Langsung ke konten utama

Lelaki Tua di atas Jembatan Penyeberangan

lelaki tua dan kucing sahabatnya
meringkuk, bersimpuh, memeluk lutut
di atas jembatan penyeberangan
yang melintas melintang diatas jalan bebas hambatan

sementara lampu-lampu mobil berpendar berseliweran disepanjang jalanan
mata lelaku tua itu terus memandang jauh
menembus hujan deras
melintasi cakrawala

apa yang ada dipikiranmu pak tua?
adakah kau memikirkan tentang kapal cintamu yang telah pergi membawa sauh meninggalkanmu?
ataukah kau memikirkan tentang nasib baik yang tak jua datang menghampirimu?

mungkin kucing gemuk yang jadi sahabatmu menjadi lebih beruntung ketimbang dirimu
tak ada rasa jijik bagi dirinya untuk menyantap makanan basi
pun tak ada reaksi berarti dari tubuhnya untuk menerima makanan sampah
tak ada bedanya menjadi kaya atau miskin bagi kucing gemuk itu
juga tak ada kebimbangan jika harus melalui situasi punya jabatan ataupun papa

lelaki tua dan kucing gemuk yang menjadi sahabatnya
memandang sendu kekaki langit diujung mimpi
berharap malam nanti mimpi indah akan datang menghampiri

penulis: Ade Anita, ketika melewati jembatan penyeberangan menuju rs tebet, jakarta

Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pos populer dari blog ini

30 jenis aneka makanan dan minuman khas Betawi

Setiap tanggal 22 Juni, kota tempatku tinggal, yaitu Jakarta merayakan ulang tahunnya. Usianya kota Jakarta sudah cukup tua, sudah ratusan tahun. Nah, ketika kota Jakarta sedang merayakan ulang tahunnya tersebutlah kami warga kota Jakarta bisa dengan mudah menemukan aneka makanan dan minuman yang menjadi khas kota Jakarta dan diakui sebagai bagian dari budaya kota Jakarta, yaitu budaya kuliner.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua  dengan tema: Rasa Lokal.
Berbicara tentang rasa lokal maka itu artinya berbicara tentang budaya setempat. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah adalah makanannya. Berikut ini adalah beberapa makanan dan minuman yang menjadi budaya kuliner khas kota Jakarta yang saya suka (hehe, makanan dan minuman khas kota Jakarta itu banyak tapi yang saya sukai itu terbatas jumlahnya. Jadi, yang saya tulis disini hanya yang saya sukai saja).
1. Kerak Telor.

Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Jujur saja, di tahun 1994, yaitu tahun ketika aku memutuskan setuju untuk menikah aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di kota Solo.
Kota Solo itu seperti apa?
Apakah seperti kota Kendal? hahaha.... ini satu-satunya kota yang berada di wilayah Jawa Tengah yang pernah aku kunjungi dan sependek ingatanku bisa mengingat "bepergian ke wilayah Jawa Tengah".

Dulu, waktu aku masih kecil (pake banget) katanya sih aku pernah diajak jalan-jalan oleh keluarga besarku ke Yogyakarta (ini termasuk wilayah Jawa Tengah kan ya?). Ada foto-foto aku masih kecil dengan  memakai topi super lebar dan tentu saja gayanya centil banget yang sedang beraksi pose-pose di depan Stupa Budha di Candi Borobudur. Tapiiiii... aku sama sekali tidak ingat gimana suasana jalan-jalan kala itu. Jadi, kalau tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku bahwa ketika ke Yogyakarta itu antara orang tuaku dan orang tuanya sudah melakukan perjanjian untuk menjodohkan aku dengan dia.. mmm.... pasti aku akan percaya saja. HAHAH…