Langsung ke konten utama

Mahkota Princess yang Kembali

Apa arti mahkota bagi seorang Princess? Banyak sekali. Karena ternyata tanpa sebuah mahkota seorang Princess bisa terlihat tidak seperti seorang Princess. Dia bisa dipandang orang sebagai seorang gadis biasa. Rakyat biasa. Dengan demikian, arti mahkota itu penting banget. 

Dan demikianlah putri bungsu saya yang selalu merasa resah karena setelah beberapa saat, bandonya yang bermotif pita blink-blink belum juga diperbaiki. Bagi Hawna, putri bungsuku itu, bando itu adalah mahkotanya. Hawna selalu berkhayal bahwa dia adalah seorang Princess dan bando-bandonya adalah mahkotanya. 

Beberapa waktu yang lalu, bando Hawna ini sudah aku coba perbaiki dengan menggunakan lem super glue. Sayangnya, lem ini ternyata tidak seperti quote yang tertera di kertas pembungkusnya (baca: Superglue that not super at all). Ada beberapa saran yang diberikan oleh teman-teman yang tertulis di kolom komentar, jadi aku pun tidak lagi berpkir untuk melemnya. Aku akan menjahitnya.

Jadi, dimulailah proses penjahitan pita blink-blink tersebut di bando Hawna. Ternyata, tidak terlalu susah melakukannya karena struktur pori-pori yang ada di antara manik-manik pita tersebut.






Akhirnya, setelah melalui waktu-waktu dimana Hawna bergeming di depanku mengawasi dan ketika aku mengeluh "duh, pegel ih leher nunduk terus" dia dengan sigap langsung melompat ke belakang punggungku dan memijat tengkukku dengan tangan mungilnya seakan-akan secara tidak langsung dia mengatakan "aku akan lakukan apa saja selama kamu membantu memperbaikinya"... bando Princess itu berhasil aku perbaiki.
Alhamdulillah.
Dan Ketika mahkota itu sudah berada di atas kepala Princess-ku ini, Princess kecilku ini tersenyum sepanjang hari hingga seluruh dunia ikut tersenyum dan bunga-bunga bermekaran... musim berubah menjadi musim semi dimana-mana.
Senangnya. Menyenangkan Princess kecilku ini tidak perlu dengan cara mahal ternyata.


----------------
Penulis: ade anita

Komentar

  1. kreatif, murah, anak senang ya mbak

    BalasHapus
  2. Untung ya Hawna, maminya bisa jahit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjahit itu asyik jika memang ada waktunya. pada dasarnya aku hobi jahit.

      Hapus
  3. lucu nya bikin sendiri, kreatif :D

    eeh itu kirain mahkotanya royal bebi, hihihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mahkota rekayasa... putriku sering berkhayal lebih tinggi daripada sesuatu sederhana yang dia miliki. Bando dengan hiasa pita blink blink biasa dipandang sebuah mahkota bagi dia

      Hapus
  4. Wah, senangnya, litle princes sudah menemukan mahkota imajinasinya... Mahkotanya memang sederhana. Tapi negeri imajinasi yang dibentuknya sungguh luar biasa :)

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…