Langsung ke konten utama

Window 8 (yang terbaru dari microsoft)

Status facebookku pagi buta ini:

Terbangun dengan sebuah gagasan untuk calon novelku. Setelah shalat, buru2 buka komputer. Tapi setelah notebookku menyala, aku malah bengong. Baru inget sesuatu...semalam, aku tukeran notebook ama anak sulungku.
"Bu, aku pasang window 8 ya. Lebih baru, lebih mantap."
Dan pagi ini aku nemuin layar monitorku yg asli lebih canggih tampilannya. Cantik dengan window2 kecil yg berjumlah 8. Tapi..hiks...

 Karena gaptek, aku bingung...kalo mo buka word, yang mana?? Kenapa nggak ada sidebar program?? Bahkan aku nggak tahu mo matiin notebooknya... Kagak ketemu bar shut downnya. Widiihhh... Akhirnya nggak jadi ngetik. Kacau deh. (*Gaptek ini menyebalkan. Mana nggak ada yg bisa dibangunin buat minta diajarin..hahahaha... Yasud , tunggu pagi baru bisa ngetik).




Yup. Benar sekali. Hari ini, aku akhirnya dapat mainan baru. hhahaha... ini gara-gara aku tukeran notebook sama anak sulungku. Dia mahasiswa fakultas komputer UI, jadi "semua anak fasilkom punya ID untuk make semua keluaran microsoft".. Anakku ini memasang window 8 di notebookku.


"Bu, cepet pilih warna."
Pertamanya, dia memintaku untuk memilih warna-warna.. cantik-cantik warnanya, bikin aku bingung mo milih warna apa. Biru, ungu atau pink ya? Akhirnya aku pilih pink.

"Sekarang, pilih nama untuk notebooknya. Apa bu?"
"Maksudnya, belong to bukan sih?"
"Iya, nantinya bakalan kayak gitu. Belong to siapa jadinya?"
Sigap aku menjawab: "Si cantik." (sambil senyam-senyum)
"Jangan harap!" (anakku melengos... hahaha... dia paling keki kalo aku ngaku-ngaku cantik).

Lalu seterusnya dia "mendandani notebookku" dan aku dengan santainya menunggu notebookku didandani dengan "menyanyi diiringi gitar oleh suamiku". What a wonderfull day.... hehehe... indah sekali kan penantianku."

Lalu malam berlalu, dan semua orang pun tertidur. Pukul 03.00, seperti biasa alarmku berbunyi untuk mengingatkan agar shalat malam. Selesai malam, aku segera membuka notebookku dan... asli bengong dengan tampilan layar monitornya. 



Waahh... aku kira window 8 itu sama saja seperti tampilan window 7, atau 6,5 aau 6 dan yang sebelum-sebelumnya. Itu sebabnya aku tenang-tenang saja dengan ide anakku untuk mendandani notebook ku dengan window 8.

Inilah obsesi dari microsoft untuk menerapkan sistem geser yang ada di tablet PC pada tampilan Desktop PC. Emang cantik dan keren banget, kesannya modern banget. Tapi, buat yang gagap teknologi seperti aku, aku bingung dengan perubahan yang terlalu drastis seperti ini (kebayang kan gimana kalau yang make window 8 adalah orang yang sama sekali belum pernah bersinggungan dengan tablet PC??)

Akhirya, pagi hari, suamiku mengajari aku  cara memakainya setelah aku bercerita bahwa semalam aku kebingungan sendiri dengan tampilan baru window 8. Anakku juga ikut meramaikan pengajarannya. hahahaha.. komplit deh satu pasukan ngajarin emaknya yang gaptek.

Alhasil, sore ini (setelah pulang dari pergi makan siang di Beautika yang super duper pedas-pedas semua masakannya.. hahahaha), aku ketemu mainan baru: ngutak ngatik tampilan baru notebookku.

Aku ngerti sekarang. Jadi, seperti halnya android, maka window 8 pun menerapkan sistem sentuh dan geser untuk setiap program yang mereka munculkan di layar monitor kita. Kalau kita ngerasa pusing dengan semua window-window kecil tersebut, pilih window yang tidak kita inginkan, lalu klik kanan, maka di pojok bawah ada beberapa pilihan yang bisa dipilih: uninstal - unpin -  make smaller. 

Kita juga bisa ngatur mana window yang ingin ditampilkan di layar utama kita. Kalau aku, aku langsung memindahkan microsoft word, google chrome, music, kalender dan game ke layar utamaku... hahhahahaha... ini rombongan yang harus ada. Lalu, aku tambahin dengan jendela picture, news, video dan... yang lainnya penting nggak penting terpaksa nggak aku ilangin biar rame... heheheh. 

Hei... ternyata, window 8 asyik juga.


voallaaa.... akhirnya... jam segini aku selesai juga ngedandanin tampilan layar monitor notebookkku... hahaha.. puas sekali rasanya. Tidak terlalu buruk kok ide microsoft kali ini. 

Kekurangannya cuma satu: tombol shut down yang letaknya kurang praktis. Juga side bar di bagian bawah yang tidak bisa menampilkan jam berapa saat ini. Gaswat ini.. aku bisa-bisa lupa waktu kalau nggak ada tampilan jam di side bar bawah.

Menurutku sih lebih asyik pake window 7 karena di window 8, file explore dipisah sendiri di jendela desktop sedangkan "recent document" ditaruh di word yang terpisah lagi jendelanya... jadi kerja dua kali deh kalau mo ngetik. Kurang praktis... atau.. mungkin juga karena aku belum terbiasa ... maklum masih hari pertama.. masih kagok.

--------------- (penulis: ade anita)

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…