Langsung ke konten utama

Fallen

[Pernikahan] Film yang aku suka apa? Ada banyak. Tapi, film yang termasuk deretan film pertama yang aku tonton bersama dengan suamiku ketika awal kedekatan kami adalah film Pretty Woman yang dipopulerkan oleh Richard Gere dan Julia Robert.

Iya sih, ini film tentang seorang pria super tajir (Richard Gere) yang jatuh cinta pada seorang pelacur jalanan yang cantik jelita dan sebenarnya hidup miskin. Pertemuan mereka juga tidak sengaja sih, kebetulan saja mobil mewah yang dikendarai oleh Richard Gere mendadak mogok di depan Julia Robert yang sedang menjajakan tubuh di pinggir jalan besar. Kebetulan, Julia cukup mengerti bagaimana cara mengendarai mobil mewah tersebut. Sedangkan si Pria kaya terbiasa dilayani jadi tidak mengerti bahwa kesalahan dia dalam mengemudilah yang membuat mobilnya mogok. Jadi, si pria super kaya ini memberi bayaran pada pelacur yang ditemuinya ini untuk mengemudikan mobil ke apartemen super mewahnya.

Singkat cerita, ternyata si Pelacur ini istimewa. Karena selain cantik, tapi dia juga pelacur yang amat memperhatikan kesehatan dan kebersihan tubuh. Jadi unik saja. Tidak mau ciuman bibir, harus gosok gigi dulu sebelum berhubungan badan, dan sebagainya. Jadi, si Pria tajir juga nggak ragu deh buat menyewa jasanya kembali untuk dikontrak menjadi pasangan sementara karena kebetulan ada acara Family Gathering dimana setiap orang harus membawa pasangan ke acara tersebut.

Untuk seterusnya, nonton sendiri deh. Sepertinya, hingga detik ini, aku sudah menonton ulang  film ini lebih dari 10 kali deh (dan nggak bosan-bosan juga karena aku suka film ini).

Ini beberapa baju yang aku suka di film ini.







Dan ini adegan yang paling buat aku senyum-senyum sendiri.. hahahaha.... epik banget, karnea aku pernah juga merasakan dibegitukan sama pemilik butik ketika sedang berada di Australia sana.


Terakhir, ini lagu yang aku suka banget...
Fallen

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Postingan populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…