badge

Selasa, 26 Februari 2013

deadline 31 mei 2013, Menulis kisah True Story: Inspiring of Giving

Syarat-syarat pengiriman artikel untuk kategori True Story:

1.   Blogger
2.   Harus menjadi anggota Warung Blogger
3.   Tak dibatasi usia. Sebab siapa pun pasti pernah/bisa mengalaminya.
4.   Gaya penulisan bebas. No SARA.
5.  Menggunakan bahasa Indonesia (bahasa asing boleh sebagai pelengkap saja) dan  sama sekali tidak diperkenankan bahasa 4L4Y.
6.  Tema "Inspiring of Giving" atau "Kebahagiaan Berbagi yang Menginspirasi"
7.  Postingan bersifat baru dan belum pernah diterbitkan di media manapun. Hasil yang fresh lebih bagus agar semakin mahir dalam menulis.
8.   Boleh kirim lebih dari 1 artikel
10. Panjang tulisan 700-1000 kata

Love U Like U - L & Kim Yerim (Eng/Kor/Rom) [D/L link]

Senin, 25 Februari 2013

Alamat Pengiriman tulisan ke Media-Media di Indonesia

Saya mendapat tulisan menarik yang dishare oleh seorang teman tentang alamat media massa jika kita ingin mengirimkan tulisan kita. Lengkap dengan honor yang akan kita terima jika tulisan kita diterima.
Sengaja saya simpan disini siapa tahu berguna informasinya.
Yang perlu diingat adalah, jika tulisan yang kita kirimkan ditolak oleh redaksi, itu bukan berarti tulisan kita jelek. Tapi lebih karena alasan kebetulan tulisan kita berbeda dengan selera gaya menulis yang disukai oleh redaksi media tersebut. Karena diterbitkan atau ditolaknya sebuah tulisan, banyak bergantung pada selera gaya menulis yang disukai oleh redaksi dan sesuai dengan visi misi media massa tersebut.


Minggu, 24 Februari 2013

cara mengelola twitter buat aku yang gaptek

[Sharing Day] Sejenak Menyelami Twitterland
By Sari Yulianti in Be a Writer (Files) · Edit doc
Siapa yang belum punya akun di Twitter? Hayuk tunjuk tangan? Buat yang belum punya, jangan khawatir, saya nggak akan lihat kok? Jadi nggak akan saya suruh maju ke depan kelas sambil angkat kaki dan pegang kuping *loh?

WHICH TYPE OF FLOWER ARE YOU?

Pagi ini aku iseng ngisi kuis... hehehehe... yuk kamu juga ikutan ngisi kuis ini. Sapa tahu jawabanmu sama dengan jawabanku.

WHICH TYPE OF FLOWER ARE YOU?
Find out which type of flower you are by asking a few questions!

1. Out of the following, what colour of dress would you choose to wear on a warm summer evening?
Pink
Yellow
White
Blue
Orange
Purple

Kamis, 21 Februari 2013

Bikin Blog Baru

Akhirnya, setelah bingung ngutak ngatik blog di wordpress, aku memutuskan untuk menghapus blogku di wordpress dan memindahkan semua isinya ke http://adeanita89.blogspot.com. 

Yup. Bikin blog baru yang isinya hanya tentang reviewku untuk semua buku atau film atau game atau lain-lain. 

Rabu, 20 Februari 2013

Karena Elo Gak Punya Mobil



Dari Status Facebookku: 
Ade Anita
15 February via Mobile
Cerita gak penting dan mungkin masuk kategori curhat tapi tetep aja gak penting jadi mending gak usah dibaca. Tapi kalo kalian bersikeras untuk membacanya, maka saya tidak ... sudah memberitahu sebelumnya bahwa ini status gak penting.


Pemberian Penuh Cinta

Setelah beberapa hari merasa malas mengetik karena alasan gaptek berat dimana aku sering merasa ternyata mengetik di notebook itu ternyata tidak senikmat dulu karena:
- notebookku sering hang mendadak dan aku gaptek untuk mencari tahu penyebabnya.
- tidak ada fasilitas chrome padahal aku udah merasa amat nyaman dengan chrome (dan belum terbiasa dengan FOX yang menurutku gak bisa diatur sesuka seleraku yang gaptek)
- selalu kesulitan memfungsikan fasilitas control panel karena entah mengapa control panel di notebookku yang baru ini "kok berbeda" ya dengan notebookku sebelumnya.
- kesulitan untuk memindahkan data dari handphone karena notebook ini hanya mengenal memory card HP saja, tapi tidak mengenal HPnya (aneh kan? jangan tanya kenapa karena aku gaptek)
- tidak pernah berhasil men-sinkronisasikan isi hp dengan isi notebook (padahal, aktifitasku terbesar dilakukan di HP, barulah jika sudah 60% aku pindahkan ke notebook)
-  keyboard notebook yang suka berubah sendiri. Jadi, aku lagi ngetik eh... tiba-tiba saja dia pindah ke paragraf yang tidak semestina sendiri.... waaa.. ini amat merepotkan buatku yang terbiasa mengetik cepat karena harus mindahin cursor ke tempatnya semula lagi lalu kembali melanjutkan pengetikan lagi.

Minggu, 10 Februari 2013

(Free Day: catatan harianku yang terinspirasi dari postingannya Andri Husein).



(Free Day: catatan harianku yang terinspirasi dari postingannya Andri  Husein).

Malam telah amat larut ketika suara berderum yang amat kencang tiba-tiba saja memecah kesunyian malam. Volume suaranya amat sangat besar. Suara mesin. Aku terjaga, dan nyaris mengira bahwa sebuah pesawat jet dengan penumpang terbatas telah melakukan pendaratan mendadak di jalanan depan rumahku.

Sabtu, 09 Februari 2013

Batas Kesabaran

Batas Kesabaran

by Ade Anita on Thursday, 11 August 2011 at 13:59  (notes facebook)·

Catatan : notes ini terinspirasi dari status temanku Saptari semalam. Aku copas status ini ke statusku di menit berikutnya.

Saptari Kurniawati
Lita Dimpudus wrote:At 3 years ''Mommy I love you."At 10 years ''Mom whatever."At 16 years "My mom is so annoying."At 18 years "I'm leaving this house."At 25 years ''Mom, you were right''..........At 30 years ''I want to go to Mom's house."At 50 years ''I don't want to lose my mom."At 70 years "I would give up everything to have my mom here with me."WE only have one MOM. Post this on your wall if you appreciate ...

14 hours ago via BlackBerry · Like ·

-------------------------------------------------

"Ini deja vu. Pasti deja vu."

Beberapa kali keningku berkerut melihat pasien di sebelah tempat tidurku. Subhanallah, aku sudah bermimpi bertemu dengannya satu bulan yang lalu. Bahwa dia menderita tumor otak, bahwa dia sakit parah, aku sudah diberitahu dalam mimpiku. Tapi tetap saja hatiku berdetak ketika pertama kali melihatnya berbaring untuk pertama kalinya. Wajah itu amat sangat kuingat. Kucoba untuk mengantarkan sebuah senyuman padanya, meski tidak dibalasnya, tapi aku begitu terharu dengan pertemuan dengan dirinya.

Pasien di sebelah tempat tidurku adalah seorang perempuan berusia 49 tahun yang menderita tumor otak. Sekilas kondisinya seperti tidak menderita sakit. Tubuhnya masih subur, kulitnya tidak pucat, dan dia masih bisa terpingkal-pingkal tertawa menonton acara televisi yang lucu di kamar kami di rumah sakit. Dan sementara aku terheran-heran dengan peristiwa deja vu yang aku alami, aku terus berpikir, apa sebenarnya yang ingin diperlihatkan oleh Allah dari peristiwa deja vu ini? Apa sebenarnya yang Allah ingin aku petik hikmahnya dari jatuh sakitnya diriku kali ini?

Sesungguhnya, memang tidak pernah ada yang sia-sia dalam penciptaan Allah atas segala sesuatu di langit dan bumi. Semuanya senantiasa diiringi oleh hikmah. Itu sebabnya aku senantiasa merenung atas segala sesuatu yang aku temui dalam keseharian. Dan kali ini aku terus merenung dalam kesendirian di kamar perawatanku. Segelintir suara percakapan dari tempat tidur di sebelahku terdengar.

"Ibu, aku tidak suka acara ini. Ganti dong!"

Sebuah suara bentakan terdengar dari pasien di sebelah tempat tidurku. Lalu muncullah sosok perempuan tua yang renta ke depan televisi yang digantung di atas langit-langit kamar. Jemari renta yang sedikit gemetaran itu terlihat memencet tombol televisi untuk mengganti acara.

"Aku tidak mau ini. Ganti!"

Kembali terdengar bentakan. Lalu diulang dengan permintaan lain, lagi dan lagi. Hingga akhirnya perempuan renta dengan jemari gemetar itu menunduk dalam sambil tangannya masih terus memencet tombol untuk mengganti channel televisi.

"Duh, ibu cape nak. Masa belum ketemu juga apa yang kamu suka?"

Aku gemas sendiri. Ingin rasanya menolong perempuan tua itu mencari channel yang disukai anaknya tapi kakiku belum bisa digerakkan. Masih amat lemah dan pusing di kepala juga mulai mengganggu. Akhirnya hanya bisa menatap penuh iba pada perempuan renta itu.

Pada sebuah percakapan berikutnya dengan perempuan renta itu, barulah aku ketahui. Anaknya yang sakit sudah berusia 49 tahun. Seorang perempuan tanpa anak yang memiliki karir cerah karena menduduki posisi amat strategis di sebuah perusahaan. Sedangkan si ibu, adalah perempuan berusia 79 tahun yang sudah ditinggal mati oleh suaminya beberapa tahun yang lalu.

"Anak saya menderita tumor otak. Sudah satu bulan penuh dia di rumah sakit ini."
"Oh, dan ibu menjaganya berganti-gantiankah dengan anak ibu yang lain?"
"Tidak. Sama seperti dia, ibu pun sudah satu bulan penuh tidak pernah pulang ke rumah. Ibu sendirilah yang menjaga dia di rumah sakit."
"Oh... suaminya?"
"Suaminya sibuk bekerja. Dia juga tidak punya anak. Anak-anak ibu yang lain juga bekerja semua. Ibu sudah tidak punya suami, anak-anak sudah besar jadi biarlah ibu yang menjaganya."
"Subhanallah.. ibu luar biasa sekali."
"Ah, anak ini suka berlebihan. Semua ibu mungkin akan melakukan hal yang sama pada anak mereka."

Perempuan renta itu tersenyum penuh kelembutan padaku. Kakiku yang ngilu dipijitnya ringan. Pembicaraan kami terputus karena anaknya berteriak.

"Ibuuuu... aku mau minum!"
"Iya, sabar ya, ibu jalan dulu."

Lalu dengan langkah tertatih perempuan renta itu berjalan menuju botol minuman yang ada di samping lemari.

Mungkin keberadaan tumor di otak pasien di sebelahkulah yang menyebabkan pasien di sebelahku terlihat amat egois dan manja layaknya anak kecil. Sementara dia terpingkal-pingkal melihat  komedi di televisi, ibunya mencuci pakaian dalamnya di kamar mandi, memanaskan makanan dan minumannya di dapur rumah sakit, membelikannya pampers, bahkan juga menyediakan diri sebagai tempat untuk si anak menumpahkan kekesalannya karena dimarahi oleh dokter spesialis yang menegur si pasien karena membandel dari saran dokter.

"Enak saja dokter itu menyuruhku aku jalan. Dia sih enak tidak sakit, tapi aku kan sakit. Ibu sih diem saja, coba kalau ibu merasakan sakitku, bagaimana?"

"Aku bosan makan daging terus-menerus. Ibu dengar sendiri kan, kata dokter gula darahku bisa naik jika aku begini terus. Ibu usaha dong, carikan aku buah kek! Sayur kek! Jadi aku sehat, apa ibu senang lihat aku sakit?"

"Sabar nak. Kata dokter, guladarahmu bisa naik jika kamu tidak berlatih untuk berjalan dan bangun dari tempat tidurmu. Ayo sayang, kita bangun dari tempat tidur ya? Ibu takut ancamana dokter bahwa tulangmu bisa keropos jika kamu tidak berusaha bangun dari tempat tidur akan terjadi sayang."

"Sakit bu! Aku sakit! Ibu lihat sendiri kan, aku kan bukan enak-enakan disini."

Akhirnya aku mencoba untuk menutup telinga dan mataku. Tidak tega mendengar percakapan kedua anak beranak ini. Hingga akhirnya ketika aku telah sehat dan diperbolehkan untuk pulang, aku mencoba untuk mampir ke tempat tidur pasien di sebelahku.

Ibunya yang berwajah teduh dan sabar, langsung meyalamiku dan mengirimiku doa-doa agar penyakitku tidak lagi kambuh. Aku terharu, begitu terharu melihat kesabarannya. Maka setelah bersalaman dengan sang ibu, aku mengalihkan pandanganku kepada si anak.

"Mbak... kamu amat sangat beruntung memiliki ibu yang amat sabar seperti ibumu ini. Dia sudah tua, tapi rasa sayang dan sabarnya tidak berkurang sedikitpun untuk merawatmu. Subhanallah... baru dua hari aku sekamar denganmu, tapi aku terus menerus mengucapkan kalimat subhanallah karena takjub dengan kesabaran ibumu. Kamu amat beruntung. Beruntung sekali. Ibumu selalu benar untuk satu hal, bahwa untuk sembuh memang kita harus berusaha untuk melawan rasa malas dan rasa sakit. Semangat ya mbak.. semoga mbak cepat sembuh."

Lalu aku memandang si ibu yang berdiri dengan tangan mengatup takzim ke arahku. Rasanya aku ingin memeluk perempuan renta yang luar biasa ini.

Ya.. aku baru menyadari satu  hikmah apa yang bisa dipetik dari sakitnya aku kali ini. Bahwa kesabaran itu sifatnya tidak terbatas, tidak mengenal batas usia dan tidak lekang oleh waktu.

-------------
Catatan ketika sakitnya ade anita: 10 agustus 2011. RS Premier Jatinegara. Kenangan selesai kateterisasi jantung di tanggal 9 agustus 2011

Cara Mengirim Buku ke Penerbit Stiletto

FAQ: Cara Mengirim buku ke Stiletto penerbit

by Ade Anita on Friday, 1 June 2012 at 16:13 ·

Ngobrol dengan Penerbit: Stiletto Book
By Triani Retno A Full in Curhat Calon Penulis Beken ·  Edit doc

Tanggal 21 Mei 2012.Kemarin ngobrolnya langsung di wall. Katanya, banyak yang susah nyari lagi kalo di wall karena cepat tenggelam. Nah, berikut kopas tanya-jawab di wall dengan Stiletto Book yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Mbak Herlina P. Dewi


PROFIL STILETTO BOOK
Stiletto Book adalah penerbit buku perempuan. Sebuah penerbitan yang mendedikasikan diri untuk menerbitkan naskah-naskah fiksi maupun non fiksi yang berkaitan dengan dunia perempuan; life style, keuangan, kecantikan, kesehatan, travelling, parenting, relationship, daaaaaaan segala dinamika perempuan modern.


Tentang Penerbit Al Kautsar

Mau nerbitinin buku di penerbit Al Kautsar, baca dulu rangkuman tanya jawab di group calon penulis beken ini.

by Ade Anita on Monday, 2 July 2012 at 19:27 ·

"Ngobrol dengan Penerbit": Penerbit Al Kautsar (2 Juli 2012)
By Triani Retno A Full in Curhat Calon Penulis Beken ·  Edit doc
Nah, ini dokumen tanya-jawab di acara Ngobrol dengan Penerbit Al Kautsar tadi. Semoga mencerahkan kita semua. :)

Penerbit NUrul Haqqy

Sebuah penerbitan baru mencari naskah



Penerbitan baru cari naskah
Nurul Haqqy Publishing (punya temanku nih):
-
  • Nantinya sistem royalti 10%, saat dinyatakan lolos dapat DP royalti 10%.

Contoh penulisan Cerpen yang FUll DIalog


Pengantar dari ade anita:
Sebuah cerpen, sejatinya adalah sebuah cerita dimana di dalamnya terdapat tokoh-tokoh yang menggambarkan karakter tertentu dan merajut sebuah jalinan cerita tertentu. Ada pembukaan, ada konflik dan ada penutupnya. Penutupnya bisa solusi dari konflik yang berkembang, tapi bisa juga klimaks dari konflik sehingga penutupannya bersifat terbuka.

Penting buatku yang lagi doyan nulis tentang ini: aneka thriller/misteri

"aneka thriller/misteri".
 copas dari notesnya Nessa MetaKartika on Tuesday, 19 April 2011 at 10:18
dimana dia juga copas from. Donatus A Nugroho di Kelas CENDOL (hehehe)