Langsung ke konten utama

Mukenah Kembar


[Parenting] Seorang teman memiliki dagangan sebuah mukenah dengan gaya Arab. Yaitu berupa sehelai mukenah yang terjuntai dari atas  hingga bawah dengan 3 buah lubang, satu untuk kepala dan dua lagi untuk keluarnya tangan. Bahannya dari bahan katun rayon. Ukurannya ukuran anak-anak, tapi panjang menyapu lantai. Aku membelinya dan Hawna senang sekali dengan model mukenah ini.
Ada beberapa keistimewaan mukenah ini menurut Hawna:

1. Bahannya adem (tentu saja mengingat terbuat dari bahan katun rayon yang biasanya dipakai sebagai bahan untuk membuat daster batik. Belakangan bahan katun rayon ini juga diterapkan di model Mukenah Bali yang terkenal adem alias sejuk).

2. Bentuk mukenahnya tidak melebar, tapi lurus mengikuti bentuk tubuh. Tidak sempit juga, jadi tetap tubuh kita bisa bergerak leluasa. Nah, setiap menjelang dan selesai menjalankan shalat, Hawna senang sekali menggoda dan digoda oleh kakak-kakaknya. Mukenah ini cocok untuk kegiatan menggoda dan digoda tersebut. Dia bisa merunduk, melompat, merayap, berguling-guling, tiarap, baris-berbaris... hmm, sepertinya aku sedang menulis rangkaian kegiatan calon tentara di akademi tentara.

3. Wajah Hawna terlhat cantik dengan mukenah ini. Hidungnya jadi terlihat sedikti mancung, matanya jadi terlihat bulat meski tetap mungil. Nah, karena banyak yang memuji bahwa dia cantik, maka dia betah berlama-lama memakai mukenah ini. Asli pujian yang membuat kian betah.

Karena ketiga alasan utama di atas (*sebenarnya ada 1001 alasan sih, tapi mungkin lebih baik kita fokus di 3 alasan utama di atas saja ya hehehe), maka dia melupakan mukenah lamanya. Jadi, ketika aku minta untuk mencucinya dia menolak. Dia sayang sekali dengan model mukenah ini. Jadilah aku terpaksa mengontak kembali temanku yang menawarkan mukenah ini dahulu. Dan memesannya lagi agar Hawna bisa berganti mukenah yang bersih setiap kurun waktu tertentu. Nah, aku, tertular kenyamanan Hawna sepertinya. Jadi, aku pun memesan untuk diriku sendiri. Jadi, sekarang aku dan Hawna mengenakan mukenah yang sama. Kami menyebutnya Mukenah Kembar.



Komentar

  1. di Blogspot nggak ada tombol like nya ya Mbak, padahal saya mau klik :D

    BalasHapus
  2. Teman saya yang dari Dubai selalu terkesan dengan Rukuh dari Indonesia. Setiap kembali ke Dubai dia selalu membawa oleh-oleh Rukuh dr Indonesia. Rukuh Indonesia itu
    Rukuh Cantik katanya.

    BalasHapus
  3. terima kasih informasinya

    Salam Hangat dari kami dompet dan ikat pinggang

    BalasHapus
  4. Assalamu'alaikum...

    Maaf, mau tanya.
    Berhubung akhir tahun rencana ingin umroh. Saya baru mencari Mukena Umrah untuk ibu dan istri saya. Apakah Anda menyediakan Mukena Umrah ? Atau ada info tempat menjualnya?

    Terimakasih

    BalasHapus
  5. Assalamu'alaikum...

    Anda sedang cari
    Baju Anak ? Atau mau memulai bisnis dengan membeli secara Grosir Baju Anak ? Kamilah JAWABANNYA.

    Terimakasih

    BalasHapus
  6. Assalamu'alaikum...

    Anda sudah punya usaha atau bisnis ?
    Tapi belum Online ?
    Jasa Pembuatan Website Jogja siap membantu anda.


    Jasa Pembuatan Website Jogja

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…