapi juga jangan terlalu jarang. Idealnya, sehari maksimal 3 tulisan saja. Seminggu minimal 3 tulisan yang tampil di blog kita.

Itu 5 tips utama untuk mendapatkan penampilan Blog dengan peringkat yang baik.

Selain itu, aku juga diajari bahwa untuk foto cover utama jangan terlalu besar. Foto coverku yang dulu terlalu besar. Ukuran ideal untuk sebuah foo cover utama di blog itu adalah: 50 x 800 px.

Nah, jadilah aku seharian ngutak ngatik blogku ini. Dan inilah hasilnya:



Aku suka warna-warna pastel jadi aku terapkan warna-warna pastel. Sebenarnya mencari warna pink atau biru muda tapi, warna ungu pastel juga aku suka. Dan aku suka bunga. hehehe.. 

Lalu tahap berikutnya, aku membuat foto cover utama yang baru. Kutak katik kutak katik dan inilah hasilnya. Untuk sementara aku cukup puas sih. Tapi gak tahu deh besok-besok, aku orangnya bosanan soalnya.

Lumayan bagus kan?

Komentar

  1. judul-judul SEO Friendly contohnya seperti apa mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. katanya sih yang paling sering dicari orang. Temanku Mugniar mengaku tulisan yang paling sering dicari orang di blog dia kata kuncinya "pengantin baru"... temanku Rahmah dengan kata kunci "tips atau trik"... kalo di blogku ini kata kunci yang paling sering dicari orang itu yang rada2 kontroversial, seperti "aids".. atau "tayangan syur"... "cinta"..."masakah khas"...

      Hapus
  2. Menurut saya ini sudah lumayan eye catching Mbak, tapi kalau boleh usul dikurusin lagi cover-nya.

    BalasHapus
  3. sebenarnya covernya udah kurus, cuma karena picnya macam2 jadi seakan mata memandang melebar :)

    mungkin height-nya perlu dikurangi lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh... sstt, ini rahasia, aku bikin itu pake program otomatis timeline facebook cover maker. Jadi ukurannya gak bisa dikutak katik lagi.

      Hapus
  4. Balasan
    1. eh.. aku mah emang doyan bikin cover.. asyik sih, kayak bikin scrapbook gitu

      Hapus
  5. Cover-nya keren ....dan saya belum bisa bikin cover kaya' gitu >>> ajarin dong Mak :D (*nodong)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…