Langsung ke konten utama

(suamiku romantis): suami siaga


Kemarin aku sakit, seharian di tempat tidur saja dan anak-anak suamiku yang antar jemput sekolah karena kebetulan dia kerjanya siang kemarin.

Pagi ini, suamiku yang sedang menyiapkan sarapannya sendiri menatapku yang sedang menyuapi Hawna sarapan dengan tatapan lembut, bikin salah tingkah.

"De, sini deh. Jalan ke sini deh. Ke arahku."
"Hah? Mo apa?"




Entah mengapa dadaku jadi berdesir. Kemarin seharian aku tidak ceria sama sekali, diam saja menahan sakit. Apa dia kangen aku ya? (*BLETAK!! JANGAN NGAYAL PAGI-PAGI!)

Akhirya pelan, aku jalan ke arahnya, sambil mencoba untuk tersenyum, meski masih lemas.

"Hmm, kamu masih lemes ya jalannya. ...Ya sudah, aku selesai ngajar jam 10.30; nanti Hawna biar aku saja yang jemput sekolah, abis aku antar ke rumah, aku langsung balik ke kampus lagi. Kamu istirahat lagi ya, jangan lupa vitamin dan obatnya. Besok aku padat banget soalnya acaranya, jadi besok mungkin nggak bisa bantu kamu."

(hehehehe... aku paling senang kalau dia mengkhawatirkan aku seperti ini. ..aku suka aja diistimewakan seperti ini. Itu... sesuatu banget)



Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…