Langsung ke konten utama

Good Morning Sunshine


Memotret matahari terbit Di sela-sela ketergesaan mengantar anak-anakku sekolah. Perlengkapanku setiap kali mengantar sekolah anak-anakku adalah: dompet, handphone dan kunci rumah. Jika diniatkan untuk pergi aerobik, atau ke pasar, atau ke tempat lain, maka ketiga barang tersebut akan aku tambah lagi dengan keberadaan barang yang lain. Tapi jika hanya mengantar saja, maka ketiganya saja sudah cukup. Nah, karena handphoneku dilengkapi dengan kamera 8 megapixel maka sayang jika tidak digunakan untuk mengabadikan banyak tempat atau situasi yang memorable. Salah satunya adalah pemandangan matahari terbit berikut ini.

Semua foto-foto ini aku ambil dengan menggunakan kamera Handphoneku Sony Erickson Experia PRo 2. Tidak ada edit dalam gambar-gambar ini, semua adalah hasil foto langsung, tidak direkayasa.

Gambar Di bawah adalah pagi, pukul 06.22





Di bawah ini, pagi pukul 06.20 kala langit berawan 

Di bawah ini pagi pukul 06.17 


yang Di bawah ini pagi 06.15 tapi dengan kondisi langit yang berbeda-beda.




nah, yang terakhir yang aku suka banget. Langit benar-benar seperti lukisan nuansa biru Dan putih. Indah sekali.

Komentar

  1. bagus mba.. satu lokasi yaa.. pake kamare apa.. gak diedit ya :) salam kenal..

    BalasHapus
  2. pake kamera henpon. Bentar aku edit deh keterangannya. makasih ya masukannya.

    BalasHapus

Posting Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…