Langsung ke konten utama

Aku bisa 3 laguuuu..cihuyyy

Akhirnyaaaaaa...setelah berlatih bermain gitar dengan you tube sebagai gurunya, lalu cuti latihan karena sakit tempo hari, hari ini aku kembali memegang gitar. Sayangnya, semua kunci cordnya lupa semuaaaaaa.. Huff.. Cuma 3 kord yg ingat, C, F dan G.



Oh noooo.... Susah emang kalo mulai belajar di usia kepala 4 seperti aku (tapi, belajar sesuatu yang baru itu penting kata dokterku  krn  bisa mencegah demensia atau pikun di usia dini).

"Udahlah bu, nyerah aja, menjadi tua itu sudah tidak bisa dihindari." (ledekan si sulungku sambil senyum2 jail)

"Tapi ibu udah bisa 3 kord!..weee."

"3 cord gak ada artinya." (aku cuekin aja ledekan dia dan terus berlatih. Saat itulah suamiku masuk ke dalam kamar. Ah, kesempatan untuk ngadu nih. Suamiku hanya bisa senyam senyum mendengar keluhanku dan ledekan si sulung yg saling bersahutan).

"Sebenernya ada gak sih mas, lagu yang dari awal sampe akhir cuma pake C, F dan G aja. Capek aku kalo harus pindah2 kord, lah yang 3 itu aja aku belepotan banget kalo pindahnya mesti cepet-cepet."
"Ada...ada."

Lalu, masih dengan senyum hangatnya, suamiku mengambil gitar di tanganku lalu mulai memetiknya dengan lembut. Dari mulutnya lalu mengalun 3 buah lagu dan tralaaaaaaaa....

Dengan ini aku umumkan, bahwa aku akhirnya bisa main gitar dengan lancar untuk lagu:

1. Bukan kolam susu (koes plus)
2. Burung kakak tua
3. Ke Jakarta aku akan kembali
Hahahahah...setidaknya bisa sedikit naik pangkat kalo ditanya orang "udah bisa belajar gitarnya?"...."udah dong, kalo cuma 3 lagu aja sih bisa." hahahaha ...ketimbang bilang "belon, baru bisa 3 cord soalnya." (edisi-mengubah-rasa-minder-menjadi-rasa-percaya-diri.com).

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…