Langsung ke konten utama

gara-gara copas

gara-gara nulis tulisan di "begini cara saya menikmati tulisan" yang sebenarnya merupakan judul lain dari review bahan bacaan... mbak faradhina pagi2 sudah gedor2 facebook saya "mbaaaaaaaaaaaaaakkkk ... mbak ade dimana? sudah baca notesnya mas tetet belum? diklarifikasi mbak.".. lalu pas aku buka fb, langsung muncul beliau dengan nada tulsian yang amat cemas... waaah.. langsung saja aku buat klarifikasi dan menghasilkan tulisan sebuah klarifikasi...

hehehe..
besok2nya, beberapa orang teman masih suka ngajak chat dan menyampaikan rasa prihatin mereka ke aku... padahal suer deh, akunya sendiri tenang2 saja... aku nggak ngerasa bersalah kok... asyik2 saja.. dasar saja itu pak tetet lelaki tua yang terlalu suka mengajak berdebat...malas deh meladeninya.. wasting time...

wong aku copas dengan cara baik2 kok dianggap salah, lah.. itu yang terang2an jiplak tulisanku, atau yang nyomot tulisanku untuk kepentingan pribadi dibiarkan begitu saja.. fuihh.. cape deh..

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…