Langsung ke konten utama

2 Cara Untuk Mendapatkan Rumah Gratis

Siapa sih yang tidak butuh rumah? Rumah itu termasuk dalam penggolongan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi oleh siapa saja. Jadi, rasanya tidak ada satu makhluk hidup pun yang tidak membutuhkan rumah. Merka pasti membutuhkan rumah.

Ada beberapa fungsi dari sebuah rumah. Di antaranya adalah:
1. Sebagai tempat untuk berlindung dari panas dan hujan.
2. Sebagai tempat untuk berhimpun dengan orang lain dalam satu tempat yang sama.
3. Sebagai tempat yang aman bagi pemiliknya untuk melepaskan lelah.
4. Sebagai tempat yang aman bagi pemiliknya untuk melepaskan pakaian yang menutupi auratnya (hanya di rumah kita bisa melepas pakaian yang menutupi aurat kita. Gak mungkin kita bisa melepas itu semua di tempat terbuka bukan?)
5. Sebagai investasi masa depan.
6. Sebagai penentu status sosial ekonomi seseorang.
7. dan sebagainya, dan seterusnya.

Ada begitu banyak fungsi dari sebuah rumah sehingga semua orang membutuhkan rumah untuk ditempatinya. Sayangnya, jumlah penduduk yang terus bertambah sementara lahan semakin sedikit, membuat harga rumah semakin melambung saja. Di beberapa tempat bahwa harga rumah tidak dapat terjangkau oleh semua orang. Untuk mendapatkan rumah, tentu saja dibutuhkan uang yang tidak sedikit jumlahnya. DI daerah tempat saya tinggal bahkan harga tanah dan rumah di atasnya itu dihargai hingga 10 juta per meter perseginya. Mahal sekali kan?

Nah... sebenarnya ada dua cara yang bisa ditempuh bagi seseorang untuk mendapatkan rumah secara gratis.

"Gratis? Maksudnya gak bayar apa-apa gitu? Gak harus mengeluarkan uangkah?"

"Yupe. Benar. Gratis dan tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali."

1. Dengan cara menerima rumah warisan.  hehehe.. ini mah otomatis deh dijamin gratis. Paling yang kita keluarkan hanya biaya untuk balik nama saja.
2. Ikut Kuis dan berusahalah untuk memenangkan kuis yang berhadiah rumah gratis tersebut.

JIka point pertama tampaknya tidak mungkin didapat, maka kita bisa memulainya dengan point kedua. Kebetulan, RUMAH 123 Mengadakan sebuah kuis tebak harga rumah beserta seluruh perabotan yang ada di dalamnya. JIka berhasil menebak harga rumah beserta seluruh isi perabotan di dalamnya maka kita berhak menggondol sebuah rumah gratis seharga Rp 600 juta. Menarik kan? Mudah banget, cuma menebak saja kok. 

Bagaimana caranya? Simak video berikut ini ya, yang diadakan oleh RUMAH GRATIS 123. 



Punya rumah yang ingin dijual? Ingin sewa rumah? Beli rumah? Klik RUMAH123, situs properti no.1. di Indonesia

Video: Tebak & Menang Rumah Gratis 123




Punya rumah dijual? Rumah123, situs properti no.1 di Indonesia.
--------------
Penulis: Ade Anita

Komentar

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…