Langsung ke konten utama

numpang taro file dari group yang tidak terpakai lagi disana 2


[sharing pengalaman] : Di Usia 43 tahun saat ini

Tahun 1993, saya dan seorang teman saya, menyadari satu hal: di dalam payudara kami ada sesuatu yang tumbuh, kecil dan kian lama tumbuh kian besar. Itulah tumor payudara. Kami panik. Itu pasti, karena biar bagaimanapun payudara adalah salah satu asset kebanggaan seorang perempuan dan modal untuk menjadi seorang ibu.

"Gimana dong nih? Operasi yuk."
"Aduh. Nggak berani. Aku berobat alternatif aja. Terlalu banyak resikonya jika operasi. Temanku bekas lukanya bernanah. Temanku yang lain malah payudaranya jadi cacat. Aku nggak mau operasi."

Akhirnya, di bulan februari 1993, saya memberanikan diri untuk operasi pengangkatan tumor payudara di sebelah kiri tersebut. Tman saya tidak. Dia menjalani terapi alternatif obat-obatan herbal.


"Gimana de hasilnya?"
"SUdah diambil. Ada bekasnya tapi nggak papah deh. Lebih ringan sekarang, nggak terasa berat dan ketarik ke bawah lagi. Kamu?"
"Sudah tidak sakit lagi. Masih ada sih kalau dipegang, tapi sudah bisa dijinakkan. Ini... sudah tidak sakit lagi, tidak terasa berat lagi dan tidak terasa ketarik ke bawah lagi."
"Eh... enak dong. Apa saja obat herbalnya?"

Berbekal informasi dari teman saya itu, saya pun bertanya pada dokter tumor saya. Dan sama seperti apa yang diperoleh oleh teman saya, dokter tumor dan dokter ahli gizi saya kala itu juga menyarankan hal yang sama: saya harus banyak-banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung beta karoten. Seperti: bayam hijau, wortel, tomat, brokoli, buah bit, anggur ungu dan merah, serta kol ungu.  Sejak itu. Mulailah pola makan saya berubah.

Setiap hari, saya mengkonsumsi sayur-sayuran tersebut.  Diblender, lalu diminum tanpa gula apalagi susu atau es batu. Rasanya seperti apa, jangan tanya. Harus dinikmati memang dan pikirkan saja khasiatnya.

Karena sering mengkonsumsi wortel, perlahan, kulit saya jadi berwarna kekuningan. Cerah sekali.
Karean sering mengkonsumsi tomat, saya juga jadi tahan sinar matahari. Sebelumnya, di wajah saya banyak sekali bintik-bintik hitam karena terbakar matahari, tapi setelah mengkonsumsi tomat, jadi tidak bertambah bintik hitamnya.
Semua khasiat dari buah dan sayuran itu mulai bekerja dengan baik. Bahkan bekas operasi pun jadi lebih halus. Tidak "semenyeramkan" seperti yang ditakutkan oleh banyak orang.

Tapi, di tahun  1994, kembali saya merasakan rasa sakit seperti ditarik jika sedang berlari atau berjalan cepat di payudara sebelah kanan. Duh. Ternyata, ada tumor baru yang muncul disana.

"Tuh, De. Gue bilang juga apa. Mungkin karena diambil, jadi dia pindah  ke tempat lain. " Teman saya langsung mengatakan hal ini ketika saya katakan bahwa tumor baru muncul di tempat yang berbeda.
"Elu kate dia bisul."

Akhirnya, kembali saya menjalani operasi pengangkatan tumor, tapi kali ini yang sebelah kanan. Dengan demikian, lengkaplah kiri dan kanan. Dan hebatnya lagi, saya menjalani operasi pengangkatan ini  dua minggu setelah saya menjalani prosesi pernikahan saya.  Jadi, setelah masa "honey moon" di minggu pertama saya menikah, di minggu berikutnya saya menjalani operasi. Suami saya menunggui saya dikamar  rumah sakit. Sebuah honey moon yang amat manis.

Setelah operasi selesai, saya masih harus mengkonsumsi obat-obatan guna merapatkan bekas luka operasi. Sayangnya, di bulan berikutnya, ternyata saya mendapati jika saya sudah hamil. Otomatis semua obat-obatan itu harus dihentikan. Akibatnya, ada bekas-bekas luka yang belum rapat. Masih berbentuk lubang-lubang kecil sebesar sisa benang jahitan yang ditarik.  Karena tidak minum obat lagi, maka saya kembali menggencarkan mengkonsumsi sayur-sayuran yang mengandung beta karoten tersebut. Juga, menghindari semua daging merah dan ayam broiler. HIngga anak saya lahir. Karena banyak mengkonsumsi sayur dan buah ini, maka produksi  ASI sudah ada  di usia kehamilan tujuh bulan. Dan melimpah ketika anak saya sudah lahir. Disinilah saya baru sadar satu hal. Ternyata, ASI bukan hanya keluar dari puting saja, tapi juga dari semua lubang-lubang kecil sisa operasi yang belum sempat dirapatkan dahulu karena penghentian obat-obatan pasca operasi.
Bayi saya marah karena dia repot harus menyusu sekaligus juga "kehujanan". HUff... kasihan. Tapi akhirnya dia terbiasa.  Enam tahun kemudian, saya punya anak kedua. Dan selama itu, semua sayur-sayuran itu adalah penghuni tetap kulkas saya. Tidak pernah mereka tidak hadir di dalam kulkas saya. Bahkan anak saya ketika masih bayi, mereka mengasah gigi mereka dengan wortel dan seledri besar mentah-mentah yang saya potong seukuran telunjuk orang dewasa agar mereka mudah menggenggamnya.  Bahkan, saya membuat tekwan (makanan khas palembang karena saya orang palembang) pun dicampur dengan bayam hingga butir-butir tekwan berwarna hijau dan mengganti potongan bangkoang dengan potongan wortel.

Anak ketiga saya, lahir ketika usia saya sudah memasuki usia 37 tahun. Berbeda dengan kehamilan sebelumnya, di kehamilan ini saya sering sekali mengalami kaki kram dan kesemutan. Tapi kram yang lebih sering.  Usut punya usut, ternyata, saya mengalami kondisi kurang kalsium dan kurang nutrisi.

Jadi, dokter kandungan saya mengatakan bahwa ketika hamil, maka janin menyerap cadangan kalsium dan nutrsi yang dimililki oleh ibunya. Itu sebabnya selama hamil seorang ibu sehendaknya mengkonsumsi sumber-sumber makanan yang mengandung kalsium yang tinggi.  Dan saya,  entah mengapa mengalami kondisi kurang kalsium dan nutrisi.  Tekanan darah saya menjadi lebih sering rendah dan itu membuat saya sering sekali pusing.  Dalam wawancara dengan dokter, akhirnya dokter tahu apa penyebabnya.  DIduga, karena saya lebih sering mengkonsumsi sayuran saja tapi  tidak mengimbangi dengan  mengkonsumsi asupan kebutuhan lain.

Di usia 43 tahun sekarang, kondisi tekanan darah saya amat tidak stabil. Selalu rendah. Lutut saya juga sering sekali sakit karena kekurangan cairan di tempurung lututnya (dan ini membuat saya harus mengkonsumsi glocosamin setiap hari). Saya juga sering mengalami kram, sehingga saya harus mengkonsumi pil kalsium sebagai tambahan suplemen setiap dua hari sekali.  Juga, harus mengkonsumsi obat pengurang rasa sakit di syaraf-syaraf otot, sehingga harus mengkonsumsi neorovit setiap hari. Dan... yang paling gress, meski jantung saya sehat karena saya rajin olah raga, tapi pembuluh darahnya kecil dan halus, sehingga saya harus mengkonsumsi pil minyak ikan dan yang mengandung OMEGA 3, 6,9.

Jadi, pola makan pun sekarang berubah.  Sayuran masih. Tapi ada tambahannya, dan ini saya terapkan pada keluarga saya.

Nasi putih saya ganti jadi nasi merah atau nasi merah campur hitam.
Sayuran masih, tapi anak-anak harus tetap minum susu, makan daging, ikan, ayam, telur, tempe, tahu, keju, mentega, roti, semuanya. Tidak ada pantangan. Hanya saja pengolahannya yang disiasati.  Untuk daging, daging saya rebus dulu hingga semua gajihnya naik ke permukaan. Setelah itu didinginkan dan buang semua gajih yang naik ke permukaan tersebut. Cuci dagingnya hingga bersih, baru diolah lagi.
Untuk ayam, semua putih-putih lemaknya saya bersihkan. Kulitnya juga saya buang. Baru saya olah. Saya sendiri, mengkonsumsi ayam tapi bagian dadanya saja. Tidak mau lagi bagian sayap atau paha.  
IKan, ini harus. KOnsumsi ikan itu penting karena ikan adalah sumber OMEGA3 yang baik. Saya dan suami sering membeli ikan salmon, lalu minta dipotong tipis sekali, dan kami memakannya mentah-mentah setelah ditimbun dengan nasi dan menyendoknya begitu saja. Seperti makan shushi a la jepang.
Santan, saya tidak pernah menggunakan santan lagi. Untuk mengolah makanan yang harus menggunakan santan, saya menggantinya dengan susu kedelai. Rasanya sama saja dengan santan, tapi ini lebih sehat.
Minyak goreng. Anak-anak masih makan gorengan, saya dan suami juga. kami membatasi hanya memakai minyak goreng itu untuk dua atau tiga kali pemakaian saja (untuk makanan tertentu, bahkan sudah dipakai dua  kali minyak bekas gorengnya dibuang, penggorengannya dicuci bersih, dilap, lalu dipakai lagi minyak yang baru).  Saya tidak lagi menggunakan minyak kepala. Tapi menggunakan minyak goreng biji bunga matahari (sunflower oil) atau beras (rice oil). 


Untuk cemilan, saya makan kacang-kacangan yang tidak digoreng. Tapi kacang.-kacangan yang dioven.  Saya juga menyediakan redberry dan cranberry yang sudah dikeringkan di dalam toples. Ini untuk dicampur dengan sereal yang sering saya pakai unutk sarapan pagi (sarapan pagi harus ada unsur karbohidratnya).

OH ya, ada satu hal yang kemarin saya baca di salah satu postingan group ini. Yaitu tentang menumis dengan minyak olive oil. Ini salah sekali. Olive oil justru akan rusak jika dipanaskan. Dia akan berubah menjadi transfat yang justru berbahaya bagi kolesterol. Olive oil itu bagus jika dimakan mentah.

Nah. Ini cerita selanjutnya. Suami saya, terkena penyakit gastro. Banyak gas di perutnya dan dia bahkan pernah terkena heartburn (gejala miirip serangan jantung padahal bukan karena jantung tapi karena gas di dalam perut yang naik ke atas dan menekan jantung).  Dokter ahli gizi menyarankan justru suami saya tidak boleh terlalu sering minum sesuatu yang sudah dihaluskan seperti dblender dan dbuat seperti bubur. Kenapa? Karena makanan yang sudah dihaluskan itu, akan membuat gerakan peristaltik di usus kurang bekerja dengan maksimal.  Enzim ludah di dalam mulut juga jadi kurang banyak berproduksi karena tidak ada makanan yang berdiam  lama di dalam mulut dan tidak ada gerakan mengunyah yang lama. Padahal, ludah itu berfungsi untuk memberi zat tawar untuk mengurangi gas di dalam perut.

Jadi, makanan itu lebih baik dikunyah agak lama, lalu ditelan perlahan-perlahan. Jangan terlalu sering makan makanan yang sudah dihaluskan.

Jadi, pola makan makanan mentah yang ada di keluarga saya adalah:
Semua sayuran dan buah itu dicuci bersih (saya pertama-tama membuat rendaman air matang, bukan air mentah dari keran,  tapi suhu normal  yang diberi sabun mama lime. Semua sayuran dibersihkan perlahan di dalam air ini. Setelah itu ditiriskan. Lalu beri lagi air matang suhu normal yang bersih, bersihkan sisa sabunnya, buang airnya, tiriskan lagi. Ulang hingga tiga kali hingga yakin sisa sabunnya sudah hilang.).

Setelah itu, semua sayuran dipotong seukuran bisa masuk mulut. Taruh di wadah, lalu beri dua sendok makan olive oil, aduk rata. Mirip dengan salad. Makan deh (oh ya masih saya tambahkan garam sedikit, karena garam itu memenuhi kebutuhan yodium, dan gula sedikit, karena gula dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan glukosa dalam tubuh, agar tubuh tidak cepat lemas).

Sudah . Itu saja sharing pengalaman dari saya. Lain kali insya Allah saya akan sharing tentang olah raga ya (jika boleh).

_______________
Penulis: Ade Anita.
notes: Teman saya yang menjalani pengobatan herbal, akhirnya meninggal karena kanker payudara lima tahun setelah kami berdua ngobrol mau operasi atau tidak.



    • Ade Anita manggil Imazahra FatimahAnik NuraeniSyifa Qurrota A'yun dulu deh.. yang lainnya belum hapal.
    • Yuni Khairun Nisa Terima kasih sharingnya mba Ade Anita...
      Jadi tambah pengetahuan.
      InsyaAllah saya masih di 'pertengahan". Maksudnya ada sayuran dan buah yang diblender, tetapi tetap ada yang saya makan biasa. Lalu saya pribadi, biasanya minum minyak zaitun dalam bentuk kapsul.

      Dan Alhamdulillah tidak jadi vegetarian, masih bisa menikmati daging-dagingan :)
    • Syifa Qurrota A'yun tq sharingnya Ade Anita, seperti Yuni Khairun Nisa saya juga masih makan apa saja, tapi lebih sadar gizi dan porsi, nggak seperti kemarin- kemarin yang melahap apa saja, misal gorengan, jeroan dll. Rasanya saya lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan yang Allah berikan, untuk menjaganya, antara laun dengan menertibkan pola makan saya...
    • Yuni Khairun Nisa Kalau saya boleh sharing juga :

      Ada Ibu teman saya, yang beberapa tahun lalu mengalami kanker paru-paru + kegagalan fungsi hati. Otomatis, karena livernya sudah bermasalah, ia tidak bisa mengkonsumsi bermacam obat kimia untuk kanker.

      Walhasil oleh do
      kternya, ia diminta hanya makan buah dan sayur, akan tetapi dengan dosis yang lebih banyak. Istilahnya food combining. Teman saya cerita, kalau Ibunya dalam sehari harus makan minimal 7 Apel, dll. Apel-apelnya itu dipotong-potong dan dimakan begitu saja.

      Alhamdulillah, setelah 2 tahun, kanker paru-parunya sembuh. Walau begitu berat badannya memang turun drastis. Dan sekarang, beliau tingga menyembuhkan fungsi hatinya.

      ***
      Sementara itu, ada seorang teman, masih muda dan baru saja menikah. Alhamdulillah.

      Padahal sebelumnya, ia selama 3 tahun mengalami kerusakan ginjal yang mengakibatkan badannya membengkak karena air di dalam tubuh yang tidak bisa dikeluarkan.

      Setelah berjuang berobat ke berbagai dokter dan pengobatan alternatif terkenal. Ia justru mendapat jalan kesembuhan di seorang ustadz yang membuka pengobatan alternatif . Di sini ia di totok titik-titik syarafnya dan harus meminum herbal ( rebusan daun Sukun ) , dan ada poin penting yang ustadz itu minta kepada teman saya. Teman saya diminta menjadi vegetarian selama sebulan saja. 

      Ia patuh terhadap hal tersebut, dan Alhamdulillah setelah lewat dari sebulan, ia makin membaik. Sampai akhirnya kemarin bisa menikah.

      ***
      Lalu ada ustadzah saya, yang sudah hampir 5 tahunan ini berjuang dengan kanker payudaranya. Dia sendiri adalah praktisi herbal, bekam dan ruqyah.

      Beliau masih sakit, namun sangat aktif berdakwah. Sudah berulang kali divonis bahwa hidupnya tinggal beberapa bulan lagi, namun semua vonis itu terlewati. Kankernya belum sembuh, namun menurut dokter kanker yang diderita oleh ustazahku itu terkunci di satu titik, karena pertahanan tubuh yang terbentuk akibat gaya hidup alami ( dengan herbal-bekam-ruqyah ).

      Sekarang, beliau harus rutin tiap beberapa hari mengganti perban di payudaranya. Jika sedang sangat sakit, beliau akan istirahat di rumah. Namun, jika sedang merasa enak, beliau sibuk beraktivitas. Sehingga orang-orang yang melihat tidak akan menyangka kalau beliau penderita kanker stadium lanjut.

      Oh ya, poin penting yang saya catat dari pengalaman beliau adalah : Beliau menggunakan penyakitnya, untuk benar-benar mencari ilmu . Sehingga beliau tidak mentah-mentah menerima semua nasehat dokter. Beliau mencari dokter-dokter yang siap diajak diskusi. Dan beliau juga tetap berikhtiar berobat secara alami ( Kemoterapi alami, accupunture, dan karena beliau sendiri aktivis bekam, beliau jadi mengembangkan bekam untuk kanker, dll )

      Dan hal terpenting diantara semua pengobatan tersebut, adalah belau bilang :" Orang yang sedang sakit itu harus punya 'mindsett' yang benar jika ingin sembuh.

      ***

      Maaf panjang sharingnya :)
      Semoga semua penyakit yang menimpa kita, bisa benar-benar menggugurkan dosa, mengangkat derajat, dan makin mendekatkan kita kepada Allah swt. Aamiin.
    • Ade Anita aamiin.. makasih sharingnya Yuni Khairun Nisa..bener banget, kita harus rajin belajar lagi apa yang baik bagi kita karena yang baik bagi orang lain belum tentu baik bagi kita. karena kebutuhan tiap2 orang berbeda-beda sesuai penyakit yang dia derita.
    • Yuni Khairun Nisa Iya mba... Kita harus tahu kondisi awal.
      Seperti aku, punya darah rendah.
      Duluuuu sekali pernah semangat bikin jus sayur ( padahal belum pernah dengar ttg raw juice ). Karena kesengsem dengan khasiat seledri yang kubaca, maka selama beberapa hari aku n
      gejus seledri deh. Walhasil di hari kesekian, aku tumbang. Darahku tiba-tiba drop :))

      So pelajarannya : harus tahu potensi obat dari tiap2 sayuran dan buah. Lebih aman sedikit-sedikit dan di selang-seling. Dan kombinasi apa saja dari sayur dan buah yang makin meningkatkan manfaat.

      ***
      Huaaa masih banyak yang harus dipelajari :)
    • Ti Alfa Khairia Masha Allah, terimakasih sudah berbagi Mbak Ade Anita, senang sekali mendapatkan pengetahuan yang begitu berharga :) :( senang dan ikut sedih juga membacanya :) :(
    • Ade Anita iya bener... aku juga. aku karena punya darah rendah (dan sekarang bikin aku sering pusing), aku menghindari teh hijau, bawang putih, seledri. sesekali masih boleh.
      setiap akhir pekan aku mendetoks tubuhku sendiri dengan cara minum air putih sebanyak-b
      anyaknya agar banyak pipis. Tapi almarhumah ibuku: dulu ginjalnya cuma satu dan yang satu ini ternyata juga sedikti bermasalah jadi dokter malah melarang ibuku minum air putih banyak-banyak. DIa dibatasi hanya boleh minum air putih maksimal 6 gelas sehari. tidak boleh lebih karena ginjalnya tidka boleh kebanyakan air.
    • Yuni Khairun Nisa Mba Ade Anita , mau sharing lagi. Sudah hampir 2 tahunan ini darah rendah saya tidak pernah kambuh. Setahunan terakhir, saya rutin bekam sebulan sekali dan minum herbal. Seperti madu, minyak zaitun, sari kurma, habbatussauda dan beberapa yang lain. 

      T
      entunya tidak semua herbal diborong dalam 1 hari. Kadang, diselang-seling kalau sedang habis stok nya. Kadang rutin.

      Nah, begitu merasa darah rendah sudah tak datang2 lagi. Saya jadi berani minum teh hijau ( sehari sekali/ dua kali ). Dan makan semangka, timun, serta seledri. Dan kalau saya amati, kalau porsinya kecil, sepertinya tidak apa2 :)
    • Imazahra Fatimah Saya belum baca Mbak Ade Anita, karena sedang tidak sholat, jadi baru bangun jam 6 tadi dan sekarang baru beres #nge#rawjuice :)

      Nanti saya baca dan kasih komen kalau saya sudah beres olahraga ya :)

      Meski belum buka laptop (baru baca dari hape) saya 
      mengikuti diskusi Mbak dengan Yuni Khairun Nisa :)

      Yang jelas, insyaAllah asupan dan gaya memakan saya masih seimbang.

      Raw juice pagi sore (kadang cuma pagi), ngemil buah dan sayur rebus / tumis dalam porsi cukup besar dan sesekali masih makan ayam (diusahakan ayam kampung) dan ikan (salmon, tuna, kakap, tenggiri, yummy semuanya!) :p
      Intinya, saya hanya memperbaiki pola asupan dan kandungan gizinya.

      Saya pengidap PCO's sejak gadis dan ada 2 roda pedati (cincin cystics) yang menyebabkan saya belum bisa hamil 9 tahun terakhir ini :)

      Makanya, saya atur kembali hidup saya dengan 3 pilar: mengoreksi asupan gizi, olahraga teratur dan lebih banyak berdoa kepadaNya (melalui sholat malam dan doa orang2 yang peduli pada saya).

      Mudah-mudahan, setelah menerapkan 3 hal di atas, saya bisa hamil :)

      Insyaallah, saya percaya saya akan hamil :)
      21 October at 08:02 via mobile · Like · 2
    • Syifa Qurrota A'yun terus sugesti dan berpikiran positif Ima sayang, tak ada yang tak mungkin kalau Allah berkehendak kan...Jadi ingat Syahnaz Haq yang kalau tidak salah tinngal punya 1 indung telur dan divonis susah/ tidak bisa hamil ternyata punya 3 putri cantik...
    • Ade Anita Aku belum berani bekam karena punya bakat diabetes dan darah rendah. Tapi kalo minum madu, minyak zaitun, habbatussaudah iya. Sari kurma aku nggak suka. Eneg. Heehe..
    • Syifa Qurrota A'yun sari kurmanya didinginkan De, jadi berasa lebih segar, kalau habatus sauda aku minum rutin, dan pengaruhnya besar sekali buat kebugaranku. Teman se ruanganku flu semua, alhamdulilah aku baik- baik saja...
    • Ade Anita Oh ya, sesekali (sebulan sekali) aku minum secangkir kopi (dulu aku selalu minum air putih atau teh manis) agar tekanan darahku naik sedikit. 
      Dan sekarang mulai membiasakan diri kalo mesen teh nggak pake gula karena ternyata gula menghilangkan khasiat yang dikandung oleh teh.
      21 October at 08:07 via mobile · Like · 2
    • Ade Anita Iya syifa, suamiku juga ngasi saran itu. Tapi tetep... Nggak suka..hehehe..
    • Yuni Khairun Nisa Kunci dalam berbekam itu mencari therapis yang 'mumpuni' keahliannya. Dalam artian, jelas dia dapat ilmunya dari mana, praktek dimana, pengalamannya sudah berapa lama, dll. Agak mirip seperti menilai kualitas dokter juga sih.

      Alhamdulillah aku ketemu 
      sama praktisi bekam yang seperti itu + kualitas tambahannya : Sabar, lembut, ramah, dan fikirannya positif.

      InsyaAllah kalau kualitasnya ilmunya tinggi. Maka bahkan dia akan bisa membekam penyakit-penyakit yang 'parah'.

      Tentunya ada pemeriksaan sebelumnya : seperti tekanan darah per saat itu.
      ***
      Aku sih menyarankan untuk survei dan hunting pembekam berkualitas mba. Karena bekam itu salah satu pengobatannya Rasulullah saw. Sementara Rasulullah sendiri adalah tauladan dalam kesehatan. Kisah tentang kebugaran fisik beliau kan sudah melegenda. :)
    • Imazahra Fatimah Oh iya, sudah belasan ginekolog dan dokter infertilitas yang saya datangi, semua mengatakan hal yang sama, "PCO's bisa disembuhkan dengan mengoreksi BB saya."

      Dulu, waktu backpack ke Middle East nyaris 3 bulan lamanya, BB saya turun 11 kilo. Tapiii...
      , karena saya gak menjaga makanan (semua dimakan kecuali kulit ayam + jeroan, saya gak suka!) akhirnya perlahan tapi pasti BB balik lagi ke angka 62 kg, padahal tinggi saya cuma 150cm, artinya batas BB maksimal saya adalah 50 kg saja!

      Nah, bagaimana PCO's saya mau hilang kalau BB saya juga melampaui ambang batas?

      Akhirnya saya putuskan mengoreksi diet dan gaya hidup saya, sejauh ini sudah turun 4 kg karena saya disiplin olahraga, nge#rawjuice dan sesekali nge#rawfood :)

      Bahaya PCO's yang diabaikan ini banyak, buktinya sekarang saja saya sudah divonis internist menderita 'metabolic syndrome' dan berlanjut ke 'metabolic disease', ditandai dengan hadirnya kolesterol sangat tinggi, trigliserida sangat tinggi (abnormal malah) dan asam urat sangat tinggi, darah keruh dan sangat kental, yang kalau dibiarkan akan mudah membuat saya kolaps, bahkan mendapat serangan 'heart attack', jantung koroner atau stroke, naudzubillah!

      Namun, setelah melakukan 3 pilar tadi, semua komponen penyakit di atas perlahan berkurang, ditandai dengan kembali normalnya kadar kolesterol LDL, HDL, glukosa darah puasa.

      Senin ini saya mau periksa darah rutin lagi, doakan trigliserida dan asam urat sudah kembali ke angka normal ya, karena keluhan2 nyeri amat sangat di tulang punggung atas, bahu dan leher sudah lenyap sama sekali, Alhamdulilah :)

      Mudah-mudahan PCO's sudah lenyap dari tubuh saya, ditandai oleh kembalinya siklus haid 31 hari dan BB saya sudah turun 4 kg, padahal ginekolog cuma minta turun 5% dari BB sebelumnya :)
      Menurut beliau, penurun BB 5% - 10 % saja sudah bisa 'mengusir' PCO's.

      Cross our fingers! :)
      21 October at 08:13 via mobile · Like · 1
    • Ade Anita Btw @imazahra: saudara iparku juga gitu, ada roda pedati itu juga di rahimnya. Setelah 8 tahun menikah, dia akhirnya mengikuti pengobatan untuk memperoleh keturuna di rs persahabatan. Jadi, sperma suaminya disuntikkan langsung ke indung telur melewatiroda pedatinya, lalu ada serangkaian pengobatan lain di terapi itu, alhamdulillah atas takdir Allah dia bisa punya anak. Meski hanya satu. 
      Temanku ikut program bayi tabung krn emang nggak mungkin bisa terjadi pembuahan di dalam rahim ketika proses penyerbukan itu. Setelah 12 kali gagal terus dengan program bayi tabungnya, di usaha ke 13, dia akhirnya bisa mengandung bayinya dan melahirkan normal di usia 41 tahun.
      21 October at 08:15 via mobile · Like · 1
    • Hairi Yanti makasih ya mbak Ade buat sharingnya. ditunggu yg olahraganya mbak... ynt pengin ngatur hidup sehat juga :D
      tentang usus yang tidak bekerja maksimal itu juga pernah diperingatkan tante saya mbak, waktu sy bilang ke beliau mengkonsumsi sebuah produk yang banyak minumnya.
    • Ade Anita Aamiin Ima..semoga dimudahkan (btw, istilah cross your finger itu artinya percaya pada salip dalam genggamanmu. Sebaiknya gunakan istilah, semoga Allah mudahkan)
    • Ade Anita Kalo aku: darahku amat encer, jadi sulit sekali membeku, dan kalau terbentur sedikit jadi mudah lebam.. Tekanan darahku amat rendah (bisa mencapai 44/76) tapi kolesterol tinggi. Jadi bingung mo diapain...hahahahaha... Makanya pola makannya harus sehat berimbang.
    • Ade Anita Iya Yanti, semua harus berimbang memang.
    • Imazahra Fatimah Mbak Ade Anita, saya sudah baca tulisan Mbak, terima kasih sudah berbagi ya, Mbak *peluuk*

      Allah sayang pada Mbak. Kualitas iman Mbak juga tinggi, buktinya sabar menjalani semua, masyaAllah, belum tentu saya bakal sekuat Mbak jika ditimpa hal yang sam
      a. Saya saluuut sekali.

      Terima kasih tuk kisah nyata Mbak yang sudah dibagikan di sini, saya belajar lagi.

      Alhamdulilah, sejauh yang dapat saya amati, pola makan saya masih seimbang, semua masih saya makan, cuma karena memang sedang konsentrasi ingin menurunkan trigliserida dan asam urat tanpa obat-obatan, saya memang harus merombak total jenis makanan saya.

      Oh iya, di www.beautifulonraw.com juga disampaikan, kebutuhan tubuh akan seluruh komponen gizi dan nutrisi HARUS terpenuhi meskipun seseorang itu vegetarian (saya gak tertarik jadi vegetarian, karena saya suka sekali makan ikan, apalagi salmon, wow! Lezaaa!), maka di situs itu, selain dianjurkan memakan mentah buah dan sayuran, kita juga diminta makan kacang-kacangan seperti yang Mbak sebut tadi, supaya semua kebutuhan tubuh terpenuhi.

      Kalau saya pribadi, mau 'mengejar' normalnya kadar trigliserida dulu, supaya resiko 'heart attack' dan ancaman stroke bisa diminimalisir.

      Lalu, kenapa saya tidak mau menggunakan obat-obatan sejenis allupurinol untuk menurunkan trigliserida?
      Karena obat2an itu ada kontra indikasi ke ginjal saya.
      Ginjal saya kan sudah pernah bermasalah :)

      Begitulah...
      Saya juga sedang terus menerus belajar ilmu kesehatan holistik :)

      Oh iya, sama kayak Yuni, saya juga rutin bekam 2-3 minggu sekali.
      Saya gak boleh minum PCO's, karena bakal menaikkan hormon androgen saya :)

      Silahkan Mbak googling lebih lanjut di jurnal2 ilmiah kedokteran apa itu PCOs jika ingin tahu lebih jauh :)

      Mohon maaf jika ada salah kata ya :)


      www.beautifulonraw.com
      Raw Food Diet recipes, inspirational testimonials and success stories. Tips for novices and raw food veterans. Raw Food Books and Videos!
    • Imazahra Fatimah Oh iya, saban menikmati rawjuice, saya selalu mengunyahnya dulu sekitar 10 kali kunyah, soalnya rawjuice saya memang tidak terlalu halus, hehe :)
    • Imazahra Fatimah Waaah, saya gak tau kalau 'cross our fingers' ada hubungannya dengan salib segala.

      Selama ini saya murni memahaminya sebagai sebuah ekspresi bahasa, maklum dulu kuliah di Inggris :)

      Makasih masukannya, saya upayakan untuk tidak saya gunakan lagi, heh
      e...

      Oh iya, di grup ini saya mohon tidak usah membawa isu agama ya, soalnya beberapa anggota grup ini beragama non Islam. Sebaiknya kita juga harus mengkondisikan grup ini tidak terlalu berat ke satu agama, supaya yang lain juga merasa nyaman berada di 'rumah' satu ini :)

      Saya bukan pluralis ya, tapi saya menghargai pilihan-pilihan keberagamaan seseorang :)
    • Dwitra Zaky Sebetulnya inti segala macam diet, ya memang hrs seimbang. Nggak bisa terlalu drastis ke kiri atau ke kanan. Lha saya sendiri, sudah minum raw juice, siang makan nasi sedikit, banyak sayur dll..eh..malam2 ketemu teman2 malah disodori bakpau ayam halal dan combro. Lha...di amrik susah banget cari bakapao ayam yg nggak pakai pork dan combro....wah..itu makanan mahal...jadi malah makan banyak, bubar diet sehat seharian..he..he.. dinikmati saja ya..yg penting usaha...
    • Imazahra Fatimah Saya setuju dengan Mbak Dwitra Zaky, "kullu umuurin ausathuhaa..." Kata sebuah atsar (apa ini hadis ya? Lupa euy!), "Sebaik-baik perkara adalah (berada) pada posisi di tengah-tengah."

      Iya kan Aa Risyan Nurhakim:)
    • Dwitra Zaky Mungkin kalau yg mau masih mengunyah-mengunyah , raw juice yg tepat adalah Gazpacho soup, seeprti yg saya posting. Ada yg diblender ( tomat dan beberapa sayuran) ada yg dipotong kecil2 jadi mesti tetap dikunyah2 :-}
    • Imazahra Fatimah Mbak Ade Anita, untuk saat ini kami belum punya budget berlebih untuk perawatan rutin ke RS, khususnya ke ahli infertilitas, besides, saya juga sangat menghindari penggunaan obat2an sintesis (semacam gluchopage, metformin dkknya untuk menghilangkan sekaligus menyuburkan tubuh) karena semua itu ada efek samping ke ginjal saya.

      Sementara ini, saya dan Aa bersepakat untuk mengatur asupan gizi dan olahraga saja dulu, karena semua ginekolog juga bilang, 2 hal di atas juga bisa menyembuhkan PCO's, hanya saja mungkin pertanyaannya adalah, sabarkah saya si tukang makan dan doyan masak enak ini?

      Hehehe, inilah ujian saya, doakan saya lulus ya :)
      21 October at 08:48 via mobile · Like · 1
    • Laksita Wijayanti Mochtar Trimakasih sharingnya yaa mbak Ade Anita ^.^, bener bener mencerahkan....saya jadi tahu alasan kenapa dr Tan juga memberi kapsul omega 3 ke pasien2 raw foodnya. Semoga Mbak Ade dan keluarga senantiasa sehat selalu. amin
    • Laksita Wijayanti Mochtar Mbak Imazahra Fatimah teteppp semangadd yah mbak!!!... ditunggu juga sharingnya tentang PCO, soalnya aku juga punya problem yg mirip.....dan betullll salah satu pangkal masalahnya: BB ku yang over *kelebihan 20 kg* -_-
    • Laksita Wijayanti Mochtar o iya iya tentang olive oil, sebenernya ada 2 jenis olive oil, EVOO (extra virgin olive oil) ini yang sama sekali tidak boleh dipanaskan jadi paling bagus memang dipakai sebagai dressing salad, dan ELOO (extra Light olive oil) yang jenis ini masih diperbolehkan untuk menumis. jadi kalau buat masak memasak, pastikan beli yg ELOO yaa mbak-mbakku ^.^
    • Ida Mulyani Robit Subhanallah... makasih banyak utk tulisan dari mbak Ade Anita. Juga komentar2 dari teman2... serta tanggapan dari mbak Imazahra Fatimah. Semuanya sangat bermanfaat dan membuatku makin mawas diri, ingin mencintai lebih banyak lagi diri ini agar bisa sehat dan tidak meneruskan pola makan yg kacau-balau. Semoga, perlahan tapi pasti aku bisa menerapkan pola makan yg baik & seimbang. Amiin... ^_^
    • Anik Nuraeni Semoga segala penyakit kita semua diangkat, dan penyakit2 ini jadi peluruh dosa2 kita.♡☀ÅamiiN☀♡.
      Pagi ini ngeraw mangga,tomat,timun,kubis putih, sawi caisim, wortel.jd dua gelas.suamiku kupaksa minum.اَلْحَمْدُلِلّه mau. Aku ngeraw juice cuma pagi hari aja.sore minum shake HL.siang makan normal
      21 October at 10:36 via mobile · Like · 2
    • Imazahra Fatimah Aku pakai yang ELOO untuk memasak dearLaksita Wijayanti Mochtar :)

      Lalu aku pakai yang EVOO untuk dressing :)

      Tapi, berhubung sedang pengiritan, aku pakai Canola Oil untuk menumis dan sesekali minyak kelapa untuk goreng kerupuk, sekali pakai langsun
      g kubuang.

      Sudah benar belum caraku dear? :)
    • Imazahra Fatimah Loh, di atas itu aku sudah sharing soal PCO's kan :)
      Makanya aku senang banget, ternyata bisa menurunkan BB dengan memasukkan rawjuice dan rawfood ke dalam menu diet sehari-hariku :)

      Oh iya, diet terbaik untuk menghilangkan PCO's termasuk menghindari
      seluruh bahan makanan instan (mie instan, bumbu2 instan, tepung2an dstnya).

      Sejauh ini, semenjak aku diet di atas, rawjuice dan rawfood plus olahraga teratur, siklus haidku jadi normal, antara 25-31 hari. Dulu boro2, haidku berantakan banget!

      2-3 bulan baru haid, bahkan pernah aku baru dapat haid setelah 8 bulan, menyeramkan ya! Itu kualami pas SMP kelas 3 mau naik SMA kelas 1.

      Dirimu disuspect PCO lalu dokter memintamu terapi apa?

      Bukannya dg food combining Sita sudah turun BB cukup banyak? :)

      Sekarang aku merasa berdosa sekali setiap kali diajak / sedang sangat ingin makan mie ayam, bakso dll, masa aku mengorbankan diet ketatku gara2 nafsu kepingin bakso?

      Akhirnya kusiasati, Sita :) 
      Aku bikin bakso dari dada ayam (tanpa lemak sama sekali) kublender dengan putih telur ayam kampung & oatmeal yang diencerkan, hehe, not bad lah :)
      21 October at 10:46 via mobile · Like · 1
    • Imazahra Fatimah Oh iya, kalau dulu kami makan kerupuk nyaris setiap hari, sekarang seminggu sekali saja :)
    • Syifa Qurrota A'yun ih, keren ya..dari raw juice jadi ke PCO, jadi ke macam- macam olive oil....saya jadi pintar....
    • Soya Beans mb imaaaaaa...ko sama dgku dr sma haidli jarang bgt bahkan pernah wakt msh kuliah sampe 10 bln ga haid begitu sampe aku menikah 2 th lalu, awal menikah teratur memasuki bln ke 6 siklus haidku berantakan lg 2-3 bln baru mens terakhir kmrn 4 bln ga haid,akhirnya setlh 2 thn ga hamil jg aku periksa ke ginekolog tp dokter nya ga blg kl aku mengidap PCo' s...hy dokternya blg kl umurnya msh muda tp rahimnya tua ky sudah menopouse, kt dokternya harus menghindari kunyit, sirih dan smua yg berasa asam, alhamdulillah 1 bln terapi haidku normal tp bln kedua ni haid blm dtg jg...smoga aja Allah beri keajaibannya utkku....maksh tuk mb ima atas komunitas mentah ini, bs share ttg smua dan jd tmbh pinter aku...:-)

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…