Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari 2010

Assalamu'alaikum Ibu

[Catatan Akhir Tahun, 2010]
Assalamu'alaikum Ibu
by Ade Anita on Thursday, 23 December 2010 at 05:38
1.
Setiap kali melintas di jalan Casablanca, ada sebuah kebiasaan yang selalu aku lakukan di dalam kendaraan. Yaitu menengok sejenak ke arah pekuburan dan mengirimkan sebuah salam untuk ibuku.
Ya. Itu rumah ibuku sekarang sejak tahun 2003, tepatnya 18 April 2003. Beliau meninggal dengan tenang setelah terkena serangan jantung.
"Assalamu'alaikum Ya Ahli Kubur, Assalamu'alaikum Ibu. Semoga ibu selalu mendapat rahmat dari Allah yang memang tiada pernah habis dimana pun kita berada."

Notebook

Notebook
by Ade Anita on Thursday, 09 December 2010 at 09:49
Huff....
Iseng, siang ini saya berpikir, apa kabarnya ya kasus Ariel Peter Pan? Dengar-dengar kabar, dia akan segera dibebaskan dari penjara. Mungkin, setelah bebas dari penjara, dia akan mengawini Luna Maya, atau... bersepakat untuk "tinggal bersama" Luna Maya... lalu mereka berdua akan menunggu, diam di suatu tempat sambil menikmati pasir putih, ombak yang selalu mengejar di pinggiran pantai, mengamati Camar yang terbang di atas langit. Lalu menyaksikan matahari tenggelam secara perlahan dan malam pun diselimuti oleh bintang gemintang. Mungkin kehidupan seperti itu, menepi dari keramaian, akan terjadi beberapa saat. Bisa dua atau tiga tahun. Setelah itu, mulai mengendus-endus bau angin yang datang. Apakah rakyat Indonesia sudah melupakan kasus pornoaksi mereka?

Angin memang selalu setia memberi kabar. Cukup masukkan telunjukmu ke dalam mulut, basahi dengan air ludahmu, keluarkan lalu angkat telunjuk tinggi ke a…

Putih

Putih
by Ade Anita on Tuesday, 14 December 2010 at 09:47
"Kakinya gatal lagi ya?"
"Iya... gatal banget."
"Sudah, sini ibu kasi bedak ya." Lalu, aku pun mulai menaburi seluruh kaki putri bungsuku dengan bedak Talk untuk gatal. Kaki mungil itu berubah warna menjadi putih. Persis seperti pentungan roti yang dibakar tanpa kulit.
"Nah... gatalnya hiilang kan? Gimana rasanya sekarang?"
...
...
...
Tidak ada jawaban. Aku pun menoleh ke atas, ke arah kepala anakku yang sejak dari tadi pagi celotehnya selalu terdengar dimana-mana. Ceriwis sekali. Tapi, kenapa sekarang senyap?
Di atas kepalaku, anakku itu ternyata sedang menutup seluruh wajahnya dengan kedua belah tangannya yang mungil. Rapat. Pelan-pelan, aku mencoba untuk menyibak jemarinya. Mengintip wajahnya yang tertutup.
"Ada apa?"
"Aku seram melihat kakiku."
"Kenapa?" Lalu aku melihat sepasang kaki yang baru saja aku taburi seluruh permukaan kulitnya dengan bedak tabur…

Sebuah Awal dari Seorang Anak Dara

Sebuah Awal Untuk Seorang Anak Dara
by Ade Anita on Tuesday, 16 November 2010 at 22:29
Wajah memelas itu memandangku dengan tatapan ragu. Gamang dengan kemampuan sendiri. Ragu dengan kebisaan yang tersembunyi dalam dirinya.

"Tanggung jawabnya berat bu."

Keraguan di wajah itu sudah amat sangat jelas. Mungkin terkontaminasi juga dengan rasa tidak percaya diri yang kental. Entahlah. Tapi aku menaruh rasa percayaku pada pundaknya dengan amat yakin. Seyakin batu karang yang berdiri paling depan menghadapi ombak. Yakin bahwa ombak tidak akan menghancurkannya.

"Bisa, kamu bisa. Sudah, ayo kerjakan."

Aku mencoba untuk meyakinkannya. Semua hal besar memang harus dimulai dari sebuah langkah awal. Dan sebuah awal memang akan terasa berat bagi mereka yang belum pernah melakukan sebelumnya. Kemungkinan untuk gagal memiliki nilai 50%. Karena kemungkinan inilah maka banyak yang takut untuk melakukan sebuah langkah awal. Lebih memilih untuk cari sesuatu yang aman; yaitu terus berk…

Kambing Ngumpet

by Ade Anita on Thursday, 18 November 2010 at 06:41

“Ayo kita makan di luar. Sepertinya, makan soto enak nih.”
“Setuju, ayo deh.”

Akhirnya, keluarga kecilku pun mulai berjalan kaki menuju rumah makan (oh ya, keluarga kecilku memang pecinta jalan kaki. Bahkan kami menghitung setiap langkah kaki setiap harinya, harus melebihi 5000 langkah kalau bisa. Diusahakan mencapai 10.000 langkah).

Kambing Ngumpet

Kambing Ngumpet
by Ade Anita on Thursday, 18 November 2010 at 06:41
“Ayo kita makan di luar. Sepertinya, makan soto enak nih.”
“Setuju, ayo deh.”

Akhirnya, keluarga kecilku pun mulai berjalan kaki menuju rumah makan (oh ya, keluarga kecilku memang pecinta jalan kaki. Bahkan kami menghitung setiap langkah kaki setiap harinya, harus melebihi 5000 langkah kalau bisa. Diusahakan mencapai 10.000 langkah). Di tengah jalan, ketika kami masih asyik ngobrol dan bercanda-canda, tiba-tiba ada kerumunan anak-anak yang bersarung berlari-lari menuju ke arah kami. Ada apa ini? Sayup-sayup mulai terdengar suara teriakan, kian lama kian jelas dan akhirnya amat jelas.

“Ada kambing kabur… ada kambing kabur!”

Hah? Masya Allah. Aku langsung menghentikan tawa dan canda.

“Mas, pegang Hawna mas, kalau ada kambing kabur beneran ke arah kita, aku takut nggak bisa megang Hawna yang panic ketakutan.” Lututku memang sering sakit jika harus melakukan gerakan mendadak. Entahlah, sering nyeri yang menusuk. Itu seba…

Apa kabar tanaman Cintaku

Apa Kabar Tanaman Cintaku?
by Ade Anita on Sunday, 21 November 2010 at 06:25
"Gagal lagi ya?"
Kepala itu mengangguk lemah. Aroma kesal begitu kentara. Bau kecewa sudah merebak kemana-mana. Terbawa angin senja. Melayang lalu berputar-putar enggan berlalu.

"Yang sabar ya. Memang begitu itu dia. Menghadapinya harus sabar."
"Tapi hancur terus, sepertinya suram deh, nggak ada harapan."
"Hadapi dengan hati-hati. Jangan terlalu agresif emang. Tapi juga jangan terlalu cuek. Harus dengan penuh kelembutan. Juga pelan-pelan. Ya sabar deh kuncinya."

Kata orang, demikianlah tanaman cinta dipelihara.
Ketika kita berusaha menggenggam cinta dengan amat kuat, maka kelopak bunganya akan rontok satu persatu. Karena cinta butuh kebebasan untuk tumbuh berkembang tanpa kekangan apapun.
Tapi ketika kita memutuskan untuk membebaskannya tanpa sentuhan apapun, tanaman cinta pun akan layu karena merana. Lalu mati merangas. Siapa yang bisa bertahan dari derita kesepian?

&q…

Aku SUka HUjan

Aku Suka Hujan
by Ade Anita on Friday, 05 November 2010 at 07:24
1. Satu
"Aku selalu menyukai hujan." Itu yang aku katakan pada banyak orang.
"Kenapa?" Dan itu yang banyak orang tanyakan padaku.
"Karena hujan punya punya ritme tersendiri yang romantis. Dimulai dengan suasana teduh, lalu mendung, lalu hujan pun turun. Dan ketika hujan mereda, ada matahari yang malu-malu mengintip, hingga pelangi harus menurunkan tirainya agar malu matahari tidak tersingkap dengan cepat."

2. Dua
"Tapi sekarang cuaca sering ekstrim tidak terduga. Siangnya panas terik bukan main, tapi sesaat kemudian hujan turun dengan deras. Apakah kamu masih menyukainya?" Itu yang kamu tanyakan padaku.
Membuatku terdiam lalu menengadah ke atas.
Mencoba membaca awan, membaca warna langit.
Aku suka warna biru.
Aku suka warna putih.
dan Aku juga suka warna kelabu yang itu.
"Ya, aku tetep suka hujan. Karena hujan bisa menghilangkan debu di atas batu. Aku selalu berdoa, agar begit…

Salah

Salah!
by Ade Anita on Friday, 05 November 2010 at 08:10
"Ibu berangkat ya...byee."
Lalu langkahku langsung menerjang gerimis. Ada sebuah harapan yang bergelora di dalam dada. Bercampur dengan doa yang panjang.'Ya Allah, mudahkanlah jalanku agar bisa dapat arisan hari ini.'

Menyusuri gang sempit, hingga bertemu mulut gang yang menganga.
Berbelok sedikit, lalu sampailah di tujuan.

"Eh....kok?? Masih sepi?"
Semua tetanggaku ikut melongokkan kepala meninjau sebuah rumah yang lengang.Celingak celinguk melihat suasana sepi yang temaram di dalam rumah. Tak ada siapapun. Bahkan lalat sekalipun tidak juga sedang berkumpul mengerubungi hidangan. Ya. Bahkan hidangan yang tersebar di meja atau karpet, tak ada sepotongpun.

"Memangnya cari siapa bu Ade?"
Akhirnya beberapa kepala yang ikut-ikutan mencari sesuatu yang mereka tidak tahu mulai bertanya.
"Arisan?? Hari ini arisan rt kan disini?"
"Loh? Ini baru tanggal 4 bu Ade, arisan kan tanggal 8 …

Sebuah Pintu

Sebuah Pintu
by Ade Anita on Friday, 12 November 2010 at 16:20
SEPERTI PUZZLE, SAAT BINTANG JATUH… CINTA, SETITIK KABUT BERMAKNA CINTA, SANG BINTANG, JAUH DEKAT CINTA, KETIKA CINTA BELUM SAATNYA, KUE BULAN AGNI, KETIKA CINTA KEMBALI, HONEY AND BEE, TITIAN CINTA, DAN ADAKAH CINTA DI SANA ?... 10 NASKAH TERSEBUT MASUK DALAM 10 NASKAH YANG MEMBERI SAINGAN YANG SANGAT KETAT, KARENA HAL TERSEBUT MAKA TERPAKSA KAMI SINGKIRKAN DARI ARENA KOLABORASI CINTA. MAAF, PERJUANGAN ANDA SAMPAI DISINI SAJA, TERUSKAN BERKARYA. TRIMA KASIH.

Di atas itu adalah pengumuman yang keluar pagi ini di wallnya Dang Aji, pemilik perhelatan Audisi naskah Kolaborasi Cinta berpasangan dengan sahabat. Naskahku ternyata tereliminasi. Alhamdulillah. Berarti masih diberi kesempatan untuk memperbaiki dan mengembangkannya sendiri menjadi novel yang utuh sendiri, tidak lagi berkolaborasi dengan UNSA.

Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan disini.
Aku mau menulis tentang kisah yang aku dapat dari tayangan sinopsis Honey And…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...