Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Ushul Fiqih lanjutan

catatan Ade Anita on Friday, 11 May 2012 at 21:48 · Bagian ke empat: ushul fiqih lanjutan
Pada bagian ke tiga sebelumnya, kita sudah membahas tentang Pengertian Ushul Fiqih (yaitu satu ilmu yang dengannya dapat ditentukan sesuatu hukum bagi sesuatu masalah, dan kita dapat mengeluarkan masalah-masalah yang tidak tegas bersama hukumnya, dan dengannya pula dapat didudukkan sesuatu masalah pada tempatnya, dan lain sebagainya), serta pembagiannya dalam beberapa pasal.
Berikutnya, dalam bagian ke empat disini, lebih lanjut akan diterangkan bagaimana proses pengambilan hukum. A. Hassan (yang nama lengkapnya Abdul Qadir Hasan, seorang ulama Persis yang ketika hidup lebih dikenal dengan Hasan Bandung karena lama tinggal di Bandung) dalam bukunya “Soal Jawab tentang berbagai masalah tentang agama, menulis bagian kedelapan dari ilmu Ushul Fiqih.

Ushul Fiqih

MEMAHAMI HUKUM-HUKUM SYARIAT DALAM ISLAM 3 by Catatan Ade Anita on Friday, 11 May 2012 at 21:45 · Bagian ke tiga: Ushul Fiqih

Setelah memahami tentang hukum-hukum dalam Islam yang diperoleh dari Al-Quran dan Hadits, maka bagian berikutnya adalah yang bisa diperoleh melalui sebuah ilmu Ushul Fiqih. A. Hassan dalam bukunya “Soal jawab, tentang berbagai masalah agama†mengatakan bahwa Ushul Fiqih itu, adalah satu ilmu yang dengannya dapat ditentukan sesuatu hukum bagi sesuatu masalah, dan kita dapat mengeluarkan masalah-masalah yang tidak tegas bersama hukumnya, dan dengannya pula dapat didudukkan sesuatu masalah pada tempatnya, dan lain sebagainya.
Disini akan penulis bawakan beberapa fasal yang berhubung dengan ilmu Ushul Fiqih itu seperti yang ditulis oleh A. Hassan dalam bukunya tersebut, yaitu:
1. Pendapat bukan pokok.Dalam menghukum sesuatu masalah,sering terdapat orang mendasarkan hukumnya itu atas pendapatnya semata-mata.Hendaklah diketahui bahwa “pendapat†semata-ma…

ilmu hadits

Catatan Ade Anita on Friday, 11 May 2012 at 21:44 · Bagian ke dua: ilmu hadits

Pada bagian kedua disini akan dikemukakan tentang hukum-hukum Islam yang berasal dari Ilmu Hadits. A. Hassan dalam bukunya “Soal Jawab, tentang berbagai masalah agamaÂâ€, mengatakan bahwa Ilmu hadits itu, adalah satu ilmu untuk memeriksa dan menentukan benar atau tidaknya sesuatu ucapan atau perbuatan yang pernah dikeluarkan oleh Nabi Muhammad saw. Karena pokok dari hukum-hukum dalam islam bersumber pada dua hal, Al Quran dan Hadits Rasullah, Nabi Muhammad SAW.
Artinya, kalau dengan dasar-dasar yang tertentu sudah dapat diterima bahwa ucapan atau perbuatan itu dari Rasulullah SAW maka dikatakan hadits shahih. Kalau tidak menurut dasar-dasar itu, dikatakan hadits dlaif (=lemah).
Tentang hadits ada beberapa macam pembicaraan yang pokok-pokok, di antaranya:1. Hadits-hadits yang masuk bagian shahih ini, adalah bertingkat:
a. Hadits Mutawatir, yaitu satu hadits yang diriwayatkan oleh orang banyak dari Nabi…
MEMAHAMI HUKUM-HUKUM SYARIAT DALAM ISLAM (bagian pertama) by Catatan Ade Anita on Friday, 11 May 2012 at 21:43 · Al Islam berasal dari kata “salama†yang artinya damai atau selamat. Menurut istilah, Islam berarti ketundukan dan kepatuhan kepada peraturan-peraturan Allah yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW untuk mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Inilah satu-satunya agama yang mengajak manusia untuk hidup dalam keteraturan mulai dari bangun tidur hingga dia tidur lagi; menjaga manusia dan membimbing mereka dalam menjalankan kehidupannya di dunia hingga mereka tidak hanya berpikir bahwa hidup ini singkat dan pendek di alam dunia saja tapi juga bisa berkesinambungan di akhirat kelak, dengan berbagai petunjuk yang terdiri dari perintah, larangan, anjuran dan sebagainya. 
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada dunia.†(Al-Furqan [25]:77). 
Untu…

tulisan seorang teman yang amat memilukan: APA YANG BISA KITA LAKUKAN

APA YANG BISA KITA LAKUKAN
Penulis: Dwi Klik Santosa



metropolitan yang panas dan gerah siang tadi
seorang anak kecil manyun di tepi jalan
badannya dekil, kumal, setengah telanjang
seorang diri ia mengais-ngais tempat sampah
entah saja, tiba-tiba kulihat ia melahap sesuatu dari buntalan sisa-sisa
saat sedang asyik, dalam hitungan menit si bocah henyak dan berlari
sebuah dompet dipungutnya di pinggir trotoar, tengak-tengok ia mencari sesuatu
si bocah berlari, menuju perempuan muda yang hendak ke toserba itu
ia nampak bertanya dan menyodorkan dompet itu kepadanya
dan lalu, si bocah diumpat-umpat dan ditonjok
siang yang makin panas, bocah itu meringis dan tertatih-tatih
dari kaca angkot tumpanganku, pikiranku kusut memikirkan fragmen barusan
entahlah, Tuhan, salahkah hamba yang hanya bisu saja menyaksikannya


dwi klik santosa
pondokaren
28 juni 2009 : 19.5o

menengok cerpen pemenang LMCR 2011 kategori B juara 3: Saat hitam dan putih menyatu

SAAT HITAM DAN PUTIH MENYATU Oleh Jennifer Sidharta (pemenang ke 3 lomba cipta cerpen remaja, kategori B tahun 2011)
Jika merah berarti benar, dan biru berarti salah, maka ungu adalah hidup. * “Citra, kau sudah mengerjakan PR kan? Pinjam ya!” “Jangan! Itu kan sama saja dengan mencontek!” sahutku. Itu, sebuah kesalahan besar, tentu saja. “Apaansih? Tak usah sok suci deh!” Selalu begitu. Bahkan orang yang memeriksa PR kami mendiamkan saja, meskipun jelas-jelas semua jawabannya sama persis. Seakan kini mencontek bukanlah sesuatu yang salah. Aneh kan? Kalau memang mencontek bukanlah suatu kecurangan, kalau memang itu hal yang wajar, mengapa dulu aku diajari bahwa mencontek itu dosa? Bahwa hal-hal itu salah, dan tak seharusnya dilakukan?  Tapi aku juga tak mengerti diriku sendiri. Mengapa aku tak bisa menjadi seperti mereka saja? Apa sebenarnya yang kuinginkan? Mengapa aku merasa harus terus berpegang pada nilai moral yang selama ini diajarkan padaku? Mengapa aku ingin mereka juga berhenti …
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...