badge

Selasa, 09 Juli 2013

#LiburanCeria: Malioboro di Waktu Malam

Apa sih yang menarik dari Malioboro? Seharusnya, pertanyaan ini aku ajukan sebelum aku berencana berlibur ke Yogyakarta. Entah mengapa daerah yang satu ini begitu terkenal dan seakan-akan merupakan daerah yang wajib dikunjungi jika kita ingin pergi ke Yogyakarta.



Malioboro sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti karangan bunga.

foto diambil dari sini

Entah mengapa asal muasalnya hingga memilih arti karangan bunga untuk nama jalan. Biasanya kan nama jalan diambil dari nama pahlawan setempat ya. Tapi, pemilihan nama jalan yang unik ini ternyata membawa berkah sepertinya untuk kota Yogyakarta. Karena, akhirnya jalan Malioboro ini benar-benar menjelma menjadi sebuah bunga cantik yang memancing perhatian banyak orang untuk menghampiri dan mengintip kecantikannya.

Ya, keberadaan Jalan Malioboro memang menjadi magnet bagi banyak turis baik di dalam maupun luar negeri dan otomatis ini mendatangakan pemasukan bagi daerah Yogyakarta dan juga pendapatan bagi penduduk Yogyakarta yang mencari rezeki di sektor jasa atau barang di sepanjang jalan Malioboro.

Aku dan keluargaku sendiri tiba di jalan Malioboro ketika matahari sudah sempurna tenggelam. Meski demikian, suasana di jalanannya masih tetap hiruk pikuk dan bahkan macet.

"Ini masih mendingan loh bu. Liburan sekolah beberapa hari yang lalu, jalan Malioboro ini benar-benar macet total. Saya antar tamu sampai dua jam di jalanan ini."

Waah. Jadi, ini saranku untuk menghemat ongkos kendaraan. Jika naik kendaraan, lebih baik jangan masuk ke jalan Malioboronya tapi dari Hotel Melia yang ada di Ngapasan, Jl A. Yani, belok ke arah pasar Beringhardjo melalui arah jalan ke Taman Budaya, lewat Gereja Kristus Alam Kudus, lalu belok menuju Masjid Al Mutaqqin yang ada di sebelah Pasar Beringhardjo. Nah, lewat jalan ini lebih mendingan macetnya. Ada pasar Senthir di depan Mirota batik. Jika naik taksi, bilang saja ke Mirota yang ada Malioboro. Supir taksi lebih suka antar konsume ke daerah sini ketimbang ke Malioboronya yang terkenal macet total.

INi dia petanya (aku ambil dari google map)



Nah, dan ini adalah foto-foto yang aku ambil untuk melukiskan suasana Malioboro di waktu malam.

itu mirota di depan sana, ini adalah suasana di depan masjid Al Mutaqqin yang ada di sebelah Pasar senthir dan pasar Bringhardjo.

Sepi? Bukan, ini masih lampu merah di persimpangan jalan yang ada di tengah Jl Malioboro. Pas lampu sudah hijau lagi, kembali macet.

Ini dia Mirota yang aku maksud. Depannya kayaknya sederhana ya, padahal di dalamnya meriah sekali. Nanti deh, tulisan berikutnya aku akan nulis tentanga Mirota.

ini adalah pengamen jalanan. Personil pengamennya banyak banget. Ada yang mukul gendang, nyanyi, gitar, dan sebagainya. Rame.


eh... sstt, si mbak baju merah ini aku kira tadinya penyanyinya loh karena tiba-tiba masuk ke depan para pengamen itu. Eh, nggak tahunya dia cuma mau numpang foto-foto bersama para pengamen saja. hahaha

Tuh, rame kan suasana jalan raya Malioboro di waktu malam.


dan ceritanya yogyanya bersambung lagi ya.
------------------------
Penulis: Ade Anita

11 komentar:

  1. kalau ke Jogja, kunjungan wajib ke malioboro ya mbak

    BalasHapus
  2. pengamen jalanan yang peralatannya lengkap itu sebenarnya adalah pelajar institut kesenian yogyakarta,
    kalo sabtu malam, atau malam malam yang lain, biasanya mereka menggelar pertunjukan yang meriah di sepanjang jalan malioboro. sebagai salah satu tugas sekolah juga sih...

    sepertinya begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ooo.. pantas mereka tuh perlengkapannya lengkap banget. Niat banget gitu buat ngamen.

      Hapus
  3. Dija belom pernah jalan jalan ke Malioboro Tante...
    Dija kepingiiin banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah.. sama dong dengan anak2 tante makanya kemarin dibawa liat malioboro. banyak yang jualan ternyata. Kalau jalan di trotoarnya malah kurang nyaman, lebih enak masuk ke dalam pertokoannya.

      Hapus
  4. Oooh gini toh Jalan Malioboro :D *nggak pernah kesana saya mbak*

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya penuh banget. jangan bawa kendaraan kalo mau lewat malioboro, lebih baik jalan kaki saja. tidak panjang kok jalannya dan asyik aja buat cuci mata karena banyak yang diliat sepanjang jalan.

      Hapus
  5. Udah pernah, tp dulu blm ngeblog jd gak ditulis di blog

    BalasHapus
  6. Aku lebih suka jalan kaki kalau ke malioboro... Asli penuh sie kalau sudah masuk di jalanan trotoarnya.. Tapi disitulah ciri khasnya yang menonjol

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...