Langsung ke konten utama

Iklan Lama Yang Sangat Menyentuh Jiwa..

sedih... ingat ibu. "De, ibu baru pulang dari Palembang nih. Ada oleh-oleh buat kamu. Ke rumah ya." "Bu, ade lagu nggak enak badan. Masih agak pusing. Besok ya ade ke rumah, buat ambil oleh-olehnya." "Bener ya, pokoknya besok kamu harus ke rumah ya. Ajak aja suami dan anak-anakmu sekalian. Kita kumpul semua disini besok." "Iya bu, insya Allah ade rame-rame ke rumah." tanggal 18 April 2003, pk. 23.00 tiba-tba telepon rumah berdering. Semua orang sudah tertidur, jadi suamiku yang mengangkat telepon itu. Tidak lama kemudian, terdengar suara ribut-ribut dan namaku dipanggil suamiku. "De... ibu meninggal dunia." "Hah? Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kapan?" "Baru saja, sekarang sudah ada di ruang jenazah RSPP." "Ayo kita berangkat ke sana mas." Sedih.. sedihnya luar biasa. tanggal 19 april 2003, akhirnya seluruh keluargaku berkunjung ke rumah ibu. Beramai-ramai seperti yang sudah aku janjikan pada ibu di telepon kemarin sore.

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…