badge

Sabtu, 09 Februari 2013

Cara Mengirim Buku ke Penerbit Stiletto

FAQ: Cara Mengirim buku ke Stiletto penerbit

by Ade Anita on Friday, 1 June 2012 at 16:13 ·

Ngobrol dengan Penerbit: Stiletto Book
By Triani Retno A Full in Curhat Calon Penulis Beken ·  Edit doc

Tanggal 21 Mei 2012.Kemarin ngobrolnya langsung di wall. Katanya, banyak yang susah nyari lagi kalo di wall karena cepat tenggelam. Nah, berikut kopas tanya-jawab di wall dengan Stiletto Book yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Mbak Herlina P. Dewi


PROFIL STILETTO BOOK
Stiletto Book adalah penerbit buku perempuan. Sebuah penerbitan yang mendedikasikan diri untuk menerbitkan naskah-naskah fiksi maupun non fiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan; life style, keuangan, kecantikan, kesehatan, travelling, parenting, relationship, daaaaaaan segala dinamika perempuan modern.




Semua buku Stiletto Book bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Gunung Agung, Togamas, Social Agency, Rumah Buku, dll di semua kota di wilayah Jawa dan kota2 besar di luar Jawa (Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali).

Gambaran kerja sama.
Stiletto akan memberikan royalti yang besarnya antara 8% - 10% tergantung dari pengalaman penulis.

Penulis yang sudah menerbitkan minimal 3 buku*, berhak atas royalti 10%
Penulis yang sudah menerbitkan 2 buku*, berhak atas royalti 9%
Penulis pemula (baru menerbitkan 1 buku* atau belum), berhak atas royalti 8%.

Catatan: buku* yang dimaksud di atas adalah BUKU KARYA PENULIS SENDIRI, bukan buku antologi yang ditulis berbarengan dan buku* tersebut diterbitkan oleh penerbit major (bukan penerbit indie).

Silakan kirim naskah terbaik Anda dengan ketentuan sbb:
1. Sample Naskah Fiksi, berisi:
Satu bagian naskah Anda / paling tidak 30 halaman pertama.
Gambaran umum cerita selanjutnya.
Thema: dunia perempuan (genre bebas: teenlit, chicklit, romance, fiksi ilmiah, dll)

2. Sampel Naskah Non-Fiksi, berisi:
Satu bagian naskah Anda / paling tidak 30 halaman pertama.
Daftar Isi / outline
Bertema tentang dunia perempuan.
Sertakan juga Biografi Anda (maks. 2 halaman), yang berisi:
Total halaman naskah.
Pesan yang ingin disampaikan melalui naskah tersebut dan alasan kenapa Stiletto Book harus menerbitkan naskah Anda.
Profil Penulis. Paling tidak berisi tentang: Biodata umum, karya tulis yang pernah dipublikasikan (jika ada), komunitas/organisasi yang diikuti dan seberapa besar naskah Anda potensial untuk dibaca komunitas tersebut (jika ada)

Ketentuan Penulisan dan Pengiriman Naskah:

Naskah ditulis dalam kertas ukuran A4, Font Times New Roman 12, Spasi 1 ½, Format MS Word atau Adobe Reader
Panjang naskah antara 100 - 200 halaman
Kirimkan sample naskah disertai dengan biografi Anda dalam bentuk attachment ke alamat [email] stilettobook@gmail.com, tuliskan Judul Naskah dan Nama Anda pada subjek email.
Kurang lebih 1 bulan naskah yang Anda kirim akan segera kami respon.
Diutamakan penulisnya berjenis kelamin perempuan.. :) Tapi tidak menutup kemungkinan jika ada penulis laki-laki yang punya naskah berthema "perempuan".
Jika Stiletto Book tertarik untuk menerbitkan naskah Anda, maka penulis bersedia mengirimkan naskah lengkap dalam bentuk hardcopy ke alamat Redaksi Stiletto Book:

Jl. Melati No. 171. Sambilegi Baru Kidul
Maguwoharjo. Depok. Sleman. Yogyakarta
Telp: (0274) 960 9484

Yuuuuk, tunggu apa lagi? Mari berbagi ilmu untuk ikut berpartisipasi mencerdaskan perempuan Indonesia melalui buku yang Anda tulis. Sebarkan info ini ya.

Triani Retno: Kenapa Stiletto memilih segmen perempuan?
SB: Stiletto Book memilih segmen perempuan krn, pertama: Belum ada penerbit di Indonesia yg concern di buku2 khusus perempuan. Kedua: Aku sendiri hobby banget baca majalah2 perempuan, dari sana aku bisa melihat tema & topik menarik yang bisa dijadikan sebuah buku. Ketiga: Menggalakkan perempuan gemar membaca. So, segmen Stiletto memang terutama para perempuan, walaupun ternyata banyak juga cowok2 keren yang ikut baca.

Nah, dengan segemantasi pembaca perempuan itulah, Stiletto Book juga harus tahu "karakter pembacanya". Misal: (a) Menggunakan bahasa yang ringan, fun, mudah dicerna, tapi tidak menghilangkan esensi dari topik yang dibahas. (b) Cover yang cantik. (c) Mengutamakan penulisnya adalah perempuan, karena tentunya perempuan lebih tahu "dunianya"


Triani Retno A Banyak cowok keren yang ikut baca. Ada cowok keren yang kirim naskah juga nggak, Mbak?
SB:  Ada, Mbak. Banyak malah... tapi kok ya belum ada yang nyantol ya? Sejauh ini para cowok2 keren itu baru nyantol jadi kontributor di buku antologi "A Cup Of Tea". Kalo untuk buku solo belum ada.. Tantangan ini buat para cowok :))

Donatus A. Nugroho ‎Kakak, aku suka bahwa Stiletto memberi jaminan 1 bulan naskah akan direspon. Pegang terus komitmen ini. Sangat berarti untuk penulis.
 Beberapa penerbit bahkan memberi tahu ketika kiriman naskah sudah diterima. Stiletto bisa menerapkan hal ini juga. Nggak akan terlalu repot, karena bisa via email atau SMS. Ini juga point yang membuat penulis merasa dihargai.

SB: Iya Mas, sejauh ini Stiletto Book komit dengan itu. Ketika kami menerima email kiriman naskah, maksimal 3 hari kerja, kami sudah membalas email tersebut & memberitahukan bahwa "nasib" naskah akan diberitahukan 1 bulan setelah tanggal penerimaan.

Ari Keling Stiletto Book adalah penerbit buku perempuan. Sebuah penerbitan yang mendedikasikan diri untuk menerbitkan naskah-naskah fiksi maupun non fiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan; life style, keuangan, kecantikan, kesehatan, travelling, parenting, relationship, daaaaaaan segala dinamika perempuan modern.
PERTANYAAN : Apakah untuk membuat novel tentang perempuan atau dunia perempuan memang tokoh utamanya harus perempuan? Sebenarnya bisa gak ya bikin novel tentang perempuan atau dunia perempuan tokoh utamanya cowok? Aneh gak sih pertanyaan saya? Maaf ya, masih belajar bikin novel. ^_^

SB: Sejauh ini untuk novel, Stiletto Book mmg mengharapkan tokoh utamanya perempuan, dengan harapan agar pembaca yang mayoritas perempuan itu bisa lebih gampang melebur & menikmati alur ceritanya, dan tentunya agar komit dg tagline Stiletto, "Penerbit buku perempuan". Eh tapi... Sebenarnya tidak menutup kemungkinan jika ada penulis cowok yang menuliskan novel dengan tokoh utama cowok, tapi thema yg dibahas adalah dunia perempuan. Coba kl Mas Ari mau bikin novel seperti ini, kali aja berjodoh ama Stiletto

Aulia Anggraini: Stiletto itu penerbit buku chicklit ya?
SB: Bukan cuma chicklit say, ada novel jenis lain, juga buku2 non fiksi dan serial "A Cup Of Tea" :) Tapi untuk chicklit memang termasuk sering, karena banyak naskah bagus2 yang masuk...:D

Liza P Arjanto Mba Dewi, stiletto menerima naskah berupa kumpulan tulisan inspiratif ga? Minimal berapa halaman?
SB: Nah itu Mbak, kalo kumpulan kisah2 nyata inspiratif, kebetulan di Stiletto sudah ada serial "A Cup Of Tea" dg metode pengumpulan naskah melalui audisi. Jadi sementara kl kumpulan kisah inspiratif, kami masih "bermain" bersama A Cup of Tea. Mungkin bisa dikemas dlm bentuk lain Mbak? Misal, buku non fiksi, trus pake contoh2 kasus kisah2 inspiratif tsb.

Yas Marina Masih terbukakah kesempatan untuk novel chicklit-nya Mbak Herlina P Dewi?
SB: Masiiiiih, chicklit termasuk produk tetapnya Stiletto :) Seperti A Cup of Tea, jadi kami akan terus nyari penulis2 chicklit. Ditunggu naskahnya ya, Mbak... ^^

Tanti Kuben Koko Biasanya berapa lama tim editorial memastikan bahwa naskah yan gmasuk sudah sesuai kriteria redaksi, Mbak Herlina P Dewi?
SB: 1 bulan Mbak, ketika naskah diterima, kami akan berikan balasan. Dan satu bulan setelah naskah diterima, kami akan beri tahu hasil reviewnya.
Oia, buat naskah yang belum lolos seleksi, tim editorial Stiletto juga sangat welcome jika ada penulis yang nanya, kira2 kenapa naskahnya belum layak dipublikasikan. Kami akan berikan review-nya yang mudah2an berguna buat penulis.

Tanti Kuben Koko Biasanya antriannya sepanjang ular naga bukan kepalang, nggak @mbak Herlina P Dewi?
SB: Mau antrean panjang/pendek. Naskah pasti akan diberitahu hasilnya setelah 1 bulan diterima. Jika diterbitkan, biasanya kami langsung proses MoU dan akan diterbitakan paling lama 6 bulan setelah ttd MoU. Cepets, kan? :D

Aulia Anggraini Kenapa lambangnya sepatu?
SB: Biar sesuai sama segmen pembacanya. Stiletto kan artinya sepatu hak tinggi, dan sepatu seperti itu kan cuma dipakai ama perempuan. Jadi pas, kan yah? Dan, perempuan yang pake stiletto, biasanya merasa lebih PD, seperti halnya perempuan yang baca buku2 Stiletto, pasti lebih cerdas & tampil lebih PD dengan kecerdasannya... ^^ Aseeeeeek....

Asri Andarini segmen pembaca sasaran stiletto perempuan usia berapa? dengan karakter seperti apa?
SB:
Tergantung temanya say. Kalo teenlit tentunya, memprioritaskan pembaca beruusia belasan. Chicklit ya usia 20an. A Cup of Tea bisa 17 - 35an. Kalo buku2 non fiksi tentunya sesuai tema dan topik. Intinya, buku2 Stiletto disediakan untuk perempuan berusia belasan sampe 40an.

Pio Andre Mbak Herlina, kalau saya bandingkan dengan chicklit penerbit lain, chicklit stiletto lebih meremaja dengan tokoh berkisar 20-30an. chicklit yang sering saya baca kebanyakan cerita dewasa, bahkan tokohnya ibu-ibu. Apa memang konsepnya seperti itu? yang masih rada meremaja? trims :)
SB: Iyah, seperti yg ada di novel2 chicklit Stiletto. Baca aja di halaman kupingnya itu, chicklit Stiletto mmg mengangkat kisah perempuan usia 20-30an. Ini loh ada kriteris khusus buat chicklit: http://stilettobook.blogspot.com/2011/08/stiletto-book-mencari-penulis-chicklit.html

Chicklit yang sudah terbit di Stiletto adalah "Dunia Trisa" karya Eva Sri Rahayu dan "Janji Es Krim" karya @Nimas Aksan. Itu kisahnya memang seger banget, fun, lucu dan bikin cekikikan sendiri. :) Chicklit2 seperti itulah yang akan menghiasi novel2 chicklit Stiletto :D

Khusnul Khotimah Mb saya masih bingung dengan sistem pengiriman naskah. kan kalo di web, kalo stiletto cocok,diminta untuk kirim hard copy. Nah waktu itu saya diminta untuk kirim hard copy-nya, tapi ditolak.hehe... Berarti itu belum pasti ya? Terus kalo mau kirim lagi, harus lewat email dulu atau langsung hard copy?
SB: Iya, memang ada 2 sesi, sesi pertama kirim sampel dan sesi kedua kirim naskah hardcopy. Ini diberlakukan dg alasan: (1) Biar penulis dan penerbit lebih irit, tidak harus ngeprint dan mengirimkan print-outan naskah ke penerbit. Penerbit juga tidak berkewajiban mengembalikan naskah yg dikirim. (2) Penulis yg belum menyelesaikan naskahnya bisa tetep kirim, sambil menyelesaikan tulisannya. (3) Lebih praktis, tentunya. :D Oia, jika penulis sudah mengirimkan hardcopy, belum pasti diterima krn masih ada 1 kali review lagi. ^^ Ditunggu kirimannya lagi ya....

FYI: Naskah yang sudah dikirim dalam bentuk hardcopy ke Stiletto Book dan ternyata belum diterbitkan. Naskahnya akan kami kembalikan berikut hasil review-nya kenapa naskah tersebut belum layak terbit di Stiletto. Juga seikat doa semoga naskah tersebut mendapat peruntungan di penerbit lain. ^^

Aulia Anggraini Kalau ada naskah yang lolos penjurian, berapa lama waktu yang dibutuhkan agar naskah diterbitkan?
SB: Paling lama 6 bulan setelah tandatangan MoU, paling lama loh itu. Biasanya sih proses produksi (edit, layout, cover, sampe cetak) 3 bulan selesai.

Triani Retno A Full Yang kusuka dari Stiletto Book, rajin promo di majalah. Jujur, sebagai penulis saya merasa tersanjung dan teperhatikan oleh penerbit. :)
SB: Ahahaha.... Iya Mbak. Tiap buku terbit di Stiletto, kami selalu kirim beberapa ke media. Promonya kudu gencar... ^^

Triani Retno A Full Sepertinya belum ada teenlit yang terbit di Stiletto Book, ya?
SB: Belooooooooom! Sini Mbak Enno mau kirim? Kutunggu loh... Mas Donatus A. Nugroho ditunggu naskah teenlit-nya juga yaaa.... ^^

Sulis Tyowati mbak dewi, di penerbit lain ada yang lebih menguatamakan penulis yang sudah pernah menerbitkan buku daripada penulis pemula. Di stiletto apakah juga demikian?

SB: Nggak banget! :)) Asal naskahnya bagus, Stiletto tidak pernah membeda2kan itu penulis pemula atau senior. Nah masalah royalti yang besarnya tidak sama (antara penulis pemula & penulis yg sudah punya buku sebelumnya) itu adalah bentuk apresiasi Stiletto ke penulis yang sebelumnya sudah punya karya. Lihat aja, penulis2 di Stiletto kan unyu2 tuh, tapi bukunya bagus2... ^^ Spertinya malah baru Mbak Triani Retno A Full dan Mbak Reni Teratai Air, penulis2 senior yang pernah singgah jd penulisnya Stiletto. Yang lain penulis2 muda berbakat... hehe...

FYI: Meskipun penulis pemula, tidak menutup kemungkinan dari Stiletto Book mereka mengawali debutnya :) Misalnya penulis "Winter to Summer" (Icha Ayu). Dia baru pertama kali nulis, tapi sampe sekarang bukunya sudah cetakan ke-lima & akan segera cetak ulang lagi. So, buat temen2 yg belum pernah nulis sekalipun, jangan ragu buat kirim naskah ke Stiletto ya... ^^

Ari Keling Mbak Herlina P Dewi, Stiletto udah nerbitin romance, belum?
SB: Novel romance sudah ada, "Winter to Summer"-nya Icha Ayu itu termasuk romance yang dibalut dengan perjalanan keliling Eropah, baca deh... :)) Btw, punya naskah romance?

Pio Andre Nah, beruhubungan chickilt kebanyakan kalangan perempuan metro. gimana tuh, nasib perempuan di pedesaan... yang mungkiiin sama istilah-istilah perempuan aja nggak tahu? mungkinkah akan muncul novel chicklit perempuan desa? hehe... *kidding*
SB: Hahahaha.... nanti buat genre baru deh, villagelit *maksa!*

Aulia Anggraini Kenapa royalti untuk tiap penulis berbeda Mbak? ada yang 10% ada juga yang 8%?
SB: Iya, ini bentuk apresiasi kita pada penulis yg sebelumnya sudah punya karya. Banyak juga loh penerbit yg royaltinya lebih kecil dari 8% untuk penulis pemula. Dan, untuk penulis yg sudah punya buanyak sekali karya, royalti 10% masih bisa ditambah kok ^^

Aulia Anggraini Jadi Stiletto Book nerima teenlit juga nih? tapi harus tetap perempuan ya?
SB: Iyah nerima. Ayo yang punya naskah2 teenlit kirim ke Stiletto.Siapa yg mau mecahin telur nih? Di Stiletto belom ada teenlit soalnya.

Dian Kristiani Stiletto menerima naskah utk anak2 juga nggak? Wkwkwk, spesialisasi saya buku anak-anaaakkk :)) BTW, saya baca profilnya di majalah Sekar loh :)
SB: Sementara belom, Mbak. Masih komit ke segmen pembaca perempuan dulu. Kalo naskah anak, mungkin nanti bikin imprint dulu, nama penerbitnya "Sepatu Ncit-Ncit" hahaha...!! Wah, makasih ya Mbak, jadi malu ini ada yg baca profil eike di Sekar... ^^

Ari Keling: Romance seperti apa sih yang diterbitkan Stiletto?
SB: Nah ini yg susah... :D Yang jelas temanya menarik, gak bikin bosen pembaca, syukur2 fresh, maksudnya tidak sperti novel2 romance kebanyakan. Ehhhmmm... udah pernah baca "Winter to Summer"..? Itu novel romance yg pernah diterbitkan Stiletto. Ya, kurang lebih seperti itu... :)

Suketz Itu Abdurokhman: Salam semua. Mba Herlina, pengin nanya,nih. Stilleto nrima naskah kumpulan cerpen nggak, yah? Trus, berapa judul yang mesti dikirimkan?
SB: Nerima, Mas. Bulan depan juga ada kumcer yang akan terbit. Kalo judul, tergantung panjang-pendeknya cerpen Mas Suketz (Suketz bahasa Jawa kan artinya rumput, hehe). Minimal 100 halaman Mas.

‎Triani Retno A Full: Lalu tentang "Buku yang dimaksud di atas adalah BUKU KARYA PENULIS SENDIRI, bukan buku antologi yang ditulis berbarengan dan buku tersebut diterbitkan oleh penerbit major (bukan penerbit indie)." gimana, Wi? Apakah itu harga mati untuk semua buku terbitan indie? Apa ada pengecualian? Misalnya, ketika terbit indie penjualan buku itu bagus (500 eksemplar dalam sebulan, misalnya).
SB: Ternyata bukan harga mati, Mbak. Hahaha... Krn ada penulis yg belum pernah menerbitkan buku di penerbit major, tapi dia sudah banyak nerbitin buku indie, Stiletto tambahin royaltinya kok. Hehehehe....

‎Triani Retno A Full: Kalau yang terbit indie itu cuma terjual 15 eksemplar seumur-umur gimana? Eh, ada lho penulis yang asal nerbitin. Asal bisa menjadikan cover buku sebagai propic. :(
SB: Hahaha, nanti ada tim pencari faktanya Mbak di Stiletto, jadi kami kumpulkan infonya dulu baru mutusin itu buku layak diperhitungkan untuk namahin prosentase royalti atau tidak. Hihihi....

http://stilettobook.blogspot.com/
Oke Sudrajatt: Mbak herlina mau nanya.. kenapa harus tentang wanita yang diterbitkan Stiletto...?
SB: Karena dari awal segmennya memang penerbit khusus wanita, Mas. Biar mudah diingat sama pembaca dan karena saya suka dengan dunia wanita yang ribet tapi juga menyenangkan. Hehehehehe....... Jadi, tema wanita akan selalu menarik untuk dibukukan. Kebetulan kan juga belum ada penerbit khusus perempuan? Bukan begitu, bukan? :D

Tanti Kuben Koko: Mbak Herlina P Dewi, naskah romance khusus perempuan yang seperti apa, ya? Hihihi.. Atau mungkin saya salah paham, ya. Hanya terima penulis perempuan dengan karya tidak dibatasi tentang laki-laki atau perempuan, dan untuk dibaca laki-laki dan perempuan. Gitu, ya? :D
SB: Walah, saya malah bingung ini baca pertanyaannya? Hahahaha..... Sebenarnya kl romance itu bisa dibaca perempuan/laki sih, karena kan temanya juga pasti ttg relationship perempuan dan laki2 ya? So, kalo novel romance segennya mmg tidak hanya utk perempuan. Tidak seperti chicklit yg biasanya lebih disukai oleh perempuan. Penulis boleh prempuan atau laki2 kok...

Triani Retno A Full: Nerima naskah horor yang tokohnya hantu perempuan, nggak? *dicekik Stiletto Book* :D
SB: Hahaha, nerimaaaaaa... Ayo kirimkan naskah kuntimu, Mbak! :D

Ari Keling: Mbak Herlina P Dewi, aku ada naskah romance. Ini memang tentang perempuan, tapi gak tau naskah ini sepenuhnya tentang perempuan atau enggak. :-D
SB: Kalo romance lebih luas kok segmennya. Kan biasanya jg kisahnya ttg hubungan perempuan & pasangannya, toh? Kirim aja yaaa..... :) Ditunggu loh

Adnan Buchori: kalo teenlit tokoh utamanya cewek, tapi ceritanya tentang sekolah dan pergaulan remaja cowok cewek, itu masuk kategori perempuan atau bukan ya mbak?
SB: Masuk banget, Maaaaas... Goool! :)) yg penting itu cerita disukai oleh pembaca perempuan.

FYI: Kalo untuk novel. Stiletto Book lebih longgar loh. Maksudnya tidak seperti buku2 non fiksi yang segementasi pembacanya khusus perempuan, jadi temanya juga HARUS tentang perempuan. Kalo novel, asal kisahnya disukai oleh pembaca perempuan, pasti terbit kok. ^^ Pengen bukti? Baca aja "Black Angel", "Winter to Summer" atau "Hitam Putih Dunia Angel", novel2 terbitan Stiletto Book yang disukai pembaca perempuan, tapi dicari juga oleh pembaca laki2.

‎Triani Retno A Full: Eaaa! Stiletto Book sekarang terima kumcer, yaaaa? Kumcer solo (karya satu penulis) atau kumcer keroyokan (lebih dari dua penulis) ya?
SB: Hahaha, iyah! Kumcer ditulis kroyokan atau sendiri, dua2nya bisa. Kbetulan yg bulan depan terbit itu penulisnya satu Mbak.....

Oke Sudrajatt: kalo masalah perempuan berarti segmennya bebas ya mbak? artinya bisa tokohnya remaja, wanita dewasa dan tua?
SB: Yooooooi Maaaaas.... Bebas, nanti kan punya segmentasi umur sendiri2, biar pembaca yang memilih.. ^^


Triani Retno A Full Seperti biasa, saya selalu menganjurkan (eh, selalu nggak ya? :D), bacalah buku yang diterbitkan oleh penerbit yang kamu incar. Oya, saya ikut nulis di buku A Cup of Tea for Single Mom, lho.
SB: Setuju, biar tau naskah seperti apa yang diterbitkan oleh penerbit tsb. Tentunya biar lebih kenal karakter penerbitnya. Weeeew... Mbak Enno kan salah satu sesepuh di Stiletto, eh.... maksudnya jajaran penulis senior yang pernah meramaikan Stiletto di awal2 berdirinya penerbit ini. Heuheu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...