Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

Lemari baju (cerpennya Ida Ahdiah)

Juara I Lomba Cerpen Majalah Femina 2008 Jantung Arini berdebar-debar. Matanya berkilau-kilau kala melihat lemari lapuk itu. Lemarinya berwarna coklat tanah musim kemarau bulan Juni, buram berlapis bermili-mili debu. Tingginya satu setengah meter. Di setiap sudut atap lemari ada tonjolan sebesar bola kasti. Lemari itu memiliki dua pintu. Pintu pertama dalamnya memiliki lima undakan untuk meletakan baju-baju yang dilipat. Di dalam pintu kedua ada batang kayu memanjang untuk menggantung pakaian. Lemari itu berdiri di sudut toko barang antik. Beraroma kecoa dan kotoran tikus. Namun Arini memeluknya, menciumnya, seraya mengatupkan matanya. Dibukanya lemari, sumringah. Segerombolan kecoa kalang kabut. Arini tidak apa-apa. Ia mengibas-ibas kecoa yang merayap di betisnya.


‘’Tom, aku sudah menemukan lemari yang kucari’’ bisik Arini gemetar, gembira pada calon suaminya. Tom tengah mengamati lemari jati berdesain sederhana, berpintu tiga, tanpa ukiran. Satu setel dengan tempat tidur di samping…

LInk untuk baca diskusi tentang cerpen pemenang lomba cerpen femina

bahasan cerpen pemenang lomba cerpen femina

copas isi pdf (sapatahu ada yang nggak bisa buka pdf di atas:

Cerpen “Ibu dan Hidangan Penutup” bercerita tentang Ibunda Marlena yang tidak
menyukai makanan atau hidangan penutup. Menurutnya, hidangan penutup mirip dengan
menutup kehidupan. Seperti yang terjadi pada hari itu, pada saat Marlena menerima cheesecake
dari Pradit (pacarnya) dan keluarganya.


My Dream of Rainbow Cake On Ramadhan

Sebenarnya, booming Rainbow Cake itu sudah lama deh. Ada kali setengah tahunan. Hanya saja meski gaung keternamaannya sudah lama tapi aku belum sekalipun bisa mencoba. Persoalannya satu: ketika ditanyakan ke Bakery yang menjual Rainbow Cake tersebut, mereka rata-rata mengatakan bahwa ada Ruum di dalam olesan Cake yang terkenal tersebut.

Duh. Padahal aku sudah ngiler banget lihat penampilan kuenya yang cantik. Mau bikin... hmm... komporku sekarang sudah berbeda dengan kompor yang dulu.

#Hawna's Logic: Biar Disangka Mahasiswa

Jalan2 kemarin di Senayan City, Hawna ngotot pingin bawa map sebuah iklan properti.
"Sini bu, biar aku aja yang bawa."
"Kenapa?"
"Iya, biar orang-orang nyangka aku udah kuliah. Jadi, orang nanti nyangka aku udah mahasiswa."
(#Just another Hawna's Logic)

[humor]: konsisten dengan pilihan pertama

copas dari cerita teman facebookku si Indra Blanquita Danudiningrat

Polisi: Bagimana kronologisnya, sampai kamu menabrak 50 orang begitu? 
Anton: Pas di pertigaan, tiba2 remnya blong, ke kiri ada 2 orang, kekanan ada pesta kawinan. 
Polisi: Trus kenapa pesta kawinan yg kena tabrak..?
Anton: saya udah milih nabrak 2 orang di kiri. Eh, ternyata mereka lari menyeberang ke pesta kawinan. Jadi saya banting stir kekanan Pak!! ngejar 2 orang itu Pak..!
X_X.•*˚*•..HäÐέê♓.•*˚*•..X_X

[humor]: Anak Sholehah

Seorang ibu mengajari anak gadisnya utk memasak,
Ibu : taruh wajan diatas kompor.
Anak : Baik bu,
Ibu : Masukkan minyak goreng, tunggu sampai panas.
Anak : Iya bu,
Ibu : masukkan bumbu yang sudah diuleg, tumis sampai harum.
Anak : terus apa lagi.
Ibu : Tuangkan santan, tunggu sampai mendidih, Kalau sudah mendidih kasih salam.
Anak : Mendekatkan mukanya ke wajan sambil berbisik
"Assalamu'alaikum.."
=========================
Ditulis ulang oleh: Ade Anita (7 agustus 2012)

Si (bukan) Malin Kundang

"De, temenin gue yuk ke kelas satu." (akhirnya kami berdua jalan ke kawasan anak2 kelas satu, ada segerombolan anak lelaki yg sedang bermain, salah satunya temanku mengenalnya, maka dgn maksud basa basi temanku itu menegur ini anak. Kontan teman2 si anak terkejut dan bertanya polos ke anak yg disapa temanku itu:)

"Eh..kata elo, elo udah nggak ditungguin ibu lo lagi. Lah, itu masih." (si anak wajahnya langsung merah dan sikapnya canggung)


"Nggak..itu bukan ibu aku kok."

(Aku langsung menahan senyum dan langsung berbisik ke telinga temanku: "Eh, berani nggak lo bilang ke tuh anak, 'aku ibumu..kenapa kamu tidak mengakui aku? Apa kamu ingin seperti malin kundang?"... Temanku langsung menyikutku, "Gila lo De, anak kelas satu mau lu kerjain?? Kalo nangis gimana?"
Sambil cekikikan aku kembali berbisik, "ya kita kabur, kan dia udah kita kutuk jadi batu duluan, nggak bakaln ngejar lagi.")
-----------------------------
Penulis: Ade Anit…

Puasa Terlama

Alhamdulillah, Hawna (6 tahun 7 bulan),  anak bungsu saya tahun ini bisa ikut berpuasa secara penuh. Sejak sebelum masuk bulan Ramadhan, saya sudah memberi dia semangat.

"Wah, dik, sebentar lagi bulan puasa nih, ikut puasa ya?" (wajah Hawna langsung terlihat berpikir dan sedikit ragu)

"Tapi bu, kalau aku nggak kuat gimana?"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...