badge

Jumat, 01 April 2011

Melatih Kesabaran

Entah apa yang ada di kepalaku siang tadi. Semula, hanya ingin melihat-lihat saja pameran Kids Expo di Balai Kartini Jakarta tadi siang. Ini hari pertama pameran tersebut. Niat dari rumah, mau mencari sepatu untuk bungsuku. Biasanya harga pameran sedikit lebih murah ketimbang harga toko. Tapi, ternyata tidak ada satupun stand sepatu di pameran anak-anak tersebut. Yang ada hanyalah Istri Gubernur DKI Jakarta (ah, apa menariknya?). Akhirnya, setelah berputar-putar, aku bertemu dengan sebuah stand Kimmi n Friends. Ini sebuah boneka dari kardus yagn tinggal di rumah yang juga terbuat dari kardus dan memiliki aneka perabotan yang amat sangat "cewek" yang juga terbuat dari kardus.







Ibu: "Eh, coba deh, boleh main gratis tuh buat nyoba. Kamu coba, asyik nggak mainnya."
Anak2: "Oke... eh.. asyik bu ternyata."
Ibu: "Mau beli nggak?"
(berhimpun untuk bisik-bisik: nih, segi positifnya, sepertinya mainannya ngajak kita untuk kreatif deh. Tuh, lihat saja, kita diharuskan untuk nyusun sendiri. Terus, kardusnya juga nggak besar. Tapi sisi negatifnya, kamu sudah selesai belum ulangan di sekolahnya? Sudahhhhhhhhhhh... Sip. Kalau gitu kita beli yuk. Asyik buat main boneka-bonekaan sepertinya). Lalu, tanpa terasa, mainan itupun sudah berpindah kepemilikan. Niat dari rumah mau beli sepatu, pulang ke rumah bertambah satu barang bawaan, boneka kardus lengkap dengan rumah dan perabotan yang semuanya dari kardus.

Di taksi:
"Eh, sudah siang gitu, yang beli mainan itu sepertinya belum banyak ya?" (kecurigaan pertama.. ngungg.. ngungg... dianggap angin lalu)

Di rumah, akhirnya mulailah kami cewek-cewek yang sudah tidak sabaran ingin bermain mulai merakit semua kardus-kardus yang Ya TUhan... kecil-kecil banget! dan rumit-rumit banget!...

"Ibuuuuuuuuuu... aku nggak sabaran ah bikinnya." (si kakak)
"Uhhhhhhhhhhhh....!!!" (si ibu)
"Kenapa? Kesel ya? (si bungsu, dengan wajah polos dan mau tahunya.
Catatan: jangan pernah menunjukkan bahwa kita kesal dengan sesuatu yang sedang kita kerjakan. Karena anak akan meniru apa yang kita ekspresikan. Ingat, pointnya adalaH: mengajarkan anak pentingnya sabar dalam menyusun sesuatu yang baru dan sedikit rumit.

Catatan tambahan: "HEI! SIAPA SIH YANG BIKIN CATATAN DI ATAS!! SOK TAHU BANGET!!!"

Nah... inilah kerumitan yang harus kami hadapi sepanjang sore ini.
Ini foto rumah kardus yang berhasil disusun dengan menahan sempalan gundah.




dan di bawah ini, adalah lembaran-lembaran perabotan kecil-kecil yang harus disusun agar bisa menjelma jadi perabotan manis yang cantik. ck...ck..ck.. jangan ditanya bagaimana harus menahan sabar menyusunnya.






nah.. yang pink itu, aslinya harus menjelma jadi lampu meja belajar.. dan ternyata, ada keran air untuk bath tub yang super duper mini yang harus dipasang juga!!!
Bahkan, ada laci lemari untuk nakas mini!!!



Oke... akhirnya... hmm... sepertinya kami baru menyadari kenapa hingga siang, baru kami pembeli pertama yang membeli mainan itu. Asli melatih kesabaran. Kalau tidak percaya? Ayo deh susun sendiri.

----------
penulis: Ade Anita (dan hingga tulisan ini diturunkan, pekerjaan merakit benda-benda mini itu belum selesai..)
Like ·

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

karena banyak sekali spam, jadi untuk sementara aku moderasi ya komennya. Makasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...