badge

Kamis, 31 Januari 2013

AIR SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN



BLEB!

Listrik padam secara mendadak.

Lalu semua aktifitas yang terlaksana berkat listrik  pun ikut terhenti secara mendadak. Televisi yang sedang memutarkan sebuah acara, radio yang sedang mengalunkan sebuah lagu, mesin cuci yang sedang berputar dengan busa yang membumbungnya, dan bohlam lampu yang tiba-tiba padam. Segala sesuatu yang bekerja berkat tenaga listrik: semua padam.



Rumah-rumah yang ventilasinya dirancang untuk menjadi ruang tertutup karena mengandalkan AC, mulai mengeluarkan suara keluhan dari penghuninya yang kegerahan. Dan ketika senja mulai pergi dan malam mulai menyapa, keluhan pun bertambah karena kegelapan. Meski demikian, tiap-tiap orang berusaha untuk memahami akibat yang ditimbulkan dari padamnya listrik. Mereka berusaha untuk mencari jalan keluar dari peristiwa padamnya listrik dengan mencari aktifitas pengganti yang bisa dikerjakan secara manual alias dengan tangan mereka sendiri. Riuh rendah acara televisi mulai digantikan dengan obrolan dan senda gurau untuk mengisi waktu yang terasa sepi. Kipas-kipas  mulai digerakkan secara manual untuk mengusir hawa panas. Ada yang menggerakkan buku, majalah, koran, potongan lembar kardus, hingga benar-benar menggerakkan kipas tangan yang sesungguhnya. Cucian baju pun mulai dicuci dengan tangan alias manual. Jendela-jendela yang semula selalu terkunci rapat, mulai dibuka untuk mengalirkan udara yang pengab. Semua bisa dikerjakan untuk mencari penyelesaian kecuali satu hal: ketersediaan air. Dan sebuah teriakan yang bernada peringatan pun akan segera terdengar dimana-mana:

"Hemat air... hemat air, gak ada listrik gak ada air nih."


AIR SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN MANUSIA


Air, memegang kunci utama sebagai sumber kehidupan manusia. Manusia bisa dikatakan tidak akan pernah bisa hidup tanpa air. Bukan hanya karena 70% tubuh manusia terdiri dari air, tapi karena air memang mengendalikan seluruh aktifitas manusia sehari-hari. Dimulai dari berwudhu (Umat Islam melakukan wudhu untuk menjalankan shalatnya terlebih dahulu), mandi, cuci, kakus, memasak, dan mengkonsumsinya. Seluruh rangkaian aktivitas ini memerlukan air sebagai media utamanya. Dan jika ada banyak aktivitas yang bisa dicarikan solusi pengerjaannya secara manual jika listrik padam, maka keberadaan air tidak bisa digantikan sama sekali oleh apapun (terkecuali wudhu mungkin, yang bisa digantikan dengan tayyamum). Tidak mungkin rasanya mencuci jika tanpa menggunakan air. Memang ada kegiatan dry cleaning, yaitu mencuci dengan cara menyemburkan udara ke hadapan pakaian yang akan dibersihkan. Tapi dry cleaning dalam hal ini tidak bisa menghilangkan noda yang terlanjur menempel di dalam pakaian, dan terutama sekali, dry cleaning tidak bisa menghilangkan najis yang menempel di pakaian. Umat Islam memiliki aturan tersendiri dalam menghilangkan najis (sesuatu yang tidak boleh dibawa serta ketika sedang menjalankan shalat) dimana aturannya adalah membasuhnya dengan air sebanyak tiga kali.

Begitu pentingnya keberadaan air tersebut sehingga tidak heran pada kondisi tak terduga seperti bencana alam, kebakaran, banjir, atau pemadaman listrik dalam kurun waktu yang amat lama, maka krisis keberadaan air menjadi sesuatu yang paling penting untuk dicarikan solusinya dengan segera, khususnya keberadaan air bersih. 
 


(gambar diambil dari kompas citizen images: http://citizenimages.kompas.com/citizen/view/136271-Warga-Korban-Banjir-Jakarta-Butuh-Air-Bersih)

(gambar koleksi pribadi)


Ada banyak hal yang bisa terjadi jika krisis keberadaan air terjadi. Penyakit yang mulai bermunculan satu demi satu seperti penyakit kulit, gangguan pada pencernaan, serta penyakit yang terkait dengan pernapasan.

Ya. Karena, kelangkaan air bersih akan menyebabkan debu-debu mulai beterbangan ke sana ke mari. Orang-orang yang sadar air adalah benda langka menjadi begitu berhemat sehingga mereka cenderung untuk membiarkan tanah pekarangan dan jalanan di sekitar mereka terpanggang matahari begitu saja. Akibatnya, debu-debu pun mulai menumpuk tak terkendali,  satu demi satu pohon mati atau bertahan dalam kondisi yang amat merana yang menyebabkan tidak dapat memberikan sumbangan oksigen bagi lingkungan. Udara pun kotor terpolusi, zat Oksigen jauh berkurang dan inilah yang menyebabkan penyakit pernapasan mulai berkembang di kalangan masyarakat.

Karena kelangkaan air bersih pulalah maka kegiatan mandi, cuci dan kakus dikerjakan secara asal dan sekedarnya. Yang penting hemat air. Akibatnya, kuman mulai berkembang di permukaan kulit manusia, dan hinggap di makanan, minuman, dan masuk ke dalam tubuh manusia. Itu sebabnya penyakit kulit dan penyakit gangguan pencernaan sering menjadi penyakit yang pertama kali merebak dalam kondisi kelangkaan air bersih.


Air benar-benar merupakan sumber kehidupan yang utama bagi manusia. Pertanyaannya, jika keberadaan air bersih begitu amat penting, mengapa kondisi kelangkaan air kerap terjadi dewasa ini? Padahal, jika dipikir-pikir, 2/3 dari permukaan bumi secara keseluruhan terisi oleh air. Bahkan pada  pergantian musim setiap tahunnya, selalu mendatangkan hujan di semua belahan bumi tanpa terkecuali secara bergantian. 


AIR YANG MENDOMINASI PLANET BUMI 


Dari semua planet yang terbentang di jagad raya, maka planet bumi adalah satu-satunya planet yang permukaannya paling banyak terdapat air. Lebih kurang, 73% dari permukaan bumi diisi oleh air. Baik itu yang terdapat di laut, sungai, danau, selat, dan sebagainya. Tapi, meski nyaris seluruh permukaan bumi diisi oleh air, sesungguhnya yang bisa dikonsumsi oleh manusia hanya sebesar 3 %-nya saja. Sedikit sekali bukan? Mengapa? Karena, keberadaan air yang lain, adalah air asin yang ada di laut.



 (cara membaca gambar di atas:

Gambar di atas menunjukkan grafik pie mewakili pasokan air bumi. Seperti yang bisa dilihat di atas, sebagian besar air bumi terkandung dalam samudra dan laut, dan hanya 3% dari air bumi adalah air tawar.

Sekarang melihat hanya bagian air tawar (grafik pie tengah), sebagian besar dari itu (79%) yang membeku dalam gletser dan es di Kutub Utara dan Selatan, bagian (20%) adalah air tanah, dan hanya 1% adalah  air tawar permukaan yang dapat  diakses (dikonsumsi).

Dari grafik pie paling bawah,  terlihat  sejumlah kecil air tawar yang bisa dikonsumsi, 53% ada di sungai dan danau, dan 8% adalah air yang ada di atmosfer. Jadi, air di danau air tawar adalah sekitar 52% dari air yang dapat diakses 1%. Dengan kata lain, hanya terdapat  3%  saja total  air tawar, atau sekitar 0,015% dari total air di Bumi). Itu sebabnya, pada  beberapa kondisi sering terjadi kelangkaan air tawar di beberapa tempat meski planet bumi itu sendiri sebagian besar permukaannya dipenuhi oleh air. (gambar dan keterangan diambil dari Earth Forum, Houston Museum of Natural Science, htt, p://earth.rice.edu/mtpe/hydro/hydrosphere/hot/freshwater/0water_chart.html)



Air tawar yang bisa dikonsumsi ini sendiri, keberadaannya di atas muka bumi terjadi karena sebuah siklus luar biasa. Dimana Allah SWT membuktikan bahwa segala sesuatu yang ada di atas muka bumi ini sungguh diciptakan sepenuhnya untuk kepentingan manusia dan lingkungannya. Merupakan bukti rasa kasih dan sayang yang luar biasa dari Allah SWT bagi semua makhluk ciptaanNYA. Yaitu air dari laut yang asin, mengalami proses penguapan berkat bantuan sinar matahari di atasnya. Air yang menguap tersebut, berkumpul menjadi awan, yang kemudian dibawa oleh aliran angin menuju ke daratan dan turun menjadi hujan. Hujan ini adalah limpahan air yang sudah tidak asin lagi. Air hujan lalu mengisi danau, sungai, empang, meresap ke dalam tanah dan menjadi air dalam tanah. Air inilah yang memenuhi hajat hidup semua makhluk hidup.


(gambar diambil dari Siklus Air Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas Ajilbab Com)


 


 AIR SEBAGAI  WARISAN BAGI ANAK CUCU KITA


Setelah kita mengetahui bahwa air tawar yang kita miliki ternyata amat sangat sedikit di atas muka bumi ini, adalah amat wajar jika sebagai salah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki martabat dan rasa tanggung jawab, kita menjaga air tawar sebagai harta pusaka yang paling berharga tersebut. Karena keberadaan air tawar yang layak dikonsumsi inilah yang akan kita wariskan pada anak cucu kita. Sesungguhnya, air tawar yang ada di lingkungan kita, adalah pinjaman dari generasi masa depan bagi kita, umat manusia. 


Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga keberadaan air tawar tersebut:


1. Mengembangkan perilaku bijaksana dalam memperlakukan keberadaaan kepemilikan air. 

Seperti tidak boros dalam menggunakan air untuk berbagai keperluan. Ada banyak hal-hal sederhana yang bisa dilakukan seperti matikan keran air ketika kita sedang menggosok gigi, atau ketika sedang menyabuni tangan atau tubuh. Ambil seperlunya, dan tidak menggunakannya secara berlebihan. Bahkan menggunakan kembali handuk atau pakaian atau selimut yang kita kenakan, juga termasuk dalam perilaku bijak penggunaan air. Dengan begitu, tidak perlu sekali pakai lalu dicuci, dengan demikian otomatis pemakaian air untuk mencucinya juga lebih hemat. 


2. Mengembangkan perilaku cerdas dalam penggunaan air. 


Pernah dengar istilah recycle? Air sesungguhnya bisa juga direcycle. Di desa Desa Toglo Mas, Malang, sudah diterapkan recycle air limbah agar air buangan dari limbah rumah tangga tidak mengotori air sungai Brantas. Sebelumnya, awal tahun 80-an, penduduk di desa tersebut banyak yang membuang kotoran dari kegiatan buang air besar mereka di sungai, atau membuangnya dalam kantong plastik yang kemudian dilempar ke sungai Brantas. Akibatnya, sungai pun menjadi tercemar, belum lagi jika kotoran ini tersangkut di rumpun bambu yang terdapat banyak di pinggir sungai. Akibatnya, bau tidak sedap merebak di desa tersebut.


Adalah seorang Agus Gunarto yang kemudian berinisiatif untuk mengubah kebiasan masyarakat tersebut. Dia mulai menerapkan sebuah sistem penjernihan limbah rumah tangga tersebut agar kelak air yang mengalir dari limbah rumah tangga ke sungai bukan lagi sebagai air limbah tapi air yang sudah dijernihkan sehingga Sungai Brantas tidak terlalu kotor dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.



(gambar adalah koleksi pribadi. Keterangan: ini adalah tangki tempat menampung semua kotoran manusia dari kakus rumah tangga. Inilah penampungan pertama tangki AG).



(gambar diambil dari koleksi pribadi. Keterangan gambar: ini adalah gambar dari endapan lumpur bekas kotoran manusia yang berasal dari tangki AG di atas).





(gambar diambil dari koleksi pribadi. Keterangan gambar: ini adalah penampungan air selanjutnya yang kemudian disaring dengan bantuan tanaman eceng gondok yang akan menyerap kotoran dan bakteri e. coli yang terdapat dari air limbah yang dikeluarkan oleh tangki pertama).

(untuk keterangan lebih lanjut sistem pengolahan limbah tersebut silahkan mampir di http://digilib-ampl.net/file/pdf/tlogomas.pdf).


Kita pun bisa melakukan recycle air secara sederhana di rumah (saya melihat sistem saringan sederhana ini diterapkan di rumah saudara saya di Palembang, yang memang sering kesulitan air tawar di musim kemarau). Yaitu, dengan menampung air yang sudah selesai kita pakai untuk keperluan mandi dan cuci dalam sebuah bak penampungan yang diberi batu-batu kerikil, ijuk, dan potongan batu bata sebagai saringannya, lalu air yang sudah selesai disaring bisa digunakan untuk menyiram tanaman.Tentu saja ini saringan yang amat sederhana. Untuk saringan air yang kelak airnya bisa diminum, tentu ada lagi jenjangnya dan di rumah saudara saya itu yang ditampung adalah air hujan, bukan air limbah dan tentu saja airnya harus dimasak sebelum diminum.


3. Mengembangkan perilaku ramah pada alam sekitar.

(gambar koleksi pribadi. Ini adalah gambar banjir yang kerap menyapa kota Jakarta setiap kali musim hujan turun).


Air hujan yang turun dari langit, adalah rezeki yang diberikan oleh Allah SWT bagi ummat manusia. Jangan pernah sia-siakan air hujan tersebut dengan cara jangan tutupi halaman rumah kalian seluruhnya dengan semen. Sisakan hamparan tanah karena sesungguhnya, air hujan yang turun dari langit itu ketika bertemu dengan tanah akan  segera berusaha untuk masuk ke dalam tanah. Lapisan semen atau beton atau aspal yang menutupi permukaan tanah akan menghalangi meresapnya air hujan masuk ke dalam tanah. Padahal, air hujan yang masuk ke dalam tanah inilah yang akan mengisi persediaan air tanah kita.

Selain itu, jangan gunduli hutan dan lereng bukit atau gunung yang tersedia. Karena hutan yang gundul dan lereng yang tidak memiliki pohon akan menyebabkan laju air hujan yang turun di daerah gunung turun begitu cepat tanpa punya kesempatan meresap ke dalam tanah. Akibat laju air yang cepat di lereng tersebut, justru bisa menyebabkan longsor dan banjir.

Termasuk perilaku ramah pada alam sekitar adalah tidak mengotori sungai dan kali dengan sampah atau mendirikan bangunan di pinggiran sungai. Sampah yang berserak di atas sungai dan bangunan yang tersebar di pinggiran sungai, akan membuat kapasitas sungai untuk menampung air menjadi berkurang dan itu bisa menyebabkan air sungai meluap dan terjadilah banjir.


4. Mari mengembangkan perilaku Menabung air bagi masa depan.


Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk keperluan tersebut: yaitu membuat sumur biopori dan sumur resapan di pekarangan dan lingkungan sekitar rumah. Di daerah sekitar rumah saya, ketika musim hujan turun tiga tahun yang lalu, genangan air hujan di gang-gang dekat rumah sering lama sekali menyerapnya karena murni mengandalkan pada sinar matahari yang akan membuatnya menguap atau tersapu oleh berbagai macam gerakan menyapu air itu untuk pergi (seperti lewat motor yang melintas, atau sengaja digiring dengan sapu lidi). Akhirnya, Pihak Kelurahan mulai menerapkan pembuatan lubang biopori setiap jarak satu meter di sepanjang gang. Hasilnya, ketika musim hujan tahun berikutnya, air hujan cukup lumayan cepat terserapnya dan genangan air pun tidak lagi tinggi dan lama di gang-gang atau halaman rumah. Pembuatan lubang biopori sendiri lebih sederhana untuk diterapkan oleh banyak orang. Cukup membuat lubang dengan diameter 10 cm (ada alat untuk membuat lubang biopori yang sekarang dijual di toko perkakas kebun) dengan kedalaman 1 meter ke dalam tanah. Lalu, isi lubang tersebut dengan sampah organik atau kompos yang berfungsi untuk menggemburkan tanah karena otomatis akan menjadi tempat yang nyaman bagi para cacing tanah. Lalu tutup lubang tersebut dengan tutup saringan yang biasa ada di pembuangan air di kamar mandi. Mudah kan?





(gambar diambil dari : http://parokistyoseptbk.blogspot.com/2012/06/serba-serbi_18.html)




(gambar diambil dari poster pencanangan sumur resapan yang dikeluarkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Keterangan gambar: ini adalah gambar sumur resapan yang sebaiknya ada di tiap-tiap rumah tangga).


Mari bersama kita selamatkan bumi dengan cara menyelamatkan air. 
-----------------------
Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba Penulisan Anugerah-Jurnalistik-Aqua-2012. 

11 komentar:

  1. Baca ini jadi malu. Pernah dengar sih ttg biopori. Sudah pernah cerita ke suami tapi kami belum ngecek dengan benar2 ttg ini, baru melihat sekilas webnya. Nanti saya cek lagi deh. Makasih mbak Ade :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, lubang biopori itu amat bermanfaat di dekat rumahku... Genangan air jadi cepat habisnya... Bikinnya juga gampang..pake linggis juga bisa

      Hapus
  2. Bagus juga tuh lubang biopori kalo diterapkan di msg2 rumah ya. Di perumahanku soale kalo hujan air suka tergenang walau ga sampe banjir. Makasi sharingnya mba ade

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 windi... Lubang biopori ini selain berguna untuk menangkap air, juga berguna untuk menyuburkan tanah... Air y ang ditangkap berkolaborasi dengan sampah organik atau kompos di dalamnya itu bikin cacing tanah jadi nyaman dan banyak.. Akhirnya tanah jadi gembur lalu subur... Dan terutama persediaan air tanah jadi bertambah... Insya Allah kalo air tanah banyak di musim kemarau kemungkinsn sumur kering bisa dicegah

      Hapus
  3. Ih, keren tulisannya.... klo menang, bagis2 yah hadiahnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank youuuuu leyla...*kedip-kedip

      Hapus
  4. Banner BaW belum dipasang ya? Ayo, pasaaaaang

    BalasHapus
  5. lengkap mbaaak, punyaku sederhana saja :)
    http://braveandbehave.blogspot.com/2013/01/air-dalam-kehidupan-kawan-dan-lawan.html?showComment=1359617052080#c3449006884644069029

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku sudah mampir dwi... tulisanmu juga baguss.. hangat karena menggambarkan hubungan ibu dan anak

      Hapus
  6. Hello Am Mrs , Debra Morgan Am Legitimate and reliable loan lender give out loans
    on a clear and understandable terms and conditions at 2% interest rate. From
    $12000 to $7000000 USD, Euro And Pounds Only. I give out Business Loans,
    Personal Loans, Student Loans,Car Loans And Loans To Pay Off Bills. If you
    need a loan what you have to do is for you to contact me directly
    at: morgandebra816l@gmail.com
    God Bless You.
    Regards,
    Mrs Debra morgan
    Email: morgandebra816@gmail.com


    Note: All reply must be send to: MORGANDEBRA816@GMAIL.COM

    BalasHapus

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...