Langsung ke konten utama

ikutan lomba nulis tentang pershabatan

wedew.. aku ikutan lombanya Arul Chan yang berhadiah buku Pemburu Rembulan.. hehe. nulisnya di hape dan nulisnya di jam2 terakhir... gpp deh buat ngeramein..

LOMBA
1.
Kamu
Bagaimana bisa kamu memintaku untuk melupakanmu?
Padahal kamu tahu arti dirimu bagiku
Kamu adalah sahabatku
Sayangku padamu bagai lautan yang luas
Amat luas hingga menyentuh cakrawala jingga di ujung langit sana
Tapi meski sedemikian luasnya
Lautan manapun masih tetap memiliki tepi
Tempat buih mengantarkan sampah ke bibir pantai
Tempat ombak memecah barisan pasir yang sudah rapi tersisir
Itulah aku, sahabatku
Curahkan kesal dan tangismu padaku
Karena aku ingin dalam persahabatan ini
Bukan hanya suka cita yang kita bagi
Tapi juga berbagi pundak untuk tempat menangis

2
Aku
Bagaimana bisa aku meninggalkanmu
Tidakkah kamu lihat betapa panjang jejak tapak yang telah kita tinggalkan selama ini?
Aku menyayangimu karena Allah
Jadi jika suatu hari nanti aku pergi meninggalkanmu
Ingatlah bahwa aku melakukannya bukan karena kulit pembalut tulang putihmu
Atau karena lukisan ceriamu di langit biru yang kau persembahkan untukku
Tapi demi kebaikan kita bersama

3
Kamu dan Aku
KITA
Mari melangkah bersama

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…